• Manfaat Omega 3 Untuk Anak

    Omega 3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk kecerdasan otak. Omega 3 adalah asam lemak esensial, yaitu lemak yang diperlukan untuk kesehatan tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari ikan seperti ikan tuna .

  • Atasi Demam Pada Balita

    Demam pada balita sering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas .

  • Rahim Menekuk Ke Belakang (Retofleksi)

    Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi. .

  • Kejang pada Bayi

    Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari adanya kontraksi otot yang berlebihan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan di luar kendali. Tingginya suhu tubuh pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya kejang demam, istilahnya kejang deman (convalsio febrilis) atau stuip/step.

  • Kenali Penyakit Meningitis

    Meningitis merupakan peradangan pada selaputotak atau sumsum tulang belakang.Jika peradangan terjadi pada daerah tulang belakang dikenal dengan sebutan spinal. Sementara granial meningitis adalah sebutan meningitis yang menyerang daerah otak.

Selasa, 12 Juni 2018

Tips Diare Pada Anak Saat Mudik

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.44 with No comments
Mudik merupakan perjalanan yang menyenangkan bagi keluarga, dan kesehatan perlu sangat diperhatikan agar mudik berjalan dengan lancar. Diare salah satu gangguan kesehatan yang dapat mengganggu kenyamanan saat mudik. Diare merupakan perubahan feses menjadi cair dengan peningkatan frekuensi buang air (>3-5 kali sehari) baik disertai darah ataupun tidak

Penyebab diare disebabkan apa yang dimakan ataupun diminum, akibat bakteri, virus,intoleransi ataupun iritan (makanan pedas), dan kunci utama dalam pencegahan diaare adalah kebersihan makanan serta minuman, sehingga pemilihan lokasi istirahat dan ataupun restoran sangat perlu memperhatikan kebersihannya. Cuci tangan, hal mudah dan sederhana yang dapat dilakukan dalam mencegah diare, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir. Bila tidak memungkinkan sediakan hand sanitizer.  Cuci tangan dan gunakan hand sanitizer setiap sesudah dari kamar mandi, dan sebelum makan ataupun minum.

Hindari obat-obatan penghenti diare pada anak karena dapat menyebabkan kembung dan kuman penyakit tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Hal yang harus dilakukan adalah persiapkan cairan oralit sachet (1 sachet untuk 200 ml air) atau sediaan oralit jadi yang sudah ada didalam botol sebelum berangkat mudik. Ganti cairan yang keluar karena diare dengan oralit, bukan dengan air mineral. Bila anak muntah, minumkan sedikit-sedikit dengan sendok.

Bila anak terlihat lemas, dan selalu muntah bila diminumkan, ada darah dan lendir di feses, air seni berkurang (warna kuning pekat dan sedikit), mata terlihat cekung atau air mata kering,  segera datangi klinik atau posko kesehatan terdekat.

Konsultan        : Dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA, MARS - RSIA Bunda Jakarta

















Mudik saat Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.44 with No comments
Mudik dan hamil adalah kebahagiaan bagi mereka yang menjalaninya. Namun, mudik dalam kondisi hamil tentunya memerlukan persiapan tersendiri sebelum dan selama mudik.

Sebelum perjalanan, konsultasikan kepada dokter kandungan anda untuk menilai kesehatan anda dan janin, kebutuhan obat-obatan selama perjalanan dan selama di kampung halaman, dan kapan harus segera datang ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Pastikan anda sudah tahu lokasi rumah sakit yang berada di jalur perjalanan anda.

Usia kandungan yang aman untuk melakukan perjalanan jauh biasanya setelah tiga bulan pertama, setelah melewati masa mual dan muntah, serta kondisi janin juga lebih kuat pada trimester kedua (tiga bulan kedua) dibandingkan pada usia tiga bulan pertama.

Umumnya, perjalanan jauh selama kehamilan lebih aman dilakukan ketika usia kandungan 12-32 minggu, baik itu perjalanan darat, laut ataupun udara. Bila duduk lama, usahakan agar pergelangan kaki untuk sering digerakan untuk memperlancar sirkulasi darah, terutama bagian kaki. Selama perjalanan pastikan menggunakan sabuk pengaman dengan posisi yang benar.

Pastikan makanan dan minuman tercukupi bersih, matang dan sehat. Minumlah minimal 2,5 liter air perhari agar tidak dehidrasi, karena cairan salah satu komponen penting dalam kehamilan yang sehat. Jangan menahan buang air kecil sepanjang perjalanan karena rawan terjadi infeksi, dan setelah buang air kecil, sebaiknya bagian kewanitaan dibersihkan dengan air mineral, serta jangan lupa cuci tangan.

Bila timbul flek, disertai atau tanpa nyeri, diare, sebaiknya segera hubungi pusat kesehatan terdekat untuk mengevaluasi kesehatan ibu dan bayi


Senin, 21 Mei 2018

Tips Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.05 with No comments
Ibu menyusui boleh saja berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa Ramadhan diwajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Namun agama Islam masih memberikan kelonggaran puasa bagi ibu menyusui untuk tidak berpuasa dengan menggantinya di lain waktu atau dengan membayarkan fidyah.

Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI nya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap.

Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa. Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap.

berikut beberapa tips menjalankan puasa pada ibu yang sedang menyusui :

Asupan menu dengan gizi seimbang
Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

Perbanyak konsumsi cairan
mulai dari berbuka hingga sahur. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, air madu dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

Istirahat yang cukup
Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.


Jumat, 18 Mei 2018

Tips Sehat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 07.19 with No comments
Bulan Ramadhan telah tiba, di mana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam, selama sebulan penuh. Walaupun begitu, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tentu jika dijalankan dengan cara yang sehat pula.

Berpuasa di siang hari tidak lantas menjadikan tubuh menjadi lesu. Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Terlebih lagi, setelah melewati Ramadhan, selain menjadi lebih dekat kepada Allah, kita juga menjadi individu yang lebih sehat daripada sebelumnya.

Berikut adalah beberapa tips sehat selama Bulan Puasa Ramadhan:

Tips Puasa Ramadhan : Makan Sahur

1.) Atur waktu anda untuk menyantap sahur di akhir waktu. Selain berguna untuk menunjang puasa anda di siang hari, makan sahur di akhir waktu lebih diutamakan berdasarkan sunnah Rasul.

2.) Makanlah dengan porsi normal, jangan berlebihan. Fokuslah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, serta buah dan sayuran. Menyantap makanan yang mengandung banyak air selama sahur juga sangat baik untuk hidrasi tubuh anda sepanjang hari.

3.) Akhiri santap sahur dengan segelas susu untuk melengkapi nutrisi tubuh anda. Minumlah suplemen ataupun multivitamin yang biasa anda konsumsi ataupun yang disarankan oleh dokter anda.

4.) Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

Untuk ibu hamil

1.) Upayakan makan makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.

2.) Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.

3.) Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil. Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi.


Tips Puasa Ramadhan: Selama Berpuasa

1.) Di waktu terpanas di siang hari, hindari berlama-lama di terik matahari dan kurangi aktifitas fisik.

2.) Jika ada waktu, sempatkan untuk mengistirahatkan tubuh anda, dan mengganti waktu tidur yang kurang karena bangun lebih awal untuk sahur. Waktu setelah sholat zuhur merupakan saat yang tepat untuk beristirahat.

3.) Jika memiliki waktu luang di sore hari, sempatkan untuk berolahraga ringan seperti jalan sore, bersepeda santai, ataupun yoga. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebubagaran tubuh dan memperlancar peredaran darah.

4.) Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.

Untuk ibu hamil

1.) Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:
  • Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
  • Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit.
  • Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil.
  • Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
  • Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.

Tips Puasa Ramadhan : Berbuka Puasa

1.) Kurma kering, baik untuk berbuka. Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan berlebihan. Sebaiknya ikuti sunnah, yaitu dengan buah kurma dan minuman yang manis: bisa dengan susu, jus buah, atau pun sekedar air. Minumlah cukup air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

2.) Setelah magrib, lanjutkan dengan menyantap hidangan utama, dengan menu yang seimbang. Makanlah sesuai dengan porsi anda yang biasa, tidak perlu berlebihan. Cukupkan dengan karbohidrat, protein, serta sayuran dan buah-buahan.

3.) Hindari makan gorengan berlebihan, serta batasi makanan yang pedas, agar perut tidak menjadi mules dan mengganggu pencernaan tubuh anda.

4.) Cukupi asupan air tubuh anda. Usahakan untuk meminum setidaknya lima gelas air putih sebelum tidur.

Untuk ibu hamil

1.) Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.

2.) Kemudian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.

3.) Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.

4.) Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.


















Kamis, 22 Maret 2018

Pentingnya Proses Menidurkan Si Kecil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.29 with No comments

Tidur merupakan hal yang sangat penting bagi bayi. Kualitas tidur bayi  berpengaruh tidak hanya pada perkembangan fisik, namun juga terhadap perkembangan emosinya. Kuantitas dan kualitas tidur seorang bayi harus terpenuhi dengan baik. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun akan lebih bugar dan tidak gampang rewel keesokan harinya.

Pada tidur terdapat dua fase yang sama-sama penting bagi seorang bayi. Pertama adalah fase  tidur REM (rapid eye movement) atau fase tidur aktif. Ciri-ciri tidur bayi pada fase ini antara lain, napas tidak teratur, tubuh cenderung tegang,  bola mata bergerak-gerak di bawah kelopak mata, dan bayi mudah terbangun dari tidurnya. Fase ini berperan dapat restorasi emosi dan kognitif bayi. Pada bayi usia 1 bulan, fase REM berkisar 50%, namun fase ini akan berkurang seiring bertambahnya usia anak hingga mencapai 20% pada usia 3 tahun.

Sebaliknya, fase non-REM atau tidur tenang atau tidur nyenyak ditandai dengan keadaan sangat santai, relaks, berbaring tenang dengan detak jantung dan tarikan napas yang teratur, dan hampir tidak ber-mimpi. Sulit membangunkan bayi dalam fase tidur ini. Fase ini berperan dalam restorasi  fisik, dimana terjadi pelepasan hormon pertumbuhan pada fase tidur ini.  Seiring bertambahnya usia anak, fase non REM yang mulanya 50% dari total tidur berangsur akan bertambah dan mencapai 80% total tidur anak usia 3 tahun.

Proses menidurkan si kecil juga merupakan bagian penting dari tidur bayi. Bayi yang sulit tidur akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas tidurnya. Berikut beberapa tips untuk menidurkan bayi.
  1. Ciptakan rutinitas
    Pada awalnya bayi belum dapat membedakan siang dan malam, oleh karena itu bantulah ia dengan melakukan rutinitas yang biasa seperti sebelum menidurkan bayi dimandikan,  dikenakan baju tidur yang nyaman dan dininabobokan setiap sore. Anda dapat menempatkan benda kesayangan si kecil di dekatnya agar ia merasa nyaman.
  2. Ruangan dan baju yang nyaman
    Ciptakanlah suasana ruangan yang nyaman, cukup hangat dan tenang. Jangan biasakan bayi tidur setiap malam di ruang tamu atau ruang lainnya yang terdapat banyak orang. Biasakan saat bayi akan tidur hanya ada orang tertentu saja yang menemaninya hingga tertidur. Pilihlah baju tidur yang nyaman untuk si kecil, yang menyerap keringat namun tidak juga membuatnya kedinginan. Bila ruang ber AC, sesuaikanlah suhu agar bayi tidak kedinginan atau kepanasan.
  3. Biasakan lampu dinyalakan agak redup saat tidur.
    Dengan menyalakan lampu lebih redup pada saat tidur akan membantu bayi belajar perbedaan siang dan malam. Bayi akan mengerti bahwa suasana yang lebih redup atau gelap merupakan suasana malam dan merupakan waktu tidur.
  4. Perlakukan kegiatan siang dan malam secara berbeda.
    Biasakan kegiatan yang sama diperlakukan berbeda antara siang dan malam. Misalnya saat siang hari setelah bayi selesai menyusu bayi diajak bermain atau beraktifitas, namun setiap akan ditidurkan, selesai bayi menyusu suasana dibuat nyaman dan siap untuk tidur.
  5. Meninabobokan dengan lagu atau musik
    Bayi akan merasa aman dan nyaman bila mendengarkan suara ibunya bersenandung atau mendengarkan music yang menenangkan. Musik yang diperdengarkan tidak harus music klasik, namun dapat dipilih music lain yang menenangkan bayi.
  6. Massage atau pijatan yang lembut
    Pijatan atau stimulasi sentuhan yang lembut dapat menenangkan dan membuat bayi merasa nyaman. Sehingga waktu yang diperlukan agar bayi tertidur lebih singkat, dan bayi tidur lebih lelap.
  7. Membacakan cerita
    Membacakan cerita untuk bayi sebagai pengantar dapat dimulai dengan sekedar membacakan cerita sederhana. Pada awalnya bayi mungkin tidak mengerti dengan cerita ibu, namun ia akan terbiasa dengan rutinitas membaca cerita sebagai pengantar tidurnya. Bacalah cerita dengan suara lembut. Kebiasaan ini dapat melatih bayi mengenal bahasa.
  8. Hindari kegiatan yang terlalu aktif seperti melompat-lompat atau menonton televisi sebelum tidur. Biasakan suasana yang lebih tenang sebelum tidur.
Beberapa tips agar bayi aman dan lelap tidurnya.
  1. Letakkanlah bayi pada posisi terlentang saat tidur. Posisi terlentang memiliki risiko yang relative lebih kecil dibanding dengan tidur dalam posisi tengkurap atau miring, terutama pada usia bayi yang masih muda dimana bayi belum mampu mengangkat kepalanya. Bila bayi sudah dapat mengangkat dan mengontrol gerakan kepalanya, maka bayi sudah dapat tidur dalam posisi yang lebih bervariasi asalkan tetap dijaga.
  2. Pastikan muka tidak tertutup selimut, bantal, atau lainnya saat tidur. Bila ingin sediakan bantal, sediakanlah bantal yang tipis dan ringan. Sebaiknya tempat tidur bayi rata sehingga mengurangi kemungkinan hidung bayi tertutup lekukan kasur saat bayi tengkurap.
  3. Hindari meletakkan mainan, boneka atau benda lain di tempat tidur bayi untuk menghindari bayi tertutup jalan nafasnya.
  4. Sebaiknya hindari menidurkan bayi satu tempat tidur dengan anak atau orang dewasa lain. Bila mungkin letakkan bayi di tempat tidur khusus bayi yang diletakkan di dekat ibu.
  5. Jangan merokok saat bayi tidur.

Sumber : DR. dr. Rini Sekartini, SpAK – RSIA Bunda Jakarta