Hernia lipat paha atau Hernia Inguinalis pada anak merupakan hernia yang paling sering di temukan pada anak laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 10 banding 1. Angka kejadian pada bayi premature lebih tinggi, yaitu 13% pada kelahiran < 32 minggu, dan 30% pada kelahiran < 1.000 gram.
Rabu, 13 April 2022
Hernia Lipat Paha Pada Anak
Rabu, 06 April 2022
Pentingnya Vaksin HPV Pada Anak dan Dewasa
Human papillomavirus atau HPV menyebabkan infeksi kulit termasuk kutil alat reproduksi. HPV juga menyebabkan beberapa jenis kanker di bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, amandel, dan organ kelamin. HPV menular melalui kontak langsung dengan penderita terutama saat berhubungan seksual. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan vaksin HPV bagi anak maupun dewasa.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memasukkan vaksin HPV ke imunisasi dasar lengkap atas rekomendasi. Vaksin HPV ini bermanfaat untuk mencegah dan menurunkan jumlah kasus kanker genital, terutama kanker serviks. Vaksin ini juga penting untuk diberikan pada anak-anak yang memasuki masa remaja, juga dewasa yang belum pernah atau belum lengkap mendapatkan vaksin HPV.
Pentingkah Vaksin HPV?
Berapa kali HPV diberikan?
- Pada 1 atau 2 bulan setelah vaksin pertama, tergantung dari jenis vaksin yang digunakan.
- 6 bulan setelah vaksin pertama.
Pada bulan 0
Kapan Waktu yang Tepat untuk Vaksinasi?
Efek Samping
Peringatan Sebelum Menerima Dosis
- Memiliki atau pernah mengalami reaksi alergi yang parah terhadap vaksin HPV
- Memiliki alergi terhadap lateks atau ragi
- Sedang hamil, meskipun vaksin ini tidak memberikan efek yang buruk terhadap ibu hamil dan janin
- Menderita penyakit berat
Vaksin HPV penting untuk didapat anak dan orang dewasa karena dapat melindungi diri dari potensi kanker. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.
Rabu, 30 Maret 2022
Waspada! Yuk Kenali Jenis Hepatitis dan Gejalanya
Hepatitis adalah penyakit yang berhubungan dengan organ hati, atau peradangan pada organ hati atau liver. Hepatitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, tetapi dapat juga berasal dari kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun, serta zat racun atau obat-obatan tertentu.
Pencegahan sakit hepatitis A sampai E bisa dilakukan dengan
menerapkan gaya hidup sehat sedari dini. Hindari berbagai penyebab datangnya
penyakit karena jika sudah terpapar, tubuh harus terus bergantung pada obat dan
wajib melalui serangkaian tes medis secara berkala.
5 Penyakit Hepatitis yang Disebabkan oleh Infeksi Virus
Ada dua sebab terjadinya peradangan hati pada tubuh
seseorang. Pertama disebabkan virus, dan bukan karena virus. Untuk sakit yang
disebabkan oleh paparan virus, ada beberapa jenis bisa diidentifikasi,
diantaranya:
1. Hepatitis A
Pertama ada jenis hepatitis A (HAV) yang menjadi endemik di
negara-negara berkembang. Penyebab kemunculan penyakit ini karena adanya
lingkungan tidak bersih dan kurang memperhatikan aspek kesehatan. Jenis
hepatitis ini dapat menular melalui makanan, penggunaan air, dan juga kontak
langsung dengan penderita. Jika dibiarkan maka peradangan hati ini akan semakin
memburuk.
2. Hepatitis B
Jenis hepatitis B atau HBV disebabkan oleh kontak langsung
melalui darah, air mani, serta cairan tubuh dari orang yang telah
terkontaminasi virus lainnya. Indikasi penularannya bisa melalui transfusi
darah, penggunaan jarum suntik, dan penularan dari ibu ketika melahirkan sang
anak.
Potensi pengguna narkoba dengan kebiasaan bergantian
menggunakan jarum suntik satu sama lain juga bisa terpapar HBV. Dari penggunaan
obat terlarangnya sudah salah, ditambah lagi tidak safety dalam bertindak,
tubuh otomatis akan bereaksi keras terhadap perbuatan manusianya.
3. Hepatitis C
Disebut juga sebagai HCV (Hepatitis C Virus), jenis
hepatitis ini terjadi karena adanya infeksi pada organ hati dimana proses
penularannya tidak jauh berbeda dari kedua jenis sebelumnya. Proses penularan
bisa melalui jarum suntik maupun alat seksual ketika berhubungan intim. Hingga
saat ini, belum tersedia vaksin bagi penderita HCV.
4. Hepatitis D
Varian D, atau HDV, termasuk varian jenis delta yang
sebenarnya jarang ditemukan dan sama berbahayanya dengan virus lain. HDV untuk
ditemukan pada penderita HBV karena keduanya butuh virus sama untuk berkembang
biak. Belum ada vaksin untuk varian penyakit ini.
5. Hepatitis E
Jenis hepatitis E adalah jenis terakhir. Penularannya sama
seperti HAV, namun tingkat keparahannya bisa melebihi HAV, dan mudah ditemukan
di negara berkembang seperti Indonesia. Belum ada vaksin untuk hepatitis ini,
oleh karena itu menjaga pola hidup sehat merupakan kunci menghindari HEV
berikut berbagai penyakit lainnya.
Jenis Hepatitis yang Tidak Disebabkan oleh Infeksi Virus
Faktor lain penyebab datangnya penyakit peradangan hati ini
bisa juga karena bukan virus. Jika bukan karena paparan virus, maka ada dua
varian harus diwaspadai, di antaranya adalah:
1. Hepatitis Alkoholik
Hepatitis alkoholik adalah peradangan hati yang diakibatkan
karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Jenis hepatitis dapat berkembang
menjadi sirosis apabila pasien tetap mengkonsumsi alkohol dan sirosis tidak
dapat disembuhkan. Saat terjadi sirosis, jaringan hati yang normal akan rusak
dan tergantikan oleh jaringan parut. Lambat laun hati akan berhenti
berfungsi.
Hepatitis alkoholik umumnya terjadi pada orang-orang yang
berusia di atas 30 tahun dan meminum alkohol secara berlebihan dalam jangka
waktu panjang. Lebih dari 35% peminum berat akan terjangkit hepatitis
alkoholik. Dalam beberapa kasus, penyakit ini juga dapat terjadi pada
orang-orang yang hanya mengonsumsi alkohol sekadarnya.
2. Hepatitis Autoimun
Hepatitis autoimun adalah penyakit hepatitis yang cukup
langka. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru dan justru
menyerang sel hati yang sehat. Hepatitis atau peradangan pada hati ini akan
bertambah parah seiring waktu jika tidak segera ditangani. Penyakit ini
dapat muncul akibat kombinasi faktor genetik, gangguan autoimun, juga dari
lingkungan. Pengobatan bisa memperlambat perkembangan penyakit, tapi tidak
menyembuhkannya.
Hepatitis jenis pertama disebabkan oleh virus, dan hepatitis
jenis kedua disebabkan oleh genetik maupun kebiasaan hidup. Keduanya sama-sama
membahayakan, dan beberapa diantaranya belum memiliki vaksin atau penanganan
permanen sama sekali.
Bila penanganannya terlambat, penderita akan mengalami sakit
yang lebih parah dari sebelumnya. Dengan demikian, Anda harus mulai
memperhatikan kesehatan diri serta membiasakan diri untuk hidup sehat sebagai
tindakan preventif.
Periksakan diri Anda secara berkala ke rumah sakit RS Bunda
Group atau unit BIC untuk menjamin kesehatan Anda begitu Anda merasakan salah
satu dari gejala di atas. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS
Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga
laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.
Rabu, 16 Maret 2022
Lindungi Senyum Anda dengan Rutin ke Poli Gigi
Penting untuk mencegah penyakit pada gigi dan mulut dibandingkan mengobati gigi yang sudah dalam kondisi buruk. Namun, tak jarang ditemukan orang-orang yang mengabaikan hal ini. Sebaiknya, apabila gejala atau keluhan pada gigi dan mulut muncul, segera lakukan kunjungan ke Poli Gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kapan Harus ke Poli Gigi?
Apabila Anda merasakan gejala atau keluhan seperti di bawah
ini, segera lakukan pemeriksaan ke Poli Gigi.
1. Timbul Rasa Sakit
Ketika makan, minum, atau bahkan mulut sedang tidak
melakukan aktivitas apapun tetapi gigi terasa sakit, maka ini dapat menjadi
tanda adanya kerusakan pada gigi. Penting untuk segera diperiksa di Poli Gigi
agar dapat ditangani sebelum kerusakan pada gigi bertambah parah.
2. Gusi Mudah Berdarah
Darah saat menggosok gigi seringkali dianggap sebagai
kecelakaan kecil semata, namun keluar darah ketika menggosok gigi bisa menjadi
salah satu tanda adanya masalah pada gusi. Kemungkinan, terjadi peradangan atau
iritasi pada gusi. Jika merasakan gejala ini, dianjurkan untuk melakukan
pemeriksaan di Poli Gigi.
3. Bau Mulut
Bau mulut atau halitosis umumnya disebabkan oleh kebersihan
mulut yang tidak dijaga dengan baik. Apabila bau mulut tetap tercium walaupun
sudah menyikat gigi, maka salah satu penyebabnya adalah terdapat lubang pada
gigi atau infeksi yang tidak dirawat. Segera periksakan apabila bau mulut tidak
kunjung hilang.
4. Gigi Sensitif
Rasa nyeri atau ngilu pada gigi saat mengonsumsi makanan
dingin, panas, ataupun asam menandakan gigi sensitif. Hal ini perlu juga
menjadi perhatian Anda karena gigi sensitif disebabkan oleh adanya kikisan
lapisan pelindung gigi atau enamel, gigi retak, patah, atau berlubang, serta
menyusutnya gusi akibat teknik menyikat gigi yang kurang tepat. Periksakan ke
Poli Gigi apabila Anda mengalami gejala gigi sensitif.
5. Timbul Luka di Rongga Mulut
Luka di rongga mulut seperti sariawan menjadi salah satu
keluhan yang dialami oleh banyak orang. Luka bisa juga disebabkan karena adanya
bagian gigi yang tajam, penggunaan perangkat gigi, kurang asupan vitamin, atau
perubahan hormonal yang mengakibatkan adanya trauma tergigit.
Hal ini bisa diatasi dengan berkumur air hangat yang
dicampur garam atau mengaplikasikan gel penghilang rasa sakit. Namun, apabila
luka bertambah besar dan tak kunjung sembuh, dianjurkan untuk melakukan
pemeriksaan di Poli Gigi agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
6. Mulut Kering
Mulut kering atau xerostomia merupakan kondisi di mana
rongga mulut kekurangan air liur. Faktanya, rongga mulut sangat membutuhkan air
liur karena berfungsi sebagai pertahanan utama mulut terhadap kerusakan gigi,
serta menjaga kesehatan jaringan lunak di rongga mulut. Apabila mulut kering
dalam jangka waktu yang lama, segera periksakan ke Poli Gigi untuk mencegah
kerusakan pada mulut.
Rutin Mengunjungi Poli Gigi
Penting untuk memeriksakan gigi secara rutin di Poli Gigi.
Untuk anak berusia 0-1 tahun, disarankan untuk memeriksakan gigi sejak gigi
pertamanya tumbuh. Untuk anak usia 1 (satu) tahun ke atas, sebaiknya melakukan
pemeriksaan gigi setiap 6 (enam) bulan sekali, berlaku juga untuk usia remaja
dan dewasa. Hal ini bertujuan agar penyakit pada gigi dan mulut dapat dicegah
sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.
Spesialisasi Gigi
Berikut merupakan cabang spesialisasi dokter gigi yang ada
di Indonesia.
- Endodontis atau Spesialis Konservasi Gigi (Sp. KG)
- Spesialis Penyakit Mulut (Sp. PM)
- Spesialis Bedah Mulut (Sp. BM)
- Ortodontis atau Spesialis Ortodonsia (Sp. Ort)
- Periodontitis atau Spesialis Periodonsia (Sp. Perio)
- Pedodontis atau Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Sp. KGA)
- Spesialis Prostodonsia (Sp. Pros)
Gigi Sehat bersama Bunda
Ternyata, penting sekali untuk memastikan kesehatan gigi di
Poli Gigi. Gigi dan mulut yang sehat tentunya akan memberikan kenyamanan bagi Anda
ketika melakukan kegiatan sehari-hari, khususnya aktivitas yang
menggunakan rongga mulut seperti makan dan minum.
RS Bunda Group hadir menjadi solusi bagi Anda untuk
melakukan pemeriksaan rutin pada gigi dan mulut Anda di Poli Gigi Bunda yang
dilengkapi dengan berbagai fasilitas berteknologi maju dan tim pemeriksaan gigi
yang berpengalaman. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda
dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi
juga laman
informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group
selengkapnya mengenai layanan kesehatan lainnyan sesuai kebutuhan Anda.
Senin, 14 Maret 2022
Jaga Kesehatan dengan Berkala ke Poli THT
Telinga, hidung, dan tenggorokan merupakan bagian tubuh yang memegang peran penting dalam pendengaran, penciuman, pernapasan, hingga terlibat dalam proses pencernaan. Hanya saja, seringkali ditemukan banyak keluhan kesehatan dari ketiga anggota tubuh tersebut diabaikan karena dirasa tidak terlalu mengganggu. Anda dapat menyelesaikan keluhan-keluhan ini dengan berkonsultasi di Poli THT (Telinga Hidung Tenggorokan).
Penting untuk melakukan pemeriksaan berkala ke Poli THT
untuk memastikan kesehatan di area telinga, hidung, dan tenggorokan. Poliklinik
THT adalah Klinik yang di peruntukan mengobati berbagai keluhan seperti
kehilangan pendengaran, gangguan keseimbangan, telinga berdengung, infeksi,
hingga tumor atau kanker di telinga.
Keluhan yang Ditangani di Poli THT
Berikut merupakan keluhan/ gangguan di area telinga, hidung,
dan tenggorokan yang ditangani oleh dokter spesialis THT.
1. Pendengaran
Keluhan pendengaran perlu diwaspadai apabila gangguan terus
dirasakan dalam jangka panjang. Gangguan tersebut bisa menjadi tanda bahwa
terdapat kerusakan pada telinga dan perlu segera ditangani oleh Poli THT.
Berikut merupakan beberapa kemungkinan yang mengakibatkan
gangguan pada pendengaran:
- Mendengar suara terlalu keras
- Menumpuknya kotoran pada telinga
- Faktor genetik
- Faktor usia
- Tumor atau kanker
Gangguan-gangguan yang dapat muncul akibat kerusakan telinga
dapat berupa hilangnya atau penurunan pendengaran, gangguan keseimbangan,
infeksi, dan telinga berdengung. Di Poli THT, pemeriksaan untuk
gangguan-gangguan ini dilakukan dengan melihat bagian dalam telinga dengan alat
otoskop.
2. Penciuman
Gangguan penciuman biasanya ditandai dengan gejala hidung
tersumbat, hidung berair, penumpukan cairan dari hidung (ingus), dan kehilangan
kemampuan penciuman. Apabila gangguan dirasakan secara terus menerus, Anda
perlu mengunjungi Poli THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut merupakan kemungkinan dari penyebab adanya gangguan
pada telinga:
- Sinusitis (infeksi pada sinus)
- Alergi rhinitis
- Pergeseran septum nasal (pembagi hidung ke dalam dua rongga)
- Polip hidung
- Kerusakan saraf penciuman
Penanganan terhadap gangguan penciuman akan mendapatkan
pengobatan yang berbeda, tergantung dengan gangguan yang dirasakan. Meskipun
demikian, umumnya pasien akan diberikan obat pseudoephedrine, obat yang
mengandung dekongestan, untuk mengatasi hidung tersumbat.
3. Pernapasan
Memiliki gangguan pernapasan tentunya terasa sangat tidak
nyaman. Apabila mengalami gangguan pernapasan, maka ada yang salah dengan
tenggorokan. Gangguan pernapasan umumnya memiliki gejala seperti sakit
tenggorokan, sulit menelan makanan, sulit bernapas, suara serak yang sudah
berlangsung selama 2 (dua) minggu, artinya perlu ada penanganan dari Poli THT.
Berikut merupakan beberapa penyebab dari gangguan
pernapasan:
- Tonsillitis (radang amandel)
- Difteri (infeksi bakteri di tenggorokan)
- Laringitis (radang pita suara)
- Kanker nasofaring
- Polip pita suara
- Abses peritonsil (nanah pada amandel)
Umumnya, penanganan pada gangguan pernapasan di Poli THT
diberikan melalui pemeriksaan laringoskopi, tes usap dan analisis sampel di
laboratorium untuk mendeteksi adanya infeksi virus dan bakteri.
4. Tidur
Gangguan tidur biasanya ditandai dengan obstruktif sleep
apnea (pernapasan berhenti beberapa kali ketika tidur), dengkuran yang
berlangsung terus menerus, dan gangguan tidur lainnya. Gangguan-gangguan
tersebut umumnya disebabkan oleh penyempitan di saluran pernapasan. Oleh karena
itu, penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat oleh dokter spesialis di
Poli THT.
5. Leher dan Kepala
Gangguan pada leher dan kepala biasanya disebabkan oleh
masalah pada tulang tengkorak, rongga mulut, kelenjar tiroid dan paratiroid,
kelenjar ludah, dan beberapa gangguan lain di kulit wajah.
Pemeriksaan Poli THT
Dalam langkah evaluasi atau pemeriksaan, dokter spesialis
THT akan melakukan beberapa hal, yaitu:
- Menanyakan mengenai alasan pasien dirujuk atau berkunjung ke dokter THT.
- Memeriksa penyebab dari pemeriksaan fisik dan tes lainnya. Hasil tes dapat selesai dan diumumkan dalam satu hari hingga dalam hitungan minggu.
- Rekomendasi gaya hidup sehat dan konsumsi obat atau vitamin kesehatan.
Perlu diketahui bahwa gangguan pada telinga, hidung, dan
tenggorokan merupakan kondisi yang rumit. Oleh karena itu, dokter spesialis THT
biasanya merujuk pasien pada dokter spesialis lain, seperti dokter spesialis
neurologi, spesialis alergi, ahli onkologi atau audiolog (jika pasien mengalami
gangguan pendengaran). Semua dokter ini diharapkan dapat bekerja sama dalam
menangani kondisi pasien.
Tindak Medis
Berikut merupakan beberapa tindak medis terhadap gangguan di
area telinga, hidung, dan tenggorokan di Poli THT:
- Audiometri (Pemeriksaan kemampuan pendengaran)
- Esophagoscopy (Pemeriksaan dengan kamera yang disambung pada selang fleksibel ke dalam kerongkongan untuk menilai gangguan di tenggorokan)
- Operasi Sinus dengan Endoskopi (Pemeriksaan sinusitis pada saluran hidung)
- Tonsilektomi (Operasi untuk memotong dan mengeluarkan amandel dari tenggorokan)
- Septoplasty (Operasi untuk memperbaiki posisi septum hidung dan sumbatan yang menghambat saluran pernapasan)
- Trakeostomi (Prosedur untuk memperlancar saluran pernapasan yang tersumbat)
- Timpano Mastoidektomi (Operasi untuk merekonstruksi dan menghilangkan inklusi epitel di bagian telinga tengah)
- Operasi Tumor di Leher (Operasi untuk menghilangkan benjolan atau tumor di area leher dan kepala)
Gangguan di area telinga, hidung, dan tenggorokan, khususnya seperti gejala yang disebutkan di atas, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di Poli THT.
RSU Bunda Margonda menyediakan layanan Poli THT yang telah
dilengkapi dengan dokter spesialis yang profesional. Ketahui jadwal dokter di
unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi
juga laman
informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.
Rabu, 09 Maret 2022
Medical Check Up Berkala untuk Kesehatan Anda
Medical check up adalah layanan pemeriksaan kesehatan tubuh secara menyeluruh yang mampu mengidentifikasi suatu penyakit atau gangguan dalam tubuh sejak dini. Melalui pemeriksaan ini, penyakit atau gangguan yang ditemukan dapat ditangani sebelum berkembang.
Mengevaluasi secara rutin faktor risiko Anda untuk berbagai
kondisi medis, skrining kanker dan penyakit lain, dan menilai kebiasaan gaya
hidup Anda akan membantu Anda tetap sehat sekaligus mengurangi risiko penyakit
kronis atau yang mengancam jiwa.
Medical check up tidak hanya dibutuhkan untuk lansia, tetapi
juga remaja dan dewasa yang sudah menginjak usia 18 tahun. Penting juga untuk
melakukan pemeriksaan ini secara rutin, minimal 1 (satu) kali setahun. Reservasikan pemeriksaan Anda di unit-unit RS Bunda
Group untuk mendapatkan pelayanan menyeluruh.
Persiapan Sebelum Melakukan Medical Check Up
Sebelum melakukan pemeriksaan ini, ada baiknya pasien
mempersiapkan beberapa hal yang akan berguna untuk mengoptimalkan hasil dari
medical check up. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut:
- Membawa data medis yang pernah dilakukan sebelumnya (foto Rontgen atau hasil pemeriksaan kesehatan lainnya).
- Memastikan sebelumnya dengan dokter terkait keperluan puasa atau berhenti konsumsi obat sebelum melakukan pemeriksaan.
- Mengisi lembar kuesioner mengenai kondisi kesehatan sesuai dengan kondisi yang dirasakan pasien.
- Mendata obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang digunakan.
- Mengenakan pakaian yang nyaman. Tidak disarankan mengenakan perhiasan atau aksesoris lainnya yang menghambat pemeriksaan.
- Ketika melakukan pemeriksaan, dianjurkan untuk didampingi oleh keluarga atau kerabat dekat.
Kondisi yang Dapat Anda Konsultasikan
Berikut merupakan beberapa skema yang bisa Anda
konsultasikan ketika menjalankan pemeriksaan:
- Gejala dan keluhan yang dirasakan.
- Diet yang dijalani saat ini.
- Riwayat kesehatan dan operasi.
- Performa tubuh, ideal atau tidak.
Dianjurkan bagi Anda untuk mencatat terlebih dahulu hal-hal
yang ingin dikonsultasikan agar tidak ada poin yang tertinggal.
Prosedur Medical Check Up
1. Pemeriksaan Riwayat Medis
Pada tahap ini, dokter mewawancarai pasien dengan tujuan
untuk mengetahui kondisi kesehatan saat ini. Dokter juga akan memastikan
riwayat medis yang pernah pasien dan keluarga alami sebelumnya. Pertanyaan yang
umumnya ditanyakan oleh dokter adalah gaya hidup pasien dan jenis makanan yang
sering dikonsumsi.
2. Pemeriksaan pada Tanda Vital Tubuh
Pemeriksaan ini meliputi frekuensi detak jantung, frekuensi
pernapasan, tekanan darah, dan suhu tubuh.
3. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan ini fokus pada bagian fisik tubuh, kondisi
tubuh, hingga kekuatan otot dengan mengarahkan pasien untuk melakukan aktivitas
atau gerakan tertentu. Bagian tubuh fisik lain seperti mata, hidung, telinga,
serta organ dalam juga diperiksa menggunakan otoskop dan stetoskop.
Selanjutnya, terdapat juga pemeriksaan sesuai dengan jenis kelamin pasien.
Masing-masing jenis kelamin akan mendapatkan pemeriksaan yang berbeda.
4. Pemeriksaan Penunjang Guna Memperkuat Diagnosis
Setelah mendapatkan data yang diperlukan melalui ketiga
pemeriksaan di atas, dokter juga melakukan pemeriksaan penunjang guna
memperkuat diagnosis apabila diperlukan. Pemeriksaan yang dilakukan berupa
pemeriksaan menggunakan pencitraan (USG atau Rontgen), analisis laboratorium,
rekam jantung (elektrokardiografi), dan pap smear.
Ragam Jenis Pemeriksaan Medical Check Up
Terdapat berbagai jenis pemeriksaan yang dapat Anda lakukan
ketika melakukan medical check up. Berikut merupakan pemeriksaan-pemeriksaan
yang tersedia:
- Blood Pressure Test (Tekanan Darah)
- Cholesterol Level Test (Tes Kadar Kolesterol)
- Blood Glucose Test (Tes Kadar Gula Darah)
- Tes Kesehatan Jantung
- Tes Kesehatan Mata
- Pap Smear (Tes Kanker Serviks)
- Mammogram Test (Tes Kanker Payudara)Tes Kesehatan Kulit
- Tes Kesehatan Telinga
- Uji Kesehatan Gigi
- Pemeriksaan Kesehatan Tulang
- Kolonoskopi (Tes Kanker Usus Besar)
- Tekanan darah tinggi
- Obesitas, berdasarkan indeks massa tubuh Anda
- Penggunaan tembakau
- Alkohol dan penyalahgunaan narkoba
- Depresi
- Skrining HIV untuk orang dewasa berusia 15 hingga 65 tahun dan siapa saja yang berisiko tinggi
- Diabetes tipe 2 untuk siapa saja dengan faktor risiko atau riwayat keluarga
- Kanker kolorektal mulai dari usia 50
- Kanker paru-paru dengan CT scan dosis rendah tahunan untuk orang dewasa berusia 55 hingga 80 tahun yang saat ini merokok atau telah merokok dalam 15 tahun terakhir
Pemeriksaan yang Wajib Dilakukan
Bagi Wanita:
- Skrining bagian intim untuk wanita usia dewasa
- Mammogram untuk skrining kanker payudara pada usia 50 dan 74 tahun
- Pap smear untuk skrining kanker serviks pada usia 21 dan 65 tahun
- Skrining kolesterol tinggi (untuk usia 45 dan ke atas)
- Skrining osteoporosis (untuk usia 65 dan ke atas)
Bagi Pria:
- Skrining aneurisma aorta perut untuk pasien berusia 65 hingga 75 tahun dengan riwayat merokok
- Pemeriksaan prostat umumnya tidak disarankan, tetapi dokter mungkin akan merekomendasikannya sejak usia 50 tahun
- Skrining kolesterol tinggi untuk pasien dari usia 35
Medical check up memiliki peran penting dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatan Anda. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group dan reservasi kunjungan Anda. Untuk informasi dan layanan kesehatan lainnya, dapat Anda temukan di sini.
Rabu, 26 Januari 2022
7 Gangguan Haid Paling Umum, Jangan Disepelekan!
Gangguan haid atau menstruasi merupakan salah satu indikasi bahwa kondisi kesehatan sedang dalam keadaan kurang baik.
Gangguan Haid Paling Umum
Berikut ini adalah tujuh gangguan haid dan perlu diketahui, antara lain.
1. Dismenore: Kram di Perut saat Menstruasi
Jika Anda sedang mengalami gangguan haid berupa keluhan kram dan rasa tidak nyaman di bagian pinggul pada saat haid, Anda mungkin sedang mengalami Dismenore. Gangguan ini juga disertai dengan gejala perut kembung, diare, mual dan muntah, sakit kepala, pusing, dan tubuh lemah, lesu, juga tidak bertenaga.
2. Menorrhagia: Pengeluaran Darah Menstruasi Berlebih
Kalau Anda mengeluarkan darah saat haid dengan jumlah lebih banyak daripada biasanya, besar kemungkinan Anda mengalami Menorrhagia. Menorrhagia merupakan gangguan haid yang menyebabkan jumlah darah yang keluar saat haid berlangsung lebih dari 7 hari. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
3. Kelainan Siklus Menstruasi yang Tidak Biasa
Kelainan siklus menstruasi merupakan bergantinya aturan yang biasa Anda temui secara alami dalam menstruasi. Hal ini juga umum terjadi dan sudah banyak cara penanganannya di berbagai rumah sakit atau klinik.
4. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)
PMDD membuat kondisi emosional dan fisik berubah drastis, namun masih lumrah terjadi dan banyak cara untuk menanganinya. PMDD disebabkan oleh penurunan produksi serotonin akibat fluktuasi hormon menjelang menstruasi. Gangguan ini cukup berbahaya jika penderita memiliki riwayat depresi pasca-melahirkan atau baby blues, atau depresi.
5. Menometroragia: Pendarahan Diluar Siklus Haid yang Tidak Biasa
Untuk gangguan haid satu ini, jika mengalaminya segeralah konsultasikan ke dokter agar ditindaklanjuti. Menometroragia adalah kelainan pada siklus pendarahan dari rahim yang abnormal dan tidak teratur, muncul di waktu yang tidak terduga dan dalam periode waktu yang sering.
6. Kondisi Patologis Terkait Masalah Menstruasi
Gangguan ini umumnya berwujud ketegangan sebelum haid (premenstrual tension) sekitar seminggu sebelum dan sesudah haid. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan estrogen dan progesterone menjelang haid. Ketegangan ini umum terjadi pada wanita umur 30-40 tahun, dan pengobatannya bergantung pada keadaan dan memerlukan konsultasi dengan ahli.
7. Amenorea: Tidak Mengalami Haid
Sedangkan penyebab amenorea sekunder meliputi kehamilan, menyusui, menopause, penurunan berat badan berlebih, penyakit tertentu (seperti penyakit tiroid, Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), dan tumor otak di bagian kelenjar pituitari atau hipofisis, gangguan rahim (miom atau polip dalam rahim), stres berat, efek samping obat-obatan (kemoterapi, obat penunda haid, dan antidepresan), penggunaan kontrasepsi (pil KB, KB suntik, dan IUD), malnutrisi serta olahraga yang berlebih.
Gangguan haid merupakan hal yang umum terjadi bagi siapapun yang memiliki rahim, namun jika gangguan yang dialami memiliki dampak signifikan pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari Anda, segera periksakan diri Anda ke layanan medis terdekat sebagai tindak pencegahan masalah kesehatan lebih lanjut. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group.
Senin, 10 Januari 2022
Hipertensi Emergensi, Kondisi Darurat yang Butuh Tindakan Cepat
Hipertensi emergensi termasuk ke dalam jenis krisis hipertensi yang terjadi dengan lonjakan tekanan darah yang sangat tinggi secara tiba-tiba. Kondisi ini masuk ke dalam kategori darurat medis yang harus segera ditangani karena dapat berakibat fatal. Kondisi hipertensi ini tidak dapat diprediksi kapan akan menyerang, karena bisa terjadi kapan saja. Tekanan darah penderita bisa mencapai 180/120 mmHg, atau bahkan lebih.
Krisis hipertensi ini juga bisa menyebabkan kerusakan organ dan berbagai penyakit komplikasi. Oleh sebab itu, diperlukan penanganan cepat agar risiko kerusakan organ dan komplikasi dapat dihindari.
Gejala Hipertensi Emergensi yang Perlu Diketahui
Biasanya penderita jenis hipertensi emergensi ini tidak menyadari gejala-gejala spesifik. Hal ini dikarenakan kemunculannya secara tiba-tiba. Namun lain halnya jika Anda sudah mengalami kerusakan organ.
Gejala yang biasanya dirasakan ketika terdapat kerusakan organ adalah:
- Sakit kepala yang terasa tiba-tiba sebelum terjadinya lonjakan tekanan darah.
- Gangguan terhadap penglihatan, biasanya penglihatan mulai kabur.
- Nyeri dada hingga sesak nafas.
- Perut terasa mual dan tidak jarang menyebabkan muntah.
- Pembengkakan atau penumpukan cairan pada jaringan tubuh tertentu.
- Mengalami mati rasa atau anggota tubuh terasa lemas.
- Perubahan kondisi mental seperti tiba-tiba mengalami kebingungan.
- Penurunan kesadaran.
- Mengalami kejang.
- Kesulitan dalam berbicara.
- Punggung terasa sakit.
Salah satu penyebab utama salah satu jenis krisis hipertensi ini adalah kelalaian penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat. Hipertensi merupakan suatu penyakit yang memerlukan pengontrolan seumur hidup. Jika pasien tidak disiplin dalam meminum obat, maka kondisinya akan semakin buruk. Hal ini yang menyebabkan tekanan darah naik tidak terkendali secara tiba-tiba.
Selain itu terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan penyakit hipertensi emergensi, yakni:
- Mengkonsumsi obat simpatomimetik atau obat peningkat tekanan darah sementara, seperti dekongestan.
- Menderita penyakit gangguan saraf pusat yang dapat memicu tekanan darah tinggi. Di antaranya adalah perdarahan intrakranial atau stroke.
- Adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru, sehingga fungsinya terganggu.
- Lapisan dalam dinding aorta mengalami kerusakan sehingga adanya gangguan dalam peredaran darah.
Seperti yang sudah dibahas, penyakit ini menyebabkan kerusakan pada organ. Berikut ini adalah organ yang berisiko mengalami kerusakan saat Anda menderita tekanan darah tinggi emergensi:
- Kerusakan fungsi otak
- Jantung
- Ginjal
Kapan Harus ke Dokter?
Saat Anda mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas, maka harus segera ke dokter dan datang ke layanan gawat darurat agar segera ditangani. Penanganan yang cepat akan mengurangi risiko fatalnya.
Prosedur Diagnosis Hipertensi Emergensi
Dokter akan mendiagnosis penyakit ini dengan mengukur tekanan darah hingga beberapa kali. Jika hasilnya berada di angka 180/120 mmHg atau lebih, Anda perlu segera menerima perawatan medis.
Selain pengukuran tekanan darah, dokter juga akan menggunakan elektrokardiogram (EKG), urinalisis, CT Scan, dan tes darah.
Langkah Penanganan yang Biasanya Dilakukan Oleh Dokter
Anda akan mendapatkan perawatan intensif dan ketat jika terdiagnosa mengalami tekanan darah tinggi emergensi. Langkah penanganan yang akan dilakukan oleh dokter adalah:
- Pemantauan kondisi fisik untuk mengevaluasi kondisi keseluruhan.
- Pemberian obat antihipertensi, baik secara suntikan atau infus.
- Jika terjadi kerusakan organ tubuh parah, maka akan diberikan alat bantu medis.
Perubahan gaya hidup dan pola makan sangat diperlukan di samping pengobatan secara medis. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit ini kambuh lagi di lain waktu. Anda harus mulai rutin berolahraga dan mengontrol pola makan, seperti dengan mengurangi konsumsi garam dan makanan berkolesterol tinggi.
Sabtu, 27 November 2021
Medical Check Up Rutin, Wujud Kepedulian Terhadap Diri Sendiri
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau yang sering dikenal sebagai Medical Check Up, merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan. Medical Check Up adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap kesehatan tubuh baik dengan pemeriksaan fisik okeh dokter maupun dengan pemeriksaan alat bantu diagnostik untuk menentukan kondisi dan fungsi organ dan sistem dalam tubuh.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang menyadari pentingnya melakukan Medical Check Up. Salah satunya adalah CEO PT Telkomsel, Hendri Mulya Syam yang mengajak serta keluarganya untuk melakukan Medical Check Up lengkap di RSU Bunda Jakarta pada hari Sabtu, 27 November 2021. Medical Check Up dilakukan oleh Hendri dan keluarga guna mengetahui kondisi terkini kesehatan masing-masing anggota keluarga. Hal tersebut juga dilakukan untuk mempersiapkan diri dalam menyambut tahun baru 2022 yang lebih sehat dan prima.
Pemeriksaan lengkap pada Medical Check Up terdiri dari pemeriksaan fisik, analisis darah, EKG, treadmill, CT Scan, MRI maupun alat diagnostik lainnya untuk menilai status kesehatan secara komprehensif. Hasil dari Medical Check Up seringkali dijadikan acuan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan dini bila ada penyakit atau gangguan yang terdeteksi. Dengan demikian, Medical Check Up memungkinkan seseorang bisa lebih memahami kesehatannya serta mengetahui perawatan yang diperlukan di masa mendatang.


