Rabu, 07 September 2016

Cara "Ringan" Lakukan Histerektomi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 08.00 with No comments

Selain dengan sayatan melintang, ternyata tindakan histerektomi dapat dilakukan dengan roboticsurgery. Selain lebih presisi, luka sayatan kecil, dan juga masa inap yang Cepat.


Meski tak pernah diinginkan, tak jarang wanita mengalami berbagaipenyakit yang mengharuskan tindakan ’radikal’. Penyakit itu di antaranya kanker rahim, kanker mulut rahim, fibroid(tumor jinak pada rahim), dan lain-lain. Penyakit tersebut sangat membahayakan bagi seorang wanita. Dalam hal ini, tindakan  medis yang harus dilakukan adalah histerektomi. Histerektomi merupakan  operasi pengangkatan rahim. 

Histerektomi dapat berupa total  (pengangkatan rahim dan serviks, tanpa ovarium dan tuba falopi), subtotal (pengangkatan rahim saja, serviks, ovarium dan tuba falopi tetap dibiarkan) dan total-salpingo oporektomi bilateral (pengangkatan rahim, serviks, ovarium dan tuba falopi).Histerektomi dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Teknik tertua adalah perutincision(sayatan di perut bagian bawah). Kemudian vagina (sayatan pada vaginabagian atas). Tak hanya itu, saat ini telah dikembangkan robot histerektomi. 

Varian dari laparoscopic surgery yang menggunakan peralatan ’remote’. Alat ini dikendalikan secara khusus yang memungkinkan ahli bedah mengontrol operasi secara presisi.Teknik robot histerektomi lebih efektif, lebih cepat untuk melakukan, dan secara dramatis kurang invasif dibandingkan histerektomi bedah tradisional. Prosedur ini dipandu oleh sistem komputerisasi yang sangat teknis. Setelah membuat sayatan sangat kecil ke perut, instrumen miniature dan kamera 3D dimasukkan ke pasien. Ahli bedah kemudian duduk di sebuah konsol terdekat di mana ia sebuah pandangan, diperbesar resolusi tinggi, gambar 3D dari rahim. 

Sistem kemudian menerjemahkan tangan dokter bedah, pergelangan tangan dan gerakan jari menjadi tepat, real-time pergerakan instrumen bedah dalam pasien. Setiap manuver bedah dilakukan dengan perangkat robot dilakukan dengan masukan langsung dari ahli bedah. Sebagai suatu opsi tindakan, sangat penting pasien untuk melihat kondisi sebelum membuat keputusan.





0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.