• Manfaat Omega 3 Untuk Anak

    Omega 3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk kecerdasan otak. Omega 3 adalah asam lemak esensial, yaitu lemak yang diperlukan untuk kesehatan tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari ikan seperti ikan tuna .

  • Atasi Demam Pada Balita

    Demam pada balita sering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas .

  • Rahim Menekuk Ke Belakang (Retofleksi)

    Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi. .

  • Kejang pada Bayi

    Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari adanya kontraksi otot yang berlebihan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan di luar kendali. Tingginya suhu tubuh pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya kejang demam, istilahnya kejang deman (convalsio febrilis) atau stuip/step.

  • Kenali Penyakit Meningitis

    Meningitis merupakan peradangan pada selaputotak atau sumsum tulang belakang.Jika peradangan terjadi pada daerah tulang belakang dikenal dengan sebutan spinal. Sementara granial meningitis adalah sebutan meningitis yang menyerang daerah otak.

Kamis, 08 Desember 2016

Penyakit Asma Pada Ibu Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.23 with No comments
Asma adalah penyakit umum yang terjadi pada wanita hamil. Bisa merupakan penyakit turunan, namun tidak menutup kemungkinan untuk menyerang ibu yang belum pernah terkena asma. Selama kehamilan, asma tak hanya mengenai sang ibu, tapi juga dapat memutuskan oksigen yang didapat oleh janin dari pernapasan Ibu. Selain itu, resiko asma pada wanita hamil yang tak diawasi dan dikontrol oleh dokter, bisa mengakibatkan terjadinya pendarahan, pre-eklamsia, pertumbuhan janin yang terbatas, berat bayi yang kurang, dan persalinan caesar.

Apakah Kehamilan Bisa Memperparah Asma?
Asma bisa dikelompokkan dalam beberapa kategori, mulai dari yang ringan hingga yang terberat. Seringkali, kehamilan tidak membawa pengaruh pada penyakit asma. Namun, ada juga beberapa penyakit asma yang bertambah seiring tumbuhnya janin dalam perut. Ketika ini terjadi, biasanya asma bertambah parah di minggu ke-29 hingga minggu ke-36.

Hingga saat ini, belum ada bukti kuat bahwa kehamilan bisa memperparah asma. Kemungkinan besar yang terjadi adalah, calon ibu tidak berani minum obat semasa kehamilan, dan itulah yang dapat memperparah penyakitnya. Perubahan apapun yang Ibu lakukan pada rutinitas minum obat juga dapat mempengaruhi peningkatan asma itu sendiri.

Amankah Minum Obat Asma Selama Kehamilan?
Selama kehamilan, dokter biasanya akan memberikan obat hirup untuk asma pereda asma, obat hirup pencegah, theophyllines, dan steroid dalam bentuk tablet. Semuanya biasanya tidak berbahaya untuk janin. Justru yang membahayakan adalah, jika Ibu tidak mengonsumsi dan menggunakan obat yang diberikan dokter secara teratur. 

Saat hamil, Ibu biasanya juga disarankan untuk disuntik vaksin flu, karena jika penderita asma terkena flu, maka besar kemungkinan untuk terjadi komplikasi. Apakah vaksin tersebut aman? Tenang saja, vaksin flu tidak beresiko terhadap bayi. Bahkan, vaksin flu dapat melindungi bayi Ibu dari flu di bulan-bulan pertamanya.

Ingat yang paling penting, Ibu harus menemui dokter asma secara teratur, untuk memastikan bahwa penyakit asma Ibu selalu dalam kendali.

Akankah Bayi Saya Tertular Asma?
Mayoritas asma terbentuk karena genetik. Karena itu, jika kedua orang tua mengidap asma, maka potensi tertularnya bayi tentu akan lebih besar. Tapi bila hanya Ibu yang mengidap asma, belum tentu bayi juga akan tertular. Kemungkinan bayi tertular lebih besar jika Ibu merokok selama kehamilan.

Bagaimana Jika Ibu Terserang Asma Saat Proses Persalinan?
Serangan asma amat jarang terjadi saat proses persalinan, karena tubuh memproduksi hormon kortison dan adrenalin. Hormon-hormon inilah yang mencegah terjadinya serangan asma. Namun, bila ada gejala asma yang terjadi saat proses persalinan, penggunaan inhaler pereda seperti biasanya, tidak akan membahayakan bayi. Jika sebelum persalinan Ibu mengonsumsi steroid dalam dosis tinggi, maka ada baiknya ibu mengonsultasikan kondisi ini kepada dokter.

Walaupun asma yang dirawat terbukti tidak berbahaya, hal-hal ini bisa ibu lakukan untuk mencegah asma semakin parah:
  • Jika ada lebih dari satu dokter (ahli kandungan dan dokter paru-paru) yang menangani Ibu, harus ada komunikasi antar keduanya tentang perawatan yang Ibu jalani.
  • Selalu perhatikan fungsi paru-paru agar janin selalu mendapat oksigen yang cukup. Jangan lupa juga untuk selalu memonitor pergerakan janin setiap hari setelah menginjak usia kandungan 28 minggu.
  • Hindari hal-hal dan benda-benda yang memicu asma, seperti rokok dan debu.




















Rabu, 07 Desember 2016

Kenali Penyakit Anemia pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.08 with No comments
Anemia merupakan suatu keadaan ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah atau kadar hemoglobin cukup rendah. Keadaan ini menyebabkan penderita menjadi lemah, letih, lesu, dan malas melakukan aktivitas apapun.

Anemia karena kehilangan darah berlebihan.
Anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah yang berlebihan biasanya terjadi saat anak-anak mengalami hal-hal sebagai berikut.
  1. Adanya perdarahan karena kecelakaan, seperti jatuh dan sejenisnya.
  2. Adanya perdarahan karena satu penyakit seperti maag akut, kenker, dan wasir.
  3. Pengaruh obat-obat anti-inflamasi yang digunakan.
Anemia karena kekurangan produksi sel darah merah
Produksi darah merah pada seseorang yang sehat tentu sesuai dengan kebutuhannya. Pada kasus tertentu, seseorang tak bisa memproduksi sel darah merah sesuai kebutuhannya. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab anemia. Beberapa yang menjadi penyebab produksi sel darah merah berkurang antara lain.

Penderita anemia sel sabit, yaitu bentuk sel darah merah seperti bulan sabit. Bentuk demikian membuat sel darah merah memecah dengan cepat sebelum mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk disebarkan ke seluruh sel tubuh.

Kekurangan zat besi, biasanya disebabkan oleh pola makan yang buruk dan keadaan luka atau terkena penyakit tertentu sehingga mengeluarkan banyak darah.

Kekurangan vitamin, terutama vitamin B12 karena ketidakmampuan lambung menghasilkan zat intrinsik yang akan membantu penyerapan makanan dan minuman.

Anemia karena penghancuran sel darah merah yang berlebihan (hemolisis). Anemia jenis ini membuat seseorang mengalami kematian dini pada sel-sel darah merahnya sehingga sumsum tulang sebagai produsen sel darah merah tak sanggup mengimbangi dengan produksi yang baru. Keadaan seperti ini bisa disebabkan oleh.
  1. Infeksi
  2. Reaksi dari satu obat tertentu.
  3. Beberapa prosedur medis, seperti penanganan pasien paru dan ginjal yang memerlukan mesin tertentu.
  4. Keracunan.
Penanganan Anak yang Terserang Anemia
Berbagai penyebab anemia membutuhkan penanganan berbeda, ada yang harus menggunakan bantuan dokter atau medis dan ada yang bisa ditangani sendiri. Anemia yang disebabkan oleh penyakit tertentu, reaksi obat, dan kehilangan banyak darah harus menggunakan bantuan dokter atau medis yang berpengalaman untuk menanganinya.

Namun, untuk mengatasi anemia dikarenakan kurangnya gizi dan nutrisi bisa dilakukan oleh orang tua dengan memerhatikan asupan makanan dan minuman si anak. Di samping masalah nutrisi, anak yang mengalami anemia perlu dibiasakan untuk berolahraga pagi dan menghirup udara  segar. Sedangkan siang hari lebih baik beristirahat.

Berikut ini makanan dan minuman yang baik bagi pembentukan sel darah merah.
  1. Daging merah, seperti daging sapi dan produk olahannya.
  2. Susu dan berbagai produk olahannya.
  3. Sayuran yang banyak mengandung zat besi, seperti bayam dan kangkung.
  4. Seafood seperti udang dan tiram.
  5. Hati sapi dan ayam kampung.
  6. Buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, untuk memudahkan penyerapan zat besi pada tubuh.



















Selasa, 06 Desember 2016

Manfaat Kolostrum Untuk Bayi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.24 with No comments
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI memiliki manfaat yang sangat besar bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Namun sayangnya, tidak banyak para ibu yang mengetahui bahwa ASI pertama yang dikeluarkan si ibu pasca melahirkan tidak berwarna putih, melainkan kekuning-kuningan, yang disebut kolostrum. Jaman dahulu, para orangtua justru malah membuang kolostrum ini karena dianggap tidak baik untuk bayi, padahal justru kolostrum inilah yang sangat penting untuk asupan nutrisi pertama untuk si bayi

Kolostrum itu sendiri merupakan air susu yang dikeluarkan oleh mamalia termasuk manusia sejak masa akhir kehamilannya hingga beberapa jam setelah melahirkan, sekitar 24-36 jam pasca persalinan. Koostrum kaya akan protein dan memiliki kandungan lemak yang rendah. Itulah mengapa kolostrum memiliki manfaat yang sangat banyak untuk bayi.
Dalam kolostrum ada sekitar 90 bahan bioaktif alami yang komponen utamanya dikelompokan menjadi dua yaitu untuk faktor pertumbuhan dan faktor imun. Dalam kolostrum juga mengandung berbagai antibodi yang sangat penting bagi kekebalan tubuh bayi. Berikut manfaat dari kolostrum ;
Aman untuk pencernaan, Pencernaan bayi baru lahir masih belum berfungsi dengan baik atau sempurna. Kolostrum yang merupakan ASI pertama ini memiliki konsentrat berbagai nutrisi meski dalam jumlah yang sangat sedikit. Kolostrum memiliki berbagai kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi seperti protein dan vitamin, namun disisi lain kolostrum memiliki kandungan yang rendah lemak, karbohidrat serta potasium sehingga tidak memberatkan sistem pencernaan bayi yang masih lemah.
Melindungi usus bayi, Manfaat terbaik dari kolostrum lainnya untuk sistem pencernaan bayi yaitu dapat melindungi usus bayi saat mencerna makanan. Kolostrum membantu melindungi usus bayi dari kuman yang dapat masuk melalui aliran darah, sampai sistem kekebalan dalam tubunya sudah berfungsi dengan baik. Itu karena dalam kolostrum terkandung berbagai antibodi bernama immunoglobulin seperti IgG, Ig A, dan IgM.
Melindungi bayi dari berbagai penyakit, Dalam kolostrum, selain terkandung berbagai antibodi, juga terkandung sel darah putih dalam jumlah yang cukup tinggi. Sel darah putih itu berfungsi sebagai sistem pelindung atau kekebalan dalam tubuh bayi dari berbagai bakteri dan virus dan mikroorganisme lainnya yang dapat membuat bayi sakit.
Membersihkan sisa metabolisme selama dalam kandungan, ASI pertama yang dikonsumsi oleh bayi bermanfaat untuk menuntaskan dan membersihkan sisa-sisa metabolisme dalam tubuh bayi selama ia berada dalam kandungan. Selain itu, manfaat terbaik dari kolostrum untuk memperbaiki dan meningkatkan serta merangsang pertumbuhan jaringan dalam tubuh.



Senin, 05 Desember 2016

Aduh, Si Kecilku Terlambat Bicara

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.14 with No comments

Anak Anda hanya mengucapkan sedikit kata, padahal ia sudah berusia dua tahun. Jika dibandingkan dengan anak tetangga, teman, dan saudaranya kok ketinggalan jauh. Lalu batas tolerasi yang dianggap normal seperti apa?.Keluhan terlambat bicara mungkin pernah Anda rasakan, dan berniat ke dokter anak. Masalah terlambat bicara sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua. Anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai kecepatannya masing-masing, dan ruang rentang batas normal cukup lebar untuk mengakomodasi variasi tersebut. Keterlambatan bicara pada balita cukup umum terjadi, dan merupakan tipe keterlambatan perkembangan yang paling sering terjadi. Secara umum, seorang anak dianggap mengalami keterlambatan bicara apabila perkembangan bicara anak cukup jauh di bawah normal dibandingkan anak sebayanya. Beberapa panduan perkembangan bicara normal sesuai usia dibawah ini mungkin dapat memberikan petunjuk mengenai perkembangan bicara si kecil:

Sebelum 12 bulan

Perhatikan apakah anak Anda mulai menggunakan suaranya untuk berinteraksi dengan lingkungan. Pada tahap awal akan dimulai dengan ocehan si kecil yang tidak bermakna. Saat usia sekitar Sembilan bulan, anak akan mulai merangkai bunyi-bunyian dan menyebut kata-kata seperti “mama” dan “papa”. Pada usia 12 bulan, anak akan mulai dapat mengenali nama benda-benda sederhana (botol, bola, dan lain-lain).


Usia 12-15 bulan

Anak pada usia ini akan memiliki variasi bunyi yang bertambah pada ocehannya (seperti p, b, m, d, atau n), si kecil juga akan mulai menirukan suara atau katakata yang disebutkan oleh keluarganya, dan mulai dapat menyebutkan kata tambahan selain “mama” dan “papa”. Si kecil pada usia ini juga akan mulai memahami dan menjalankan perintah sederhana (“Tolong pegang bolanya”, dan lain-lain).


Usia 18-24 bulan

Sebagian besar balita dapat menyebutkan sampai 20 kata pada usia 18 bulan, dan lebih dari 50 kata pada usia dua tahun. Di usia dua tahun si kecil juga mulai dapat merangkai kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata, seperti “bayi nangis” atau “papa pergi”. Pada usia ini juga anak akan mulai mengenali benda-benda yang umum, mengenali wajah pada foto, dapat menunjuk mata, telinga, atau hidung jika diminta, serta dapat mengikuti perintah dua tahap (contohnya: “Tolong ambilkan mainan itu, dan kasihkan ke mama”).


Usia 2-3 tahun

Bicara anak akan sangat meningkat pada usia ini, si kecil juga mulai dapat menggabungkan tiga kata atau lebih menjadi satu kalimat. Pemahaman anak terhadap percakapan juga akan meningkat, seperti perbedaan besar dan kecil, atas dan bawah. Berbagai faktor penyebab masalah kemampuan bicara, yakni:
  • Masalah fisik, seperti struktur mulut (lidah, bibir, rongga mulut), misalnya: bibir sumbing, tali lidah yang pendek, kelainan rahang dan gigi, serta kelainan lainnya.
  • Paparan terhadap lebih dari satu bahasa, yang terutama akan menyebabkan keterlambatan pada balita.
  • Kelemahan atau gangguan koordinasi otot yang terlibat dalam bicara. Kondisi neurologis yang mendasari keterlambatan perkembangan.
  • Gangguan pendengaran, mungkin disebabkan oleh infeksi telinga, obat-obatan, cedera, atau kelainan genetik.
  • Faktor lingkungan. Kurang stimulasi atau contoh bicara yang tidak benar.



Terapi

Jika Anda curiga buah hati mengalami keterlambatan bicara maupun bahasa, sebaiknya didiskusikan sedini mungkin saat kunjungan rutin dengan dokter, karena cukup sulit untuk Anda membedakan apakah perkembangan si kecil sekarang masih dalam batas normal atau sudah membutuhkan bantuan dari tenaga profesional. Konsultasi dengan ahlinya seperti dokter anak, dokter rehabilitasi medik, atau terapis wicara akan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi si kecil. Kalau memang didiagnosa buah hati Anda mengalami lambat bicara, tak perlu khawatir. Terapi terhadap si kecil yang lamban bicara perlu identifikasi yang jelas. Karena tidak ada intervensi yang terbaik semua anak, terapi disusun secara khusus untuk masing-masing anak sesuai permasalahan yang mendasari keterlambatan bicaranya. Intervensi dini dapat mempercepat perkembangan bahasa anak secara keseluruhan dan memberikan hasil fungsional jangka panjang yang baik. Dalam intervensi, keterlibatan orangtua sangat penting dan merupakan satu kesatuan dalam perkembangan bicara dan bahasa. Orangtua dapat melihat dan belajar terlibat dalam proses terapinya. Tanyakan kepada dokter atau terapis hal-hal apa yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu proses terapi. Hal ini diperlukan untuk memaksimalkan proses penyembuhan. Tidak ada obat-obatan yang dapat membantu proses penyembuhan keterlambatan bicara. Hanya berbagai vitamin yang diresepkan dokter. Vitamin ini dapat membantu perbaikan general alertness dan kesehatan umum anak. Bila anak sehat semua fungsi tubuhnya meningkat, termasuk kemampuan belajarnya.

Tips Terapi Bicara

Buah hati yang lamban bicara memang membuat para bunda ketar-ketir. Tetapi hal itu dapat dihindari dengan beberapa tips agar memperoleh hasil terbaik dalam terapi bicara, yakni:
  • Berkomitmen. Semakin kuat komitmen Anda, hasil yang diperoleh akan semakin cepat dan memuaskan.
  • Konsisten. Datang pada setiap sesi terapi secara tepat waktu dan teratur.
  • Komunikatif. Tanya, klarifikasi, jika Anda belum mengerti apa yang dijelaskan dokter atau terapis.
  • Tertarik. Keluarga yang berpartisipasi dan antusias akan selalu dapat meningkatkan sesi terapi. Luangkan waktu sebanyakbanyaknya untuk berkomunikasi dengan si kecil sejak bayi, dapat dengan mengajak bicara, bernyanyi, dan menirukan bunyi atau gerakan.
  • Follow up. Pastikan Anda paham dan mengerti dengan jelas tentang terapi apa yang diberikan dokter atau terapis untuk dikerjakan di rumah. Berikan masukkan bagi terapis tentang keberhasilan tugas tersebut, pada kunjungan berikutnya.
  • Terbuka. Terbuka menceritakan harapan dan pengalaman yang pernah dialami dengan buah hati Anda yang terlambat bicara.
  • Peka. Waktu adalah sumber berharga bagi setiap orang. Berkoordinasilah selalu dengan terapis.



















Sabtu, 03 Desember 2016

Hipertensi Pada Ibu Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.14 with No comments
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang menimpa ibu hamil akan sangat membahayakan baik kehamilan itu sendiri maupun bagi ibu. hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika darah yang dipompakan oleh jantung mengalami peningkatan tekanan, hingga hal ini dapat membuat adanaya tekanan dan merusak dinding arteri di pembuluh darah.

Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas 140/90 mmHG (berarti 140 mmHg tekanan sistolik dan 90 mmHg tekanan diastolik). Hipertensi pada kehamilan banyak terjadi pada usia ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 40, kehamilan dengan bayi kembar, atau terjadi pada ibu hamil dengan kehamilan pertama. 

Penyebab Hipertensi
Ada dua hal penyebab hipertensi, yaitu Hipertensi essensial atau hiipertensi primer di mana penyebabnya bukan disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung atau ginjal, melainkan disebabkan oleh faktor lain misal dikarenakan pola hidup yang tidak sehat; mengalami stress, mengkonsumsi garam yang berlebih, merokok, kebiasaan minuman beralkohol dan kafein, pola makan yang tidak sehat yang mengakibatkan timbunan lemak dan kelebihan berat badan dan adanya faktor keturunan.

Sedangkan hipertensi yang disebabkan oleh adanya gangguan ginjal atau jantung disebut dengan hipertensi sekunder.

Preeklampsia
Jenis hipertensi pada kehamilan yang paling berbahaya adalah Preeklampsia atau di sebut juga keracunan kehamilan.

Pre-eklampsia ialah penyakit yg timbul dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yg timbul karena kehamilan, biasanya istilah lainnya disebut juga keracunan kehamilan.

Hipertensi pre-eklampsia terjadinya kenaikan tekananan sistolik sebesar 30 mm Hg atau mencapai 140 mm Hg (isteri anda 145), dan kenaikan tekanan diastolik sebesar 15 mm Hg atau mecapai 90 mm Hg (isteri anda 89).

Edema pre-eklampsia terjadinya penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam tubuh, biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Kenaikan berat badan sebesar 1 kg dalam seminggu beberapa kali bisa menjadi tanda pre-eklampsia.
Proteinuria pre-eklampsia terdapat konsentrasi protein dalam air kencing yg melebihi 0,3 g/liter dan air kencing 400 ml atau kurang dalam sehari. Secara kasar artinya, tandanya air kencing ibu penderita sedikit banget dalam sehari. ampai saat ini belum diketemukan secara pasti penyebab dari pre-eklampsia.

Pencegahan
Pola hidup sehat akan meningkatkan potensi ibu untuk terhindar dari hipertensi pada kehamilan. Jauhi minuman yang beralkohol, jangan biasakan anda merokok, hindari stress, pola makan yang sehat (konsumsi protein tinggi, hindari konnsumsi berlebih makanan yang mengandung hidrat arang dan garam berlebih) dan berolahragalah. Selain itu ibu bisa mengkonsumsi beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah seperti coklat, ikan buah jeruk, buah pisang dan ikan. Lakukan kontrol rutin terhadap kehamilan ibu dan ikuti petunjuk yang disarankan oleh dokter.