• Manfaat Omega 3 Untuk Anak

    Omega 3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk kecerdasan otak. Omega 3 adalah asam lemak esensial, yaitu lemak yang diperlukan untuk kesehatan tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari ikan seperti ikan tuna .

  • Atasi Demam Pada Balita

    Demam pada balita sering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas .

  • Rahim Menekuk Ke Belakang (Retofleksi)

    Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi. .

  • Kejang pada Bayi

    Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari adanya kontraksi otot yang berlebihan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan di luar kendali. Tingginya suhu tubuh pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya kejang demam, istilahnya kejang deman (convalsio febrilis) atau stuip/step.

  • Kenali Penyakit Meningitis

    Meningitis merupakan peradangan pada selaputotak atau sumsum tulang belakang.Jika peradangan terjadi pada daerah tulang belakang dikenal dengan sebutan spinal. Sementara granial meningitis adalah sebutan meningitis yang menyerang daerah otak.

Selasa, 25 September 2018

Pemeliharaan Kesehatan Gigi & Mulut pada Ibu Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.12 with No comments
Kesehatan gigi dan mulut ibu hamil sebaiknya mendapatkan perhatian yang serius, bahkan sejak sebelum atau sedang merencanakan kehamilan. Hal ini dikarenakan efek yang ditimbulkan dari penyakit gigi dan mulut yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil bahkan janin yang ada dalam kandungan. Beberapa masalah gigi dan mulut yang sering ditemukan pada ibu hamil yaitu karies gigi (gigi berlubang), gingivitis (peradangan gusi), granuloma, halitosis (bau mulut), dan sariawan.

Karies gigi atau gigi berlubang adalah masalah yang sering ditemukan pada siapa saja, dan pada ibu hamil diperparah dengan adanya penurunan keasaman air liur yang mempercepat proses terjadinya gigi berlubang. Kondisi ibu hamil yang sering mual dan muntah seringkali mengakibatkan ibu hamil malas memelihara kebersihan rongga mulutnya. Akibatnya pembentukan plak dipercepat dengan adanya asam dalam mulut, melarutkan mineral gigi, sehingga mempercepat proses terjadinya gigi berlubang. Kondisi gigi berlubang yang didiamkan akan menimbulkan rasa ngilu saat makan manis atau dingin, yang akan menimbukan masalah pada pemenuhan nutrisi ibu hamil karena akan membuat ibu hamil malas makan. Dan apabila lubangnya semakin besar dan dalam akan sampai ke syaraf gigi yang akan menimbulkan sakit berdenyut bahkan gusi bengkak yang pastinya akan menimbulkan rasa sakit yang sangat tidak nyaman. Hal tersebut membuat ibu hamil akan kekurangan waktu istirahat karena rasa sakit membuat ibu hamil sulit tidur.

Pregnancy gingivitis atau peradangan gusi pada ibu hamil ditandai dengan penampakan klinis gusi yang berwarna labih merah daripada gusi normal, dan biasanya mudah berdarah saat menyikat gigi. Seringkali ditemukan pada bulan kedua kehamilan dan mencapai puncaknya di bulan ke delapan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon dan vaskularisasi gusi yang memberikan respon berlebih terhadap beberapa iritasi lokal. Beberapa iritasi lokal diantaranya yaitu plak, bakteri, adanya sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi, karang gigi, adanya tepi tambalan gigi yang tidak baik, pemakaian gigi tiruan, permukaan akar gigi yang kasar, atau penggunaan sikat gigi dengan bulu yang terlalu keras. Perlu diketahui bahwa pada saat hamil hormon progesterone akan meningkat sehingga meningkatkan pertumbuhan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan peradangan gusi. Kekebalan tubuh juga berubah, sehingga reaksi tubuh terhadap iritasi lokal pun berbeda menjadi lebih sensitif.

Granuloma kehamilan atau Epulis gravidarum yaitu pertumbuhan berlebih pada gusi ibu hamil yang menyerupai tumor. Biasanya muncul pada trimester kedua kehamilan dan akan hilang dengan sendirinya setelah bayi lahir. Masalah ini tidak berbahaya tetapi seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil. Penyebab kelainan ini belum diketahui secara pasti. Tapi berkaitan dengan adanya perubahan hormon pada ibu hamil, kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, adanya  trauma seperti gusi  yang tergigit saat makan, atau adanya pembuluh darah yang pecah.
Halitosis atau bau mulut biasanya ditemukan pada ibu hamil yang kurang memperhatikan kondisi kebersihan gigi dan mulutnya. Kondisi ibu hamil yg seringkali muntah dan volume air liur yang meningkat, disertai dengan malas menjaga kebersihan gigi dan mulut, membuat bakteri dan kuman penyakit mudah untuk tumbuh dan berkembang sehingga timbulah bau mulut yang kurang sedap.  

Sariawan juga sering ditemukan pada mulut ibu hamil. Daya tahan ibu hamil yang cenderung menurun mengakibatkan sariawan mudah terjadi. Sariawan bisa terjadi karena adanya trauma seperti gusi atau bibir yang tergigit saat makan, atau kekurangan mineral seperti asam folat dan vitamin B12.

Masalah-masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan perawatan dan pemeriksaan gigi dan mulut yang rutin pada ibu hamil. Perhatikan konsumsi makanan. Kurangi makanan manis untuk mencegah gigi berlubang. Dan hindari makanan yang keras, asam, pedas, asin untuk mencegah timbulnya sariawan. Perbanyak makanan bernutrisi baik karena pembentukan benih gigi sudah dimulai sejak janin berada dalam kandungan, sehingga baik buruknya kondisi gigi yang akan tumbuh pada anak sangat dipengaruhi nutrisi yang didapat ketika sang ibu sedang hamil. Selalu bersihkan sisa makanan dan plak yang menempel pada gigi. Sikat gigi secara benar dan rutin minimal dua kali dalam sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Bila perlu gunakan obat kumur antiseptik setelah menyikat gigi.

Pemeriksaan kondisi kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi juga sangat diperlukan. Hal-hal yg bisa dilakukan dokter gigi untuk menjaga kesahatan gigi dan mulut selama masa kehamilan yaitu pembersihan karang gigi yang sudah terbentuk dengan cara scaling, penambalan gigi yang berlubang, dan apabila memungkinkan bisa dilakukan pencabutan gigi yang memang sudah tidak dapat lagi dilakukan perawatan atau penambalan. Lakukan kunjungan berkala ke dokter gigi walaupun belum timbul keluhan, karena tiap masalah gigi yang timbul dan diketahui sebelum terjadi keluhan akan lebih mudah diatasi dan diobati. Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan dengan pengobatan atau perawatan.

Sumber : drg. Pradnya Stri Narenswari - RSIA Citra Ananda


















Selasa, 21 Agustus 2018

Keluhan Umum Selama Masa Kehamilan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.10 with No comments
Pada saat hamil, mungkin ibu-ibu sering merasa cemas karena timbul keluhan-keluhan yang sebelumnya tidak pernah terjadi pada sebelum hamil. Sebetulnya tidak semua yang dirasakan tersebut berbahaya, tetapi ada yang memang harus segera ditangani. Ini adalah beberapa keluhan yang umum terjadi pada saat hamil:

Air liur berlebih, pada saat hamil bisa timbul air liur yang berlebih, tidak sering terjadi dan kondisi ini tidak berbahaya, tapi biasanya kadang membuat ibu hamil khawatir. Apabila terasa mengganggu, ibu hamil bisa berkonsultasi dengan dokter Kandungan untuk mendapatkan obat yang mengurangi produksi air liur tersebut.

Pica, yaitu mengkonsumsi zat bukan makanan atau zat yang tidak sehat, misalnya tanah liat dan bubuk deterjen. Pica ini berbahaya karena mengganggu nutrisi yang baik pada ibu hamil, yaitu dengan menggantikan asupan bahan makanan yang penting bagi tubuh menjadi zat yang tidak berguna dan tidak mengandung nutrisi.

Sering berkemih, ini disebabkan pembengkakan pembuluh darah di daerah rongga panggul dan perubahan hormone. Pada akhir kehamilan, frekuensi berkemih makin tambah sering karena adanya tekanan akibat rahim yang membesar. Bila tidak bisa berkemih atau ada darah pada waktu berkemih, itu merupakan tanda-tanda adanya infeksi, sehigga harus segera berkonsultasi ke dokter Anda.

Varises pada kaki, adanya tekanan karena rahim yang membesar menyebabkan alliran balik dari pembuluh darah di kaki akan terganggu. Sehingga di awal kehamilan biasanya disarankan untuk memakai stocking elastis dan meninggikan kaki jika mulai timbul varises. Untuk pengobatannya biasanya dilakukan setelah melahirkan.

Bengkak, terutama sering dikeluhkan pada kehamilan tua. Bengkak seringnya di kaki tetapi bisa pada tangan dan wajah, bila terjadi bengkak seperti ini sebaiknya segera ke dokter Anda karena ini adalah tanda-tanda dari Preeclampsia-Eclampsia yang berbahaya bagi janin maupun ibunya. Bengkak pada ibu hamil disebabkan adanya penumpukan cairan, bila hanya terjadi di kaki untuk penanganan awal yaitu dengan mengangkat kaki untuk meningkatkan sirkulasi darah.

Nyeri sendi dan nyeri punggung, pada ibu hamil akan berkembang pinggul yang tidak stabil, ini menyebabkan nyeri, bisa diatasi dengan sering bed rest untuk mengurangi nyeri. Selain itu juga dengan memperbaiki postur tubuh bisa dibantu dengan pemakaian korset hamil dan sepatu yang berhak 5 cm, yang mengurangi nyeri punggung. Atau mengolesi punggung dengan balsam atau yang hangat-hangat akan membuat otot-otot relaks dan mengurangi rasa tidak nyaman. Dan latihan untuk memperkuat daerah punggung sangat disarankan.

Kram kaki, dikarenakan kurangnya kadar kalsium atau peningkataan kadar fosfor di darah. Bila sering terjadi kram, sebaiknya kurangi asupan fosfat dengan mengurangi minum susu dan suplemen yang mengandung kalsium fosfat, serta menambah asupan kalsium tanpa fosfor dengan mengkonsumsi tablet kalsium, yang biasanya akan diresepkan oleh dokter Anda. Selain itu untuk mengurangi nyeri akibat kram bisa dilakukan massage, menekuk kaki pelan-pelan atau diolesi balsam atau yang hangat-hangat. Dan pada saat bangun pagi hindari “pointing toes” pada saat stretching karena akan memicu kram pada otot betis.

Rasa tidak nyaman di payudara, ini terutam dirasakan pada kehamilan muda dan kehamilan tua. Sebaiknya menggunakan bra yang pas di payudara selama 24 jam, bisa mengurangi nyeri. Atau dikompres dengan es.

Tidak nyaman pada tangan, kadang-kadang timbu mati rasa dan kesemutan pada jari-jari tangan. Biasanya terjadi pada 5% ibu hamil. Rasa tidak nyaman ini sering timbul pada malam hari dan pagi hari. Ini terjadi karena pada saat hamil, bahu akan turun, sehingga menjepit kumpulan saraf-saraf di daerah lengan. Bukan kondisi yang membahayakan, bisa hilang setelah melahirkan, tetapi bisa juga berlanjut setelah melahirkan dikarenakan sering menggendong bayi.

Jadi jangan terlalu khawatir bila pada saat hamil bisa timbul kondisi-kondisi seperti yang disebutkan di atas. Karena kelainan-kelainan tersebut sering terjadi pada ibu hamil, beberapa kondisi bisa ditangani sendiri di rumah, tetapi bila keluhan semakin bertambah parah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter Kandungan Anda supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat.



















Kamis, 02 Agustus 2018

Perubahan Gaya Hidup Untuk Mencegah Wasir

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.30 with No comments
Gejala hemoroid bisa menghilang setelah beberapa hari tanpa penanganan. Hemoroid yang muncul pada masa kehamilan akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Tapi biasanya Hemoroid internal yang sudah stage 3 atau lebih, juga hemoroid eksternal dengan nyeri yang hebat: memerlukan Tindakan, baik non-Operasi atau Operasi Hemoroid. 

Perubahan gaya hidup akan mengurangi nyeri pada pembuluh darah anus dan sekitarnya. Mungkin juga bisa mengendalikan hemoroid yang baru stage awal( stage 1 dan stage 2).. Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah:

  • Meminum banyak air putih. sekitar 8 gelas air putih sehari, atau 2 literan. Agar tinja tetap lunak.
  • Kurangi mengonsumsi kafein dan minuman keras ( miras).
  • Menambah asupan serat di dalam makanan: buah, sayuran, beras merah atau cokelat, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Dengan mengonsumsi jenis makanan ini akan melembutkan tinja dan meningkatkan jumlah yang dikeluarkan.
  • Tidak menunda untuk buang air besar. Sebaliknya, jika mengabaikan dorongan untuk buang air besar, bisa membuat tinja keras dan kering hingga memaksa kita harus mengejan saat buang air besar.
  • Berolahraga secara teratur: Bisa mencegah terjadinya konstipasi, menurunkan tekanan darah dan membantu menurunkan berat badan.
  • Menurunkan berat badan.
  • Hindari mengangkat benda berat. Jika memang harus, selalu buang napas saat mengangkat benda. Jangan menahan napas saat mengangkat.
  • Jika Anda hamil, tidur dengan posisi miring akan menurunkan tekanan pada pembuluh darah di panggul. Ini bisa membantu mencegah hemoroid membesar.
  • Saat BAB, baiknya dalam posisi jongkok, supaya tidak mengedan terlalu kuat. Juga jangan berlama – lama atau keasikan saat BAB, karena akan meningkatkan tekanan vena di anus


Perubahan gaya hidup di atas juga bisa mengurangi risiko hemoroid untuk kambuh. atau  bisa mencegah terjadinya wasir.















Selasa, 12 Juni 2018

Tips Diare Pada Anak Saat Mudik

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.44 with No comments
Mudik merupakan perjalanan yang menyenangkan bagi keluarga, dan kesehatan perlu sangat diperhatikan agar mudik berjalan dengan lancar. Diare salah satu gangguan kesehatan yang dapat mengganggu kenyamanan saat mudik. Diare merupakan perubahan feses menjadi cair dengan peningkatan frekuensi buang air (>3-5 kali sehari) baik disertai darah ataupun tidak

Penyebab diare disebabkan apa yang dimakan ataupun diminum, akibat bakteri, virus,intoleransi ataupun iritan (makanan pedas), dan kunci utama dalam pencegahan diaare adalah kebersihan makanan serta minuman, sehingga pemilihan lokasi istirahat dan ataupun restoran sangat perlu memperhatikan kebersihannya. Cuci tangan, hal mudah dan sederhana yang dapat dilakukan dalam mencegah diare, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir. Bila tidak memungkinkan sediakan hand sanitizer.  Cuci tangan dan gunakan hand sanitizer setiap sesudah dari kamar mandi, dan sebelum makan ataupun minum.

Hindari obat-obatan penghenti diare pada anak karena dapat menyebabkan kembung dan kuman penyakit tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Hal yang harus dilakukan adalah persiapkan cairan oralit sachet (1 sachet untuk 200 ml air) atau sediaan oralit jadi yang sudah ada didalam botol sebelum berangkat mudik. Ganti cairan yang keluar karena diare dengan oralit, bukan dengan air mineral. Bila anak muntah, minumkan sedikit-sedikit dengan sendok.

Bila anak terlihat lemas, dan selalu muntah bila diminumkan, ada darah dan lendir di feses, air seni berkurang (warna kuning pekat dan sedikit), mata terlihat cekung atau air mata kering,  segera datangi klinik atau posko kesehatan terdekat.

Konsultan        : Dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA, MARS - RSIA Bunda Jakarta

















Mudik saat Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.44 with No comments
Mudik dan hamil adalah kebahagiaan bagi mereka yang menjalaninya. Namun, mudik dalam kondisi hamil tentunya memerlukan persiapan tersendiri sebelum dan selama mudik.

Sebelum perjalanan, konsultasikan kepada dokter kandungan anda untuk menilai kesehatan anda dan janin, kebutuhan obat-obatan selama perjalanan dan selama di kampung halaman, dan kapan harus segera datang ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Pastikan anda sudah tahu lokasi rumah sakit yang berada di jalur perjalanan anda.

Usia kandungan yang aman untuk melakukan perjalanan jauh biasanya setelah tiga bulan pertama, setelah melewati masa mual dan muntah, serta kondisi janin juga lebih kuat pada trimester kedua (tiga bulan kedua) dibandingkan pada usia tiga bulan pertama.

Umumnya, perjalanan jauh selama kehamilan lebih aman dilakukan ketika usia kandungan 12-32 minggu, baik itu perjalanan darat, laut ataupun udara. Bila duduk lama, usahakan agar pergelangan kaki untuk sering digerakan untuk memperlancar sirkulasi darah, terutama bagian kaki. Selama perjalanan pastikan menggunakan sabuk pengaman dengan posisi yang benar.

Pastikan makanan dan minuman tercukupi bersih, matang dan sehat. Minumlah minimal 2,5 liter air perhari agar tidak dehidrasi, karena cairan salah satu komponen penting dalam kehamilan yang sehat. Jangan menahan buang air kecil sepanjang perjalanan karena rawan terjadi infeksi, dan setelah buang air kecil, sebaiknya bagian kewanitaan dibersihkan dengan air mineral, serta jangan lupa cuci tangan.

Bila timbul flek, disertai atau tanpa nyeri, diare, sebaiknya segera hubungi pusat kesehatan terdekat untuk mengevaluasi kesehatan ibu dan bayi