Tampilkan postingan dengan label maternity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maternity. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Agustus 2023

Bukan Hanya Ibu Hamil, Kondisi ini Memerlukan Penanganan Poli Obgyn

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.27 with No comments

Poli obgyn adalah bagian layanan di rumah sakit atau di klinik yang dijalankan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter obgyn. Dokter obgyn memiliki gelar SpOG juga sering disebut sebagai dokter kandungan, dan juga masalah-masalah lain terkait kesehatan reproduksi wanita menjadi pekerjaan dokter obgyn. Anda dapat mengunjungi pihak poli tersebut meski tidak sedang hamil dan hal tersebut disarankan untuk setiap wanita.

Kondisi yang Dapat Ditangani Poli Obgyn

Dokter obgyn bekerja untuk mengobati dan memeriksa kandungan, juga masalah-masalah lain yang berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita, seperti:

  • Masalah menstruasi dan menopause, penyakit menular seksual, gangguan kesehatan seksual, dan masalah pada organ reproduksinya. 
  • Masalah kesuburan wanita.
  • Diagnosa dan mengobati masalah hormon terkait reproduksi wanita. 
  • Menangani masalah pendarahan setelah melahirkan.
  • Melakukan pemeriksaan terkait masalah kehamilan, serta menangani kasus gawat darurat dalam persalinan.

Tindakan yang Dapat Dilakukan Spesialis Obgyn

Dokter obgyn dituntut agar bisa melakukan berbagai macam tindakan medis terkait persalinan. Beberapa tindakan yang dilakukannya seperti pembedahan masalah reproduksi wanita dan melakukan konsultasi sebelum dan sesudah mengalami persalinan. Berikut ini berbagai tindakan yang dapat dilakukan spesialis obgyn untuk membantu permasalahan wanita, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan organ reproduksi wanita, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang terkait kanker pada sistem reproduksi wanita.
  • Melakukan biopsi atau pengambilan jaringan rahim (leher rahim), juga melakukan konsultasi terkait alat untuk mencegah kanker serviks. Selain itu, dokter obgyn juga dapat melakukan konsultasi terkait masalah kehamilan dan perawatannya sebelum melahirkan.
  • Melakukan proses persalinan dan perawatannya setelah melahirkan, sekaligus perawatan payudara guna bisa mengoptimalkan ASI setelah melahirkan.
  • Melakukan pembedahan histerektomi (prosedur medis pengangkatan rahim), miomektomi (prosedur pembedahan untuk mengangkat tumor fibroid pada uterus) dan tubektomi atau ligasi tuba (prosedur pemotongan atau penutupan saluran indung telur ovarium) pada sistem reproduksi wanita.
  • Konsultasi terkait tindakan inseminasi buatan atau bayi tabung.

Kapan Harus ke Dokter Obgyn?

Anda tidak perlu sedang hamil atau memiliki masalah sistem reproduksi untuk berkunjung ke poli obgyn. Wanita yang sehat dan tidak hamil juga bisa melakukan pemeriksaan terkait sistem reproduksi sebagai tindakan preventif dan juga untuk meningkatkan kesehatan diri sejak dini. Umumnya, Anda dapat melakukan pemeriksaan ke poli obgyn dilakukan setiap lima tahun sekali. Untuk wanita di atas 21 tahun dan aktif melakukan hubungan seksual untuk menjaga kesehatan dan mencegah masalah terkait organ reproduksi.

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau belum mengalami menstruasi setelah dewasa, Anda dapat mengunjungi poli obgyn untuk mendapatkan penanganan dengan segera terkait masalahnya tersebut.

Perbedaan Obstetri dan Ginekologi

Perbedaan obstetri dan ginekologi terletak pada fokus keilmuannya. Obstetri adalah cabang kedokteran yang fokus pada kehamilan dan persalinan, sejak sebelum, selama, hingga setelah seorang wanita melahirkan. Sedangkan ginekologi berfokus pada kesehatan tubuh dan organ reproduksi wanita. Ginekologi juga mendiagnosis, menangani, dan merawat pasien yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi. Meskipun keduanya memiliki perbedaan dalam fokus keilmuan, namun lingkup kerja kedua bidang ini termasuk dalam masalah kesehatan terbesar pada wanita.

Keduanya sering digunakan dalam satu spesialisasi kedokteran yang disebut dengan Obgyn. Karena kesehatan kehamilan serta organ reproduksi merupakan salah satu aspek kesehatan terpenting, Anda perlu mendapatkan konsultasi yang menyeluruh dan akurat agar dapat meningkatkan kualitas kesehatan Anda dengan maksimal. Salah satunya adalah dengan pemeriksaan berkala di poli obgyn.

Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya.  











www.bunda.co.id

Rabu, 02 Agustus 2023

Mengenal Apa Itu Tes AMH untuk Mendukung Program Kehamilan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 14.24 with No comments

Salah satu langkah untuk mendukung keberhasilan program kehamilan adalah dengan melakukan tes AMH. AMH sendiri merupakan kepanjangan dari anti-mullerian hormone, yakni berfungsi mengukur kadar hormon anti mullerian dalam darah. 

Pemeriksaan AMH dapat dilakukan baik kepada pria maupun wanita. Hormon tersebut dihasilkan oleh organ reproduksi sejak lahir. Laki-laki menghasilkan AMH dalam jumlah tinggi sejak bayi hingga masa pubertas.

Sementara pada wanita, jumlah hormon anti mullerian yang dihasilkan saat sebelum puber hanya sedikit. Kadarnya akan meningkat ketika wanita memasuki masa pubertas dan menurun kembali saat menopause.  Jika Anda ingin melakukan tes AMH, silahkan reservasikan kunjungan Anda ke unit-unit RS Bunda Group terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh dan detil.

Pengertian Tes AMH

Lantas, apa yang dimaksud dengan tes Anti-Mullerian Hormone? Berkaitan dengan program kehamilan, pemeriksaan satu ini seringkali dilakukan untuk keperluan program bayi tabung atau fertilisasi in vitro. 

Program ini banyak dilakukan oleh pasangan suami istri yang mengalami kesulitan mendapatkan kehamilan. Pada program bayi tabung, pemeriksaan AMH dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui cadangan sel telur (ovum) yang dimiliki calon ibu. 

Dengan mengetahui cadangan ovum pada calon ibu, dokter bisa memperkirakan tingkat keberhasilan program bayi tabung secara lebih akurat. Melalui tes cadangan ovum, dokter bisa melihat bagaimana kualitas serta kuantitas sel telur calon ibu.

Apabila cadangannya tinggi serta kualitasnya baik, maka tingkat keberhasilan program bayi tabung juga tinggi. Anda perlu melakukan tes AMH jika ingin melakukan program hamil dengan bayi tabung.

Tujuan Tes

Secara umum, tes ini bisa dilakukan pada siapa saja, namun bagi orang dengan kondisi kelainan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pemeriksaan AMH dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien, sehingga pada dua kondisi di atas memerlukan penanganan tersendiri. 

Pada dasarnya, pemeriksaan yang dilakukan dengan pengambilan sampel darah tersebut bukan hanya bertujuan untuk mendukung program kehamilan, namun tetapi juga bisa diaplikasikan pada kondisi lainnya. Pemeriksaan Anti Mullerian Hormone juga digunakan untuk tujuan berikut ini:

Memprediksi masa menopause dan penyebab menopause dini pada wanita
Mencari tahu penyebab tidak menstruasi
Membantu diagnosis PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)
Pemeriksaan pada kasus ambiguous genitalia
Memantau pasien kanker ovarium

Persiapan, Prosedur dan Komplikasi

Sebelum melakukan pemeriksaan apapun, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana langkah persiapan, prosedur, hingga risiko komplikasi. Berikut adalah penjelasan lengkapnya. 

1. Persiapan Tes AMH

Tidak ada persiapan secara khusus yang diperlukan sebelum melakukan tes ini. Namun apabila dilakukan untuk mendukung program bayi tabung, maka tes hormon AMH perlu berjalan dengan rangkaian pemeriksaan lainnya.

Tes tersebut diantaranya meliputi pemeriksaan penyakit infeksi, kondisi uterus, analisis semen pria, tes hormon FSH, LH, serta hormon lainnya. Pemeriksaan tersebut dijalankan pra prosedur pengambilan sel telur untuk dibuahi.

2. Prosedur Tes AMH

Pemeriksaan Anti Mullerian Hormone dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien untuk kemudian menganalisisnya. Untuk keperluan mendukung program hamil, maka pasien dalam hal ini adalah calon ibu. 

Pertama-tama, tenaga medis akan mengikat lengan atas pasien dengan tujuan memperlambat aliran darah pada vena. Setelah itu, tenaga medis membersihkan area yang akan disuntuk untuk mengambil sampel darah menggunakan antiseptik. 

Setelah itu, tenaga medis menyuntikkan jarum steril ke pembuluh vena untuk mengambil sampel darah. Sampel darah tersebut disimpan dalam tabung tertentu yang diberi zat khusus sehingga darah awet dan tidak membeku. 

Apabila sampel sudah cukup, maka jarum dicabut dari area penyuntikan. Kemudian area tersebut dipasangi perban steril untuk menghindari infeksi maupun perdarahan. Tabung berisi sampel darah selanjutnya akan dianalisis di laboratorium.

3. Komplikasi Tes AMH

Pemeriksaan Anti Mullerian Hormone adalah prosedur sederhana dan umum dilakukan. Meski demikian, ada beberapa risiko yang jarang terjad,i namun masih mungkin Anda alami karena melibatkan pengambilan sampel darah. Risiko tersebut antara lain:

  • Rasa nyeri serta lebam di area penyuntikan
  • Infeksi 
  • Perdarahan
  • Penumpukan darah di bawah kulit (hematoma)
  • Pingsan

Tujuan Adanya Pemeriksaan Tes AMH

Pada saat menjalankan program hamil dengan fertilitas in vitro atau bayi tabung, calon ibu memerlukan tes anti mullerian hormone untuk mengetahui bagaimana kuantitas serta kualitas ovariumnya.

Sehingga kemampuan ovarium menghasilkan sel telur berkualitas dan dapat dibuahi oleh sperma dapat diprediksi secara lebih akurat. Pada pasangan yang sulit mendapatkan kehamilan, terkadang penyebabnya adalah pada masalah kesuburan dan kualitas sel telur. 

Melalui tes ini, jumlah sisa sel telur serta tingkat kesuburan dapat diperkirakan. Selain untuk program hamil, pemeriksaan AMH juga berguna untuk keperluan lainnya. Seperti diagnosis PCOS, penyebab tidak menstruasi, hingga penyebab menopause dini. 

Wanita dengan gejala PCOS atau polycystic ovary syndrome juga direkomendasikan melakukan tes satu ini. Gejala-gejala pada wanita dengan PCOS antara lain gangguan menstruasi, timbul jerawat, hingga kenaikan berat badan. 

Tes hormon AMH penting untuk mengetahui kemungkinan kesuksesan program bayi tabung yang akan dijalani. Reservasikan pemeriksaan Anda ke rumah sakit dengan spesialis kandungan dan fertilitas seperti unit-unit RS Bunda Group. Bila ingin mengetahui lebih lanjut, Anda juga bisa berkonsultasi pada ahli  atau dokter pilihan. Kunjungi laman jadwal dokter dan pilih waktu kunjungan Anda, atau laman informasi kami untuk pelayanan kesehatan lainnya.















Senin, 04 April 2022

Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.50 with No comments

Saat ini dunia sedang dilanda Pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Penyakit ini adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Corona SARS-CoV-2 yang mengakibatkan sindrom pernafasan akut yang parah. Covid pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, Cina, dan sejak itu menyebar secara global, mengakibatkan pandemi yang berkelanjutan. Bagaimana kondisi kehamilan dapat melewati masa ini dengan lebih aman?

Penularan Covid-19 hanya dari manusia ke manusia melalui droplets yang bisa berasal dari batuk dan bersin penderita. Sebagian besar kasus menghasilkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (asimptomatik), dan sekitar 10-15% perkembangan menjadi bentuk yang tidak biasa dari sindrom pernapasan akut (ARDS).

Sindrom ini kemungkinan dipicu oleh badai sitokin, kegagalan multi organ, syok septik, dan pembekuan darah, terutama pada pasien yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) sebelumnya dan lanjut usia. Gejala umum termasuk demam, batuk, kelelahan, sesak napas, nyeri kepala dan kehilangan indra penciuman (Anosmia). Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala (masa inkubasi) biasanya sekitar lima hari tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari.

Apakah Ibu Hamil Beresiko Terkena Covid-19?

Menurut WHO, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengerti lebih dalam dampak infeksi Covid-19 pada wanita hamil. Data penelitian masih terbatas, sehingga untuk saat ini belum ada bukti bahwa ibu hamil lebih beresiko dibandingkan populasi umum.

Meskipun demikian, Anda perlu tetap berhati-hati kehamilan itu sendiri membuat perubahan-perubahan di dalam tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Data juga mengatakan bahwa dalam masa kehamilan, orang dapat sangat terpengaruh oleh beberapa infeksi saluran pernafasan. Hasil ini melaporkan kemungkinan gejala-gejala yang tidak jauh berbeda dengan populasi umum ke penyedia layanan kesehatan.

The New England Journal of Medicine juga melaporkan hasil swab screening universal untuk SARS-CoV-2. Dari hasil tersebut, wanita yang akan melahirkan di RS memiliki 84,6% hasil negatif, 13,5% hasil positif (tanpa gejala), dan 1,9% hasil positif dengan gejala.

Data ini menunjukkan potensi penularan dari ibu hamil kepada pasien lain dan tim medis yang membantu persalinan. Dengan demikian, sangat penting untuk rumah sakit melakukan screening pada setiap pasien dan memandu tim medis dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Bagaimana Ibu Hamil Melindungi Diri Terhadap Covid-19? 

Ibu hamil melindungi diri dari infeksi Covid-19 dengan melakukan pencegahan yang sama seperti populasi umum. Ibu hamil juga dianjurkan untuk menunda periksa kehamilan rutin kecuali keadaan darurat.

Anda direkomendasikan juga untuk mengkonsumsi Vitamin C, Vitamin D dan Zinc (Seng). Lakukan olahraga dan berjemur di pagi hari untuk memperoleh vitamin D dari paparan sinar matahari yang bisa membantu penyerapan Calcium dalam tubuh dan meningkatkan fungsi sel – sel imun tubuh. Olahraga sendiri tetap perlu untuk tetap menjaga sirkulasi kardiovaskuler dan otot – otot panggul lebih rileks.

Kapan Ibu Hamil Harus Memeriksakan Kehamilannya?

Untuk melindungi ibu hamil dari virus corona, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Jakarta Raya (POGI JAYA) menyarankan ibu hamil untuk menunda pemeriksaan rutin ke rumah sakit sementara waktu di masa-masa pandemi ini kecuali mengalami keadaan darurat. Jika memungkinkan, ibu hamil juga dapat memanfaatkan layanan Telemedicine untuk melakukan komunikasi dengan dokter yang bersangkutan tanpa harus ke rumah sakit.

Keadaan darurat kebidanan merupakan kondisi yang harus ditangani segera antara lain seperti perdarahan, kontraksi/nyeri perut hebat, pecah ketuban, mual dan muntah yang hebat, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, kejang dan tidak merasakan gerakan janin.

Apakah ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 bisa menularkan  ke bayi didalam kandungan?

Sampai saat ini belum ada bukti adanya transmisi vertikal dari ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 terhadap bayi yang dikandungnya. WHO juga mengatakan bahwa tidak ditemukan virus aktif pada sampel cairan ketuban dan air susu ibu (ASI). Meskipun demikian, Anda tetap harus berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

Syarat Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil

1. Suhu Tubuh 

Seperti peserta vaksin pada umumnya, ibu hamil yang hendak divaksin suhu tubuhnya harus di bawah 37,5 derajat Celsius. 

2. Tekanan Darah 

Tekanan ibu hamil harus di bawah angka 140/90 mmHg. Apabila hasilnya di atas 140/90 mmHg, maka dilakukan pengukuran ulang dengan jeda waktu minimal 10 menit. Jika masih tinggi, harus ditunda. 

3. Usia Kehamilan 

Usia kandungan ibu hamil harus setidaknya berada di trimester kedua, atau di atas 13 minggu. 

4. Tidak Ada Tanda-Tanda Preeklamsia 

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang terjadi karena adanya kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine. 

Tanda-tanda Preeklamsia meliputi kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah di atas 140/90 mmHg.

5. Tidak Memiliki Riwayat Alergi Berat 

Ibu hamil yang memiliki riwayat alergi berat juga harus menunda jadwal vaksinnya. Ciri reaksi alergi berat adalah seperti sesak napas, bengkak, atau bidur (titik atau bentol) di seluruh tubuh. 

6. Ibu Hamil Dengan Penyakit Penyerta Atau Komorbid 

Bagi ibu hamil yang memiliki penyakit seperti jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal kronik, atau penyakit liver sudah harus dalam keadaan terkontrol dan tidak ada komplikasi akut. 

7. Ibu Hamil Dengan Penyakit Autoimun

Ibu hamil yang mengidap autoimun atau tengah menjalani pengobatan seperti lupus, juga harus dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut. 

8. Tidak Sedang Menjalani Pengobatan 

Terhadap ibu hamil yang sedang menjalani terapi pengobatan khusus seperti gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk atau transfusi darah juga tidak diperkenankan menjalani vaksinasi hingga masa pengobatan selesai. 

9. Tidak Sedang Menerima Pengobatan Imunosupresan 

Ibu hamil dengan kondisi ini tidak dapat melakukan vaksin karena obat-obatan dikonsumsinya dapat melemahkan sistem imun tubuh. Contoh pengobatan imunosupresan adalah kortikosteroid dan kemoterapi. 

10. Tidak Terkonfirmasi Positif Covid-19 

Terakhir, ibu hamil juga tidak boleh dalam keadaan terinfeksi Covid-19. Jika pernah terinfeksi, minimal ibu hamil sudah negatif dalam waktu 3 bulan.

Untuk keamanan, Anda dapat memeriksakan diri ke rumah sakit yang menyediakan layanan telemedicine seperti unit-unti RS Bunda Group. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.
















Rabu, 16 Februari 2022

Poli OBGYN untuk apa? Berikut Perbedaan Obstetri dan Ginekologi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.33 with No comments

Pada dasarnya OBGYN adalah unit kesehatan yang mengatasi semua masalah wanita terkait persalinan sampai ke organ reproduksi wanita. Klinik atau dokter spesialis ini sendiri dibagi ke dalam dua jenis sub spesialis, yaitu Obstetri dan Ginekologi. 

Obstetri adalah ilmu yang mempelajari tentang persalinan atau kehamilan baik itu dari proses konsultasi sebelum pembuahan sampai ke proses melahirkan. Sedangkan Ginekologi lebih dikhususkan ke ilmu organ reproduksi wanita seperti rahim, vagina, ovarium serta tuba falopi. Karena kedua ilmu ini berkaitan, poliklinik spesialis janin dan wanita akhirnya terbentuk dan sampai sekarang dikenal sebagai Poli OBGYN 

Pemeriksaan Obstetri Selama Masa Kehamilan

Berikut ini adalah sejumlah tugas yang dijalankan selama dokter Poli OBGYN memantau dan memeriksa pasiennya:

  • Memantau kesehatan dan perkembangan janin dengan menggunakan alat khusus yang biasa dikenal dengan USG (Ultrasonografi) secara rutin.
  • Memeriksa kondisi Bunda dan janin untuk memastikan bahwa nutrisi yang diberikan kepada anak cukup.
  • Memeriksa kondisi khusus yang dapat menimbulkan masalah untuk janin dan Bunda, seperti tekanan darah hingga kelainan genetik.
  • Memberikan arahan mengenai keluhan selama masa kehamilan.
  • Menjawab pertanyaan mengenai konsultasi seputar janin, kehamilan, masa persalinan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk kedepannya.
  • Memastikan kapan waktunya anak akan dilahirkan dengan proses persalinan yang telah direkomendasikan.

Poli OBGYN juga menjadi tempat untuk pasien mengkonsultasikan seputar kesehatan wanita ataupun Bunda serta janin. Poli ini juga melayani berbagai macam pemeriksaan terkait alat reproduksi wanita, sehingga wanita pada usia awal pubertas juga boleh mengunjungi poli ini untuk mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki usia dewasa. 

Masalah Kesehatan Organ Reproduksi Wanita

Selain mengatasi masalah kandungan, klinik Poli OBGYN juga mengatasi tipe gangguan di sistem reproduksi wanita. Ahli ginekologi memiliki prioritas untuk menangani semua jenis masalah yang dihadapi oleh wanita baik itu fisik atau psikologis. Berikut beberapa hal yang biasanya ditangani langsung oleh dokter sub spesialis ginekologi di dalam klinik OBGYN:

  • Masalah kesuburan.
  • Mengatasi masalah seputar menstruasi dan menopause.
  • Merencanakan program keluarga berencana.
  • Mengatasi masalah seputar disfungsi seksual.
  • Menyarankan penggunaan kontrasepsi dan sterilisasi saat berhubungan.
  • Mengatasi masalah yang berhubungan dengan penyakit menular tentang seksual.
  • Mengatasi masalah seputar tumor jinak dalam sistem reproduksi wanita seperti fibroid, kanker, atau kista ovarium.

Poli OBGYN untuk Apa Saja?

Masalah kesehatan memang perlu diperhatikan dengan lebih seksama apalagi jika berhubungan dengan sistem reproduksi. Sekarang ini klinik OBGYN bisa dikunjungi oleh siapa saja jika memang menghadapi kendala-kendala seperti berikut ini:

  • Pendarahan menstruasi tidak normal
  • Memeriksa kista dan fibroid rahim (pertumbuhan massa yang bersifat non-kanker di dalam rahim atau di luar rahim)
  • Menghadapi masalah pada bagian panggul
  • Butuh konsultasi mengenai program kehamilan
  • Butuh pengobatan masalah kesuburan atau infertilitas
  • Konsultasi jika aktif berhubungan seksual secara rutin
  • Memeriksakan masalah pada organ wanita

Sebenarnya, jika ditanyakan Poli OBGYN untuk apa, terdapat banyak ragam jawaban yang tentunya juga dapat menguntungkan Anda jika dijawab dengan tepat dan akurat. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya. genai layanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan Anda.










www.bunda.co.id

Senin, 31 Januari 2022

Waspada Hipertensi Dalam Kehamilan: Berbahaya!

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.35 with No comments

Hipertensi dalam kehamilan bisa membahayakan ibu hamil dan janinnya. Hipertensi pada Bunda hamil umum dialami pada usia 20 minggu, bisa juga terjadi di awal kehamilan. Untuk menghindari penyakit tersebut, Anda harus tahu mengenai faktor penyebab, pemeriksaan, sampai dampak terbesar untuk janin. Berikut adalah penjelasannya.

Faktor Penyebab dan Gejala Hipertensi dalam kehamilan

Pertama dimulai dari faktor penyebab terjadinya hipertensi dalam kehamilan adalah gaya hidup Bunda. Kurangnya asupan nutrisi dan gizi dari standar dokter dapat memicu kondisi hipertensi pada Bunda hamil. Tubuh yang dipenuhi lemak juga dapat menutup aliran pembuluh darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras sehingga meningkatkan tekanan darah.

Usia juga dapat memicu kondisi ini. Wanita berusia 35 tahun ke atas mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan umur 25 tahun. Untuk mengatasinya, Bunda hamil harus mematuhi instruksi dokter mulai dari asupan makan, kegiatan, sampai bagaimana pola tidurnya untuk mengurangi risiko.

Selanjutnya, bisa juga disebabkan dari kehamilan itu sendiri. Umumnya kehamilan anak pertama lebih sering menghasilkan tekanan darah tinggi pada Bunda dibandingkan kehamilan kedua atau ketiga. Pada kehamilan anak kembar, risikonya menjadi naik dua kali lipat karena tubuh bekerja dua kali lebih keras dari biasanya, termasuk saat memompa aliran darah.

Pemeriksaan

Hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah dengan konsumsi resep obat dokter agar tekanan tersebut menurun. Pemantauan juga dilakukan selama 24 jam agar dokter dapat mengetahui perkembangannya setiap menit. Pemeriksaan juga dilakukan dengan berbagai obat herbal sesuai dengan saran dokter.

Anda juga dapat mencegah hipertensi dengan berolahraga rutin. Senam khusus untuk Bunda hamil merupakan salah satu rutinitas fisik yang menyehatkan dan aman bagi Bunda hamil. Senam sebaiknya dilakukan dengan pantauan medis juga dibimbing oleh profesional sehingga Anda dapat menuai hasil yang maksimal bagi kesehatan Anda dan janin.

Dampak Bagi Janin

Hipertensi dalam kehamilan menimbulkan berbagai macam risiko berbahaya seperti perlambatan pertumbuhan janin. Kondisi ini disebabkan karena sulit dan melambatnya oksigen serta nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh Bunda. Hipertensi pada Bunda hamil juga dapat mengakibatkan bayi lahir secara prematur dan penyakit kardiovaskular setelah lahir. Hipertensi dalam kehamilan juga dapat menimbulkan kerusakan organ jantung, paru-paru, dan hati yang berpotensi membahayakan Bunda dan janin sekaligus. 








www.bunda.co.id

Kamis, 02 Desember 2021

Metode ERACS, Percepat Masa Pemulihan Setelah Persalinan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.06 with No comments

Kekhawatiran Bunda tetang lamanya proses mobilitas dan pemulihan pasca persalinan caesar akan hilang dengan adanya metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS), yakni metode pemulihan singkat setelah operasi sectio cesarea (SC).

Hal ini sudah dibuktikan oleh Bunda Nagita Slavina yang mempercayakan proses kelahiran anak keduanya di RSU Bunda Jakarta pada hari Jumat, 26 November 2021.

Metode ini membantu pasien mobilisasi dini dan beraktifitas secara normal segera setelah operasi sehingga memungkinkan proses pemulihan berlangsung cepat dan Bunda dapat segera menyusui dan merawat bayinya dengan nyaman.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Pasca Persalinan dengan Teknik ERAS, Apa itu? 

Dokter anestesi akan memberikan jenis pereda nyeri yang baik dan aman bagi ibu dan bayi. Dengan meminimalisir rasa nyeri diharapkan mobilisasi dapat segera dilakukan seperti berjalan ke kamar mandi, menyusui si kecil, serta duduk dengan nyaman.

Penerapan metode ERACS untuk setiap Caesarean delivery di RS Bunda group memungkinkan lama perawatan rumah sakit yang lebih singkat dengan rasa nyeri yang minimal.

















Senin, 22 November 2021

Bukan Hanya Ibu Hamil, Kondisi ini Memerlukan Penanganan Poli Obgyn

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.44 with No comments

Poli obgyn adalah bagian layanan di rumah sakit atau di klinik yang dijalankan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter obgyn. Dokter obgyn memiliki gelar SpOG juga sering disebut sebagai dokter kandungan, dan juga masalah-masalah lain terkait kesehatan reproduksi wanita menjadi pekerjaan dokter obgyn. Anda dapat mengunjungi pihak poli tersebut meski tidak sedang hamil dan hal tersebut disarankan untuk setiap wanita.

Baca Juga: 7 Gangguan Haid Paling Umum, Jangan Disepelekan!

Kondisi yang Dapat Ditangani Poli Obgyn

Dokter obgyn bekerja untuk mengobati dan memeriksa kandungan, juga masalah-masalah lain yang berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita, seperti:

  • Masalah menstruasi dan menopause, penyakit menular seksual, gangguan kesehatan seksual, dan masalah pada organ reproduksinya. 
  • Masalah kesuburan wanita.
  • Diagnosa dan mengobati masalah hormon terkait reproduksi wanita. 
  • Menangani masalah pendarahan setelah melahirkan.
  • Melakukan pemeriksaan terkait masalah kehamilan, serta menangani kasus gawat darurat dalam persalinan.

Tindakan yang Dapat Dilakukan Spesialis Obgyn

Dokter obgyn dituntut agar bisa melakukan berbagai macam tindakan medis terkait persalinan. Beberapa tindakan yang dilakukannya seperti pembedahan masalah reproduksi wanita dan melakukan konsultasi sebelum dan sesudah mengalami persalinan. Berikut ini berbagai tindakan yang dapat dilakukan spesialis obgyn untuk membantu permasalahan wanita, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan organ reproduksi wanita, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang terkait kanker pada sistem reproduksi wanita.
  • Melakukan biopsi atau pengambilan jaringan rahim (leher rahim), juga melakukan konsultasi terkait alat untuk mencegah kanker serviks. Selain itu, dokter obgyn juga dapat melakukan konsultasi terkait masalah kehamilan dan perawatannya sebelum melahirkan.
  • Melakukan proses persalinan dan perawatannya setelah melahirkan, sekaligus perawatan payudara guna bisa mengoptimalkan ASI setelah melahirkan.
  • Melakukan pembedahan histerektomi (prosedur medis pengangkatan rahim), miomektomi (prosedur pembedahan untuk mengangkat tumor fibroid pada uterus) dan tubektomi atau ligasi tuba (prosedur pemotongan atau penutupan saluran indung telur ovarium) pada sistem reproduksi wanita.
  • Konsultasi terkait tindakan inseminasi buatan atau bayi tabung.
Baca Juga: Persiapan Kehamilan Pertama, Semangat Bunda!

Kapan Harus ke Dokter Obgyn?

Anda tidak perlu sedang hamil atau memiliki masalah sistem reproduksi untuk berkunjung ke poli obgyn. Wanita yang sehat dan tidak hamil juga bisa melakukan pemeriksaan terkait sistem reproduksi sebagai tindakan preventif dan juga untuk meningkatkan kesehatan diri sejak dini.

Umumnya, Anda dapat melakukan pemeriksaan ke poli obgyn dilakukan setiap lima tahun sekali, terlebih lagi untuk wanita di atas 21 tahun dan aktif melakukan hubungan seksual untuk menjaga kesehatan dan mencegah masalah terkait organ reproduksi.

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau belum mengalami menstruasi setelah dewasa, Anda dapat mengunjungi poli obgyn untuk mendapatkan penanganan dengan segera terkait masalahnya tersebut.

Perbedaan Obstetri dan Ginekologi

Perbedaan obstetri dan ginekologi terletak pada fokus keilmuannya. Obstetri adalah cabang kedokteran yang fokus pada kehamilan dan persalinan, sejak sebelum, selama, hingga setelah seorang wanita melahirkan, sedangkan ginekologi berfokus pada kesehatan tubuh dan organ reproduksi wanita. Ginekologi juga mendiagnosis, menangani, dan merawat pasien yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi.

Meskipun keduanya memiliki perbedaan dalam fokus keilmuan, namun lingkup kerja kedua bidang ini termasuk dalam masalah kesehatan terbesar pada wanita sehingga sering digunakan dalam satu spesialisasi kedokteran yang disebut dengan Obgyn.

Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Obstetri dan Ginekologi  

Karena kesehatan kehamilan serta organ reproduksi merupakan salah satu aspek kesehatan terpenting, Anda perlu mendapatkan konsultasi yang menyeluruh dan akurat agar dapat meningkatkan kualitas kesehatan Anda dengan maksimal. Reservasikan jadwal konsultasi Anda di BIC Executive RSIA Bunda JakartaBIC Vida BekasiBIC Pacific Place, dan BIC Bali untuk konsultasi dan pemeriksaan yang memadai. Kunjungi juga laman informasi kami untuk informasi layanan kesehatan selengkapnya.


















Senin, 01 November 2021

Kehamilan Memasuki Trimester 2

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.56 with No comments
Memasuki bulan ke empat kehamilan artinya ibu telah memasuki masa trimester kedua kehamilan. Trimester kedua berlangsung ketika ibu hamil memasuki usia minggu ke 14 sampai dengan minggu ke 28 kehamilan. Pada masa ini, umumnya keluhan-keluhan yang dialami semasa trimester pertama kemarin mulai berkurang. Ibu mulai merasa terbiasa atau sudah beradaptasi baik dengan perubahan hormon yang dialami selama kehamilan. Seperti rasa mual atau yang biasa dikenal dengan morning sickness mulai berkurang di trimester kedua ini, kemudian tingkat nafsu makan ibu juga sudah mulai kembali normal.

Selain keluhan kehamilan yang berukurang. Terdapat beberapa perubahan yang mungkin dirasa aneh yang akan dialami oleh ibu di trimester kedua. Perubahan yang sangat jelas terlihat adalah perut ibu yang semakin membesar. Hal ini terjadi karena sang janin yang terus bertumbuh dalam rahim ibu. Akibat dari terus membesarnya perut ibu, maka akan muncul garis-garis bewarna gelap pada perut ibu. Garis yang memanjang dari pusar ibu sampai ke tulang pubis yang biasa disebut dengan linea nigra. Selain garis vertical tersebut, terdapat pula garis-garis halus bewarna merah keunguan yang dikenal dengan stretch mark. Munculnya garis-garis ini sangatlah normal karena efek dari merenggangnya kulit tubuh ibu akibat membesarnya perut.

Pada trimester kedua ini ibu akan mengalami peningkatan warna pigmen kulit. Sehinnga, kulit ibu hamil biasanya cenderung lebih gelap dari biasanya ketika sebelum hamil. Tidak hanya pada kulit tubuh, tapi peningkatan warna pigmen kulit juga terjadi pada wajah sehingga menimbulkan warna kecoklatan pada wajah. Pemakaian makeup untuk perawatan kulit wajah boleh-boleh saja tapi harus waspada dengan bahan-bahan kimia yang terdapat didalamnya, sebaiknya konsultasikan kepada dokter kandungan yang terpercaya terlebih dahulu.

Tidak hanya perubahan pada warna kulit, perubahan tubuh lainnya pada trimester kedua ini adalah perubahan ukuran payudara ibu. Payudara ibu akan menjadi lebih besar dari sebelum masa kehamilan. Hal ini disebabkan meningkatnya hormone esterogen dan progesterone, serta meningkatnya kelenjar susu pada payudara ibu hamil. Pada saat ini payudara ibu sudah mulai memproduksi cairan kolostrum hingga saat masa menyusui nanti.

Rasa nyeri atau kram pada perut juga sering dialami oleh ibu hamil di trimester kedua ini. rasa kram muncul pertanda bahwa janin ibu dalam tahap perkembangan yang baik. Otot yang menopang rahim akan terus merenggang dan melebar selama masa kehamilan, ini salah satu dari penyebab rasa kram itu muncul. Namun ibu juga perlu waspada jika rasa kram terus terjadi hingga pada usia kehamilan memasuki minggu ke 20, segera lah berkonsultasi kepada dokter kandungan anda.

Daerah kewanitaan pun ikut mengalami perubahan pada trimester kedua. Bukan perubahan yang perlu dikhawatirkan. Karena yang terjadi adalah ketidak nyamanan akibat keputihan. Hal ini normal dan tidak membahayakan. Hanya saja jika keputihan tersebut disertau bau, bewarna, dan gatal maka ibu hamil perlu konsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah tersebut.

Demikian, beberapa perubahan kondisi yang akan ibu hamil rasakan ketika memasuki minggu ke 14 kehamilan atau biasa dikenal dengan masa trimester kedua. Perubahan yang terjadi sifatnya sangat normal dan tidak membahayakan ibu dan janin. Hanya saja, jika ibu mengalami kondisi yang aneh dari seharusnya sangat dianjurkan untuk memeriksakan dan berkonsultasi dengan dokter kandungan yang terpercaya untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

















Rabu, 21 Maret 2018

Tips Menaikan Berat Badan Bayi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.01 with No comments
Pada umumnya bayi lahir memiliki ciri dan berat badan yang berbeda-beda. Berat badan rata-rata bayi yang baru lahir adalah 2500 sampai dengan 4500 gr. Kesehatan ibu saat masa kehamilan, nutrisi yang diberikan saat hamil dan genetic merupakan factor yang menentukan berat dan ukuran badan bayi. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat badan yang rendah tidak perlu khawatir. Karena banyak cara menaikkan berat badan bayi yang bisa anda lakukan.

Anda juga tidak perlu khawatir untuk mengontrol perkembangan bayi, karena sekarang sudah tersedia KMS (kartu menuju sehat). Di dalam buku ini terdapat grafik perkembangan berat badan bayi, sehingga anda dapat mengontrol pertambahan berat badan bayi anda. Dan jika terjadi sesuatu langsung dapat ibu atasi.

Beberapa tips untuk menaikkan berat badan bayi yang dapat ibu lakukan antara lain:

Berilah asupan ASI yang berkualitas kepada sang bayi, Bayi yang berumur di bawah 6 bulan belum diperbolehkan memakan makanan luar, hanya diperbolehkan mengonsumsi ASI saja. Dan untuk menaikkan berat badan bayi yang berumur di bawah 6 bulan ini harus dengan cara meningkatkan pemberian ASI yang berkualitas kepada bayi. Ini di sebabkan semua nutrisi yang di butuhkan oleh sang bayi harus terdapat pada ASI, yang merupakan makanan satu-satunya bagi bayi di bawah 6 bulan. Agar ASI berkualitas, asupan makanan sang ibu menyusui juga harus lengkap dan cukup. Selain itu ibu menyusui juga harus mampu menghindari stress, sebab stress dapat mempengaruhi kualitas ASI.

Jadwalkan dengan teratur pemberian MPASI pada sang bayi, Pada saat umur bayi di atas 6 bulan ibu sudah dapat memberikan MPASI (makanan pengganti ASI) kepada sang bayi. Saat bayi sudah mendapatkan MPASI, sang bayi akan mengonsumsi ASI dengan jumlah sedikit. Ini karena nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sudah di dapat dari MPASI. Untuk bayi yang berumur di atas 6 bulan anda dapay menaikkan berat badan bayi dengan memberikan MPASI sebanyak 2 sampai 3 kali perharinya. Sesuaikan porsi MPASI dengan umur bayi anda. Dalam memilih MPASI yang harus sangat diperhatikan adalah kandungan MPASI itu sendiri. Terutama adalah kalori, untuk kalori anda dapat menambahkan MPASI dengan keju atau minyak sayur.

Berilah sang bayi komposisi yang tepat, Perhatikanlah jenis bahan yang anda berikan kepada bayi jika ingin menaikkan berat badan bayi anda. Ini agar nutrisi yang dibutuhkan sang bayi tercukupi dan seimbang. Untuk MPASI, anda dapat memberikan komposisi karbohidrat lauk dan sayur 50 banding 50. Contohnya nasi tim sebanyak 4 sendok makan di tambah lauk dan sayur masing-masing 2 sendok makan. Agar cara menaikkan berat badan bayi lebih maksimal, anda dapat memberikan buah hati cemilan sehat, yaitu 2 kali per hari. Cemilan itu dapat anda berikan pada waktu menjelang siang dan pada saat hari menjelang sore.























Makanan Untuk Meyuburkan Kandungan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.01 with No comments
Apa jadinya ketika memeriksakan kandungan anda kedokter, namun hasilnya dinyatakan bahwa anda negatif hamil, tentunya hal ini membuat anda merasa sedih. Padahal mungkin anda telah melakukan berbagai cara supaya bisa punya anak namun hasilnya tetap saja nihil. Apa yang menyebabkan demikian? Faktor stres atau kelelahan yang sering menjadi penyebab sulit untuk mendapatkan anak. Pekerjaan yang menumpuk dikantor membuat anda begitu kelelahan, ditambah tekanan dari mertua yang ingin segera mempunyai cucu. Peristiwa ini tentunya pernah dialami oleh setiap pasangan suami istri.

Jangan biarkan diri anda terlalu stres dan lelah karena akan membuat kandungan menjadi kurang subur. Anda bisa mencoba langkah-langkah yang tepat dengan mengkonsumsi makanan sehat yang disarankan oleh dokter yang dapat menyuburkan kandungan.

Jenis-Jenis Makanan Penyubur Kandungan

Ada berbagai jenis makanan penyubur kandungan yang bisa anda coba dirumah. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Yogurt, Keju, Susu dan Es Krim
Makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi dapat meningkatkan kesuburun. Kandungan yang kaya akan lemak bisa kita dapatkan pada yogurt, keju, susu, ataupun es krim. Selain kaya akan lemak juga membantu menambah pasokan kalsium dalam tubuh dan memperkuat tulang. Diperlukan hingga 1000 mg kalsium dalam sehari untuk meningkat kesuburan.

Daging Ayam
Daging ayam memiliki kandungan protein tinggi dan zat besi. Protein dan zat besi sangat dibutuhkan oleh perempuan yang mencoba ingin punya anak karena dapat meningkatkan kesuburan. Ini berdasarkan dari hasil penelitian, bahwa resiko terjadinya kemandulan pada perempuan disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Telur
Telur juga dikatakan sebagai sumber makanan yang dapat menambah tingkat reproduksi. Sebagaimana diketahui kalau telur didalamnya terkandung protein dan kolin. Kolin sangat penting karena meningkatkan kemampuan tubuh dalam penyerapan asam folat. Kandungan asam folat sendiri bermanfaat untuk mencegah bayi lahir cacat.

Buah-Buahan
Buah merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin, mineral dan nutrisi penting serta antioksidan. Antioksidan yang terdapat pada buah membantu menghilangkan radikal bebas. Radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh dapat mempengaruhi kesehatan sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pada hormon reproduksi.

Sayur-Sayuran Berdaun Hijau
Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung juga memiliki kandungan antioksidan dan juga zat besi. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, kekurangan zat besi dapat beresiko kemandulan. Selain itu kekurangan zat besi sering cenderung menstruasi tidak teratur.



















www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com

Tanda Perkembangan Janin Yang Sehat

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.01 with No comments
Setiap Ibu hamil kadang-kadang merasa khawatir akan kesehatan janinnya. Hal ini wajar, karena Bunda tidak dapat melihat langsung keadaan si Kecil dalam rahim, sehingga beberapa pertanyaan seputar kesehatan si Kecil pun sering muncul, terutama pada kehamilan pertama. Apakah pertumbuhan dan perkembangan si Kecil normal di dalam kandungan? Apakah si Kecil dalam keadaan sehat? Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena melalui beberapa pemeriksaan kehamilan oleh dokter, kita dapat mengetahui beberapa tanda janin sehat.

Perut Ibu membesar, Salah satu tanda janin sehat adalah adanya pertumbuhan selama kehamilan. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, maka besar rahim Ibu akan menyesuaikan dengan besarnya janin. Pada kunjungan ke dokter atau bidan, biasanya akan dilakukan pemeriksaan besarnya rahim ibu, apakah sesuai dengan usia kehamilan atau tidak. Misalnya pada usia kehamilan 20 minggu, rahim kira-kira akan teraba setinggi pusar.

Kenaikan berat badan, 
Tanda janin sehat lainnya adalah bertambahnya berat badan Ibu. Bila Ibu hamil tidak mengalami kenaikan berat badan yang sesuai dengan bertambahnya usia kehamilan, maka si Kecil dalam rahim pun juga tidak mengalami kenaikan berat badan atau mungkin pertumbuhannya dalam rahim terhambat. Kenaikan berat badan Ibu hamil dianjurkan beberapa kilogram selama 3 bulan pertama, dan 1,5-2 kg per bulan hingga si Kecil lahir. Normalnya Ibu akan mengalami kenaikan berat badan 11-15kg selama kehamilan 9 bulan.

Detak jantung janin, Saat Ibu hamil akhir bulan ketiga atau masuk bulan keempat, detak jantung janin sudah dapat didengar dengan menggunakan alat Doppler. Alat ini akan merefleksikan detak jantung si Kecil yang menunjukkan bahwa ia sehat dan normalnya berdenyut 110-160 kali per menit.

Pergerakan janin, Sejak usia kehamilan 20 minggu, gerakan atau aksi tendangan si Kecil dalam rahim akan dirasakan bunda sebagai getaran dalam perut Bunda. Gerakan janin adalah salah satu tanda janin sehat yang dapat dirasakan Bunda. Setiap 4-6 jam dalam sehari, Bunda akan merasakan si Kecil menendang atau bergerak, dan lebih banyak pada malam hari saat Bunda makan atau beristirahat.

Pemeriksaan Ultrasonogram (USG), Dengan pemeriksaan USG, Bunda dapat melihat ‘foto’ si Kecil dalam rahim. Gambar ini akan membantu dokter memantau tanda janin sehat dan pertumbuhannya dengan mengukur beberapa parameter sesuai dengan usia kehamilan Bunda. Misalnya ukuran kantung kehamilan pada usia kehamilan beberapa minggu, dan mengukur diameter kepala, panjang tulang janin, mendeteksi organ dalam janin, dan melihat jenis kelamin janin.



















Trimester Pertama dan Gejalanya

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.01 with No comments
Selama masa kehamilan berlangsung, banyak perubahan – perubahan terjadi yang akan dialami oleh sang ibu. Perubahan yang dimaksud adalah baik perubahan dalam tubuh maupun luar tubuh. Perubahan yang dialami sering kali menjadi keluhan-keluhan para ibu. Terutama bagi mereka yang sedang menjalani masa kehamilan untuk pertama kalinya, pasti kondisi seperti ini sangat meresahkan.
Biasanya, perubahan yang dialami oleh ibu hamil dapat dirasakan ketika sejak awal kehamilan berlangsung. Pada tahap awal kehamilan ini, atau yang biasa disebut dengan tahap trimester pertama kehamilan. 

Tahap ini berlangsung pada minggu pertama kehamilan sampai minggu ke 12. Di trimester pertama ini memang banyak kondisi yang dapat mengganggu aktivitas para ibu. Pada awal kehamilan, akan muncul adanya perasaan mual yang akan dialami oleh ibu, yang dikenal dengan Morning Sickness. Tidak jarang pula perasaan mual ini diikuti dengan muntah. Hal ini merupakan hal normal yang terjadi selama awal kehamilan dikarenakan adanya perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh ibu hamil.

Sering merasa lelah dan nyeri di punggung juga salah satu keluhan yang sering dialami pada trimester pertama kehamilan. Untuk mengurangi rasa nyeri dan cepat lelah ini, para ibu dapat melakukan sedikit olahraga atau sekedar banyak bergerak untuk meningkatkan energi.

Masalah ngidam juga terlihat pada trimester pertama ini. ibu hamil mulai menyukai makanan- makanan tertentu.

Sering berkemih atau bolak-balik ke WC adalah masalah umum pada masa kehamilan. Hal ini disebabkan hormon hCG yang akan meningkatkan aliran darah ke daerah panggul selama kehamilan. Selain itu, sering berkemih merupakan tanda ibu hamil memiliki ginjal yang baik sehingga proses membuang sisa produk metabolism lebih cepat dari biasanya. Perubahan rahim yang membesar dan mengakibatkan kandung kemih tertekan juga menjadi faktor utama terjadinya sering berkemih.

Masalah lain yang juga masih berkaitan dengan masalah pencernaan pada trimester pertama adalah masalah konstipasi atau biasa dikenal dengan sebutan sembelit. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan hormon progesteron yang akan mereklasasi otot polos pada ibu hamil , keluhan yang berhubungan dengan pencernaan. Ketika memasuki masa kehamilan, ibu hamil akan mengalami perubahan mood yang tidak stabil. Perubahan mood yang terjadi dengan cepat dan tidak pasti penyebabnya. Bisa tiba-tiba merasakan senang, sedih, jengkel, dalam waktu yang berdekatan. Hal seperti ini wajar karena pengaruh dari adanya perubahan hormone yang drastis.

Keluhan-keluhan seperti yang telah disebutkan diatas merupakan kondisi yang sangat wajar dialami oleh para wanita hamil di trimester pertama kehamilan. Namun, walaupun digolongkan wajar, sebaiknya ibu hamil juga harus tetap memperhatikan kondisi kesehatannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan apabila keluhan-keluhan bertambah berat sebaiknya segera datang ke dokter Anda untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.

















Sumber : http://ivansini.com