Tampilkan postingan dengan label klinik umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label klinik umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2022

Hernia Lipat Paha Pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.33 with No comments

Hernia lipat paha atau Hernia Inguinalis pada anak merupakan hernia yang paling sering di temukan pada anak laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 10 banding 1. Angka kejadian pada bayi premature lebih tinggi, yaitu 13% pada kelahiran < 32 minggu, dan 30% pada kelahiran < 1.000 gram.

Mengapa Bisa Timbul Hernia Inguinalis?

Hernia Inguinalis terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Proses dimulai dengan timbulnya penojolan lapisan terdalam rongga perut yang disebut Peritoneum dan masuk kedalam scrotum (kantong kemaluan pada laki-laki) atau labium (bibir kemaluan pada perempuan). Penonjolan peritoneum dimulai pada minggu ke 12 kehamilan dan menutup spontan pada minggu ke 36-40 kehamilan.

Pada janin laki-laki, kantong peritoneum terjadi akibat tarikan testis (buah zakar) yang awalnya terletak dalam rongga perut, dan akan turun ke scrotum. Pada anak perempuan kantongterjadi saat pembentukan ligament yang akan mempertahankan posisi uterus (Rahim). Akibat terbentuknya kantong tsb., terdapat hubungan antara rongga perut dengan seluruh isinya (usus dll) dengan scrotum atau labium. Setelah penurunan testis atau pembentukan ligament selesal, kantong akan menutup dan hubungan dengan rongga perut hilang. Bila kantong tidak menutup sampai setelah lahir, akan timbul hernia lipat paha.

Gejala yang terlihat adalah bila terjadi kenaikan tekanan rongga perut misalnya saat menangis atau saat mengedan, usus akan terdorong masuk scrotum melalui lubang yang tidak menutup. Secara klinis akan terlihat timbulnya benjolan di lipat paha. Bila penderita berhenti menangis dan tekanan dalam perut menurun, benjolan akan hilang karena usus sudah masuk kembali kedalam perut.

Bagaimana Penanganannya?

Hernia lipat paha tidak bisa menutup sendiri sehingga untuk menghilangkan heria, kantong tsb harus ditutup. Penutupan dapat dilakukan dengan operasi "terbuka" atau dengan alat laparoscopy. Untuk Hernia, kedua teknik membuat luka kecil. Akhir-akhir ini Laparoskopi menjadi teknik popular terutama untuk operasi besar. Bila dilakukan dengan teknik "terbuka" operasi besar harus membuat sayatan besar. Operasi besar dengan laparoskopi ,lebar luka hanya beberapa centimeter, dengan nyeri yang ringan, sehingga lama perawatan dapat lebih singkat.

















Rabu, 06 April 2022

Pentingnya Vaksin HPV Pada Anak dan Dewasa

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.04 with No comments

Human papillomavirus atau HPV menyebabkan infeksi kulit termasuk kutil alat reproduksi. HPV juga menyebabkan beberapa jenis kanker di bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, amandel, dan organ kelamin. HPV menular melalui kontak langsung dengan penderita terutama saat berhubungan seksual. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan vaksin HPV bagi anak maupun dewasa.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memasukkan vaksin HPV ke imunisasi dasar lengkap atas rekomendasi. Vaksin HPV ini bermanfaat untuk mencegah dan menurunkan jumlah kasus kanker genital, terutama kanker serviks. Vaksin ini juga penting untuk diberikan pada anak-anak yang memasuki masa remaja, juga dewasa yang belum pernah atau belum lengkap mendapatkan vaksin HPV.

Pentingkah Vaksin HPV?

Vaksinasi HPV  sendiri merupakan bentuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang bisa ditularkan dari hubungan seksual. Penyakit yang disebabkan oleh HPV dapat dialami baik pada wanita maupun pria di antaranya kutil pada kelamin, kanker serviks pada wanita, kanker penis pada pria, serta kanker anus. HPV juga dapat menyerang pria karena selama ini banyak yang masih mengetahui HPV sebagai pemicu kanker serviks saja.

Berapa kali HPV diberikan?

Jika diberikan pada usia 9-13 tahun, vaksinasi sebaiknya dilakukan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan. Sementara untuk mencapai proteksi yang optimal pada rentang usia 14-44 tahun, vaksinasi sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali, dengan masing–masing jadwal pemberian sebagai berikut:

  • Pada 1 atau 2 bulan setelah vaksin pertama, tergantung dari jenis vaksin yang digunakan. 
  • 6 bulan setelah vaksin pertama.

Pada bulan 0

Sebelum vaksinasi, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi Anda dalam keadaan sehat. Jika sebelumnya sudah pernah melakukan hubungan seksual, maka Anda wajib melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda sudah terpapar kanker serviks. Apabila hasilnya bagus, maka vaksin dapat dilakukan sesegera mungkin.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Vaksinasi?

Vaksin HPV dapat diberikan kepada anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki. Usia yang tepat untuk menerima vaksin ini adalah 10–13 tahun. Akan tetapi, orang dewasa yang belum pernah melakukan vaksinasi sebelumnya atau belum pernah berhubungan seksual juga masih boleh mendapatkan vaksinasi.

Efek Samping 

Efek samping yang paling umum setelah vaksinasi adalah reaksi lokal pada tempat injeksi, seperti nyeri, kemerahan, memar, dan bengkak. Selain itu, efek samping lainnya yang dapat terjadi, antara lain demam, sinkop, sakit kepala, mual, myalgia, ruam, urtikaria, pusing, dan rasa lelah.

Terjadinya sinkop terkadang dikaitkan dengan gerakan tonik-klonik atau seizure-like activity, dilaporkan setelah vaksinasi kuadrivalen (untuk mencegah infeksi HPV tipe 6,11,16, dan 18) sehingga dapat menyebabkan terjadinya cedera. Selain itu, vaksin HPV juga dapat memiliki efek samping yang berpotensi fatal atau mengancam jiwa, yakni reaksi hipersensitivitas atau anafilaksis, sehingga diperlukan observasi selama 15 menit setelah pemberian dosis.

Peringatan Sebelum Menerima Dosis

Vaksin HPV umumnya tidak direkomendasikan atau ditunda pemberiannya pada orang dengan kondisi berikut:

  • Memiliki atau pernah mengalami reaksi alergi yang parah terhadap vaksin HPV
  • Memiliki alergi terhadap lateks atau ragi
  • Sedang hamil, meskipun vaksin ini tidak memberikan efek yang buruk terhadap ibu hamil dan janin
  • Menderita penyakit berat

Vaksin HPV penting untuk didapat anak dan orang dewasa karena dapat melindungi diri dari potensi kanker. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.








Rabu, 30 Maret 2022

Waspada! Yuk Kenali Jenis Hepatitis dan Gejalanya

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.44 with No comments

Hepatitis adalah penyakit yang berhubungan dengan organ hati, atau peradangan pada organ hati atau liver. Hepatitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, tetapi dapat juga berasal dari kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun, serta zat racun atau obat-obatan tertentu.

Pencegahan sakit hepatitis A sampai E bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat sedari dini. Hindari berbagai penyebab datangnya penyakit karena jika sudah terpapar, tubuh harus terus bergantung pada obat dan wajib melalui serangkaian tes medis secara berkala.

5 Penyakit Hepatitis yang Disebabkan oleh Infeksi Virus

Ada dua sebab terjadinya peradangan hati pada tubuh seseorang. Pertama disebabkan virus, dan bukan karena virus. Untuk sakit yang disebabkan oleh paparan virus, ada beberapa jenis bisa diidentifikasi, diantaranya:

1.  Hepatitis A

Pertama ada jenis hepatitis A (HAV) yang menjadi endemik di negara-negara berkembang. Penyebab kemunculan penyakit ini karena adanya lingkungan tidak bersih dan kurang memperhatikan aspek kesehatan. Jenis hepatitis ini dapat menular melalui makanan, penggunaan air, dan juga kontak langsung dengan penderita. Jika dibiarkan maka peradangan hati ini akan semakin memburuk.

2.  Hepatitis B

Jenis hepatitis B atau HBV disebabkan oleh kontak langsung melalui darah, air mani, serta cairan tubuh dari orang yang telah terkontaminasi virus lainnya. Indikasi penularannya bisa melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik, dan penularan dari ibu ketika melahirkan sang anak. 

Potensi pengguna narkoba dengan kebiasaan bergantian menggunakan jarum suntik satu sama lain juga bisa terpapar HBV. Dari penggunaan obat terlarangnya sudah salah, ditambah lagi tidak safety dalam bertindak, tubuh otomatis akan bereaksi keras terhadap perbuatan manusianya.

3.  Hepatitis C

Disebut juga sebagai HCV (Hepatitis C Virus), jenis hepatitis ini terjadi karena adanya infeksi pada organ hati dimana proses penularannya tidak jauh berbeda dari kedua jenis sebelumnya. Proses penularan bisa melalui jarum suntik maupun alat seksual ketika berhubungan intim. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin bagi penderita HCV.

4.  Hepatitis D

Varian D, atau HDV, termasuk varian jenis delta yang sebenarnya jarang ditemukan dan sama berbahayanya dengan virus lain. HDV untuk ditemukan pada penderita HBV karena keduanya butuh virus sama untuk berkembang biak. Belum ada vaksin untuk varian penyakit ini.

5.  Hepatitis E

Jenis hepatitis E adalah jenis terakhir. Penularannya sama seperti HAV, namun tingkat keparahannya bisa melebihi HAV, dan mudah ditemukan di negara berkembang seperti Indonesia. Belum ada vaksin untuk hepatitis ini, oleh karena itu menjaga pola hidup sehat merupakan kunci menghindari HEV berikut berbagai penyakit lainnya.

Jenis Hepatitis yang Tidak Disebabkan oleh Infeksi Virus

Faktor lain penyebab datangnya penyakit peradangan hati ini bisa juga karena bukan virus. Jika bukan karena paparan virus, maka ada dua varian harus diwaspadai, di antaranya adalah:

1.  Hepatitis Alkoholik

Hepatitis alkoholik adalah peradangan hati yang diakibatkan karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Jenis hepatitis dapat berkembang menjadi sirosis apabila pasien tetap mengkonsumsi alkohol dan sirosis tidak dapat disembuhkan. Saat terjadi sirosis, jaringan hati yang normal akan rusak dan tergantikan oleh jaringan parut. Lambat laun hati akan berhenti berfungsi. 

Hepatitis alkoholik umumnya terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 30 tahun dan meminum alkohol secara berlebihan dalam jangka waktu panjang. Lebih dari 35% peminum berat akan terjangkit hepatitis alkoholik. Dalam beberapa kasus, penyakit ini juga dapat terjadi pada orang-orang yang hanya mengonsumsi alkohol sekadarnya.

2.  Hepatitis Autoimun

Hepatitis autoimun adalah penyakit hepatitis yang cukup langka. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru dan justru menyerang sel hati yang sehat. Hepatitis atau peradangan pada hati ini akan bertambah parah seiring waktu jika tidak segera ditangani.  Penyakit ini dapat muncul akibat kombinasi faktor genetik, gangguan autoimun, juga dari lingkungan. Pengobatan bisa memperlambat perkembangan penyakit, tapi tidak menyembuhkannya.

Hepatitis jenis pertama disebabkan oleh virus, dan hepatitis jenis kedua disebabkan oleh genetik maupun kebiasaan hidup. Keduanya sama-sama membahayakan, dan beberapa diantaranya belum memiliki vaksin atau penanganan permanen sama sekali.

Bila penanganannya terlambat, penderita akan mengalami sakit yang lebih parah dari sebelumnya. Dengan demikian, Anda harus mulai memperhatikan kesehatan diri serta membiasakan diri untuk hidup sehat sebagai tindakan preventif.

Periksakan diri Anda secara berkala ke rumah sakit RS Bunda Group atau unit BIC untuk menjamin kesehatan Anda begitu Anda merasakan salah satu dari gejala di atas. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.



 







www.bunda.co.id

Rabu, 16 Maret 2022

Lindungi Senyum Anda dengan Rutin ke Poli Gigi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.45 with No comments

Penting untuk mencegah penyakit pada gigi dan mulut dibandingkan mengobati gigi yang sudah dalam kondisi buruk.  Namun, tak jarang ditemukan orang-orang yang mengabaikan hal ini. Sebaiknya, apabila gejala atau keluhan pada gigi dan mulut muncul, segera lakukan kunjungan ke Poli Gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kapan Harus ke Poli Gigi?

Apabila Anda merasakan gejala atau keluhan seperti di bawah ini, segera lakukan pemeriksaan ke Poli Gigi.

1. Timbul Rasa Sakit

Ketika makan, minum, atau bahkan mulut sedang tidak melakukan aktivitas apapun tetapi gigi terasa sakit, maka ini dapat menjadi tanda adanya kerusakan pada gigi. Penting untuk segera diperiksa di Poli Gigi agar dapat ditangani sebelum kerusakan pada gigi bertambah parah.

2. Gusi Mudah Berdarah

Darah saat menggosok gigi seringkali dianggap sebagai kecelakaan kecil semata, namun keluar darah ketika menggosok gigi bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah pada gusi. Kemungkinan, terjadi peradangan atau iritasi pada gusi. Jika merasakan gejala ini, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di Poli Gigi.

3. Bau Mulut

Bau mulut atau halitosis umumnya disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak dijaga dengan baik. Apabila bau mulut tetap tercium walaupun sudah menyikat gigi, maka salah satu penyebabnya adalah terdapat lubang pada gigi atau infeksi yang tidak dirawat. Segera periksakan apabila bau mulut tidak kunjung hilang.

4. Gigi Sensitif

Rasa nyeri atau ngilu pada gigi saat mengonsumsi makanan dingin, panas, ataupun asam menandakan gigi sensitif. Hal ini perlu juga menjadi perhatian Anda karena gigi sensitif disebabkan oleh adanya kikisan lapisan pelindung gigi atau enamel, gigi retak, patah, atau berlubang, serta menyusutnya gusi akibat teknik menyikat gigi yang kurang tepat. Periksakan ke Poli Gigi apabila Anda mengalami gejala gigi sensitif.

5. Timbul Luka di Rongga Mulut

Luka di rongga mulut seperti sariawan menjadi salah satu keluhan yang dialami oleh banyak orang. Luka bisa juga disebabkan karena adanya bagian gigi yang tajam, penggunaan perangkat gigi, kurang asupan vitamin, atau perubahan hormonal yang mengakibatkan adanya trauma tergigit.

Hal ini bisa diatasi dengan berkumur air hangat yang dicampur garam atau mengaplikasikan gel penghilang rasa sakit. Namun, apabila luka bertambah besar dan tak kunjung sembuh, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di Poli Gigi agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

6. Mulut Kering

Mulut kering atau xerostomia merupakan kondisi di mana rongga mulut kekurangan air liur. Faktanya, rongga mulut sangat membutuhkan air liur karena berfungsi sebagai pertahanan utama mulut terhadap kerusakan gigi, serta menjaga kesehatan jaringan lunak di rongga mulut. Apabila mulut kering dalam jangka waktu yang lama, segera periksakan ke Poli Gigi untuk mencegah kerusakan pada mulut.

Rutin Mengunjungi Poli Gigi

Penting untuk memeriksakan gigi secara rutin di Poli Gigi. Untuk anak berusia 0-1 tahun, disarankan untuk memeriksakan gigi sejak gigi pertamanya tumbuh. Untuk anak usia 1 (satu) tahun ke atas, sebaiknya melakukan pemeriksaan gigi setiap 6 (enam) bulan sekali, berlaku juga untuk usia remaja dan dewasa. Hal ini bertujuan agar penyakit pada gigi dan mulut dapat dicegah sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah. 

Spesialisasi Gigi

Berikut merupakan cabang spesialisasi dokter gigi yang ada di Indonesia.

  • Endodontis atau Spesialis Konservasi Gigi (Sp. KG)
  • Spesialis Penyakit Mulut (Sp. PM)
  • Spesialis Bedah Mulut (Sp. BM)
  • Ortodontis atau Spesialis Ortodonsia (Sp. Ort)
  • Periodontitis atau Spesialis Periodonsia (Sp. Perio)
  • Pedodontis atau Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Sp. KGA)
  • Spesialis Prostodonsia (Sp. Pros)

 

Gigi Sehat bersama Bunda

Ternyata, penting sekali untuk memastikan kesehatan gigi di Poli Gigi. Gigi dan mulut yang sehat tentunya akan memberikan kenyamanan bagi Anda ketika melakukan kegiatan sehari-hari, khususnya aktivitas yang menggunakan rongga mulut seperti makan dan minum.

RS Bunda Group hadir menjadi solusi bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin pada gigi dan mulut Anda di Poli Gigi Bunda yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas berteknologi maju dan tim pemeriksaan gigi yang berpengalaman. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya mengenai layanan kesehatan lainnyan sesuai kebutuhan Anda.




 






www.bunda.co.id

Senin, 14 Maret 2022

Jaga Kesehatan dengan Berkala ke Poli THT

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.19 with No comments

Telinga, hidung, dan tenggorokan merupakan bagian tubuh yang memegang peran penting dalam pendengaran, penciuman, pernapasan, hingga terlibat dalam proses pencernaan. Hanya saja, seringkali ditemukan banyak keluhan kesehatan dari ketiga anggota tubuh tersebut diabaikan karena dirasa tidak terlalu mengganggu. Anda dapat menyelesaikan keluhan-keluhan ini dengan berkonsultasi di Poli THT (Telinga Hidung Tenggorokan).

Penting untuk melakukan pemeriksaan berkala ke Poli THT untuk memastikan kesehatan di area telinga, hidung, dan tenggorokan. Poliklinik THT adalah Klinik yang di peruntukan mengobati berbagai keluhan seperti kehilangan pendengaran, gangguan keseimbangan, telinga berdengung, infeksi, hingga tumor atau kanker di telinga.

Keluhan yang Ditangani di Poli THT

Berikut merupakan keluhan/ gangguan di area telinga, hidung, dan tenggorokan yang ditangani oleh dokter spesialis THT.

1. Pendengaran

Keluhan pendengaran perlu diwaspadai apabila gangguan terus dirasakan dalam jangka panjang. Gangguan tersebut bisa menjadi tanda bahwa terdapat kerusakan pada telinga dan perlu segera ditangani oleh Poli THT.

Berikut merupakan beberapa kemungkinan yang mengakibatkan gangguan pada pendengaran:

  • Mendengar suara terlalu keras
  • Menumpuknya kotoran pada telinga
  • Faktor genetik
  • Faktor usia
  • Tumor atau kanker

Gangguan-gangguan yang dapat muncul akibat kerusakan telinga dapat berupa hilangnya atau penurunan pendengaran, gangguan keseimbangan, infeksi, dan telinga berdengung. Di Poli THT, pemeriksaan untuk gangguan-gangguan ini dilakukan dengan melihat bagian dalam telinga dengan alat otoskop.

 2. Penciuman

Gangguan penciuman biasanya ditandai dengan gejala hidung tersumbat, hidung berair, penumpukan cairan dari hidung (ingus), dan kehilangan kemampuan penciuman. Apabila gangguan dirasakan secara terus menerus, Anda perlu mengunjungi Poli THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut merupakan kemungkinan dari penyebab adanya gangguan pada telinga:

  • Sinusitis (infeksi pada sinus)
  • Alergi rhinitis
  • Pergeseran septum nasal (pembagi hidung ke dalam dua rongga)
  • Polip hidung
  • Kerusakan saraf penciuman

Penanganan terhadap gangguan penciuman akan mendapatkan pengobatan yang berbeda, tergantung dengan gangguan yang dirasakan. Meskipun demikian, umumnya pasien akan diberikan obat pseudoephedrine, obat yang mengandung dekongestan, untuk mengatasi hidung tersumbat.

3. Pernapasan

Memiliki gangguan pernapasan tentunya terasa sangat tidak nyaman. Apabila mengalami gangguan pernapasan, maka ada yang salah dengan tenggorokan. Gangguan pernapasan umumnya memiliki gejala seperti sakit tenggorokan, sulit menelan makanan, sulit bernapas, suara serak yang sudah berlangsung selama 2 (dua) minggu, artinya perlu ada penanganan dari Poli THT.

Berikut merupakan beberapa penyebab dari gangguan pernapasan:

  • Tonsillitis (radang amandel)
  • Difteri (infeksi bakteri di tenggorokan)
  • Laringitis (radang pita suara)
  • Kanker nasofaring
  • Polip pita suara
  • Abses peritonsil (nanah pada amandel)

Umumnya, penanganan pada gangguan pernapasan di Poli THT diberikan melalui pemeriksaan laringoskopi, tes usap dan analisis sampel di laboratorium untuk mendeteksi adanya infeksi virus dan bakteri.

4. Tidur

Gangguan tidur biasanya ditandai dengan obstruktif sleep apnea (pernapasan berhenti beberapa kali ketika tidur), dengkuran yang berlangsung terus menerus, dan gangguan tidur lainnya. Gangguan-gangguan tersebut umumnya disebabkan oleh penyempitan di saluran pernapasan. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat oleh dokter spesialis di Poli THT.

5. Leher dan Kepala

Gangguan pada leher dan kepala biasanya disebabkan oleh masalah pada tulang tengkorak, rongga mulut, kelenjar tiroid dan paratiroid, kelenjar ludah, dan beberapa gangguan lain di kulit wajah. 

Pemeriksaan Poli THT

Dalam langkah evaluasi atau pemeriksaan, dokter spesialis THT akan melakukan beberapa hal, yaitu:

  • Menanyakan mengenai alasan pasien dirujuk atau berkunjung ke dokter THT.
  • Memeriksa penyebab dari pemeriksaan fisik dan tes lainnya. Hasil tes dapat selesai dan diumumkan dalam satu hari hingga dalam hitungan minggu.
  • Rekomendasi gaya hidup sehat dan konsumsi obat atau vitamin kesehatan.

Perlu diketahui bahwa gangguan pada telinga, hidung, dan tenggorokan merupakan kondisi yang rumit. Oleh karena itu, dokter spesialis THT biasanya merujuk pasien pada dokter spesialis lain, seperti dokter spesialis neurologi, spesialis alergi, ahli onkologi atau audiolog (jika pasien mengalami gangguan pendengaran). Semua dokter ini diharapkan dapat bekerja sama dalam menangani kondisi pasien.

Tindak Medis

Berikut merupakan beberapa tindak medis terhadap gangguan di area telinga, hidung, dan tenggorokan di Poli THT:

  • Audiometri (Pemeriksaan kemampuan pendengaran)
  • Esophagoscopy (Pemeriksaan dengan kamera yang disambung pada selang fleksibel ke dalam kerongkongan untuk menilai gangguan di tenggorokan)
  • Operasi Sinus dengan Endoskopi (Pemeriksaan sinusitis pada saluran hidung)
  • Tonsilektomi (Operasi untuk memotong dan mengeluarkan amandel dari tenggorokan)
  • Septoplasty (Operasi untuk memperbaiki posisi septum hidung dan sumbatan yang menghambat saluran pernapasan)
  • Trakeostomi (Prosedur untuk memperlancar saluran pernapasan yang tersumbat)
  • Timpano Mastoidektomi (Operasi untuk merekonstruksi dan menghilangkan inklusi epitel di bagian telinga tengah)
  • Operasi Tumor di Leher (Operasi untuk menghilangkan benjolan atau tumor  di area leher dan kepala)

Gangguan di area telinga, hidung, dan tenggorokan, khususnya seperti gejala yang disebutkan di atas, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di Poli THT.

RSU Bunda Margonda menyediakan layanan Poli THT yang telah dilengkapi dengan dokter spesialis yang profesional. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.










www.bunda.co.id

Rabu, 09 Maret 2022

Medical Check Up Berkala untuk Kesehatan Anda

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.10 with No comments

Medical check up adalah layanan pemeriksaan kesehatan tubuh secara menyeluruh yang mampu mengidentifikasi suatu penyakit atau gangguan dalam tubuh sejak dini. Melalui pemeriksaan ini, penyakit atau gangguan yang ditemukan dapat ditangani sebelum berkembang.

Mengevaluasi secara rutin faktor risiko Anda untuk berbagai kondisi medis, skrining kanker dan penyakit lain, dan menilai kebiasaan gaya hidup Anda akan membantu Anda tetap sehat sekaligus mengurangi risiko penyakit kronis atau yang mengancam jiwa.

Medical check up tidak hanya dibutuhkan untuk lansia, tetapi juga remaja dan dewasa yang sudah menginjak usia 18 tahun. Penting juga untuk melakukan pemeriksaan ini secara rutin, minimal 1 (satu) kali setahun. Reservasikan pemeriksaan Anda di unit-unit RS Bunda Group untuk mendapatkan pelayanan menyeluruh.

Persiapan Sebelum Melakukan Medical Check Up

Sebelum melakukan pemeriksaan ini, ada baiknya pasien mempersiapkan beberapa hal yang akan berguna untuk mengoptimalkan hasil dari medical check up. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut:

  • Membawa data medis yang pernah dilakukan sebelumnya (foto Rontgen atau hasil pemeriksaan kesehatan lainnya).
  • Memastikan sebelumnya dengan dokter terkait keperluan puasa atau berhenti konsumsi obat sebelum melakukan pemeriksaan.
  • Mengisi lembar kuesioner mengenai kondisi kesehatan sesuai dengan kondisi yang dirasakan pasien.
  • Mendata obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang digunakan.
  • Mengenakan pakaian yang nyaman. Tidak disarankan mengenakan perhiasan atau aksesoris lainnya yang menghambat pemeriksaan.
  • Ketika melakukan pemeriksaan, dianjurkan untuk didampingi oleh keluarga atau kerabat dekat.

Kondisi yang Dapat Anda Konsultasikan

Berikut merupakan beberapa skema yang bisa Anda konsultasikan ketika menjalankan pemeriksaan:

  • Gejala dan keluhan yang dirasakan.
  • Diet yang dijalani saat ini.
  • Riwayat kesehatan dan operasi.
  • Performa tubuh, ideal atau tidak.

Dianjurkan bagi Anda untuk mencatat terlebih dahulu hal-hal yang ingin dikonsultasikan agar tidak ada poin yang tertinggal. 

Prosedur Medical Check Up

1. Pemeriksaan Riwayat Medis

Pada tahap ini, dokter mewawancarai pasien dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan saat ini. Dokter juga akan memastikan riwayat medis yang pernah pasien dan keluarga alami sebelumnya. Pertanyaan yang umumnya ditanyakan oleh dokter adalah gaya hidup pasien dan jenis makanan yang sering dikonsumsi.

2. Pemeriksaan pada Tanda Vital Tubuh

Pemeriksaan ini meliputi frekuensi detak jantung, frekuensi pernapasan, tekanan darah, dan suhu tubuh.

3. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan ini fokus pada bagian fisik tubuh, kondisi tubuh, hingga kekuatan otot dengan mengarahkan pasien untuk melakukan aktivitas atau gerakan tertentu. Bagian tubuh fisik lain seperti mata, hidung, telinga, serta organ dalam juga diperiksa menggunakan otoskop dan stetoskop. Selanjutnya, terdapat juga pemeriksaan sesuai dengan jenis kelamin pasien. Masing-masing jenis kelamin akan mendapatkan pemeriksaan yang berbeda.

4. Pemeriksaan Penunjang Guna Memperkuat Diagnosis

Setelah mendapatkan data yang diperlukan melalui ketiga pemeriksaan di atas, dokter juga melakukan pemeriksaan penunjang guna memperkuat diagnosis apabila diperlukan. Pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan menggunakan pencitraan (USG atau Rontgen), analisis laboratorium, rekam jantung (elektrokardiografi), dan pap smear.

Ragam Jenis Pemeriksaan Medical Check Up

Terdapat berbagai jenis pemeriksaan yang dapat Anda lakukan ketika melakukan medical check up. Berikut merupakan pemeriksaan-pemeriksaan yang tersedia:

  • Blood Pressure Test (Tekanan Darah)
  • Cholesterol Level Test (Tes Kadar Kolesterol)
  • Blood Glucose Test (Tes Kadar Gula Darah)
  • Tes Kesehatan Jantung
  • Tes Kesehatan Mata
  • Pap Smear (Tes Kanker Serviks)
  • Mammogram Test (Tes Kanker Payudara)Tes Kesehatan Kulit
  • Tes Kesehatan Telinga
  • Uji Kesehatan Gigi
  • Pemeriksaan Kesehatan Tulang
  • Kolonoskopi (Tes Kanker Usus Besar)
  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas, berdasarkan indeks massa tubuh Anda
  • Penggunaan tembakau
  • Alkohol dan penyalahgunaan narkoba
  • Depresi
  • Skrining HIV untuk orang dewasa berusia 15 hingga 65 tahun dan siapa saja yang berisiko tinggi
  • Diabetes tipe 2 untuk siapa saja dengan faktor risiko atau riwayat keluarga
  • Kanker kolorektal mulai dari usia 50
  • Kanker paru-paru dengan CT scan dosis rendah tahunan untuk orang dewasa berusia 55 hingga 80 tahun yang saat ini merokok atau telah merokok dalam 15 tahun terakhir

Pemeriksaan yang Wajib Dilakukan

Bagi Wanita:

  • Skrining bagian intim untuk wanita usia dewasa 
  • Mammogram untuk skrining kanker payudara pada usia 50 dan 74 tahun
  • Pap smear untuk skrining kanker serviks pada usia 21 dan 65 tahun
  • Skrining kolesterol tinggi (untuk usia 45 dan ke atas)
  • Skrining osteoporosis (untuk usia 65 dan ke atas)

Bagi Pria:

  • Skrining aneurisma aorta perut untuk pasien berusia 65 hingga 75 tahun dengan riwayat merokok
  • Pemeriksaan prostat umumnya tidak disarankan, tetapi dokter mungkin akan merekomendasikannya sejak usia 50 tahun
  • Skrining kolesterol tinggi untuk pasien dari usia 35

Medical check up memiliki peran penting dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatan Anda. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group dan reservasi kunjungan Anda. Untuk informasi dan layanan kesehatan lainnya, dapat Anda temukan di sini.










www.bunda.co.id

Rabu, 26 Januari 2022

7 Gangguan Haid Paling Umum, Jangan Disepelekan!

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.32 with No comments

Gangguan haid atau menstruasi merupakan salah satu indikasi bahwa kondisi kesehatan sedang dalam keadaan kurang baik.

Gangguan Haid Paling Umum

Berikut ini adalah tujuh gangguan haid dan perlu diketahui, antara lain.

1. Dismenore: Kram di Perut saat Menstruasi

Jika Anda sedang mengalami gangguan haid berupa keluhan kram dan rasa tidak nyaman di bagian pinggul pada saat haid, Anda mungkin sedang mengalami Dismenore. Gangguan ini juga disertai dengan gejala perut kembung, diare, mual dan muntah, sakit kepala, pusing, dan tubuh lemah, lesu, juga tidak bertenaga.

2. Menorrhagia: Pengeluaran Darah Menstruasi Berlebih

Kalau Anda mengeluarkan darah saat haid dengan jumlah lebih banyak daripada biasanya, besar kemungkinan Anda mengalami Menorrhagia. Menorrhagia merupakan gangguan haid yang menyebabkan jumlah darah yang keluar saat haid berlangsung lebih dari 7 hari. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

3. Kelainan Siklus Menstruasi yang Tidak Biasa

Kelainan siklus menstruasi merupakan bergantinya aturan yang biasa Anda temui secara alami dalam menstruasi. Hal ini juga umum terjadi dan sudah banyak cara penanganannya di berbagai rumah sakit atau klinik.

4. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

PMDD membuat kondisi emosional dan fisik berubah drastis, namun masih lumrah terjadi dan banyak cara untuk menanganinya. PMDD disebabkan oleh penurunan produksi serotonin akibat fluktuasi hormon menjelang menstruasi. Gangguan ini cukup berbahaya jika penderita memiliki riwayat depresi pasca-melahirkan atau baby blues, atau depresi.

5. Menometroragia: Pendarahan Diluar Siklus Haid yang Tidak Biasa

Untuk gangguan haid satu ini, jika mengalaminya segeralah konsultasikan ke dokter agar ditindaklanjuti. Menometroragia adalah kelainan pada siklus pendarahan dari rahim yang abnormal dan tidak teratur, muncul di waktu yang tidak terduga dan dalam periode waktu yang sering.

6. Kondisi Patologis Terkait Masalah Menstruasi

Gangguan ini umumnya berwujud ketegangan sebelum haid (premenstrual tension) sekitar seminggu sebelum dan sesudah haid. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan estrogen dan progesterone menjelang haid. Ketegangan ini umum terjadi pada wanita umur 30-40 tahun, dan pengobatannya bergantung pada keadaan dan memerlukan konsultasi dengan ahli.

7. Amenorea: Tidak Mengalami Haid

Sedangkan penyebab amenorea sekunder meliputi kehamilan, menyusui, menopause, penurunan berat badan berlebih, penyakit tertentu (seperti penyakit tiroid, Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), dan tumor otak di bagian kelenjar pituitari atau hipofisis, gangguan rahim (miom atau polip dalam rahim), stres berat, efek samping obat-obatan (kemoterapi, obat penunda haid, dan antidepresan), penggunaan kontrasepsi (pil KB, KB suntik, dan IUD), malnutrisi serta olahraga yang berlebih.

Gangguan haid merupakan hal yang umum terjadi bagi siapapun yang memiliki rahim, namun jika gangguan yang dialami memiliki dampak signifikan pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari Anda, segera periksakan diri Anda ke layanan medis terdekat sebagai tindak pencegahan masalah kesehatan lebih lanjut. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group.  








www.bunda.co.id

Senin, 10 Januari 2022

Hipertensi Emergensi, Kondisi Darurat yang Butuh Tindakan Cepat

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.47 with No comments

Hipertensi emergensi termasuk ke dalam jenis krisis hipertensi yang terjadi dengan lonjakan tekanan darah yang sangat tinggi secara tiba-tiba. Kondisi ini masuk ke dalam kategori darurat medis yang harus segera ditangani karena dapat berakibat fatal. Kondisi hipertensi ini tidak dapat diprediksi kapan akan menyerang, karena bisa terjadi kapan saja. Tekanan darah penderita bisa mencapai 180/120 mmHg, atau bahkan lebih.

Krisis hipertensi ini juga bisa menyebabkan kerusakan organ dan berbagai penyakit komplikasi. Oleh sebab itu, diperlukan penanganan cepat agar risiko kerusakan organ dan komplikasi dapat dihindari.

Gejala Hipertensi Emergensi yang Perlu Diketahui

Biasanya penderita jenis hipertensi emergensi ini tidak menyadari gejala-gejala spesifik. Hal ini dikarenakan kemunculannya secara tiba-tiba. Namun lain halnya jika Anda sudah mengalami kerusakan organ.

Gejala yang biasanya dirasakan ketika terdapat kerusakan organ adalah:

  • Sakit kepala yang terasa tiba-tiba sebelum terjadinya lonjakan tekanan darah.
  • Gangguan terhadap penglihatan, biasanya penglihatan mulai kabur.
  • Nyeri dada hingga sesak nafas.
  • Perut terasa mual dan tidak jarang menyebabkan muntah.
  • Pembengkakan atau penumpukan cairan pada jaringan tubuh tertentu.
  • Mengalami mati rasa atau anggota tubuh terasa lemas.
  • Perubahan kondisi mental seperti tiba-tiba mengalami kebingungan.
  • Penurunan kesadaran.
  • Mengalami kejang.
  • Kesulitan dalam berbicara.
  • Punggung terasa sakit.

Penyebab dari Hipertensi Emergensi

Salah satu penyebab utama salah satu jenis krisis hipertensi ini adalah kelalaian penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat. Hipertensi merupakan suatu penyakit yang memerlukan pengontrolan seumur hidup. Jika pasien tidak disiplin dalam meminum obat, maka kondisinya akan semakin buruk. Hal ini yang menyebabkan tekanan darah naik tidak terkendali secara tiba-tiba.

Selain itu terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan penyakit hipertensi emergensi, yakni:

  • Mengkonsumsi obat simpatomimetik atau obat peningkat tekanan darah sementara, seperti dekongestan.
  • Menderita penyakit gangguan saraf pusat yang dapat memicu tekanan darah tinggi. Di antaranya adalah perdarahan intrakranial atau stroke.
  • Adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru, sehingga fungsinya terganggu.
  • Lapisan dalam dinding aorta mengalami kerusakan sehingga adanya gangguan dalam peredaran darah.

Risiko Kerusakan Organ Akibat Hipertensi Emergensi

Seperti yang sudah dibahas, penyakit ini menyebabkan kerusakan pada organ. Berikut ini adalah organ yang berisiko mengalami kerusakan saat Anda menderita tekanan darah tinggi emergensi:

  • Kerusakan fungsi otak
  • Jantung
  • Ginjal

Kerusakan pada organ-organ tersebut memicu terjadinya komplikasi penyakit yang fatal dan serius seperti edema paru, eklampsia, angina, stroke, kerusakan mata, gagal ginjal, diseksi aorta, hingga gagal jantung.

Kapan Harus ke Dokter?

Saat Anda mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas, maka harus segera ke dokter dan datang ke layanan gawat darurat agar segera ditangani. Penanganan yang cepat akan mengurangi risiko fatalnya.

Prosedur Diagnosis Hipertensi Emergensi

Dokter akan mendiagnosis penyakit ini dengan mengukur tekanan darah hingga beberapa kali. Jika hasilnya berada di angka 180/120 mmHg atau lebih, Anda perlu segera menerima perawatan medis.

Selain pengukuran tekanan darah, dokter juga akan menggunakan elektrokardiogram (EKG), urinalisis, CT Scan, dan tes darah.

Langkah Penanganan yang Biasanya Dilakukan Oleh Dokter

Anda akan mendapatkan perawatan intensif dan ketat jika terdiagnosa mengalami tekanan darah tinggi emergensi. Langkah penanganan yang akan dilakukan oleh dokter adalah:

  • Pemantauan kondisi fisik untuk mengevaluasi kondisi keseluruhan.
  • Pemberian obat antihipertensi, baik secara suntikan atau infus.
  • Jika terjadi kerusakan organ tubuh parah, maka akan diberikan alat bantu medis.

Perubahan Gaya Hidup dan Pola Makan

Perubahan gaya hidup dan pola makan sangat diperlukan di samping pengobatan secara medis. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit ini kambuh lagi di lain waktu. Anda harus mulai rutin berolahraga dan mengontrol pola makan, seperti dengan mengurangi konsumsi garam dan makanan berkolesterol tinggi.








www.bunda.co.id

Sabtu, 27 November 2021

Medical Check Up Rutin, Wujud Kepedulian Terhadap Diri Sendiri

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.08 with No comments

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau yang sering dikenal sebagai Medical Check Up, merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan. Medical Check Up adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap kesehatan tubuh baik dengan pemeriksaan fisik okeh dokter maupun dengan pemeriksaan alat bantu diagnostik untuk menentukan kondisi dan fungsi organ dan sistem dalam tubuh.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang menyadari pentingnya melakukan Medical Check Up. Salah satunya adalah CEO PT Telkomsel, Hendri Mulya Syam yang mengajak serta keluarganya untuk melakukan Medical Check Up lengkap di RSU Bunda Jakarta pada hari Sabtu, 27 November 2021. Medical Check Up dilakukan oleh Hendri dan keluarga guna mengetahui kondisi terkini kesehatan masing-masing anggota keluarga. Hal tersebut juga dilakukan untuk mempersiapkan diri dalam menyambut tahun baru 2022 yang lebih sehat dan prima.

Pemeriksaan lengkap pada Medical Check Up terdiri dari pemeriksaan fisik, analisis darah, EKG, treadmill, CT Scan, MRI maupun alat diagnostik lainnya untuk menilai status kesehatan secara komprehensif. Hasil dari Medical Check Up seringkali dijadikan acuan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan dini bila ada penyakit atau gangguan yang terdeteksi. Dengan demikian, Medical Check Up memungkinkan seseorang bisa lebih memahami kesehatannya serta mengetahui perawatan yang diperlukan di masa mendatang.