Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Agustus 2023

Penyebab Kelahiran Prematur: Waspadai Tiap Faktornya!

Posted by Bundamedik Healthcare System on 14.19 with No comments

Kelahiran prematur bukan hal asing yang bisa terjadi pada ibu hamil. Kondisi tersebut dikabarkan bahkan dialami juga oleh pasangan selebriti tanah air, Lesty Kejora. Melahirkan dini merupakan kondisi dimana waktu melahirkan yang kurang dari waktu melahirkan pada umumnya. dalam kondisi kelahiran yang belum cukup bulan.

Setelah masa hamil selesai, wanita yang baru pertama kali menjadi seorang ibu dan keluarga harus memaksimalkan upaya untuk merawat dan menjaga bayi.

Jika anak terlahir prematur, maka ibu dan ayah juga memiliki tanggung jawab lebih besar, dari segi medis serta segi perawatan. Untuk menghindari kondisi prematur ini, Anda dapat mereservasikan kunjungan ke unit RSIA Bunda dan mengkonsultasikan kondisi Anda sebelum memulai program hamil.

Apa Itu Kelahiran Prematur?

Singkatnya kelahiran ini adalah kondisi dimana bayi terlahir ke dunia sebelum 9 bulan atau sebelum 40 minggu usia kehamilan.

Kasus kelahiran prematur ini memang bisa saja terjadi, namun jika tidak dicegah sedari hamil maka bayi berpotensi mengalami kondisi buruk. Pada kebanyakan kasus kelahiran prematur, Bunda dan bayi dapat menyelesaikan proses dengan selamat, namun dalam tumbuh kembangnya, anak akan rentan terpapar penyakit.

Lahir prematur merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan saraf pada bayi dan pemicu terjadinya kematian usia bayi di seluruh dunia. Melalui pengetahuan ini, kami akan mengajak Anda untuk memahami dan melakukan pencegahan dini pada masa kehamilan.

Faktor Penyebab Terjadinya Persalinan Dini

Tanda bayi lahir sebelum waktunya adalah ketika sudah terjadi kontraksi dan bayi harus dikeluarkan pada usia kandungan 37 minggu atau kurang dari itu. Adapun berbagai sebab kelahiran prematur yang menimpa ibu hamil bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya faktor penyebab itu dapat dijabarkan dalam penjelasan berikut:

  • Persalinan terlalu dini, salah satunya disebabkan oleh infeksi pada saluran berkemih ibu hamil. Beberapa infeksi yang dimaksud adalah rubella, herpes simpleks, trikomoniasis, klamidia, toksoplasmosis, infeksi selaput ketuban, infeksi saluran kemih, dan infeksi bakteri vagina.
  • Mengalami penyakit tertentu, seperti solusio plasenta atau terlepasnya plasenta dari dinding rahim. Bisa juga mengalami inkompetensi serviks atau lemahnya rahim yang bisa terbuka sebelum waktunya. Pernah operasi pada rongga perut juga akan meningkatkan resiko kelahiran prematur.
  • Gaya hidup calon ibu yang tidak sehat ibu dapat mempengaruhi persalinan terlalu dini. Konsumsi alkohol semasa hamil, merokok, dan mengalami kelebihan berat badan juga memicu terjadinya persalinan belum cukup bulan.
  • Bisa juga karena adanya berbagai sebab lain, seperti hamil anak kembar, jarak kehamilan dari sebelumnya kurang dari 6 bulan, program bayi tabung, ada riwayat kelahiran prematur, mengalami trauma fisik saat hamil, usia ibu kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.

Berbagai penyebab tersebut dapat memicu persalinan tidak pada waktunya pada ibu hamil. Untuk beberapa sebab yang bisa dicegah, seperti konsumsi alkohol dan rokok sebaiknya dihentikan dari saat diketahui sedang mengandung.

Pencegahan ini demi kesehatan bayi semasa dalam kandungan dan tumbuh kembang kesehatan anak selama mereka hidup. Para ibu bisa berhenti dari kebiasaan kurang sehat setidaknya selama hamil dan menyusui ASI eksklusif 2 tahun.

Cara Mencegah Terjadinya Kelahiran Prematur

Edukasi diri sebanyak mungkin dari sumber terpercaya merupakan bekal sebelum masa persalinan. Salah satunya dengan membaca detail cara mencegah kemungkinan kelahiran prematur berikut ini:

  • Perhatikan jarak kehamilan dari anak sebelumnya. Akan sangat beresiko jika ibu sudah hamil kembali sementara jaraknya belum ada 18 bulan dari kelahiran anak yang juga prematur sebelumnya.
  • Jangan pernah mengkonsumsi alkohol dan rokok untuk sementara waktu jika memang tidak bisa menghilangkannya sepenuhnya. Ibu juga harus berhenti konsumsi narkoba karena kandungan dari zat-zat tersebut akan menyebabkan ketergantungan pada bayi yang baru lahir.
  • Jaga kesehatan dan kebersihan akses kelahiran untuk menghindari terjadinya infeksi pada saluran lahir bayi. Anda bisa menggunakan handuk baru untuk membersihkan area vagina setiap setelah buang air kecil. Bisa juga menggunakan tisu baru untuk menjaga kebersihan.
  • Perbanyak konsumsi asam folat untuk menutrisi bayi dan juga menjaga kesehatan kandungan. Biasanya asam folat ini akan diberikan oleh bidan ketika Anda melakukan kontrol kehamilan rutin.
  • Jaga selalu berat badan agar tetap sehat selama hamil. Jangan sampai berat badan ibu bertambah banyak, namun janin tidak bertambah sama sekali.
  • Untuk mencegah terjadinya persalinan dini selanjutnya adalah kendalikan masalah kesehatan bawaan. Contoh, ada riwayat darah tinggi atau diabetes, dsb. Lakukan pencegahan agar penyakit tidak kambuh dan tidak perlu konsumsi obat.

Inti dari semua pencegahan adalah menjalani pola hidup sehat secara lebih disiplin. Ketika hamil, ibu bukan hanya memikirkan kesehatan sendiri, namun juga harus memberikan nutrisi cukup bagi bayi. Pastikan ibu melakukan pencegahan kelahiran prematur secara tepat dan cepat.

Jika Anda memiliki risiko kehamilan prematur, segera reservasikan pemeriksaan diri Anda ke unit RSIA Bunda untuk mendapatkan pelayanan yang lebih spesifik. Dapatkan jadwal dokter preferensi Anda dan kunjungi juga laman informasi kami untuk mengetahui pelayanan-pelayanan kesehatan lainnya.


















Rabu, 13 April 2022

Hernia Lipat Paha Pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.33 with No comments

Hernia lipat paha atau Hernia Inguinalis pada anak merupakan hernia yang paling sering di temukan pada anak laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 10 banding 1. Angka kejadian pada bayi premature lebih tinggi, yaitu 13% pada kelahiran < 32 minggu, dan 30% pada kelahiran < 1.000 gram.

Mengapa Bisa Timbul Hernia Inguinalis?

Hernia Inguinalis terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Proses dimulai dengan timbulnya penojolan lapisan terdalam rongga perut yang disebut Peritoneum dan masuk kedalam scrotum (kantong kemaluan pada laki-laki) atau labium (bibir kemaluan pada perempuan). Penonjolan peritoneum dimulai pada minggu ke 12 kehamilan dan menutup spontan pada minggu ke 36-40 kehamilan.

Pada janin laki-laki, kantong peritoneum terjadi akibat tarikan testis (buah zakar) yang awalnya terletak dalam rongga perut, dan akan turun ke scrotum. Pada anak perempuan kantongterjadi saat pembentukan ligament yang akan mempertahankan posisi uterus (Rahim). Akibat terbentuknya kantong tsb., terdapat hubungan antara rongga perut dengan seluruh isinya (usus dll) dengan scrotum atau labium. Setelah penurunan testis atau pembentukan ligament selesal, kantong akan menutup dan hubungan dengan rongga perut hilang. Bila kantong tidak menutup sampai setelah lahir, akan timbul hernia lipat paha.

Gejala yang terlihat adalah bila terjadi kenaikan tekanan rongga perut misalnya saat menangis atau saat mengedan, usus akan terdorong masuk scrotum melalui lubang yang tidak menutup. Secara klinis akan terlihat timbulnya benjolan di lipat paha. Bila penderita berhenti menangis dan tekanan dalam perut menurun, benjolan akan hilang karena usus sudah masuk kembali kedalam perut.

Bagaimana Penanganannya?

Hernia lipat paha tidak bisa menutup sendiri sehingga untuk menghilangkan heria, kantong tsb harus ditutup. Penutupan dapat dilakukan dengan operasi "terbuka" atau dengan alat laparoscopy. Untuk Hernia, kedua teknik membuat luka kecil. Akhir-akhir ini Laparoskopi menjadi teknik popular terutama untuk operasi besar. Bila dilakukan dengan teknik "terbuka" operasi besar harus membuat sayatan besar. Operasi besar dengan laparoskopi ,lebar luka hanya beberapa centimeter, dengan nyeri yang ringan, sehingga lama perawatan dapat lebih singkat.

















Rabu, 06 April 2022

Pentingnya Vaksin HPV Pada Anak dan Dewasa

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.04 with No comments

Human papillomavirus atau HPV menyebabkan infeksi kulit termasuk kutil alat reproduksi. HPV juga menyebabkan beberapa jenis kanker di bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, amandel, dan organ kelamin. HPV menular melalui kontak langsung dengan penderita terutama saat berhubungan seksual. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan vaksin HPV bagi anak maupun dewasa.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memasukkan vaksin HPV ke imunisasi dasar lengkap atas rekomendasi. Vaksin HPV ini bermanfaat untuk mencegah dan menurunkan jumlah kasus kanker genital, terutama kanker serviks. Vaksin ini juga penting untuk diberikan pada anak-anak yang memasuki masa remaja, juga dewasa yang belum pernah atau belum lengkap mendapatkan vaksin HPV.

Pentingkah Vaksin HPV?

Vaksinasi HPV  sendiri merupakan bentuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang bisa ditularkan dari hubungan seksual. Penyakit yang disebabkan oleh HPV dapat dialami baik pada wanita maupun pria di antaranya kutil pada kelamin, kanker serviks pada wanita, kanker penis pada pria, serta kanker anus. HPV juga dapat menyerang pria karena selama ini banyak yang masih mengetahui HPV sebagai pemicu kanker serviks saja.

Berapa kali HPV diberikan?

Jika diberikan pada usia 9-13 tahun, vaksinasi sebaiknya dilakukan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan. Sementara untuk mencapai proteksi yang optimal pada rentang usia 14-44 tahun, vaksinasi sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali, dengan masing–masing jadwal pemberian sebagai berikut:

  • Pada 1 atau 2 bulan setelah vaksin pertama, tergantung dari jenis vaksin yang digunakan. 
  • 6 bulan setelah vaksin pertama.

Pada bulan 0

Sebelum vaksinasi, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi Anda dalam keadaan sehat. Jika sebelumnya sudah pernah melakukan hubungan seksual, maka Anda wajib melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda sudah terpapar kanker serviks. Apabila hasilnya bagus, maka vaksin dapat dilakukan sesegera mungkin.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Vaksinasi?

Vaksin HPV dapat diberikan kepada anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki. Usia yang tepat untuk menerima vaksin ini adalah 10–13 tahun. Akan tetapi, orang dewasa yang belum pernah melakukan vaksinasi sebelumnya atau belum pernah berhubungan seksual juga masih boleh mendapatkan vaksinasi.

Efek Samping 

Efek samping yang paling umum setelah vaksinasi adalah reaksi lokal pada tempat injeksi, seperti nyeri, kemerahan, memar, dan bengkak. Selain itu, efek samping lainnya yang dapat terjadi, antara lain demam, sinkop, sakit kepala, mual, myalgia, ruam, urtikaria, pusing, dan rasa lelah.

Terjadinya sinkop terkadang dikaitkan dengan gerakan tonik-klonik atau seizure-like activity, dilaporkan setelah vaksinasi kuadrivalen (untuk mencegah infeksi HPV tipe 6,11,16, dan 18) sehingga dapat menyebabkan terjadinya cedera. Selain itu, vaksin HPV juga dapat memiliki efek samping yang berpotensi fatal atau mengancam jiwa, yakni reaksi hipersensitivitas atau anafilaksis, sehingga diperlukan observasi selama 15 menit setelah pemberian dosis.

Peringatan Sebelum Menerima Dosis

Vaksin HPV umumnya tidak direkomendasikan atau ditunda pemberiannya pada orang dengan kondisi berikut:

  • Memiliki atau pernah mengalami reaksi alergi yang parah terhadap vaksin HPV
  • Memiliki alergi terhadap lateks atau ragi
  • Sedang hamil, meskipun vaksin ini tidak memberikan efek yang buruk terhadap ibu hamil dan janin
  • Menderita penyakit berat

Vaksin HPV penting untuk didapat anak dan orang dewasa karena dapat melindungi diri dari potensi kanker. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.








Rabu, 02 Maret 2022

Fungsi Klinik Laktasi Bagi Kesehatan Bunda

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.58 with No comments

Pemberian ASI adalah salah satu aspek penting di masa pertumbuhan bayi, khususnya pada 6 (enam) bulan pertama. Akan tetapi, tidak jarang rasa sakit atau tekanan yang mereka alami menyebabkan Bunda menghentikan pemberian ASI pada bayi. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mendapatkan edukasi menyusui melalui konsultasi di Klinik Laktasi. Berikut penjelasan lengkap mengenai Klinik Laktasi.

Apa itu Klinik Laktasi?

Klinik Laktasi adalah salah satu tempat Bunda berkonsultasi dengan ahli laktasi dengan memberikan penyuluhan, dukungan, dan pelatihan sehingga Bunda dapat teredukasi mengenai ASI dan cara menangani masalah pemberian ASI. Walau terdengar sederhana, dampak kunjungan dan konsultasi dengan Klinik Laktasi bagi kesehatan Bunda cukup besar. Pasalnya, Bunda mendapatkan sosok yang mengerti apa yang Bunda rasakan ketika menyusui dan mampu memberikan solusi yang berguna bagi Bunda dan bayi. 

Tak hanya itu, Bunda juga bisa bertemu dan bertukar pikiran dengan Bunda lain yang memiliki kendala dalam pemberian ASI di Klinik Laktasi. Sebagian besar jawaban dari kendala yang Bunda alami ketika melakukan pemberian ASI dapat ditemukan di Klinik Laktasi.

Apa saja yang bisa dipelajari di Klinik Laktasi? Bunda akan diajari mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi, teknik pemberian ASI secara ideal, teknik memerah dan menyimpan ASI, dan juga cara menangani masalah atau kendala yang dialami ketika menyusui.

Pentingnya ASI Bagi Bunda dan Anak

Mengapa ASI sangat dianjurkan sebagai makanan terbaik bagi bayi? Hal ini dikarenakan kandungan zat gizi yang dimiliki ASI sangat sesuai untuk tumbuh kembang bayi. ASI mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan mineral yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang proporsional.

Mengingat pentingnya asupan ASI bagi bayi, pemerintah juga telah menetapkan anjuran untuk memberikan ASI Eksklusif bagi bayi hingga berusia 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau menggantikan dengan makanan atau minuman lain.

Selain, ASI juga memiliki peran penting yang bermanfaat bagi Bunda, baik dalam segi kesehatan maupun emosional. Berikut manfaat penting ASI yang perlu kamu ketahui:

  • Dapat mengurangi tingkat depresi pada Ibu.
  • Meningkatkan sistem imun/kekebalan tubuh bayi.
  • Membantu memperkuat ikatan emosional antara Bunda dan bayi.
  • Meningkatkan kecerdasan anak.
  • Mengurangi risiko obesitas pada bayi.
  • Menjaga berat badan Ibu.

Kesalahan Umum dalam Menyusui

Walaupun menyusui menjadi salah satu proses alami antara Bunda dan bayi, seringkali masih ditemukan beberapa kesalahan umum yang kerap kali terjadi tanpa Bunda sadari, seperti:

  • Posisi menyusui kurang tepat.
  • Kurang memperhatikan kesehatan diri.
  • Mengabaikan stress.
  • Kurang mengosongkan payudara.
  • Tidak meminta bantuan.
  • Memberikan dot terlalu dini.
  • Tidak menyusui dalam rentang waktu lama.

Bunda dapat mengatasi masalah-masalah tersebut dengan berkonsultasi pada ahli atau tenaga medis di klinik laktasi. Selain itu, kunjungan Bunda ke klinik laktasi dapat mempertemukan Bunda dengan orang tua yang memiliki pengalaman serupa. Pertemuan ini dapat menjadi dukungan emosional bagi Bunda dengan mengetahui bahwa Bunda bukan satu-satunya orang tua yang kesulitan dengan ASI.

Konsultasi Laktasi

Bunda dapat berkonsultasi dengan tenaga medis yang memiliki pengetahuan mengenai serba serbi pemberian ASI di klinik laktasi. Di tempat ini, tenaga medis akan memberikan penyuluhan, dukungan, dan pelatihan pada Ibu untuk mendapatkan informasi dan untuk mengatasi masalah pemberian ASI.

Umumnya Bunda akan berkunjung hingga dua hingga tiga kali, selama 45 menit hingga 1 jam setiap kunjungannya. Sebagian besar masalah pemberian ASI dapat Bunda selesaikan dengan konsultasi di klinik ini.

Di klinik ini, tenaga medis terlatih akan menangani langsung masalah Bunda dalam memberikan ASI, dari posisi pelekatan mulut bayi ke payudara, cara melakukan penekanan pada payudara saat si Kecil, hingga bagaimana memposisikan si Kecil pada payudara yang sediaan ASI Bunda lebih banyak.

Pelekatan payudara dalam proses menyusu ini sangat penting karena mendukung keberhasilan pemberian ASI. Bila mulut anak kesulitan melakukan pelekatan pada payudara Bunda, sebaiknya jangan memaksanya untuk terus menyusu. Lepaskanlah lebih dulu mulut si Kecil dari payudara Ibu dan mulailah kembali.

Lakukan langkah beberapa kali bila anak belum bisa melakukan pelekatan dengan baik. Memaksa si Kecil menyusu pada payudara tidak akan berhasil. Pemaksaan akan justru menyebabkan bayi menjadi marah dan menolak menyusui.

Dalam beberapa kasus, tenaga medis juga akan menganjurkan konsumsi obat pelancar ASI. Demikian juga dengan pemakaian penyambung puting (nipple shield) yang kurang tepat dan sebetulnya tidak dianjurkan, terlebih sebelum produksi ASI melimpah (pada hari ke-4 atau ke-5 setelah melahirkan), karena dapat mengurangi produksi ASI.

Proses pemberian ASI oleh Bunda pada bayi memang tidak selalu berjalan mulus. Namun Bunda tidak perlu khawatir lagi, karena dengan klinik laktasi, Bunda telah memiliki tempat untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri terkait dengan laktasi Bunda.

Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya mengenai layanan kesehatan lainnyan sesuai kebutuhan Anda.











www.bunda.co.id

Senin, 08 November 2021

Kenali Pemicu Alergi Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.54 with No comments
Pemicu alergi atau hipersensitivitas ini biasa disebut dengan alergen. Tahukah anda bahwa alergen bisa bermacam-macam, mulai dari bulu binatang, debu, sampai makanan tertentu seperti telur dan kacang-kacangan. Ketika alergen bersentuhan dengan tubuh, bisa dari sentuhan atau sempat masuk ke dalam tubuh, maka sistem kekebalan tubuh memproduksi sejenis protein yang menyebabkan reaksi tidak wajar.

Berikut ini adalah beberapa jenis alergi yang cukup umum terjadi di sekitar kita :
  • Alergi makanan (termasuk susu sapi)
  • Alergi obat
  • Alergi racun serangga (sengatan)
  • Alergi bulu binatang
  • Alergi lateks
  • Alergi zat kimia tertentu
  • Alergi musiman (misalnya karena serbuk sari atau udara dingin)





















Senin, 04 Oktober 2021

Deteksi Dini Alergi Pada Anak Anda

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.54 with No comments
Meningkatnya kasus alergi beberapa waktu belakangan ini membuat banyak orangtua was-was akan kondisi kesehatan sang buah hati. Betapa tidak, alergi membuat aktivitas sang buah hati menjadi terganggu sehingga mengurangi keceriaannya. Tapi, Bunda tidak perlu khawatir, alergi dapat ditangani  apabila orangtua melakukan tiga langkah, yaitu  Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan. 

Selain itu, mendeteksi gejala alergi sekaligus mengetahui faktor-faktor pemicu alergi sedini mungkin juga menjadi faktor penting untuk mengendalikan alergi. Beberapa cara di bawah ini bisa Bunda terapkan pada si Kecil:

Deteksi riwayat kesehatan orangtua

Risiko alergi pada anak bisa diperkirakan dengan mengamati riwayat kesehatan orangtua. Jika kedua orangtua mengidap alergi, maka risiko anak mengalami alergi adalah 40-80%. Jika salah satu orangtua yang alergi, risikonya menjadi 20-40%. Sedangkan, bila kedua orangtua tidak menderita alergi, Si Kecil masih tetap berisiko mengalami alergi antara 5-15%. Kian tinggi risiko, orangtua perlu lebih cermat mengantisipasi kondisi alergi yang kemungkinan akan dialami si Kecil.

Deteksi dari dalam kandungan

Secara teori, deteksi dini alergi sudah bisa dilakukan sejak dalam kandungan. Meski masih perlu dilakukan penelitian mendalam, sebuah studi yang dipublikasikan di World Allergy Organization Journal (2009), mengungkapkan bahwa paparan terhadap zat alergen tertentu pada ibu hamil bisa memicu respon imun pada janin. Selain itu, perubahan gerakan janin juga diduga memiliki korelasi terhadap risiko timbulnya alergi pada sang bayi di kemudian hari; gerakan janin yang amat meningkat terutama pada malam hingga pagi hari merupakan faktor prediktif yang cukup kuat bahwa bayi berisiko alergi.

Deteksi di usia batita

Gejala alergi bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari suara napas berat (berbunyi “grok-grok”) pada bayi, sakit perut (kolik), kulit sensitif (sering muncul bintik atau bisul kemerahan pada pipi, telinga, dan daerah yang tertutup popok), sering menderita pilek berkepanjangan, sering bersin dan batuk - terutama di malam dan pagi hari, kotoran telinga berlebihan, dan sebagainya. Jika si kecil mengalami gejala tersebut, konsultasikan pada dokter mengenai kemungkinan ia menderita alergi.

Deteksi secara ilmiah

Jika si kecil mengidap alergi, Anda bisa memastikan zat-zat apa saja yang menjadi faktor pencetusnya melalui tes berikut ini:

Skin Prick Test (Tes Tusuk), Melalui Skin Prick Test (SPT), dokter akan meneliti reaksi tubuh terhadap lebih dari 33 jenis alergen, mulai dari alergen yang dihirup (debu, tungau, serbuk bunga, dll) sampai alergi makanan (susu, seafood, kacang, dll). Pemeriksaan dimulai dengan cara meneteskan beberapa jenis cairan alergen pada kulit area lengan bawah untuk selanjutnya dilakukan penusukan/pencukitan pada kulit tersebut menggunakan jarum khusus. Hasil tes bisa diketahui dalam 15-20 menit.

Tes Darah, Sesuai namanya, pemeriksaan akan dilakukan terhadap sampel darah yang diambil dari tubuh anak. Tes darah biasanya dilakukan terhadap pasien alergi yang tidak bisa menjalani SPT karena berbagai penyebab. Dibandingkan SPT, tes darah membutuhkan biaya yang lebih tinggi meskipun akurasi hasilnya terbilang setara.

Uji Tempel Kulit, Pemeriksaan ini dilakukan untuk evaluasi reaksi hipersensitivitas tipe lambat. Uji tempel kulit dilakukan dengan cara menempelkan alergen pada kulit selama 2-3 hari.





















Kamis, 23 Mei 2019

Tips Diare Pada Anak Saat Mudik

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.44 with No comments
Mudik merupakan perjalanan yang menyenangkan bagi keluarga, dan kesehatan perlu sangat diperhatikan agar mudik berjalan dengan lancar. Diare salah satu gangguan kesehatan yang dapat mengganggu kenyamanan saat mudik. Diare merupakan perubahan feses menjadi cair dengan peningkatan frekuensi buang air (>3-5 kali sehari) baik disertai darah ataupun tidak

Penyebab diare disebabkan apa yang dimakan ataupun diminum, akibat bakteri, virus,intoleransi ataupun iritan (makanan pedas), dan kunci utama dalam pencegahan diaare adalah kebersihan makanan serta minuman, sehingga pemilihan lokasi istirahat dan ataupun restoran sangat perlu memperhatikan kebersihannya. Cuci tangan, hal mudah dan sederhana yang dapat dilakukan dalam mencegah diare, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir. Bila tidak memungkinkan sediakan hand sanitizer.  Cuci tangan dan gunakan hand sanitizer setiap sesudah dari kamar mandi, dan sebelum makan ataupun minum.

Hindari obat-obatan penghenti diare pada anak karena dapat menyebabkan kembung dan kuman penyakit tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Hal yang harus dilakukan adalah persiapkan cairan oralit sachet (1 sachet untuk 200 ml air) atau sediaan oralit jadi yang sudah ada didalam botol sebelum berangkat mudik. Ganti cairan yang keluar karena diare dengan oralit, bukan dengan air mineral. Bila anak muntah, minumkan sedikit-sedikit dengan sendok.

Bila anak terlihat lemas, dan selalu muntah bila diminumkan, ada darah dan lendir di feses, air seni berkurang (warna kuning pekat dan sedikit), mata terlihat cekung atau air mata kering,  segera datangi klinik atau posko kesehatan terdekat.

Konsultan        : Dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA, MARS - RSIA Bunda Jakarta

















Kamis, 22 Maret 2018

Pentingnya Proses Menidurkan Si Kecil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.29 with No comments

Tidur merupakan hal yang sangat penting bagi bayi. Kualitas tidur bayi  berpengaruh tidak hanya pada perkembangan fisik, namun juga terhadap perkembangan emosinya. Kuantitas dan kualitas tidur seorang bayi harus terpenuhi dengan baik. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun akan lebih bugar dan tidak gampang rewel keesokan harinya.

Pada tidur terdapat dua fase yang sama-sama penting bagi seorang bayi. Pertama adalah fase  tidur REM (rapid eye movement) atau fase tidur aktif. Ciri-ciri tidur bayi pada fase ini antara lain, napas tidak teratur, tubuh cenderung tegang,  bola mata bergerak-gerak di bawah kelopak mata, dan bayi mudah terbangun dari tidurnya. Fase ini berperan dapat restorasi emosi dan kognitif bayi. Pada bayi usia 1 bulan, fase REM berkisar 50%, namun fase ini akan berkurang seiring bertambahnya usia anak hingga mencapai 20% pada usia 3 tahun.

Sebaliknya, fase non-REM atau tidur tenang atau tidur nyenyak ditandai dengan keadaan sangat santai, relaks, berbaring tenang dengan detak jantung dan tarikan napas yang teratur, dan hampir tidak ber-mimpi. Sulit membangunkan bayi dalam fase tidur ini. Fase ini berperan dalam restorasi  fisik, dimana terjadi pelepasan hormon pertumbuhan pada fase tidur ini.  Seiring bertambahnya usia anak, fase non REM yang mulanya 50% dari total tidur berangsur akan bertambah dan mencapai 80% total tidur anak usia 3 tahun.

Proses menidurkan si kecil juga merupakan bagian penting dari tidur bayi. Bayi yang sulit tidur akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas tidurnya. Berikut beberapa tips untuk menidurkan bayi.
  1. Ciptakan rutinitas
    Pada awalnya bayi belum dapat membedakan siang dan malam, oleh karena itu bantulah ia dengan melakukan rutinitas yang biasa seperti sebelum menidurkan bayi dimandikan,  dikenakan baju tidur yang nyaman dan dininabobokan setiap sore. Anda dapat menempatkan benda kesayangan si kecil di dekatnya agar ia merasa nyaman.
  2. Ruangan dan baju yang nyaman
    Ciptakanlah suasana ruangan yang nyaman, cukup hangat dan tenang. Jangan biasakan bayi tidur setiap malam di ruang tamu atau ruang lainnya yang terdapat banyak orang. Biasakan saat bayi akan tidur hanya ada orang tertentu saja yang menemaninya hingga tertidur. Pilihlah baju tidur yang nyaman untuk si kecil, yang menyerap keringat namun tidak juga membuatnya kedinginan. Bila ruang ber AC, sesuaikanlah suhu agar bayi tidak kedinginan atau kepanasan.
  3. Biasakan lampu dinyalakan agak redup saat tidur.
    Dengan menyalakan lampu lebih redup pada saat tidur akan membantu bayi belajar perbedaan siang dan malam. Bayi akan mengerti bahwa suasana yang lebih redup atau gelap merupakan suasana malam dan merupakan waktu tidur.
  4. Perlakukan kegiatan siang dan malam secara berbeda.
    Biasakan kegiatan yang sama diperlakukan berbeda antara siang dan malam. Misalnya saat siang hari setelah bayi selesai menyusu bayi diajak bermain atau beraktifitas, namun setiap akan ditidurkan, selesai bayi menyusu suasana dibuat nyaman dan siap untuk tidur.
  5. Meninabobokan dengan lagu atau musik
    Bayi akan merasa aman dan nyaman bila mendengarkan suara ibunya bersenandung atau mendengarkan music yang menenangkan. Musik yang diperdengarkan tidak harus music klasik, namun dapat dipilih music lain yang menenangkan bayi.
  6. Massage atau pijatan yang lembut
    Pijatan atau stimulasi sentuhan yang lembut dapat menenangkan dan membuat bayi merasa nyaman. Sehingga waktu yang diperlukan agar bayi tertidur lebih singkat, dan bayi tidur lebih lelap.
  7. Membacakan cerita
    Membacakan cerita untuk bayi sebagai pengantar dapat dimulai dengan sekedar membacakan cerita sederhana. Pada awalnya bayi mungkin tidak mengerti dengan cerita ibu, namun ia akan terbiasa dengan rutinitas membaca cerita sebagai pengantar tidurnya. Bacalah cerita dengan suara lembut. Kebiasaan ini dapat melatih bayi mengenal bahasa.
  8. Hindari kegiatan yang terlalu aktif seperti melompat-lompat atau menonton televisi sebelum tidur. Biasakan suasana yang lebih tenang sebelum tidur.
Beberapa tips agar bayi aman dan lelap tidurnya.
  1. Letakkanlah bayi pada posisi terlentang saat tidur. Posisi terlentang memiliki risiko yang relative lebih kecil dibanding dengan tidur dalam posisi tengkurap atau miring, terutama pada usia bayi yang masih muda dimana bayi belum mampu mengangkat kepalanya. Bila bayi sudah dapat mengangkat dan mengontrol gerakan kepalanya, maka bayi sudah dapat tidur dalam posisi yang lebih bervariasi asalkan tetap dijaga.
  2. Pastikan muka tidak tertutup selimut, bantal, atau lainnya saat tidur. Bila ingin sediakan bantal, sediakanlah bantal yang tipis dan ringan. Sebaiknya tempat tidur bayi rata sehingga mengurangi kemungkinan hidung bayi tertutup lekukan kasur saat bayi tengkurap.
  3. Hindari meletakkan mainan, boneka atau benda lain di tempat tidur bayi untuk menghindari bayi tertutup jalan nafasnya.
  4. Sebaiknya hindari menidurkan bayi satu tempat tidur dengan anak atau orang dewasa lain. Bila mungkin letakkan bayi di tempat tidur khusus bayi yang diletakkan di dekat ibu.
  5. Jangan merokok saat bayi tidur.

Sumber : DR. dr. Rini Sekartini, SpAK – RSIA Bunda Jakarta

Selasa, 20 Maret 2018

Gangguan Perkembangan Pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.10 with No comments
Orang tua pasti mengharapkan anak-anaknya tumbuh sehat dan berkembang dengan baik tanpa adanya gangguan. Bagaimana bisa orang tua melihat perkembangannya tidak normal seperti anak-anak lain. Tentu saja, orang tua akan mengupayakan segala cara demi sang buah hati tumbuh dengan normal dan sehat serta menjadi anak yang ceria.

Namun, seberapa keras kita melindungi buah hati kita, gangguan dan hambatan akan selalu mengintai. Salah satunya adalah gangguan pada perkembangan anak. Gangguan yang terjadi pada masa perkembangan anak dipengaruhi beberapa faktor, tak hanya faktor dari dalam, seperti penurunan fungsi organ tubuh, faktor luar dari lingkungan juga berpengaruh besar atas munculnya gangguan ini. Karena itu, orang tua dituntut untuk mewaspadai tanda-tanda gangguan perkembangan pada anak agar nantinya bisa ditangani dengan segera. Berikut beberapa jenis gangguan perkembangan pada anak:

Speech delay (keterlambatan bicara), Gangguaan keterlambatan bicara adalah gangguan kognitif pada anak yang menganggu kemampuan anak dalam berbicara. Selain dalam berbicara, Speech delay juga mengambat perkembangan anak yang berhubungan dengan bahasa dan kata-kata, misalnya kemampuan menulis, membaca, dan lainnya. Faktor penyebab speech delay ini mulai dari proses pendengaran, penerus impuls ke otak, kelainan pada otot atau organ pembuat suara.

Motoric Delay (keterlambatan perkembangan motorik), Motoric delay merupakan keterlambatan perkembangan anak yang berkaitan dengan dengan kemampuan motoriknya. Pada kasus motoric delay ini, otot-otot pada anak sulit untuk digerakkan, yang membuat gerakannya akan menjadi lambat, terganggunya aktivitas dan paling parah adalah anak tidak dapat berjalan. 

Perkembangan motorik pada anak normalnya melalui beberapa tahap dan berlangsung secara berkelanjutan. Kecepatan perkembangan motorik pada anak yang satu dengan lainnya pun berbeda-beda. Permulaan dari perkembangan motorik ini dimulai dari perkembangan otak yang baik. Biasanya pola perkembangan motorik dimulai dari motorik kasar, baru kemudian motorik halus. Jika perkembangan motorik kasar anak sudah baik, maka perkembangan motorik halus yang nantinya akan berfungsi semakin baik.

Selain dipengaruhi oleh perkembangan otak yang baik, kesehatan pada tubuh si anak juga ikut ambil bagian. Contohnya saja jika terdapat masalah pada tulang punggungnya, anak beresiko mengalami hambatan pada perkembangan motoriknya, sehingga dibutuhkan terapi khusus.

Gangguan Psikologis, Banyak faktor yang mempengaruhi gangguan psikologis pada anak seperti pengasuhan yang diberikan oleh orang tua, trauma, masalah keluarga, penyakit kronis, hingga perpisahan yang anak tidak mampu menahan beban perasaannya dan tidak mampu menyalurkannya.

Gangguan Kebiasaan, Faktor penyebab gangguan kebiasaan pada anak biasanya terjadi karena anak ingin meredam rasa stress yang menyerangnya. Beberapa kebaisaan yang seringkali ditemukan seperti menggigit kuku, mengisap jempol, memukul dirinya sendiri, berusaha menyakiti dirinya sendiri, hingga menggoyangkan tubuhnya. Anak-anak yang mengalami gangguan ini umumnya akan repeitif, tergantung frekuensi mereka melakukannya. Misalnya anak yang terbiasa mengisap jempol dan masih terbawa hingga usia 8 tahun ke atas, maka perlu untuk diwaspadai.

Gangguan Tidur, Gangguan tidur pada anak bisa dilihat dari jam tidurnya yang tidak jelas, seperti tidur yang terlalu singkat atau terlalu lama. Meski begitu, gangguan tidur pada anak sering disepelekan, padahal tidur memiliki efek besar bagi pertumbuhan perkembangan otak anak. Jika tidur si anak terganggu, maka kemampuan kognitifnya juga berpotensi mengalami gangguan.











Tumbuh Kembang Pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.10 with No comments

Tumbuh kembang adalah proses yang continue sejak konsepsi sampai maturitas (dewasa) yang dipengaruhi oleh faktor bawaan daan lingkungan. Dalam periode tertentu terdapat percepatan dan perlambatan dalam proses tumbuh kembang pada setiap organ tubuh berbeda. Pola perkembangan anak adalah sama, tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya. Aktivitas seluruh tubuh diganti dengan respon tubuh  yang khas oleh setiap organ. Secara garis besar  tumbuh kembang dibagi menjadi 3 yaitu:

Tumbuh kembang fisis
Tumbuh kembang fisis meliputi perubahan dalam ukuran besar dan fungsi organisme atau individu. Perubahan ini bervariasi dari fungsi tingkat molekuler yang sederhana seperti aktifasi enzim terhadap diferensi sel, sampai kepada proses metabolisme yang kompleks dan perubahan bentuk fisik di masa pubertas.

Tumbuh kembang intelektual
Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kepandaian berkomunikasi dan kemampuan menangani materi yang bersifat abstrak dan simbolik, seperti bermain, berbicara, berhitung, atau membaca.

Tumbuh kembang emosional
Proses tumbuh kembang emosional bergantung pada kemampuan bayi umtuk membentuk ikatan batin, kemampuan untuk bercinta kasih.

Prinsip tumbuh kembang yaitu:
Perkembangan merupakan hal yang teratur dan mengikuti arah rangkaian tertentu, Perkembangan adalah suatu yang terarah dan berlangsung terus menerus, dalam pola sebagai berikut Cephalocaudal yaitu pertumbuhan berlangsung terus dari kepala ke arah bawah bagian tubuh, Proximodistal yaitu perkembangan berlangsung terus dari daerah pusat (proksimal) tubuh kearah luar tubuh (distal), Differentiation yaitu perkembangan berlangsung terus dari yang mudah kearah yang lebih kompleks. Perkembangan merupakan hal yang kompleks, dapat diprediksi, terjadi dengan pola yang konsisiten dan kronologis.


















Kenali Perkembangan Psikososial Pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.10 with No comments

Apa itu perkembangan psikososial? Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang membahas tentang perkembangan kepribadian manusia khususnya yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan kepribadian. Perkembangan psikososial dalam tumbuh kembang dapat dijelaskan beberapa tahap sebagai berikut :

Trust vs mistrust -- bayi (lahir – 12 bulan)
Anak memiliki indikator positif yaitu belajar percaya pada orang lain, tetapi selain itu ada segi negatifnya yaitu tidak percaya, menarik diri dari lingkungan masyarakat,dan bahkan pengasingan. Pemenuhan kepuasan untuk makan dan menghisap, rasa hangat dan nyaman, cinta dan rasa aman itu bisa menghasilkan kepercayaan. Pada saat kebutuhan dasar tidak terpenuhi bayi akan menjadi curiga, penuh rasa takut, dan tidak percaya. Hal ini ditandai dengan perilaku makan, tidur dan eliminasi yang buruk.

Otonomi vs ragu-ragu dan malu (autonomy vs shame & doubt) – toddler (1-3 tahun)
Gejala positif dari tahap ini adalah kontrol diri tanpa kehilangan harga diri, dan negatifnya anak terpaksa membatasi diri atau terpaksa mengalah. Anak mulai mengembangkan kemandirian dan mulai terbentk kontrol diri. Hal ini harus didukung oleh orang tua, mungkin apabila dukungan tidak dimiliki maka anak tersebut memiliki kepribadian yang ragu-ragu.

Inisiatif vs merasa bersalah (initiative vs guilt) -- pra sekolah ( 3-6 tahun)
Anak mulai mempelajari tingkat ketegasan dan tujuan mempengaruhi lingkungan dan mulai mengevaluasi kebiasaan diri sendiri. Disamping itu anak kurang percaya diri, pesimis, pembatasan dan kontrol yang berlebihan terhadap aktivitas pribadinya. Rasa bersalah mungkin muncul pada saat melakukan aktivitas yang berlawanan dengan orang tua dan anak harus diajari memulai aktivitas tanpa mengganggu hak-hak orang lain.

Industri vs inferior (industry vs inferiority) -- usia sekolah (6-12 tahun)
Anak mendapatkan pengenalan melalui demonstrasi ketrampilan dan produksi benda-benda serta mengembangkan harga diri melalui pencapaian, anak biasanya terpengaruhi oleh guru dan sekolah. Anak juga sering hilang harapan, merasa cukup, menarik diri dari sekolah dan teman sebaya.

Identitas vs bingung peran (identity vs role confusion) -- remaja (12 - 18 tahun)
Teman sebaya memiliki pengaruh yang sangat besar yang kuat terhadap perilaku anak, anak mengembangkan penyatuan rasa diri sendiri, kegagalan untuk mengembangkan rasa identitas dengan kebingungan peran,sering muncul dari perasaan tidak adekuat, isolasi dan keragu-raguan.

Intimasi vs isolasi (intimacy vs isolation) – dewasa muda (18-25sampai 45tahun)
Individu mengembangkan kedekatan  dan berbagi hubungan dengan orang lain, yang mungkin termasuk pasangan seksualnya, ketidakpastian individu mengenai akan mempunyai kesulitan mengembangkan keintiman, individu tidak bersedia atau tidak mampu berbagi mengenai diri sendiri hal ini akan menjadikan individu meraa sendiri.

Generativitas vs stagnasi atau absorpsi diri – dewasa tengah (45 – 65 tahun)
Absorpsi diri orang dewasa akan direnungi selanjutnya, mengekspresikan kepedulian pada dunia di masa yang akan datang, perenungan diri sendiri mengarah pada stagnasi kehidupan. Orang dewasa membimbing generasi selanjutnya, mengekspresikan kepada dunia dimasa yang akan datang.

Integritas ego vs putus asa -- dewasa akhir (65 tahun keatas)
Masa lansia dapat melihat kebelakang dengan rasa puas dan penerimaan hidup dan kematian, pencaian yang tidak berhasil dalam krisis ini bisa menghasilkan perasaan putus asa karena individu melihat kehidupan sebagai bagian dari ketidakberuntungan.
















Penyebab Alergi pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.54 with No comments
Si kecil berisiko lebih besar terkena alergi jika memilki riwayat keluarga alergi karena alergi bisa diturunkan secara genetik dari ibu, ayah, kakek, nenek, dan anggota keluarga lainnya meski alergi yang diderita dalam keluarga besar tersebut bisa saja berbeda-beda.

Tahukan anda bahwa ada beberapa faktor dapat dianggap berkaitan dengan munculnya gejala alergi seperti: alergen, infeksi, polusi, aktivitas fisik atau emosi. Secara lebih detail dapat diuraikan contohnya sebagai berikut:
  • Gangguan dari dalam tubuh sendiri (lapisan saluran napas, usus, atau kulit),
  • Faktor lingkungan (polusi udara, terpapar asap rokok, ventilasi kurang baik), atau
  • Hipotesis hygiene, yaitu anak yang sering kena infeksi (atau mendapat imunisasi vaksin hidup) saat kecil, justru jarang mengalami alergi.
  • Faktor genetika akibat sistem imunitas atau daya tahan tubuh yang tidak normal.
Apabila anda bingung dalam menentukan apakah gejala yang muncul pada si kecil merupakan reaksi alergi atau ada indikasi dari penyakit lain, silahkan konsultasikan dengan dokter anak anda.


















Selasa, 20 Februari 2018

Kenali Perkembangan Psikoseksual Pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.48 with No comments

Perkembangan psikoseksual (psychosexual development) adalah serangkaian tahapan dari bayi sampai dewasa, relatif tetap dalam waktu, ditentukan oleh interaksi antara dorongan biologis seseorang dan lingkungan. Dengan resolusi dari interaksi ini seimbang, orientasi perkembangan yang berbasis realitas terjadi; dengan gangguan, fiksasi dan konflik terjadi. Gangguan ini dapat tetap laten atau menimbulkan gangguan karakter atau perilaku. Perkembangan psikoseksual dalam tumbuh kembang dapat dijelaskan beberapa tahap sebagai berikut :

Tahap oral-sensori (lahir sampai usia 12 bulan)
Dalam tahap ini biasanya anak memiliki karakter diantaranya aktivitasnya mulai melibatkan mulut untuk sumber utama dalam kenyamanan anak, perasaannya mulai bergantung pada orang lain (dependen), prosedur dalam pemberian makan sebaiknya memberkan kenyamanan dan keamanan bagi anak.

Tahap anal-muskular (usia 1-3 tahun / toddler)
Dalam tahap ini anak biasanya menggunakan rektum dan anus sebagai sumber kenyamanan, apabila terjadi gangguan pada tahap ini dapat menimbulkan kepribadian obsesif-kompulsif seperti keras kepala, kikir, kejam dan temperamen.

Tahap falik (3-6 tahun / pra sekolah)
Tahap ini anak lebih merasa nyaman pada organ genitalnya, selain itu masturbasi dimulai dan keinggintahuan tentang seksual. Hambatan yang terjadi pada masa ini menyebabkan kesulitan dalam identitas seksual dan bermasalah dengan otoritas, ekspresi malu, dan takut.

Tahap latensi (6-12 tahun / masa sekolah)
Tahap ini anak mulai menggunakan energinya untuk mulai aktivitas intelektual dan fisik, dalam periode ini kegiatan seksual tidak muncul, penggunaan koping dan mekanisme pertahanan diri muncul pada waktu ini.

Genital (13 tahun keatas / pubertas atau remaja sampai dewasa)
Tahap ini genital menjadi pusat kesenangan seksual dan tekanan, produksi horman seksual menstimulasi perkembangan heteroseksual, energi ditunjukan untuk mencapai hubungan seksual yang teratur, pada awal fase ini sering muncuul emosi yang belum matang, kemudian berkembang kemampuan untuk menerima dan memberi cinta.