• Manfaat Omega 3 Untuk Anak

    Omega 3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk kecerdasan otak. Omega 3 adalah asam lemak esensial, yaitu lemak yang diperlukan untuk kesehatan tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari ikan seperti ikan tuna .

  • Atasi Demam Pada Balita

    Demam pada balita sering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas .

  • Rahim Menekuk Ke Belakang (Retofleksi)

    Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi. .

  • Kejang pada Bayi

    Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari adanya kontraksi otot yang berlebihan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan di luar kendali. Tingginya suhu tubuh pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya kejang demam, istilahnya kejang deman (convalsio febrilis) atau stuip/step.

  • Kenali Penyakit Meningitis

    Meningitis merupakan peradangan pada selaputotak atau sumsum tulang belakang.Jika peradangan terjadi pada daerah tulang belakang dikenal dengan sebutan spinal. Sementara granial meningitis adalah sebutan meningitis yang menyerang daerah otak.

Sabtu, 22 Juli 2017

Dengan deteksi Dini, Masalah Tumbuh Kembang Anak Dapat diatasi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.52 with No comments
Pelayanan kesehatan anak saat kini harusnya menerapkan pelayanan yang mumpuni. Pasien, khususnya anak tanpa kecuali, tertangani cepat, tepat dan efisien. Hal ini dapat terwujud jika tenaga medis telah dapat mendeteksi penyakit ini dengan sedini mungkin. Masalah perkembangan tumbuh kembang anak dapat dihindari jika orangtua dan dokter dapat mendeteksi secara dini. Penanganan pasien tumbuh kembangsecara tepat dan dini membantu anak tumbuh dengan optimal.

Klinik tumbuh kembang di rumah sakit juga semestinya memiliki layanan terpadu. “Pelayanan yang dilakukan di RS Bunda adalah Growth & Development Clinic, klinik ini bertujuan untuk melakukan pelayanan pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi dini adanya gangguan tumbuh kembang serta melaksanakan intervensi terhadap masalah tumbuh kembang, masalah perilaku dan gangguan emosi pada anak. Pelayanan dilakukan pun secara menyeluruh dan komprehensif, dapat dilakukan di satu tempat, dengan pemantauan yg baik.

Klinik ini menangani banyak kasus pemantauan tumbuh kembang pada anak usia di bawah lima tahun. ”Dengan dilakukannya pemantauan secara berkala, diharapkan anak-anak akan mencapai tumbuh kembang yang optimal. Hal ini terutama juga sangat bermanfaat untuk bayi-bayi risiko tinggi yang mengalami gangguan tumbuh kembang, seperti bayi prematur, gemeli, atau bayi yang mengalami perawatan pada awal kehidupan". Kemampuan tenaga medis memberikan kontribusi pada penerapan pelayanan di klinik ini. Seperti dokter anak spesialisasi tumbuh kembang, gizi, endokrin, dan neonatologi.

Tak hanya itu, Klinik yang terletak di jalan Teuku Cik Ditiro ini memiliki dokter spesialis rehabilitasi medik beserta tim terapis, dan psikolog. Tim ini bertugas menangani anak dengan masalah tertentu. Untuk menangani masalah tumbuh kembang, selain tenaga medis yang memiliki kompentensi, klinik ini memiliki berbagai jenis terapi. Di antaranya skrining pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan berbagai perangkat untuk deteksi; terapi wicara, terapi okupasi, fisioterapi, sensori integrasi, dan terapi perilaku.

Pemantauan tumbuh kembang seorang anak dapat dilakukan pada usia bayi tiga, sembilan, 15-18, 24, dan 36 bulan. Bagi anak risiko tinggi orangtua dan dokter dapat melakukan pemantauan sejak bayi lahir, setelah mencapai usia satu tahun pemantauan dilakukan satu bulan sekali, setelah itu setiap tiga bulan sekali hingga usia lima ”Dengan deteksi secara berkala, bila terdapat masalah dapat segera dilakukan intervensi” .

















Layanan Klinik Growth & Development RS Bunda Jakarta
(021) 3192 2005, ext. 5332

Tahapan Tumbuh Kembang Manusia

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.49 with No comments

Tahap-tahap tumbuh kembang pada manusia adalah sebagai berikut :

Neonatus (bayi lahir sampai usia 28 hari)
Dalam tahap neonatus ini bayi memiliki kemungkinan yang sangat besar tumbuh dan kembang sesuai dengan tindakan yang dilakukan oleh orang tuanya. Sedangkan perawat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi yang masih belum diketahui oleh orang tuanya.

Bayi (1 bulan sampai 1 tahun)
Dalam tahap ini bayi memiliki kemajuan tumbuh kembang yang sangat pesat. Bayi pada usia 1-3 bulan mulai bisa mengangkat kepala,mengikuti objek pada mata, melihat dengan tersenyum dll. Bayi pada usia 3-6 bulan mulai bisa mengangkat kepala 90°, mulai bisa mencari benda-benda yang ada di depan mata dll. Bayi usia 6-9 bulan mulai bisa duduk tanpa di topang, bisa tengkurap dan berbalik sendiri bahkan bisa berpartisipasi dalam bertepuk tangan dll. Bayi usia 9-12 bulan mulai bisa berdiri sendiri tanpa dibantu, berjalan dengan dtuntun, menirukan suara dll. Perawat disini membantu orang tua dalam memberikan pengetahuan dalam mengontrol perkembangan lingkungan sekitar bayi agar pertumbuhan psikologis dan sosialnya bisa berkembang dengan baik.

Todler (usia 1-3 tahun)
Anak usia toddler ( 1 – 3 th ) mempunyai sistem kontrol tubuh yang mulai membaik, hampir setiap organ mengalami maturitas maksimal. Pengalaman dan perilaku mereka mulai dipengaruhi oleh lingkungan diluar keluarga terdekat, mereka mulai berinteraksi dengan teman, mengembangkan perilaku/moral secara simbolis, kemampuan berbahasa yang minimal. Sebagai sumber pelayanan kesehatan, perawat berkepentingan untuk mengetahui konsep tumbuh kembang anak usia toddler guna memberikan asuhan keperawatan anak dengan optimal.

Pra Sekolah (3-6 tahun)
Anak usia pra sekolah adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun ( Wong, 2000), anak usia prasekolah memiliki karakteristik tersendiri dalam segi pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam hal pertumbuhan, secara fisik anak pada tahun ketiga terjadi penambahan BB 1,8 s/d 2,7 kg dan rata-rata BB 14,6 kg.penambahan TB berkisar antara 7,5 cm dan TB rata-rata 95 cm.
Kecepatan pertumbuhan pada tahun keempat hampir sama dengan tahun sebelumnya.BB mencapai 16,7 kg dan TB 103 cm sehingga TB sudah mencapai dua kali lipat dari TB saat lahir. Frekuensi nadi dan pernafasan turun sedikit demi sedikit. Pertumbuhan pada tahun kelima sampai akhir masa pra sekolah BB rata-rata mencapai 18,7 kg dan TB 110 cm, yang mulai ada perubahan adalah pada gigi yaitu kemungkinan munculnya gigi permanent sudah dapat terjadi.

Usia sekolah (6-12 tahun)
Kelompok usia sekolah  sangat dipengaruhi oleh teman sebayanya. Perkembangan fisik, psikososial, mental anak meningkat. Perawat disini membantu memberikan waktu dan energi agar anak dapat mengejar hoby yang sesuai dengan bakat yang ada dalam diri anak tersebut.

Remaja ( 12-18/20 tahun)
Perawat membantu para remaja untuk pengendalian emosi dan pengendalian koping pada jiwa mereka saat ini dalam menghadapi konflik.

Dewasa muda (20-40 tahun)
Perawat disini membantu remaja dalam menerima gaya hidup yang mereka pilih, membantu dalam penyesuaian diri, menerima komitmen dan kompetensi mereka, dukung perubahan yang penting untuk kesehatan.

Dewasa menengah (40-65 tahun)
Perawat membantu individu membuat perencanaan sebagai antisipasi terhadap perubahan hidup, untuk menerima faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kesehatan dan fokuskan perhatian individu pada kekuatan, bukan pada kelemahan.

Dewasa tua
Perawat membantu individu untuk menghadapi kehilangan (pendengaran, penglihatan, kematian orang tercinta).















www.bunda.co.id

Jumat, 21 Juli 2017

NICU Sahabat Bagi Bayi Masalah

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.45 with No comments
Noenatal Intensive Care Unit (NICU) merupakan ruang intensif untuk merawat bayi prematur atau bayi baru lahir sampai usia 28 hari yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus. Bayi-bayi ini adalah bayi dengan risiko tinggi. Bayi berisiko tinggi memiliki kemungkinan besar meninggal atau menderita sakit.

Berbagai kondisi bayi yang harus dirawat di ruang NICU, diantaranya:

Respiratory Distress Syndrome (RDS) Masalah umum yang dialami balita adalah sulit bernapas. Kondisi ini disebabkan sindrom distress pernapasan (RDS). Umumnya bayi dibantu dengan mesin pernapasan.

Infeksi. Infeksi dapat menjadi ancaman bagi bayi lahir prematur. Kondisi ini akibat, bayi belum mampu melawan kuman yang masuk ke tubuhnya. Infeksi ini bisa berasal dari ibu sebelum, selama proses persalinan atau setelah kelahiran.

Patent Ductus Arteriosus. Kondisi belum tertutupnya ductus arteriosus (pembuluh darah pendek menghubungkan pembuluh darah utama untuk memasok dari paruparu ke aorta-pembuluh darah utama yang meninggalkan jantung). Keadaan ini menyebabkan kesulitan bernapas dan terkadang gagal jantung.

Sepsis adalah infeksi berat yang umumnya disebabkan bakteri pada bayi, dan dapat mengakibatkan komplikasi serius pada ginjal, paru-paru, otak, pendengaran dan dapat pula mengakibatkan kematian.

Jaundice. Penguningan kulit atau pada putih mata menandakan kelebihan bilirubin dalam darah.

NICU memiliki bermacam alat seperti alat pernafasan-ventilator (alat penukar udara kotor dengan bersih. Alat ini dipasang di mulut yang dilengkapi selang kecil yang akan memasukkan udara ke dalam paru-paru); Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), dua selang kecil yang dimasukkan ke hidung agar udara terdorong masuk ke paru-paru.

alat pengontrol detak jantung; pengatur suhu; inkubator-Ruangan berdinding kaca yang suhunya bisa diatur agar tetap hangat; Monitor. Setiap waktu bayi dipantau dengan cermat. Pertama, monitor saturasi oksigen yang diikat di tangan atau kaki untuk memantau kadar oksigen darah. Kedua, monitor tanda-tanda vital yang direkatkan di dada untuk memantau laju pernapasan, denyut jantung, suhu, dan tekanan darah, dan lain-lain.

Tak hanya itu. Dokter dan perawat yang benar-benar ahli yang akan mengontrol kesehatan bayi secara intensif selama 24 jam.

Jenis perawatan di NICU disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Terdapat beberapa level perawatan. Sebut saja:
  • Perawatan level l: Perawatan ini diperuntukkan bayi sakit ringan dan tidak memerlukan infus.
  • Perawatan level 2. Layanan ini diberikan kepada bayi sakit sedang dan perlu inkubator, infus, oksigen, dan monitor jantung dan paru.
  • Perawatan level 3. Jenis perawatan ini dilakukan terhadap bayi sakit berat yang perlu penanganan dan pemantauan ketat, serta perawatan bayi prematur dengan usia kehamilan < 34 minggu atau berat badan (BB) < 510 gram.
Bayi harus segera dirawat di NICU apabila:
  • Bayi lahir prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan risiko tinggi. Contoh: Hipertensi atau kejang
  • Timbul kelainan setelah beberapa saat dilahirkan.

















Mengapa Bayi Di "NICU" ???

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.45 with No comments
Setiap ibu yang baru melahirkan akan sangat senang jika mereka dapat membawa bayinya pulang. Namun apa yang terjadi jika mereka harus merelakan buah hatinya ‘dititipkan’ unit perawatan intensif neonates (NICU). Awalnya mungkin tampak seperti tempat yang menakutkan, namun memahami NICU dapat membantu mengurangi ketakutan Anda. Seperti apakah NICU itu?”

Noenatal Intensive Care Unit (NICU) merupakan ruang perawatan intensif untuk merawat bayi prematur atau bayi baru lahir sampai usia 28 hari yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus. Bayibayi ini adalah bayi dengan risiko tinggi. Bayi berisiko tinggi memiliki kemungkinan besar meninggal atau menderita sakit. Menurut dr. Risma Kerina Kaban, SpA(K), dokter ahli perawatan bayi NICU RSIA Bunda Jakarta, bayi dengan gangguan pernafasan merupakan masalah yang sering ditangani di NICU. 

”Bayi prematur biasanya memiliki paru-paru yang belum sempurna sehingga ia memerlukan alat bantuan nafas. Alat itu memberikan tekanan pada paru agar dapat mengembang,” tandasnya. Tambah Risma, penyebab gangguan pernafasan pada bayi sangat beragam, mulai dari bayi lahir prematur, infeksi paru, hingga air ketuban hijau yang masuk ke dalam paruparu. NICU memiliki bermacam alat seperti alat pernafasan, alat pengontrol detak jantung, pengatur suhu, serta lain-lain. 

Tak hanya itu, Dokter dan perawat yang benar-benar ahli yang akan mengontrol keadaan bayi secara intensif selama 24 jam. ”Standar dalam penanganan bayi di ruang NICU harus cepat, sigap, tepat, dan steril (bayi lahir prematur mudah terinfeksi penyakit, Red.) Idealnya pada bayi dengan alat bantu pernafasan, satu perawat menangani satu orang pasien. Sementara jika stabil, maka satu perawat dapat merawat dua sampai dengan tiga orang pasien,” jelas Risma.


Berhubungan
Meskipun setiap bayi di NICU ’berkawan’ dengan mesin, hubungan ibu dan anak sangat perlu. Orangtua dapat mengunjungi dan menghabiskan waktu dengan bayi mereka. Namun jumlah penjenguk yang dapat mengunjungi bayi di NICU sangat terbatas. Hal ini dikarenakan bayi yang dirawat di NICU memiliki risiko lebih besar terkena infeksi. Sentuhan lembut orangtua dapat membuat bayi merasa nyaman. 

Tetapi pada bayi yang berisiko sangat tinggi (terlalu prematur) terkadang sentuhan dapat membuat rasa tidak nyaman. Berkoordinasilah dengan dokter yang bertugas di NICU. Cara terbaik orangtua untuk membantu bayi mereka di NICU adalah dengan tetap berada didekat buah hatinya dan belajar untuk membaca perilakunya. 
Berikut beberapa hal yang dapat membantu para ibu mencari tahu:
  • Saat bayi stres dan perlu beristirahat.
  • Saat bayi Anda siap untuk ikatan dengan Anda.
  • Jenis interaksi bayi dengan Anda (membelai, menyanyi, dan lain-lain).

Bagi orangtua yang bayinya dirawat NICU tentunya sangat ’sulit’ namun hal ini perlu disikapi secara positif. Yakni, orangtua dapat menyaksikan si kecil tumbuh dan berkembang hari demi hari.




Kamis, 20 Juli 2017

Beberapa cara Memperlancar ASI

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.12 with No comments
Kebahagian  menjadi seorang ibu akan terasa lengkap ketika mengalami hal-hal yang sudah menjadi kodrat seorang wanita bisa dilalui dengan sempurna. Awal kebahagiaan dimulai pada saat melangsungkan pernikahan, kemudian menjalani masa-masa menjadi ibu hamil dan kemudian melahirkan buah hati tercinta dengan selamat. Satu hal lagi yang akan menyempurnakan kebahagiaan itu jika bisa memberikan ASI secara esklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai usia anak 2 tahun. Dengan begitu seorang ibu telah memberikan yang terbaik untuk buah hati bagi masa depannya kelak.

Namun, tidak sedikit ibu yang kecewa keinginannya untuk memberikan ASI esklusif tidak berhasil karena produksi ASI-nya tidak banyak dan tidak mencukupi kebutuhan bayinya. Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi produksi ASI. Produksi dan pengeluaran ASI dalam tubuh dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu  prolaktin dan oksitosin.

Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI. Sedangkan oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Prolaktin biasanya berkaitan dengan nutrisi dari ibu. Maka, kalau asupan nutrisinya baik, prolaktin yang dihasilkan tubuh pun meningkat sehingga ASI yang dihasilkan juga banyak. Walaupun banyak produksi ASI, sayang kalau tidak bisa dikeluarkan dari tubuh. Untuk mengeluarkan ASI dibutuhkan hormon oksitosin yang bekerjanya tergantung pada proses hisapan dari puting susu. Semakin puting sering dihisap oleh mulut bayi, hormon oksitosin yang dihasilkan semakin banyak, sehingga susu yang keluar pun banyak.

Hormon oksitosin ini sering dijuluki sebagai hormon kasih sayang. Sebab, kadarnya sangat dipengaruhi oleh suasana hati, rasa bahagia, rasa dicintai, rasa aman, tenang, dan relaks. Jika kedua hormon ini bekerja maksimal, ASI akan keluar dengan lancar. Kalau ASI tidak lancar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai berikut :

Penuhi kebutuhan nutrisi, Sebaiknya pada masa menyusui, ibu mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gizi yang baik dan seimbang. Sebab hal ini bisa memperbanyak produksi dan memperlancar ASI.

Hindari pemberian susu formula, Terkadang karena banyak orang tua merasa bahwa ASI-nya masih sedikit atau takut anak tidak kenyang, banyak yang segera memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dengan dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi.

Hilangkan gangguan psikologis yang sedang dialami/hindari stress, Misalnya stres karena beban kerja yang terlalu berat di kantor atau masalah lain. Semakin stres, semakin berkurang produksi ASI. Faktor kejiwaan ini tidak hanya akan berpengaruh terhadap si ibu tapi juga bayinya karena konsumsi ASI menjadi berkurang.

Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI, Semakin sering bayi menghisap ASI, produksi air susu makin banyak. Jika ibu bekerja, sebaiknya mereka memerah ASI sebelum pergi ke tempat kerja.

Lakukanlah perawatan payudara secara teratur, Perawatan payudara bisa dilakukan dengan pemijatan sendiri atau dikompres dengan air hangat dan air dingin secara bergantian. Bila salah satu payudara ketersediaan ASI-nya telah habis ketika menyusui, gantilah ke payudara yang satunya lagi, agar kedua payudara aktif memproduksi ASI.

Hindari penggunaan DOT, empeng, dan lainnya, Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dengan menggunakan sendok, bukan dot, Saat ibu memberikan dengan dot, maka anak dapat mengalami BINGUNG PUTING (nipple confusion). Kondisi di mana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bagian gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi tidak mau menyusu langsung dari payudara karena ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dan sebagainya.

Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui, Jika makin sering diminta (di susui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg di produksi. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar.

Dukungan dari ayah juga sangat menentukan, Ayah diharapkan bisa menenangkan dan memberi dukungan kepada ibu. Karena itu, peran ayah sangat diperlukan guna mendukung ibu untuk terus memberikan ASI kepada bayinya. Dukungan semacam ini akan membuat ibu menjadi lebih tenang secara psikologis sehingga produksi ASI-nya juga melimpah.

Konsumsi jenis herbal tertentu seperti daun katuk dan kacang hijau, Daun katuk dipercaya bisa menjadi salah satu cara untuk melancarkan ASI. Sekarang ini banyak sekali suplemen yang mengandung bahan herbal yang dapatmemperlancar ASI. Jika ragu memilih  jenis suplemen yang mana, Anda bisa berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu. Dan kacang ijo juga diyakini bisa meningkatkan produksi asi .