Tampilkan postingan dengan label klinik gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label klinik gigi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2022

Setiap orang tua harus memahami cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak. Perlu Anda ketahui bahwa masalah pada mulut bisa menyebabkan beberapa gangguan serius. Setidaknya, bau mulut adalah gangguan paling umum. Namun, tahukah Anda bahwa masalah ini cukup mudah untuk diatasi dengan rutin menggosok gigi.

Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak

Pada umumnya cara menjaga kesehatan mulut dilakukan dengan bantuan medis untuk hasil terbaik. Namun, berikut beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah sendiri.

1.      Ajari Anak Cara Menyikat Gigi yang Benar

Banyak orang tidak sadar bahwa mereka menyikat gigi dengan cara yang salah. Jika hal tersebut diajarkan ke buah hati, maka mereka akan kesulitan untuk menjaga kesehatan mulutnya. Di sisi lain, anak harus memiliki orang yang bisa mencontohkan bagaimana cara menyikatnya dengan benar. Mereka tidak tahu mata sikat dan pasta gigi yang baik untuk digunakan. Oleh sebab itu Anda perlu memahami cara menyikat gigi yang benar sebelum mengajari si kecil untuk rutin menyikat gigi.

Untuk anak yang sudah berumur 24 bulan, dapat menggunakan pasta gigi yang memiliki kandungan fluoride. Tentu dalam takaran tertentu, itu sebabnya penting untuk menggunakan pasta gigi khusus anak. Menyikat gigi bersama anak dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus sarana edukasi.

2.      Batasi Makanan Manis dan Biasakan Santap Makanan Sehat

Bukan rahasia lagi jika makanan manis dapat merusak gigi. Anda bisa memperhatikan bahwa anak yang sering mengkonsumsi coklat akan memiliki lubang pada gigi mereka. Menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak bisa dimulai dengan membatasi makanan manis. Tidak masalah jika anak tetap ingin makanan manis, namun Anda perlu membatasi jumlah konsumsi dan juga menyediakan alternatif yang lebih sehat untuk mengurangi konsumsi kadar gula anak.

Selain permen dan coklat, Anda dapat memberi anak makanan seperti buah-buahan, sayur, dan makanan sehat lain untuk menyeimbangan konsumsi gula dengan gizi lainnya supaya anak juga jadi semakin sehat.

3.      Ajak Anak Sikat Gigi Sebelum Tidur Malam

Kebiasaan menyikat sebelum tidur adalah salah satu hal yang harus Anda tanamkan kepada buah hati. Meskipun hal ini terdengar sepele, tapi faktanya kebiasaan ini memiliki dampak besar bagi kesehatan mulut.

Banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan bahwa menyikat gigi harus dilakukan minimal 2 kali sehari. Pertama, ajarkan untuk selalu menggosok gigi pada pagi hari. Kemudian, sebelum mereka tidur ajarkan juga untuk melakukannya.

Kebiasaan ini memang harus ditanamkan sejak dini supaya menjadi kebiasaan saat sudah dewasa. Tidak masalah jika Anda sedikit memaksakannya. Namun, tetap jangan sampai membuat anak tertekan. Akan jauh lebih baik jika Anda juga memberikan contoh, sehingga anak akan mengikutinya.

4.      Mengurangi Pemberian Susu Melalui Botol Dot

Mungkin, banyak orang tua tidak menyadari bahwa minum susu dalam botol dot dalam waktu lama tidak terlalu baik bagi sang buah hati. Oleh sebab itu, perhatikan kembali kebiasaan ini. Banyak orang tidak sadar bahwa dot akan membuat gigi terendam cairan manis terlalu lama.

Seperti yang telah diketahui, makanan dan minuman manis memang tidak baik jika dikonsumsi dalam waktu lama. Anda bisa mendapatkan penjelasan lebih lengkap dengan konsultasi dokter gigi Bunda.

5.      Biasakan Kontrol ke Poli Gigi 6 Bulan Sekali

Selain mengajarkan kebiasaan baik, cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak lainnya adalah dengan konsultasi dokter gigi tiap 6 bulan sekali. Akan jauh lebih baik jika Anda melakukan konsultasi secara rutin.

6.      Gunakan Sikat dan Pasta Gigi Khusus Anak

Cara terakhir yang bisa Anda pakai adalah menyediakan sikat dan pasta gigi khusus. Pasta gigi untuk anak dan orang dewasa memiliki kandungan berbeda. Artinya, jika kandungan tersebut tidak cocok maka akan merusak gigi pada anak. Jadi, Anda harus memperhatikan hal tersebut.

Selain dari cara-cara tersebut, Anda juga dapat mengaplikasikan perawatan medis pada masalah gigi yang telah terjadi. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.



 







www.bunda.co.id

Rabu, 23 Maret 2022

Mengenal Perawatan Gigi dan Mulut untuk Senyum Indah Nan Sempurna

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.26 with No comments

Banyak orang menyadari bahwa perawatan gigi merupakan salah satu hal yang penting. Masyarakat sudah mulai rajin mengunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali demi memiliki gigi yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Perlu diketahui bahwa perawatan ini sendiri bisa dilakukan oleh siapa saja. Perawatan gigi dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan dokter gigi. Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk merawat area mulut tersebut. Berikut adalah beberapa contoh perawatan yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah.

Perawatan Gigi dan Mulut di Rumah

Sebenarnya, untuk merawat bagian mulut ini dimulai di rumah. Ada banyak cara sederhana yang bisa Anda pakai. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan sendiri.

1.      Sikat Gigi Setiap Hari

Ini adalah cara yang paling mudah dilakukan sendiri. Anda hanya perlu rutin menyikat gigi setidaknya 2 kali sehari. Anda bisa melakukannya setiap pagi sebelum beraktivitas dan malam hari sebelum tidur. Jika Anda juga memiliki anak, investasikan kesehatan gigi dan mulut pada anak Anda dengan membiasakan anak untuk sikat gigi tiap pagi dan malam hari.

2.      Bersihkan Sela-Sela Gigi dengan Benang (Flossing)

Terkadang, hanya menyikat gigi saja tidak sepenuhnya menghilangkan sisa makanan di bagian sela-sela gigi. Rekomendasi terbaik adalah dengan memakai benang untuk membersihkan area sempit tersebut sehingga sisa makanan bisa dibersihkan.

3.      Bersihkan Lidah

Dari beberapa penelitian, 50% bakteri bersarang di permukaan lidah. Artinya, bagian ini juga harus dibersihkan, bukan? Anda bisa membersihkannya mulai dengan sendok yang kokoh, bagian belakang sikat gigi khusus yang memiliki fitur pembersih lidah, hingga menggunakan sikat khusus pembersih lidah.

4.      Berhenti Merokok

Racun dalam rokok dapat mengiritasi jaringan lunak mulut dan menyebabkan infeksi mukosa, dry socket, dan memperlambat penyembuhan luka. Racun rokok juga dapat mengurangi asupan aliran darah ke seluruh gusi. Dengan berhenti merokok, Anda juga akan mengurangi potensi gangguan pada gigi.

Perawatan Gigi dengan Bantuan Medis

Selain melakukan perawatan sendiri, Anda juga bisa menggunakan bantuan medis. Memang akan membutuh biaya tambahan, namun tidak masalah selama Anda mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.

1.      Veneer

Veneer merupakan salah satu perawatan di mana Anda akan diberikan sebuah cangkang untuk melapisi gigi. Cangkang tersebut dibuat secara khusus sehingga bentuknya sangat mirip dengan permukaannya. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari veneer adalah untuk estetika.

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang memiliki gigi putih dan sehat, dan pengaplikasian Veneer dapat menutupi kekurangan tersebut.

Veneer juga adalah salah satu alternatif bagi orang yang tidak percaya diri dengan penampilan visual gigi mereka.

2.      Jacket Crown

Jacket crown juga sering disebut sebagai dental crown. Penanganan ini menggantikan bagian mahkota dengan replika bagian mahkota gigi yang telah rusak sehingga bagian gigi yang masih bertahan dapat dipertahankan. Jacket crown dibuat untuk mengatasi beberapa masalah pada gigi seperti keropos atau patah. Perawatan seperti ini pada dasarnya telah banyak dijumpai. Salah satu tempat yang dapat Anda kunjungi adalah RSU Bunda Padang.

3.      Protesa Gigi

Protesa adalah sebuah gigi tiruan akibat adanya pencabutan atau trauma sebelumnya. Artinya, penggunaan protesa adalah untuk mengembalikan fungsinya sehingga seseorang bisa tampil percaya diri kembali. Gigi yang telah hilang bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Saat mengunyah makanan, ada kemungkinan beberapa makanan tidak tergigit secara sempurna. Jadi, butuh waktu lebih lama untuk mengunyah dan menghaluskannya.

Bahkan, terkadang ada beberapa makanan yang langsung bergesekan dengan gusi. Jika makanan yang Anda makan cukup keras, jelas akan menyakiti gusi. Pemasangan protesa dapat mengatasi masalah ini. Perawatan gigi ini hanya perlu Anda lakukan jika merasa kurang nyaman dengan gusi ompong.

4.      Implan Gigi

Perawatan terakhir adalah dengan menggunakan implan dimana proses ini akan melibatkan penanaman akar gigi buatan. Bentuknya sendiri lebih mirip seperti baut untuk menahan mahkota gigi buatan tersebut. Perlu Anda pahami bahwa penggunaan baut tidak boleh sembarangan dalam memilih logam. Kebanyakan dokter menggunakan logam khusus seperti titanium atau logam khusus lainnya yang telah dipastikan aman untuk tubuh pasien.

Jika ingin menggunakan implan, maka Anda harus memahami bahwa prosesnya membutuhkan beberapa tahap. Itu sebabnya pemasangan implan gigi memerlukan konsistensi pasien demi hasil yang terbaik. Ketahui jadwal dokter gigi di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.








www.bunda.co.id

Senin, 21 Maret 2022

13 Penyakit Gigi dan Mulut yang Paling Umum

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.19 with No comments

Masalah penyakit gigi dan mulut menjadi gangguan yang sangat meresahkan bagi banyak orang. Selain membuat diri sendiri tidak nyaman, penyakit gigi dan mulut juga mempengaruhi bau mulut sehingga orang lain akan merasa kurang nyaman saat berbicara dengan kita. Perlu diketahui bahwa ada banyak sekali dampak negatif jika mulut mengalami gangguan. Sayangnya, masih banyak orang tidak mengenali gejala dari penyakit yang ada pada mulut maupun gigi.

Ada banyak sekali gangguan yang bisa muncul pada area tubuh tersebut. Untuk menghindari hal tersebut maka Anda perlu mengenali beragam gangguan yang bisa terjadi pada mulut.

Penyakit Gigi dan Mulut

Paling tidak, ada 13 gangguan umum yang bisa terjadi pada area gigi dan mulut. Dengan memahami setiap gangguan tersebut, maka Anda bisa melakukan tindakan pencegahan supaya tidak berubah menjadi gangguan yang fatal.

1.      Sariawan

Sariawan adalah salah satu gangguan yang sangat umum terjadi kepada siapa saja. Gangguan ini tidak mengenal umur atau gender. Namun, Anda bisa mencegahnya jika menjaga kebersihan mulut. Perlu diketahui bahwa sariawan terjadi karena ada jamur, luka tergigit, atau karena pemakaian gigi palsu. Banyak orang menganggap bahwa sariawan juga menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan Vitamin C.

2.      Gigi Berlubang

Penyakit gigi dan mulut selanjutnya adalah gigi berlubang. Gangguan ini sering terjadi karena jaringan gigi telah berubah menjadi karies. Jika merasakan gejalanya, maka segera pergi ke dokter untuk konsultasi. Anda bisa mengunjungi RSU Bunda manapun untuk konsultasi mengenai gejala tersebut. Akan jauh lebih baik jika melakukan tindakan pencegahan. Dengan begitu, gangguan tersebut tidak berubah menjadi lebih berat.

3.      Gusi Berdarah

Ada juga gangguan berupa gusi berdarah yang bisa terjadi kepada siapa saja. Biasanya, jika sudah sampai berdarah maka ada yang salah dengan bagian tersebut. Salah satunya adalah karena kondisi kotor pada gusi. Anda bisa membeli obat khusus, namun jika pendarahan tidak juga berhenti dan masih terasa sakit maka lebih baik segera konsultasi ke dokter atau ahli gigi.

4.      Gigi Abrasi

Gangguan lain yang juga sering muncul adalah gigi abrasi. Penyakit gigi dan mulut tersebut diakibatkan oleh gesekan yang terlalu kuat secara terus menerus. Biasanya, gangguan seperti ini diakibatkan oleh banyak faktor, seperti terlalu keras dalam menyikat gigi. Oleh sebab itulah cara mencegahnya adalah dengan memperbaiki cara menyikat gigi agar lebih lembut namun tetap membersihkan gigi secara menyeluruh.

5.      Lubang Besar di Gigi dan Sisa Akar

Perlu dipahami bahwa karena jarang merawat area mulut, maka bisa muncul lubang besar pada gigi. Umumnya, makanan manis dan tidak meratanya saat menyikat gigi adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit gigi dan mulut ini. Kondisi tersebut bisa menyebabkan rasa sakit pada area mulut. Bahkan, saat makan pun akan terasa tidak nyaman.

6.      Kanker Mulut

Salah satu penyakit gigi dan mulut yang sangat berbahaya jika dibiarkan. Penyebabnya bisa sangat beragam, termasuk kurangnya menjaga kebersihan area mulut sehingga terjadi penumpukkan bakteri. Jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas ke seluruh area tubuh. Apalagi, rasa tidak nyaman bisa timbul kapan saja dan Anda tidak bisa lagi menikmati makanan seperti sebelumnya.

7.      Tumor Mulut

Selain kanker mulut, tumor mulut juga menjadi salah satu gangguan yang sangat berbahaya. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama maka bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itulah Anda harus berhati-hati. Tumor pada area mulut terjadi saat ada benjolan daging yang tumbuh. Benjolan tersebut mampu mengganggu jaringan hidup pada area mulut rusak. Jadi, segera konsultasikan ke ahli atau dokter gigi jika muncul keanehan atau kejanggalan pada mulut.

8.      Periodontitis

Gangguan ini terjadi pada gusi di mana bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak. Artinya, Anda tidak boleh menganggapnya sebagai gangguan ringan. Jika dibiarkan, Anda bisa saja mengalami kerontokan gigi.

9.      Gingivitis

Penyakit ini pada dasarnya hampir sama dengan periodontitis. Gangguan ini sendiri merupakan peradangan pada area gusi yang menyebabkan bengkak. Jika mengalami gejalanya, segera pergi ke poli gigi untuk melakukan konsultasi dan penanganan yang tepat.

10.    Erosi Gigi

Penyakit gigi dan mulut lainnya adalah terkikisnya enamel gigi. Biasanya, hal ini karena terlalu sering terkena asam. Salah satu penyebabnya adalah saat Anda muntah dan mengeluarkan asam lambung.

11.    Glositis

Peradangan bukan hanya terjadi pada gusi, tapi juga terjadi pada lidah. Dalam beberapa kasus yang parah, glositis dapat mengganggu jalan nafas. Sebaiknya segera pergi ke dokter gigi jika Anda mulai merasa lidah kurang nyaman.

12.    Tumbuh Gigi Bungsu

Gangguan ini memang jarang terjadi, tapi saat sudah mulai terasa gejalanya akan membuat tidak nyaman. Pertumbuhan ini seringkali menimbulkan sensasi sesuatu yang mengganjal pada mulut dan terkadang menyebabkan rasa nyeri.

13.    Gigi Hipersensitif

Gangguan lainnya adalah gigi hipersensitif. Gangguan ini bisa dirasakan saat Anda mengkonsumsi makanan atau minuman dan merasakan ngilu. Biasanya, hal ini terjadi karena makanan atau minuman yang dikonsumsi terlalu dingin.

Beberapa gangguan pada mulut dapat berkembang menjadi kondisi fatal apabila tidak kunjung ditangani. Itulah mengapa Anda perlu melakukan pemeriksaan dental untuk memastikan kesehatan mulut dan gigi Anda terjaga. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.











www.bunda.co.id

Selasa, 25 September 2018

Pemeliharaan Kesehatan Gigi & Mulut pada Ibu Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.12 with No comments
Kesehatan gigi dan mulut ibu hamil sebaiknya mendapatkan perhatian yang serius, bahkan sejak sebelum atau sedang merencanakan kehamilan. Hal ini dikarenakan efek yang ditimbulkan dari penyakit gigi dan mulut yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil bahkan janin yang ada dalam kandungan. Beberapa masalah gigi dan mulut yang sering ditemukan pada ibu hamil yaitu karies gigi (gigi berlubang), gingivitis (peradangan gusi), granuloma, halitosis (bau mulut), dan sariawan.

Karies gigi atau gigi berlubang adalah masalah yang sering ditemukan pada siapa saja, dan pada ibu hamil diperparah dengan adanya penurunan keasaman air liur yang mempercepat proses terjadinya gigi berlubang. Kondisi ibu hamil yang sering mual dan muntah seringkali mengakibatkan ibu hamil malas memelihara kebersihan rongga mulutnya. Akibatnya pembentukan plak dipercepat dengan adanya asam dalam mulut, melarutkan mineral gigi, sehingga mempercepat proses terjadinya gigi berlubang. Kondisi gigi berlubang yang didiamkan akan menimbulkan rasa ngilu saat makan manis atau dingin, yang akan menimbukan masalah pada pemenuhan nutrisi ibu hamil karena akan membuat ibu hamil malas makan. Dan apabila lubangnya semakin besar dan dalam akan sampai ke syaraf gigi yang akan menimbulkan sakit berdenyut bahkan gusi bengkak yang pastinya akan menimbulkan rasa sakit yang sangat tidak nyaman. Hal tersebut membuat ibu hamil akan kekurangan waktu istirahat karena rasa sakit membuat ibu hamil sulit tidur.

Pregnancy gingivitis atau peradangan gusi pada ibu hamil ditandai dengan penampakan klinis gusi yang berwarna labih merah daripada gusi normal, dan biasanya mudah berdarah saat menyikat gigi. Seringkali ditemukan pada bulan kedua kehamilan dan mencapai puncaknya di bulan ke delapan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon dan vaskularisasi gusi yang memberikan respon berlebih terhadap beberapa iritasi lokal. Beberapa iritasi lokal diantaranya yaitu plak, bakteri, adanya sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi, karang gigi, adanya tepi tambalan gigi yang tidak baik, pemakaian gigi tiruan, permukaan akar gigi yang kasar, atau penggunaan sikat gigi dengan bulu yang terlalu keras. Perlu diketahui bahwa pada saat hamil hormon progesterone akan meningkat sehingga meningkatkan pertumbuhan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan peradangan gusi. Kekebalan tubuh juga berubah, sehingga reaksi tubuh terhadap iritasi lokal pun berbeda menjadi lebih sensitif.

Granuloma kehamilan atau Epulis gravidarum yaitu pertumbuhan berlebih pada gusi ibu hamil yang menyerupai tumor. Biasanya muncul pada trimester kedua kehamilan dan akan hilang dengan sendirinya setelah bayi lahir. Masalah ini tidak berbahaya tetapi seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil. Penyebab kelainan ini belum diketahui secara pasti. Tapi berkaitan dengan adanya perubahan hormon pada ibu hamil, kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, adanya  trauma seperti gusi  yang tergigit saat makan, atau adanya pembuluh darah yang pecah.
Halitosis atau bau mulut biasanya ditemukan pada ibu hamil yang kurang memperhatikan kondisi kebersihan gigi dan mulutnya. Kondisi ibu hamil yg seringkali muntah dan volume air liur yang meningkat, disertai dengan malas menjaga kebersihan gigi dan mulut, membuat bakteri dan kuman penyakit mudah untuk tumbuh dan berkembang sehingga timbulah bau mulut yang kurang sedap.  

Sariawan juga sering ditemukan pada mulut ibu hamil. Daya tahan ibu hamil yang cenderung menurun mengakibatkan sariawan mudah terjadi. Sariawan bisa terjadi karena adanya trauma seperti gusi atau bibir yang tergigit saat makan, atau kekurangan mineral seperti asam folat dan vitamin B12.

Masalah-masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan perawatan dan pemeriksaan gigi dan mulut yang rutin pada ibu hamil. Perhatikan konsumsi makanan. Kurangi makanan manis untuk mencegah gigi berlubang. Dan hindari makanan yang keras, asam, pedas, asin untuk mencegah timbulnya sariawan. Perbanyak makanan bernutrisi baik karena pembentukan benih gigi sudah dimulai sejak janin berada dalam kandungan, sehingga baik buruknya kondisi gigi yang akan tumbuh pada anak sangat dipengaruhi nutrisi yang didapat ketika sang ibu sedang hamil. Selalu bersihkan sisa makanan dan plak yang menempel pada gigi. Sikat gigi secara benar dan rutin minimal dua kali dalam sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Bila perlu gunakan obat kumur antiseptik setelah menyikat gigi.

Pemeriksaan kondisi kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi juga sangat diperlukan. Hal-hal yg bisa dilakukan dokter gigi untuk menjaga kesahatan gigi dan mulut selama masa kehamilan yaitu pembersihan karang gigi yang sudah terbentuk dengan cara scaling, penambalan gigi yang berlubang, dan apabila memungkinkan bisa dilakukan pencabutan gigi yang memang sudah tidak dapat lagi dilakukan perawatan atau penambalan. Lakukan kunjungan berkala ke dokter gigi walaupun belum timbul keluhan, karena tiap masalah gigi yang timbul dan diketahui sebelum terjadi keluhan akan lebih mudah diatasi dan diobati. Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan dengan pengobatan atau perawatan.

Sumber : drg. Pradnya Stri Narenswari - RSIA Citra Ananda


















Selasa, 13 Februari 2018

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Pada Ibu Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 07.50 with No comments
Pemeriksaan dan perawatan gigi dan mulut wanita yang akan, sedang dan telah melahirkan sangatlah penting. Pada masa kehamilan akan terjadi perubahan hormon yang mengakibatkan ibu hamil rentan terhadap peradangan gusi, rentang terhadap timbunan plak, dan perdarahan pada gusi.

Apabila dibiarkan :
  1. Berakibat kelahiran prematur
  2. Ibu yang mengalami infeksi pada jaringan periodontak dapat menularkan infeksinya kepada janin melalu darah dan plasenta.
  3. Bakteri penyebab gigi berlubang (streptococcus mutans) dapat menyebar keseluruh tubuh melalui sirkulasi darah, dapat membahayakan jantung ibu hamil.
  4. Pregnancy gingivitis merupakan peradangan gusi yang paling sering terjadi pada ibu hamil. Dapat berkembang menjadi pembengkakan gusi yang lebih besar (pregnancy tumor) bila tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan kegoyahan gigi.
Pencegahan :
  1. Pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi
  2. Pembersihan karang gigi secara rutin
  3. Penumpatan gigi berlubang
  4. Perawatan saluran akar

Sumber : drg. Yuli Puspaningrum, SpKG - RSIA Citra Ananda




Selasa, 06 Februari 2018

Oral Hygiene (Kebersihan Mulut)

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.45 with No comments
Oral Hygiene (Kebersihan Mulut) adalah usaha menjaga kebersihan mulut dan lidah dari plak (bakteri dalam mulut yang bercampur dengan sisa makanan). Kebersihan Gigi dan Mulut yang tidak baik dapat menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi dan radang gusi. Selain itu, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Tips sederhana menjaga kebersihan mulut adalah dengan menyikat gigi dua kali sehari (pagi hari dan sebelum tidur) dan membersihkan sela gigi dengan benang gigi (flossing).

Jangan lupa untuk kontrol ke Dokter Gigi 6 bulan sekali

Sumber : drg. Sirtha Noor Suci  – RSIA Citra Ananda



www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com