• Manfaat Omega 3 Untuk Anak

    Omega 3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk kecerdasan otak. Omega 3 adalah asam lemak esensial, yaitu lemak yang diperlukan untuk kesehatan tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari ikan seperti ikan tuna .

  • Atasi Demam Pada Balita

    Demam pada balita sering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas .

  • Rahim Menekuk Ke Belakang (Retofleksi)

    Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi. .

  • Kejang pada Bayi

    Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari adanya kontraksi otot yang berlebihan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan di luar kendali. Tingginya suhu tubuh pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya kejang demam, istilahnya kejang deman (convalsio febrilis) atau stuip/step.

  • Kenali Penyakit Meningitis

    Meningitis merupakan peradangan pada selaputotak atau sumsum tulang belakang.Jika peradangan terjadi pada daerah tulang belakang dikenal dengan sebutan spinal. Sementara granial meningitis adalah sebutan meningitis yang menyerang daerah otak.

Rabu, 21 Februari 2018

Kenali Kanker Serviks

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.57 with No comments
Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang tidak terkontrol di daerah serviks (mulut rahim). Kanker serviks tahap awal berupa lesi prakanker yang tidak menimbulkan keluhan, apabila dibiarkan akan berkembang menjadi kanker serviks. Pada tahap lanjut, kanker serviks dapat menimbulkan keluhan seperti perdarahan diluar siklus menstruasi, nyeri di daerah pinggang atau perut bagian bawah, dan atau keputihan yang berulang.
Apakah kanker serviks dapat dicegah?
Kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah. Penyebab terbanyak kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang mencapai 70%. Pencegahan primer (awal) dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV, sedangkan pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan melakukan skrining PapSmear/PapTest secara berkala.
Apa yang harus saya lakukan untuk memastikan saya menderita kanker serviks atau tidak?
Untuk memastikan kanker serviks diperlukan pemeriksaan fisik (pemeriksaan dalam), pemeriksaan patologi anatomi (PapTest beserta IVA Tes/Tes Asam), serta radiologis (menentukan stadium).
Apa yang harus saya lakukan apabila ditemukan lesi prakanker atau kanker serviks?
Pada lesi prakanker pilihan terapi akan lebih sederhana dibandingkan dengan kanker serviks, yaitu pengambilan jaringan serviks dengan teknik kauterisasi, konisasi, krioterapi atau LEEP. Sedangkan pada kanker serviks, pilihan terapi akan disesuaikan dengan stadium dan kondisi pasien, dapat berupa pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi target ataupun gabungan dari beberapa modalitas terapi tersebut.









Kenali Kanker Usus

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.52 with No comments
Kanker usus adalah tumor ganas pada usus. Usus merupakan saluran pencernaan yang dimulai dari ujung bawah lambung sampai sebelum rektum. Usus manusia terdiri dari usus halus dan usus besar. Usus halus terbagi 3 bagian, mulai dari bagian pertama yang menerima makanan dari lambung disebut usus dua belas jari atau duodenum, dilanjutkan oleh usus kosong atau jejunum, dan terakhir usus penyerapan atau ileum.
Usus besar atau kolon terdiri dari kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, dan kolon sigmoid. Diantara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu atau caecum. Usus buntu memiliki sebuah saluran buntu seperti tabung yang disebut dengan umbai cacing atau apendiks. Kanker usus adalah tumor yang terjadi disepanjang saluran tersebut. Kanker pada usus secara umum lebih sering terjadi pada usus besar dibandingkan dengan usus halus.

Gejala

Gejala pada kanker usus bervariasi tergantung pada letak kankernya. Kanker pada usus halus seringkali tidak jelas dan tidak spesifik, seperti nyeri perut melilit yang hilang timbul, mual, sembelit, muntah, berkurangnya berat badan, dan anemia kronis. Karena gejala yang tidak spesifik ini, penegakan diagnosis kanker usus halus sering terlambat sekitar 6-8 bulan dari gejala pertama kali muncul.
Gejala akan bertambah berat bila tumor semakin membesar dan menyumbat jalannya makanan pada rongga usus. Pada kasus yang jarang tumor dapat menyebabkan perforasi pada dinding usus. Perdarahan pada rongga usus juga dapat terjadi, bila perdarahan sedikit-sedikit tidak akan terjadi perubahan bentuk tinja dan kelamaan akan dapat menyebabkan anemia. Bila perdarahannya banyak, tinja akan berubah warna menjadi kehitaman dan lengket seperti aspal, bau, dan pasien dapat mengalami pusing dan pingsan karena banyaknya darah yang keluar.
Kanker usus besar atau kanker kolon memiliki gejala utama perubahan kebiasaan buang air besar. Perubahan gejala ini dapat berupa diare, sembelit, buang air besar berdarah, tinja berbentuk kecil-kecil seperti biji salak, dan buang air besar yang tidak lampias. Gejala lain dapat berupa nyeri perut, keram, kembung, mual, lemas, penurunan berat badan, muntah, dan teraba benjolan di dalam perut.

Penyebab

Penyebab terjadinya kanker usus dapat berupa faktor genetik yang diturunkan seperti: familial adenomatous polyposis dan hereditary nonpolyposis colorectal cancer. Kebiasaan diet dengan makanan daging merah dan makanan yang diasapkan meningkatkan risiko terkena kanker usus sebanyak 2-3 kali lipat.
Kebiasaan mengkonsumsi tembakau dan alkohol juga diketahui sebagai penyebab kanker usus. Beberapa penyakit lain yang dapat menjadi awal terjadinya kanker adalah penyakit Crohn, penyakit celiac,dan polip usus. Faktor risiko lain yang tidak dapat dirubah adalah usia, 90% dari kanker usus besar ditemukan pada pasien dengan usia diatas 50 tahun.










Kenali Kanker Payudara

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.52 with No comments
Kanker payudara adalah tumor ganas yang berawal dari sel payudara. Kumpulan sel kanker membentuk tumor yang berkembang secara cepat di jaringan payudara, dan bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kanker payudara terjadi hampir selalu pada wanita namun dapat terjadi pula pada pria.

Gejala kanker payudara?

Kanker payudara dapat menyebabkan beberapa gejala yang berbeda pada setiap orang. Ciri dan gejala kanker payudara adalah:
  • Benjolan atau penebalan yang dirasakan berbeda dari sekitarnya pada area payudara
  • Cairan berupa darah yang keluar dari puting susu
  • Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara
  • Perubahan pada kulit payudara, berbentuk seperti cekungan
  • Puting susu tertarik ke dalam
  • Mengelupasnya kulit yang lebih gelap di sekitar puting susu (areola) atau kulit payudara
  • Kulit sekitar payudara menjadi berpori‐pori seperti kulit jeruk
Terdapat beberapa tanda atau gejala yang belum disebutkan. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.

penyebab kanker payudara?

Penyebab kanker payudara belum diketahui dengan pasti. Hal yang diketahui yaitu sel‐sel payudara berkembang secara abnormal dan membentuk sebuah benjolan di payudara. Benjolan ini dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya dan dapat pula ke bagian tubuh yang lain.
Terdapat beberapa kondisi yang menjadi faktor pemicu kanker payudara. Para dokter memperkirakan sekitar 5‐10% kanker payudara berhubungan dengan mutasi gen yang didapat dari keluarga. Gen tersebut yaitu gen 1 (BRCA1) dan gen 2 (BRCA2). Jika Anda memiliki riwayat keganasan pada keluarga, sebaiknya Anda memeriksa darah Anda untuk mendeteksi gen tersebut.

Siapa yang berisiko terkena kanker payudara?

Beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih berisiko terkena kanker payudara adalah:
  • Usia tua merupakan faktor risiko utama untuk sebagian besar kanker. Dengan bertambahnya usia, risiko kanker payudaraAnda semakin tinggi.
  • Riwayat keluarga. Ini artinya jika ada anggota keluarga Anda yang sedarah (ibu, anak, atau saudara kandung perempuan) yang menderita kanker payudara.
  • Perubahan gen BRCA1 dan BRCA2 atau gen lain yang diwariskan.
  • Konsumsi alkohol.
  • Jaringan payudara tampak padat dan tebal pada mammogram.
Kanker payudara juga lebih mungkin menyerang payudara yang banyak terekspos estrogen yang diproduksi tubuh sendiri, diakibatkan oleh:
  • Menstruasi pada usia dini.
  • Melahirkan anak pertama pada usia tua atau tidak pernah melahirkan.
  • Menopause pada usia lanjut.
  • Mengonsumsi hormon seperti estrogen dan progestin untuk gejala‐gejala menopause.
  • Obesitas.
  • Memiliki riwayat kanker payudara yang invasif, ductal carcinoma in situ (DCIS), atau lobular carcinoma in situ (LCIS).















Menguak salah satu pengobatan kanker kemoterapi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.51 with No comments
Kemoterapi  atau yang dikenal dengan kata kemo atau obat cito tosic adalah pengobatan yang menggunaan zat kimia atau  racun untuk memerangi sel-sel kanker. Sejarah pengobatan kemoterapi berawal dari pasca operasi militer Perang Dunia II. Saat itu beberapa pelaut   yang  terkena gas mustard ternyata memiliki jumlah sel darah putih yang sangat rendah. Umumnya sel darah putih tumbuh sangat cepat. Melihat hal ini, para dokter melakukan pengujian  terhadap pasien limfoma dengan menggunakan zat kimia yang terkandung dalam gas mustard. Alhasil zat itu memperlambat atau menghentikan  pembelahan dan pertumbuhan sel-sel kanker. Selama dua dekade beberapa  obat ditingkatkan dan telah terdapat  lebih dari 100 jenis obat kemoterapi.

CARA KERJA

Kemoterapi bekerja dengan cara menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker yang tumbuh dan membelah cepat. Kemoterapi digunakan untuk: Pengobatan Kanker. Kemoterapi digunakan untuk menyembuhkan kanker dan mengurangi bahkan mencegah kekambuhan. Peredaan gejala kanker Kemoterapi dapat pula digunakan  untuk memperkecil tumor yang menyebabkan rasa sakit dan masalah lain.

CARA PENGOBATAN

Pengobatan kemoterapi dilakukan tergantung kepada jenis kanker yang diderita. Terdapat berbapa metode  pengobatan, diantaranya:
  • Topikal. Digunakan melalui krim yang dioleskan pada kulit.
  • Oral. Kemoterapi dalam bentuk pil, kapsul, atau cairan
  • Suntik. Diberikan melalui suntikan pada otot atau lapisan lemak misalnya di lengan atau perut.
  • Intraperitoneal (IP). Kemoterapi langsung diberikan ke dalam rongga perut yang terdapat usus, hati, dan lambung di dalamnya.
  • Intra-arteri (IA). Kemoterapi langsung dimasukkan ke dalam arteri yang menyalurkan darah ke kanker.
  • Intravenous (IV). Kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah vena. Metode ini digolongkan yang
  • terbanyak.

EFEK SAMPING

Pada umumnya masyarakat langsung menghubungkan kemoterapi dengan efek  samping yang tidak nyaman. Sebenarnya  manajemen efek samping sejak 20 tahun terakhir telah membaik. Efek samping yang ditimbulkan kemoterapi bagi pasien bersifat subjetif dan kasuistis. Hal itu jenis, stadium, cara pengobatan, dosis dan toleransi pasien.

Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan sel kanker yang berkembang pesat dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki perkembangan pesat. Misalnya, rambut,  sel darah, sel kulit, serta sel-sel yang ada di dalam perut sehingga kemoterapi memiliki efek negatif.

Berikut adalah gejala efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi:
  • Mual dan muntah
  • Rambut rontok (Alopecia).
  • Rasa lelah dan lemah sepanjang hari, kesemutan atau pegel linu.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Sistim imun menjadi rendah akibat jumlah sel darah putih berkurang/
  • Neutropenia)
  • Sesak napas dan detak jantung tidak biasa akibat anemia..
  • Mimisan.
  • Kulit kering dan terasa perih
  • Gampang memar.
  • Gusi berdarah.
  • Sulit tidur.
  • Gairah seksual menurun.
  • Konstipasi atau diare.
  • Anemia




















Hal terpenting, efek samping kemoterapi tersebut akan segera hilang dan bisa dicegah setelah pengobatan selesai. Selain itu, efek kemoterapi tidak akan menimbulkan akibat yang berbahaya bagi kesehatan.

KELOLA

Telah diketahui bahwa selain menargetkan sel-sel kanker, kemoterapi juga dapat merusak sel-sel sehat dan menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan. Karenanya perlu pasien kemoterapi memperhatikan beberapa hal. Diantaranya:
  • Hindari diri dari orang orang yang sakit atau terkena infeksi selama  kemoterapi, karena tingkat sel darah putih yang menurun dengan cepat sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi.
  • Hindari menyetir kendaraan sendiri atau aktivitas yang memerlukan energi atau konsentrasi tinggi setelah sesi  kemoterapi. Ajaklah anggota keluarga atau kawan untuk menemani pasien pulang setelah kemoterapi.
  • Jika memungkinkan, pasien dapat bekerja di rumah atau paruh waktu.
  • berkonsultasi dengan dokter ketika ingin  mengonsumsi obat-obat lain, termasuk obat alergi, herba, pereda nyeri, dan lainnya. Hindari konsumsi minuman  keras setidaknya selama masa kemoterapi. Jika mengalami gejala seperti demam, diare, muntah-muntah, sulit bernapas, sakit dada atau pendarahan, segera temui dokter

Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat menjalani sesi kemoterapi.oleh  karenanya support dari keluarga pun harus mendukung. Tetap semangat, pantang menyerah dan patuh sampai  kemoterapi selesai.



















MRI Pemeriksaan Lanjutan Kanker Payudara

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.51 with No comments


Agar mendapat hasil pemeriksaan yang lebih tepat dan akurat, MRI merupakan alat yang dapat membantu menentukan kelainan, atau keganasan tumor pada payudara. Seiring perkembangan teknologi kedokteran Magnetic Resonance Imaging (MRI) telah menjadi alat yang mumpuni dalam mendeteksi kelainan organ tubuh, salah satunya kanker payudara. Di Indonesia, kanker payudara menduduki posisi kedua di bawah kanker leher rahim sebagai penyebab kematian tertinggi pada wanita. Sementara data World Health Organization (WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 78% memperlihatkan kanker payudara terjadi pada wanita usia 50 tahun ke atas. Hanya enam persennya terjadi pada mereka yang berusia kurang dari 40 tahun. 

Meski demikian, kian hari makin banyak penderita kanker payudara yang berusia 30-an. Pemeriksaan guna mendeteksi kelainan pada payudara pada umumnya dilakukan dengan mammografi dan USG. Namun jika pemeriksaan dengan Mammografi dan USG kurang ’jelas’, dilakukan pemeriksaan MRI. ”Work up untuk pemeriksaan payudara adalah pemeriksaan mammografi, USG, kemudian MRI. Namun prosedur itu dapat berubah tergantung kondisi dan usia pasien. Jika usia pasien di bawah 35 tahun pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah USG. 

Sedangkan pasien usia di atas 35 tahun menggunakan mammografi,” urai dr. Aditya Hapsan, SpRad, dokter spesialis radiologi RSU Bunda Jakarta. Mammografi telah terbukti mampu melakukan tujuan screening yakni mendeteksi adanya sel tumor yang sangat kecil. Namun soal kenyamanan pasien saat pemeriksaan relatif kurang. Hal ini dikarenakan saat pemeriksaan, payudara pasien akan mendapat tekanan. Sedangkan pemeriksaan USG memiliki keunggulannya berupa kemampuan pembedaan antara kista dengan tumor padat. Tetapi secara umum kepekaaan alat ini tak sebanding dengan MRI. ”Kemampuan MRI mampu melihat penyebaran sel kanker payudara di organ-organ lain dalam tubuh. Kalau USG dan Mammografi hanya melihat lokal. 

Penyebab pasien kanker payudara meninggal adalah bukan dikarenakan kanker payudaranya berada di daerah ’lokal’ tetapi sudah sampai mana penyebarannya,” tandas dr. Aditya. MRI payudara selain dapat digunakan untuk mendeteksi penyebaran kanker payudara secara lokal, alat ini pun mampu memberikan nilai tambahan informasi pengobatan terhadap penyakit ini. Adapun caranya dengan memberikan kontras media melalui pembuluh darah vena. Tak hanya itu. MRI pun dapat menentukan letak tumor yang multipel terutama pada pascaoperasi payudara dengan teknik Breast Conservation Surgery (BCT). Hebatnya lagi, MRI payudara juga dapat membedakan antara jaringan bekas operasi (jaringan parut) dengan kanker yang rekuren (kambuh), dan masih banyak lagi.

Saat Persiapan
Dalam pemeriksaan MRI, pasien tak perlu melakukan persiapan khusus. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya:
  • Pasien harus memeriksakan ureum dan kreatinin secara laboratorium darah.
  • Pasien diminta untuk melepaskan beberapa benda-benda logam.
  • Pasien akan diminta untuk mengisi kuesioner/ selembar kertas mengenai keadaan pasien sebelum dilakukan pemeriksaan MRI.
  • Pasien akan ditanyakan juga riwayat kesehatan atau operasi sebelumnya.
  • Pasien diminta untuk berbaring tenang dan rileks di meja pemeriksaan di ruang khusus.
  • Pasien dipasangkan penutup telinga untuk mengurangi bunyi mesin yang tidak diinginkan.
Pemberian kontras media intra vena harus diberikan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat yang akan memperjelas kelainan yang ada di dalam tubuh. Sehingga pasien dianjurkan untuk puasa empat jam sebelumnya.

Saat Pemeriksaan
Pada waktu pemeriksaan MRI secara umum, ada beberapa keadaan yang perlu diketahui masyarakat, yakni:
  • Pasien akan dibaringkan dengan posisi kedua lengan di samping badan. Khusus untuk pemeriksaan payudara, pasien diminta untuk tidur telungkup dengan tangan diatas kepala.
  • Meja MRI kemudian akan di gerakkan masuk ke medan magnet sesuai organ yang akan diperiksa.
  • Pasien akan mendengar suara dari gelombang radio seperti suara ketukan selama pemeriksaan berjalan.
  • Selama pemeriksaan, pasien akan selalu diawasi dan dapat berkomunikasi dengan petugas.
  • Pasien juga akan diberi bel di tangan bila ingin memanggil petugas MRI atau ingin mengakhiri pemeriksaan.
  • Selama pemeriksaan pasien diperbolehkan ada pendamping.
  • Lama pemeriksaan biasanya 10-20 menit.

Melalui MRI payudara, pasien relatif tak merasakan sakit, dan pasien pun tak kena radiasi sinar X. Hasil pemeriksaannya pun lebih akurat dan detail.