• Manfaat Omega 3 Untuk Anak

    Omega 3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk kecerdasan otak. Omega 3 adalah asam lemak esensial, yaitu lemak yang diperlukan untuk kesehatan tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari ikan seperti ikan tuna .

  • Atasi Demam Pada Balita

    Demam pada balita sering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas .

  • Rahim Menekuk Ke Belakang (Retofleksi)

    Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi. .

  • Kejang pada Bayi

    Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari adanya kontraksi otot yang berlebihan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan di luar kendali. Tingginya suhu tubuh pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya kejang demam, istilahnya kejang deman (convalsio febrilis) atau stuip/step.

  • Kenali Penyakit Meningitis

    Meningitis merupakan peradangan pada selaputotak atau sumsum tulang belakang.Jika peradangan terjadi pada daerah tulang belakang dikenal dengan sebutan spinal. Sementara granial meningitis adalah sebutan meningitis yang menyerang daerah otak.

Sabtu, 23 September 2017

Kenali penyakit Spinal stenosis

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.33 with No comments
Spinal stenosis merupakan suatu kondisi medis berupa penyempitan pada cerobong/kanal saraf tulang belakang yang mengakibatkan penekanan pada saraf tulang belakang. Hal ini disebabkan oleh perubahan degeneratif bantalan (diskus) dan sendi tulang belakang.

Gejala-gejala stenosis spinal
  • Kaki yang nyeri dan mati rasa pada saat berdiri atau mulai berjalan
  • Kehilangan kekuatan pada kaki
  • Jarang menyebabkan kelumpuhan/paralysis, namun jika ternyata terdapat kelumpuhan, operasi harus segera dilakukan.
Teknik operasi
Dengan melakukan pembiusan total, tulang belakang bagian lumbal diiris sepanjang 3-4 cm untuk membuang ligamen abnormal yang menekan saraf yang terletak diantara prosesus spinousus dan ligamentum flavum. Kemudian, ligamen tersebut diambil keluar melalui ruang fisiologis diantara prosesus spinosus tanpa menyentuh tulang. Selanjutnya, alat pengunci (locking devices) diletakkan diantara prosesus spinousus untuk mengembalikan postur tulang tulang belakang, dan  kemudian dihubungkan dengan menggunakan ligamen buatan. Operasi ini memakan waktu sekitar 90 menit dan dapat diaplikasikan pada tulang belakang lumbal 1 sampai 5.

Keuntungan Interspinous Locker Fixation dengan Ligamentoplasty
  1. Terapi ini sama amannya dengan operasi spinal dengan mikroskop. Umumnya, pasien yang menjalani operasi ini dapat berjalan sehari setelah operasi dilakukan dan dapat keluar dari rumah sakit lima hari setelah operasi.
  2. Ligamen buatan dibuat dengan menggunakan polyethylene resin yang melindungi ligamen yang rusak sekaligus menstabilkan tulang belakang.
  3. Dapat mencegah beberapa penyakit degeneratif yang dapat berakibat pada ketidakstabilan tulang belakang dengan cara menjaga pergeseran lebih lanjut dari tulang belakang.
  4. Operasi ini mudah, cepat, tanpa memerlukan transfusi, tanpa menggunakan implant, skrup atau diskus (bantalan) buatan.
Contoh kasus spinal stenosis pada pria usia 85 tahun dengan teknik operasi tulang belakang tanpa transfusi.


a. Dari gambaran myelography, saraf tulang belakang tertekan, “cut off phenomenon”
b. Saraf sebelum operasi
c. Pembesaran cerobong saraf dengan prinsip “tuas”, tanpa memotong sendi-sendi tulang belakang

Rekomendasi pasca operasi

Sesaat  pasca operasi
  • Empat jam setelah operasi, pasien dapat berjalan ke kamar mandi sendiri, dan biasanya dapat keluar dari rumah sakit  5 hari pasca operasi.
Minggu kedua pasca operasi
  • Kurangi gerakan sebanyak mungkin untuk mendapatkan relaksasi. Gunakanlah penyangga ketika berjalan atau berdiri.  Tidaklah perlu menggunakan penyangga saat berbaring atau tertidur.
  • Pasien dapat mulai bekerja 1-2 minggu setelah operasi, namun pinggang harus tetap dalam keadaan tegap. Jangan memutar atau membungkukkan pinggang
  • Jahitan dapat diangkat 10-14 hari setelah operasi, dan pasien diperbolehkan mandi sehari setelah jahitan diambil.
Dua minggu pasca operasi
  • Dua minggu setelah operasi, lakukan gerakan peregangan pada posisi terlentang dengan mengangkat kaki (sekitar-dihapus)  600  selama 10 detik   sebanyak 10 kali di pagi hari.
  • Pasien dapat mengemudikan kendaraannya sendiri untuk jarak yang pendek.
  • Mulai lakukan aktivitas seksual saat pasien mampu berjalan 1 km tanpa ada masalah.
  • Pasien dapat memulai pekerjaan atau tugas sekolah yang ringan, namun tetap hindari gerakan membungkuk atau memuntir pinggang.
  • Penggunaan penyangga tidak lagi diperlukan
  • Lakukan latihan stabilisasi tulang belakang (program Centaur) dan latihan fleksi  tulang belakang (Program Gyrotonic)
  • Pekerjaan yang sedikit lebih berat dapat dilakukan
  • Sekitar 8 minggu setelah operasi, lakukan latihan penguatan tulang belakang (Medex, Centaur) dan latihan fleksi tulang belakang (Gyrotonic).


Hilangkan Kerutan dan Garis Halus

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.30 with No comments
Kerutan di wajah dapat terjadi lebih dini atau bisa juga lebih lama dari yang disangka. Bagi wanita pasti sangat takut dengan munculnya kerutan di wajah. Apalagi jika anda masih tergolong di usia muda. Anda pasti akan bertanya – tanya, kenapa bisa muncul kerutan di wajah padahal usia masih muda?

Seorang wanita yang sudah berusia 40 tahunan saja pasti khawatir jika ada kerutan di wajah, apalagi wanita muda. Hal ini akan sangat mengganggu penampilan. Segala upaya akan dilakukan untuk menyamarkan dan menghilangkan kerutan ini. Mulai dari melakukan perawatan di dokter atau di klinik kecantikan, menggunakan berbagai macam krim yang mengklaim dapat menghilangkan kerutan, hingga melakukan tindakan medis. Kerutan di wajah akan muncul karena berbagai faktor yang mempercepat timbulnya kerutan.

Penyebab Kerutan di Wajah


Penggunaan produk kosmetik yang tidak tepat, Menjamurnya produk kosmetik di Indonesia yang menawarkan berbagai perawatan yang menarik banyak membuat masyarakat menjadi tergila – gila. Padahal tidak semua produk kosmetik tersebut mengandung bahan yang aman bagi kulit. Pemakaian jangka panjang dapat membahayakan kulit, mulai dari menimbulkan bintik hitam, keriput hingga kanker kulit. Oleh karena itu sobat diharapkan untuk lebih jeli dalam memilih produk kosmetik yang aman bagi kesehatan kulit wajah.

Pola hidup tidak sehat, Pola hidup yang tidak sehat mempengaruhi kesehatan kulit, seperti kurang minum air putih, kebiasaan merokok, kurang konsumsi vitamin dan mineral dan stress. Kekurangan konsumsi air putih menyebabkan stress kulit. Stress pada kulit menimbulkan kulit menjadi kusam dan keriput. Merokok juga bisa mempercepat timbulnya keriput di wajah. Para perokok aktif pasti mengalami kulit keriput lebih cepat pada usianya dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Kebiasaan diet yang salah menimbulkan masalah bagi kulit. Kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh kulit menyebabkan kulit kekurangan nutrisi sehingga kulit tampak tidak sehat, kusam dan cepat keriput.

Kebiasaan yang salah, Jika sobat sering menggosok daerah mata sebaiknya dihentikan. Selain dapat berbaya untuk mata, terlalu sering menggosok daerah mata dapat menyebabkan kerusakan jaringan kulit di sekitar mata. terlalu sering mengkerutkan dahi juga bisa mempercepat timbulnya kerutan di dahi. Kebiasaan mengerucutkan bibir yang terlalu sering juga menyebabkan keriput di sekitar daerah mulut.

Paparan sinar matahari, Paparan sinar matahari pada di atas jam 09.00 pagi menyebabkan timbulnya garis – garis halus pada kulit. Garis halus tersebut jika bertambah terus akan membentuk keriput.




















Layanan AMARA Skin & Aesthetic Center RS Bunda Jakarta  : 021 – 3192 3344




Stress Dapat Menghentikan ASI

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.14 with No comments
Ibu menyusui sebaiknya menghindari stress, pasalnya stress bisa mempengaruhi kelancaran pemberian ASI.

ASI adalah makanan yang paling sempurna untuk bayi kita, dan untuk keberhasilan proses laktasi, bukan hanya posisi bayi yang tepat, pelekatan yang benar, tetapi juga dari pihak ibu sendiri tidak kalah penting peranannya.pemberian ASI diproduksi sebagai hasil kerja gabungan antara hormon yang terdapat dalam tubuh ibu dan refleksi yang dirangsang oleh hormon tersebut.

Mekanisme keluarnya ASI
Pada payudara, terutama pada puting susu terdapat banyak ujung saraf sensoris. Perangsangan pada payudara akibat hisapan bayi saat menyusu akan menimbulkan impuls yang menuju hipotalamus, salah satu organ dalam otak kita. Impuls dari hipotalamus selanjutnya akan diteruskan ke hipofisis bagian depan yang mengeluarkan hormon prolaktin dan ke hipofisis bagian belakang yang berfungsi mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon prolaktin dialirkan oleh darah ke kelenjar payudara, maka terjadilah refleks pembentukan ASI.
Pengosongan payudara merupakan perangsangan diproduksinya dan memperbanyak ASI kembali. Jadi bila bayi sering mengisap atau ASI lebih sering dikeluarkan, maka ASI akan diproduksi lebih banyak , sebaliknya bila bayi berhenti mengisap atau payudara tidak sering dikosongkan , maka payudara akan berhenti memproduksi ASI. Hormon oksitosin berperan pada refleks pengeluaran ASI (let down refleks) yang akan mengerutkan sel-sel otot disekitar kelenjar payudara sehingga ASI terperas keluar. Walaupun produksi ASI cukup banyak, apabila refleks ini tidak bekerja maka bayi tidak akan mendapatkan ASI yang memadai.

Mood dan ASI
Refleks pengeluaran ASI lebih rumit dibandingkan refleks pembentukan ASI. Pikiran maupun perasaan ibu akan sangat memengaruhi refleks ini. Dengan melihat bayinya, memikirkan bayi dengan perasaan penuh kasih dan sayang, mendengar tangisan bayi, mencium bayi dan perasaan ibu yang tenang dan bahagia.
Semua ini dapat meningkatkan refleks pengeluaran ASI. Sebaliknya stress merupakan hal yang dapat menghambat refleks oksitosin.
Seorang ibu yang sedang menyusui mengalami stress, akan membuat bayinya merasa tidak nyaman dengan suasana hati ibu. Seringkali bayi menolak menyusu sehingg perangsangan payudara tidak terjadi, dan produksi berhenti. Bila bayi dapat mentolerir suasana hati ibu, adanya stress mengakibatkan refleks oksitosin terhambat sehingga ASI yang diproduksi tidak bisa keluar dengan cukup, yang lama kelamaan akan terhenti produksinya.
Hindari stress antara lain dengan menikmati kebersamaan dengan bayi Anda dan mencoba untuk menerima perubahan-perubahan ritme hidup anda saat ini sebagai seorang ibu.














Tumbuh Kembang Pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.13 with No comments

Tumbuh kembang adalah proses yang continue sejak konsepsi sampai maturitas (dewasa) yang dipengaruhi oleh faktor bawaan daan lingkungan. Dalam periode tertentu terdapat percepatan dan perlambatan dalam proses tumbuh kembang pada setiap organ tubuh berbeda. Pola perkembangan anak adalah sama, tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya. Aktivitas seluruh tubuh diganti dengan respon tubuh  yang khas oleh setiap organ. Secara garis besar  tumbuh kembang dibagi menjadi 3 yaitu:

Tumbuh kembang fisis
Tumbuh kembang fisis meliputi perubahan dalam ukuran besar dan fungsi organisme atau individu. Perubahan ini bervariasi dari fungsi tingkat molekuler yang sederhana seperti aktifasi enzim terhadap diferensi sel, sampai kepada proses metabolisme yang kompleks dan perubahan bentuk fisik di masa pubertas.

Tumbuh kembang intelektual
Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kepandaian berkomunikasi dan kemampuan menangani materi yang bersifat abstrak dan simbolik, seperti bermain, berbicara, berhitung, atau membaca.

Tumbuh kembang emosional
Proses tumbuh kembang emosional bergantung pada kemampuan bayi umtuk membentuk ikatan batin, kemampuan untuk bercinta kasih.

Prinsip tumbuh kembang yaitu:
Perkembangan merupakan hal yang teratur dan mengikuti arah rangkaian tertentu, Perkembangan adalah suatu yang terarah dan berlangsung terus menerus, dalam pola sebagai berikut Cephalocaudal yaitu pertumbuhan berlangsung terus dari kepala ke arah bawah bagian tubuh, Proximodistal yaitu perkembangan berlangsung terus dari daerah pusat (proksimal) tubuh kearah luar tubuh (distal), Differentiation yaitu perkembangan berlangsung terus dari yang mudah kearah yang lebih kompleks. Perkembangan merupakan hal yang kompleks, dapat diprediksi, terjadi dengan pola yang konsisiten dan kronologis.


















Ultrasonografi dan Kehamilan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.13 with No comments

USG, baik 2, 3, dan 4D yang sangat membantu dunia kedokteran, Ketiganya sarat kegunaan untuk membantu dokter mendiagnosa berbagai kelainan bayi mulai dari ujung kepala hingga kaki. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) merupakan pencitraan (imaging) untuk memeriksa organ di bawah permukaan kulit dengan menggunakan gelombang suara ultrasonik. Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan tersering yang dilakukan pada manusia karena relatif aman bahkan dalam kehamilan. 

Pertanyaan pertama yang sering terlontar dari pasien saat melakukan pemeriksaan USG pertama kali, yakni “Dok…udah keliatan belum kelaminnya? Atau Dok, hamilnya udah berapa bulan?” Selama ini USG hanya dianggap pemeriksaan untuk mengetahui jenis kelamin, umur kehamilan, posisi dan berat badan bayi. Sehingga muncul mitos, USG hanya dilakukan saat hamil tujuh bulan. Padahal begitu banyak informasi berharga yang dapat diambil saat melakukan USG dengan teliti. Banyak kelainan yang dapat dideteksi secara dini dalam kehamilan. Misalnya, bibir sumbing, gangguan penutupan tulang belakang, kelainan jantung, ginjal, saluran kencing, saluran pencernaan, paru-paru, kelainan plasenta, dan lain-lain. 

Bahkan bila ingin dilakukan pemeriksaan secara terperinci dan menyeluruh, tak jarang pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu hingga lebih dari 30 menit. Akibatnya, diperlukan perjanjian khusus antara ibu dengan dokternya. Pemeriksaan menyeluruh ini disebut USG Screening. Jadi selain untuk mengetahui umur kehamilan, jenis kelamin, berat badan dan posisi bayi, penggunaan USG bertujuan mencari factor risiko, baik pada ibu maupun bayi yang berpotensi fatal. Kadang pasien suka bertanya “Dok, bisa pemeriksaan empat dimensi (4D) nggak?”. Tentu saja bisa. Pemeriksaan USG 4D harus disertai dengan pemeriksaan USG 2D. 

Hal ini bertujuan meningkatkan akurasi dan nilai klinisnya. USG 4D dilakukan untuk mendukung diagnosis, dan mempermudah dokter memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga mengenai apa yang dilihat selama pemeriksaan. USG 4D memberikan gambaran permukaan tubuh secara lebih jelas, seperti wajah dan anggota badan lainnya. Namun, untuk melihat kelainan yang lebih spesifik tidak bisa menggunakan 4D saja, pemeriksaan dengan menggunakan USG biasa (2D) dan pemeriksaan color Doppler tetap merupakan pemeriksaan utama. Perbedaan USG 3D dan 4D adalah, pada USG 4D selain kita dapat melihat penampilan permukaan tubuh bayi, tapi kita juga dapat melihatnya secara real time. Artinya, pasien (Anda dan pasangan) dapat melihat bayi tersebut bergerak, menguap, membuka tangan, dan lain-lain. 

Tidak selamanya gambaran wajah bayi dapat terlihat melalui USG 4D. Dengan USG 4D, maka hasil pemeriksaan dan pergerakan bayi dapat direkam dalam DVD atau VCD dan diperlihatkan pada keluarga di rumah. Sedangkan USG 3D tak memiliki fasilitas real time sehingga yang diperlihatkan adalah gambar statis. Sering kali usia kehamilan, posisi, jumlah air ketuban, tali pusat atau tangan bayi akan menyulitkan pengambilan gambar 4D. Pasien yang memiliki kehamilan risiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan USG screening. Prosedur ini bermaksud menilai ada atau tidaknya kekurangan pada bayi yang dikandungnya. Screening memakan waktu lama sehingga dibutuhkan kesabaran pasien. Meskipun pemeriksaan USG tidak 100% akurat dalam mendeteksi kekurangan yang ada, namun setidaknya apapun hasil yang diperoleh akan dapat meningkatkan kewaspadaan, sekaligus rasa tenang dan suka cita dalam masa kehamilan.