Tampilkan postingan dengan label klinik obsgyn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label klinik obsgyn. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Agustus 2023

Bukan Hanya Ibu Hamil, Kondisi ini Memerlukan Penanganan Poli Obgyn

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.27 with No comments

Poli obgyn adalah bagian layanan di rumah sakit atau di klinik yang dijalankan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter obgyn. Dokter obgyn memiliki gelar SpOG juga sering disebut sebagai dokter kandungan, dan juga masalah-masalah lain terkait kesehatan reproduksi wanita menjadi pekerjaan dokter obgyn. Anda dapat mengunjungi pihak poli tersebut meski tidak sedang hamil dan hal tersebut disarankan untuk setiap wanita.

Kondisi yang Dapat Ditangani Poli Obgyn

Dokter obgyn bekerja untuk mengobati dan memeriksa kandungan, juga masalah-masalah lain yang berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita, seperti:

  • Masalah menstruasi dan menopause, penyakit menular seksual, gangguan kesehatan seksual, dan masalah pada organ reproduksinya. 
  • Masalah kesuburan wanita.
  • Diagnosa dan mengobati masalah hormon terkait reproduksi wanita. 
  • Menangani masalah pendarahan setelah melahirkan.
  • Melakukan pemeriksaan terkait masalah kehamilan, serta menangani kasus gawat darurat dalam persalinan.

Tindakan yang Dapat Dilakukan Spesialis Obgyn

Dokter obgyn dituntut agar bisa melakukan berbagai macam tindakan medis terkait persalinan. Beberapa tindakan yang dilakukannya seperti pembedahan masalah reproduksi wanita dan melakukan konsultasi sebelum dan sesudah mengalami persalinan. Berikut ini berbagai tindakan yang dapat dilakukan spesialis obgyn untuk membantu permasalahan wanita, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan organ reproduksi wanita, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang terkait kanker pada sistem reproduksi wanita.
  • Melakukan biopsi atau pengambilan jaringan rahim (leher rahim), juga melakukan konsultasi terkait alat untuk mencegah kanker serviks. Selain itu, dokter obgyn juga dapat melakukan konsultasi terkait masalah kehamilan dan perawatannya sebelum melahirkan.
  • Melakukan proses persalinan dan perawatannya setelah melahirkan, sekaligus perawatan payudara guna bisa mengoptimalkan ASI setelah melahirkan.
  • Melakukan pembedahan histerektomi (prosedur medis pengangkatan rahim), miomektomi (prosedur pembedahan untuk mengangkat tumor fibroid pada uterus) dan tubektomi atau ligasi tuba (prosedur pemotongan atau penutupan saluran indung telur ovarium) pada sistem reproduksi wanita.
  • Konsultasi terkait tindakan inseminasi buatan atau bayi tabung.

Kapan Harus ke Dokter Obgyn?

Anda tidak perlu sedang hamil atau memiliki masalah sistem reproduksi untuk berkunjung ke poli obgyn. Wanita yang sehat dan tidak hamil juga bisa melakukan pemeriksaan terkait sistem reproduksi sebagai tindakan preventif dan juga untuk meningkatkan kesehatan diri sejak dini. Umumnya, Anda dapat melakukan pemeriksaan ke poli obgyn dilakukan setiap lima tahun sekali. Untuk wanita di atas 21 tahun dan aktif melakukan hubungan seksual untuk menjaga kesehatan dan mencegah masalah terkait organ reproduksi.

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau belum mengalami menstruasi setelah dewasa, Anda dapat mengunjungi poli obgyn untuk mendapatkan penanganan dengan segera terkait masalahnya tersebut.

Perbedaan Obstetri dan Ginekologi

Perbedaan obstetri dan ginekologi terletak pada fokus keilmuannya. Obstetri adalah cabang kedokteran yang fokus pada kehamilan dan persalinan, sejak sebelum, selama, hingga setelah seorang wanita melahirkan. Sedangkan ginekologi berfokus pada kesehatan tubuh dan organ reproduksi wanita. Ginekologi juga mendiagnosis, menangani, dan merawat pasien yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi. Meskipun keduanya memiliki perbedaan dalam fokus keilmuan, namun lingkup kerja kedua bidang ini termasuk dalam masalah kesehatan terbesar pada wanita.

Keduanya sering digunakan dalam satu spesialisasi kedokteran yang disebut dengan Obgyn. Karena kesehatan kehamilan serta organ reproduksi merupakan salah satu aspek kesehatan terpenting, Anda perlu mendapatkan konsultasi yang menyeluruh dan akurat agar dapat meningkatkan kualitas kesehatan Anda dengan maksimal. Salah satunya adalah dengan pemeriksaan berkala di poli obgyn.

Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya.  











www.bunda.co.id

Rabu, 02 Agustus 2023

Mengenal Apa Itu Tes AMH untuk Mendukung Program Kehamilan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 14.24 with No comments

Salah satu langkah untuk mendukung keberhasilan program kehamilan adalah dengan melakukan tes AMH. AMH sendiri merupakan kepanjangan dari anti-mullerian hormone, yakni berfungsi mengukur kadar hormon anti mullerian dalam darah. 

Pemeriksaan AMH dapat dilakukan baik kepada pria maupun wanita. Hormon tersebut dihasilkan oleh organ reproduksi sejak lahir. Laki-laki menghasilkan AMH dalam jumlah tinggi sejak bayi hingga masa pubertas.

Sementara pada wanita, jumlah hormon anti mullerian yang dihasilkan saat sebelum puber hanya sedikit. Kadarnya akan meningkat ketika wanita memasuki masa pubertas dan menurun kembali saat menopause.  Jika Anda ingin melakukan tes AMH, silahkan reservasikan kunjungan Anda ke unit-unit RS Bunda Group terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh dan detil.

Pengertian Tes AMH

Lantas, apa yang dimaksud dengan tes Anti-Mullerian Hormone? Berkaitan dengan program kehamilan, pemeriksaan satu ini seringkali dilakukan untuk keperluan program bayi tabung atau fertilisasi in vitro. 

Program ini banyak dilakukan oleh pasangan suami istri yang mengalami kesulitan mendapatkan kehamilan. Pada program bayi tabung, pemeriksaan AMH dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui cadangan sel telur (ovum) yang dimiliki calon ibu. 

Dengan mengetahui cadangan ovum pada calon ibu, dokter bisa memperkirakan tingkat keberhasilan program bayi tabung secara lebih akurat. Melalui tes cadangan ovum, dokter bisa melihat bagaimana kualitas serta kuantitas sel telur calon ibu.

Apabila cadangannya tinggi serta kualitasnya baik, maka tingkat keberhasilan program bayi tabung juga tinggi. Anda perlu melakukan tes AMH jika ingin melakukan program hamil dengan bayi tabung.

Tujuan Tes

Secara umum, tes ini bisa dilakukan pada siapa saja, namun bagi orang dengan kondisi kelainan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pemeriksaan AMH dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien, sehingga pada dua kondisi di atas memerlukan penanganan tersendiri. 

Pada dasarnya, pemeriksaan yang dilakukan dengan pengambilan sampel darah tersebut bukan hanya bertujuan untuk mendukung program kehamilan, namun tetapi juga bisa diaplikasikan pada kondisi lainnya. Pemeriksaan Anti Mullerian Hormone juga digunakan untuk tujuan berikut ini:

Memprediksi masa menopause dan penyebab menopause dini pada wanita
Mencari tahu penyebab tidak menstruasi
Membantu diagnosis PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)
Pemeriksaan pada kasus ambiguous genitalia
Memantau pasien kanker ovarium

Persiapan, Prosedur dan Komplikasi

Sebelum melakukan pemeriksaan apapun, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana langkah persiapan, prosedur, hingga risiko komplikasi. Berikut adalah penjelasan lengkapnya. 

1. Persiapan Tes AMH

Tidak ada persiapan secara khusus yang diperlukan sebelum melakukan tes ini. Namun apabila dilakukan untuk mendukung program bayi tabung, maka tes hormon AMH perlu berjalan dengan rangkaian pemeriksaan lainnya.

Tes tersebut diantaranya meliputi pemeriksaan penyakit infeksi, kondisi uterus, analisis semen pria, tes hormon FSH, LH, serta hormon lainnya. Pemeriksaan tersebut dijalankan pra prosedur pengambilan sel telur untuk dibuahi.

2. Prosedur Tes AMH

Pemeriksaan Anti Mullerian Hormone dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien untuk kemudian menganalisisnya. Untuk keperluan mendukung program hamil, maka pasien dalam hal ini adalah calon ibu. 

Pertama-tama, tenaga medis akan mengikat lengan atas pasien dengan tujuan memperlambat aliran darah pada vena. Setelah itu, tenaga medis membersihkan area yang akan disuntuk untuk mengambil sampel darah menggunakan antiseptik. 

Setelah itu, tenaga medis menyuntikkan jarum steril ke pembuluh vena untuk mengambil sampel darah. Sampel darah tersebut disimpan dalam tabung tertentu yang diberi zat khusus sehingga darah awet dan tidak membeku. 

Apabila sampel sudah cukup, maka jarum dicabut dari area penyuntikan. Kemudian area tersebut dipasangi perban steril untuk menghindari infeksi maupun perdarahan. Tabung berisi sampel darah selanjutnya akan dianalisis di laboratorium.

3. Komplikasi Tes AMH

Pemeriksaan Anti Mullerian Hormone adalah prosedur sederhana dan umum dilakukan. Meski demikian, ada beberapa risiko yang jarang terjad,i namun masih mungkin Anda alami karena melibatkan pengambilan sampel darah. Risiko tersebut antara lain:

  • Rasa nyeri serta lebam di area penyuntikan
  • Infeksi 
  • Perdarahan
  • Penumpukan darah di bawah kulit (hematoma)
  • Pingsan

Tujuan Adanya Pemeriksaan Tes AMH

Pada saat menjalankan program hamil dengan fertilitas in vitro atau bayi tabung, calon ibu memerlukan tes anti mullerian hormone untuk mengetahui bagaimana kuantitas serta kualitas ovariumnya.

Sehingga kemampuan ovarium menghasilkan sel telur berkualitas dan dapat dibuahi oleh sperma dapat diprediksi secara lebih akurat. Pada pasangan yang sulit mendapatkan kehamilan, terkadang penyebabnya adalah pada masalah kesuburan dan kualitas sel telur. 

Melalui tes ini, jumlah sisa sel telur serta tingkat kesuburan dapat diperkirakan. Selain untuk program hamil, pemeriksaan AMH juga berguna untuk keperluan lainnya. Seperti diagnosis PCOS, penyebab tidak menstruasi, hingga penyebab menopause dini. 

Wanita dengan gejala PCOS atau polycystic ovary syndrome juga direkomendasikan melakukan tes satu ini. Gejala-gejala pada wanita dengan PCOS antara lain gangguan menstruasi, timbul jerawat, hingga kenaikan berat badan. 

Tes hormon AMH penting untuk mengetahui kemungkinan kesuksesan program bayi tabung yang akan dijalani. Reservasikan pemeriksaan Anda ke rumah sakit dengan spesialis kandungan dan fertilitas seperti unit-unit RS Bunda Group. Bila ingin mengetahui lebih lanjut, Anda juga bisa berkonsultasi pada ahli  atau dokter pilihan. Kunjungi laman jadwal dokter dan pilih waktu kunjungan Anda, atau laman informasi kami untuk pelayanan kesehatan lainnya.















Rabu, 27 April 2022

Menstruasi Tidak Teratur? Waspada! Berikut 10 Penyebabnya

Posted by Bundamedik Healthcare System on 14.03 with No comments

Siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi pada wanita lanjut usia atau mereka yang memasuki fase menopause. Beberapa wanita muda juga berkemungkinan memasuki fase menopause dini sehingga jadwal mens berantakan. Segera reservaskan kunjungan Anda ke GynROSE Clinic untuk pemeriksaan menyeluruh.

Normalnya siklus mens berjarak 24 sampai 38 hari dari periode sebelumnya. Ada beberapa perempuan mengalami siklus tidak menentu, hal tersebut merupakan kondisi tidak teraturnya siklus datang bulan. Sebagian mungkin tidak mempermasalahkannya.

Namun, ketika masuk masa pernikahan dan berencana ingin memiliki anak, terkadang jadwal mens bertindak sebagai landasan program hamil dan penentuan usia kandungan. Akhirnya, butuh penanganan cukup serius untuk membuat jadwal haid teratur.

Kenali apa saja penyebab mens berantakan dan bagaimana cara mengatasinya secara tepat. Pastikan tidak perlu menunggu kondisi parah untuk melakukan pencegahan maupun penanganannya. 

Penyebab Menstruasi Tidak Teratur

Kondisi kesehatan perempuan, terutama pada alat reproduksi sangat berkaitan dengan terjadwal atau tidaknya waktu datang bulan. Jika Anda merupakan salah satu orang dengan siklus mens berantakan, beberapa faktor berikut ini dapat menjadi penyebabnya:

Gangguan pada kelenjar tiroid menyebabkan metabolisme tubuh ikut terganggu. Ketika metabolisme terganggu maka siklus menstruasi tidak teratur akhirnya rentan dialami oleh para wanita.
PCOS atau polycystic ovary syndrome, yakni kondisi kelainan hormon pada metabolisme tubuh. Syndrome ini membuat kinerja indung telur tidak berfungsi secara sempurna.
Penggunaan alat kontrasepsi sudah menjadi rahasia umum dapat mempengaruhi siklus mens pada wanita. Ada yang terus-menerus pendarahan selama beberapa waktu, ada juga yang justru lama tidak mengalami datang bulan.
Ketidakseimbangan hormon pada tubuh menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan sistem reproduksi pada wanita. Jalan penyelesaian dari gangguan ini adalah terapi hormon.
Amenorrhea adalah tidak terjadinya menstruasi pada suatu periode tertentu. Kondisinya bisa menimpa perempuan di atas 16 tahun belum juga haid. Atau lewat dari 3 sampai 6 bulan masa mens pertama, darah kotor tidak lagi keluar.
Pola hidup sehari-hari, salah satunya olahraga berlebihan menyebabkan menstruasi tidak teratur pada wanita. Olahraga memang bagus bagi kesehatan, namun harus juga memperhatikan proposional waktu dan intensitas latihan.
Mengalami kanker rahim menyebabkan seseorang mengalami siklus mens tidak terjadwal sampai kesulitan mendapatkan keturunan. Bahkan parahnya sampai tidak bisa memiliki anak sama sekali.
Adanya penyakit kronis pada tubuh, salah satunya kondisi gula darah terlalu banyak atau diabetes. Hal ini menjadi pemicu kesuburan wanita berkurang.
Penyakit autoimun celiac yang dapat membuat tubuh mengkonsumsi gluten sehingga menyebabkan rusaknya usus halus. Ketika usus halus rusak maka menyebabkan penurunan kondisi kesehatan pada wanita.
Penyebab menstruasi tidak teratur terakhir adalah adanya kista atau benjolan pada rahim sehingga darah kotor sulit keluar melalui jalan semestinya. Anda dapat menangani gangguan dengan konsumsi obat atau pengangkatan benjolan melalui operasi.

Beberapa orang dengan siklus mens tidak terjadwal merasa baik-baik saja selama bisa bereproduksi secara baik dan sesuai rencana. Namun, beberapa lainnya merasa membutuhkan penanganan medis karena tujuan tertentu.

Paling banyak perempuan melakukan konsultasi terkait jadwal haid kepada dokter kandungan setelah ada program hamil. Padahal, pemeriksaan perlu dilakukan sedini mungkin agar pengobatan juga dapat memberi hasil semaksimal mungkin.

Tips Membuat Jadwal Menstruasi Teratur

Jangan dulu panik ketika siklus menstruasi tidak teratur karena pada kondisi tertentu, Anda bisa mengatasinya sendiri di rumah. Lakukan berbagai tips ini untuk mendapatkan kembali jadwal mens terkendali:

  • Yoga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik maupun mental. Ternyata olahraga ini juga memberikan banyak manfaat baik, salah satunya untuk menjaga kesuburan organ reproduksi wanita.
  • Rutin melakukan olahraga sesuai kebutuhan tubuh. Jangan terlalu berlebihan karena justru hal tersebut membebankan badan.
  • Konsumsi buah nanas minimal 80 gram per hari dapat membantu Anda mendapatkan jadwal haid teratur. Nanas mengandung banyak protein dan vitamin yang penting bagi tubuh.
  • Menambah asupan vitamin D dan B karena biasanya faktor penyebab tubuh kurang subur karena kekurangan kedua asupan vitamin tersebut.
  • Paling sering menjadi kendala adalah bobot tubuh berlebih sehingga menyebabkan infertilitas organ reproduksi. Demi mengatasinya, Anda perlu melakukan diet sehat.

Jangan abai ketika jadwal menstruasi tidak teratur, meskipun Anda sedang tidak dalam program hamil. Kunjungi rumah sakit dengan spesialisasi kandungan seperti unit-unit RS Bunda Group untuk mendapatkan penanganan terbaik. Reservasikan kunjungan Anda jika dirasa siklus menstruasi mulai tidak seperti biasanya. Jika Anda ingin mengunjungi dokter pilihan, pelajari jadwal dokter untuk menemukan waktu kunjungan terbaik. Anda juga dapat menemukan layanan kesehatan lainnya di laman informasi kami.














Senin, 04 April 2022

Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.50 with No comments

Saat ini dunia sedang dilanda Pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Penyakit ini adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Corona SARS-CoV-2 yang mengakibatkan sindrom pernafasan akut yang parah. Covid pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, Cina, dan sejak itu menyebar secara global, mengakibatkan pandemi yang berkelanjutan. Bagaimana kondisi kehamilan dapat melewati masa ini dengan lebih aman?

Penularan Covid-19 hanya dari manusia ke manusia melalui droplets yang bisa berasal dari batuk dan bersin penderita. Sebagian besar kasus menghasilkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (asimptomatik), dan sekitar 10-15% perkembangan menjadi bentuk yang tidak biasa dari sindrom pernapasan akut (ARDS).

Sindrom ini kemungkinan dipicu oleh badai sitokin, kegagalan multi organ, syok septik, dan pembekuan darah, terutama pada pasien yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) sebelumnya dan lanjut usia. Gejala umum termasuk demam, batuk, kelelahan, sesak napas, nyeri kepala dan kehilangan indra penciuman (Anosmia). Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala (masa inkubasi) biasanya sekitar lima hari tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari.

Apakah Ibu Hamil Beresiko Terkena Covid-19?

Menurut WHO, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengerti lebih dalam dampak infeksi Covid-19 pada wanita hamil. Data penelitian masih terbatas, sehingga untuk saat ini belum ada bukti bahwa ibu hamil lebih beresiko dibandingkan populasi umum.

Meskipun demikian, Anda perlu tetap berhati-hati kehamilan itu sendiri membuat perubahan-perubahan di dalam tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Data juga mengatakan bahwa dalam masa kehamilan, orang dapat sangat terpengaruh oleh beberapa infeksi saluran pernafasan. Hasil ini melaporkan kemungkinan gejala-gejala yang tidak jauh berbeda dengan populasi umum ke penyedia layanan kesehatan.

The New England Journal of Medicine juga melaporkan hasil swab screening universal untuk SARS-CoV-2. Dari hasil tersebut, wanita yang akan melahirkan di RS memiliki 84,6% hasil negatif, 13,5% hasil positif (tanpa gejala), dan 1,9% hasil positif dengan gejala.

Data ini menunjukkan potensi penularan dari ibu hamil kepada pasien lain dan tim medis yang membantu persalinan. Dengan demikian, sangat penting untuk rumah sakit melakukan screening pada setiap pasien dan memandu tim medis dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Bagaimana Ibu Hamil Melindungi Diri Terhadap Covid-19? 

Ibu hamil melindungi diri dari infeksi Covid-19 dengan melakukan pencegahan yang sama seperti populasi umum. Ibu hamil juga dianjurkan untuk menunda periksa kehamilan rutin kecuali keadaan darurat.

Anda direkomendasikan juga untuk mengkonsumsi Vitamin C, Vitamin D dan Zinc (Seng). Lakukan olahraga dan berjemur di pagi hari untuk memperoleh vitamin D dari paparan sinar matahari yang bisa membantu penyerapan Calcium dalam tubuh dan meningkatkan fungsi sel – sel imun tubuh. Olahraga sendiri tetap perlu untuk tetap menjaga sirkulasi kardiovaskuler dan otot – otot panggul lebih rileks.

Kapan Ibu Hamil Harus Memeriksakan Kehamilannya?

Untuk melindungi ibu hamil dari virus corona, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Jakarta Raya (POGI JAYA) menyarankan ibu hamil untuk menunda pemeriksaan rutin ke rumah sakit sementara waktu di masa-masa pandemi ini kecuali mengalami keadaan darurat. Jika memungkinkan, ibu hamil juga dapat memanfaatkan layanan Telemedicine untuk melakukan komunikasi dengan dokter yang bersangkutan tanpa harus ke rumah sakit.

Keadaan darurat kebidanan merupakan kondisi yang harus ditangani segera antara lain seperti perdarahan, kontraksi/nyeri perut hebat, pecah ketuban, mual dan muntah yang hebat, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, kejang dan tidak merasakan gerakan janin.

Apakah ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 bisa menularkan  ke bayi didalam kandungan?

Sampai saat ini belum ada bukti adanya transmisi vertikal dari ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 terhadap bayi yang dikandungnya. WHO juga mengatakan bahwa tidak ditemukan virus aktif pada sampel cairan ketuban dan air susu ibu (ASI). Meskipun demikian, Anda tetap harus berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

Syarat Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil

1. Suhu Tubuh 

Seperti peserta vaksin pada umumnya, ibu hamil yang hendak divaksin suhu tubuhnya harus di bawah 37,5 derajat Celsius. 

2. Tekanan Darah 

Tekanan ibu hamil harus di bawah angka 140/90 mmHg. Apabila hasilnya di atas 140/90 mmHg, maka dilakukan pengukuran ulang dengan jeda waktu minimal 10 menit. Jika masih tinggi, harus ditunda. 

3. Usia Kehamilan 

Usia kandungan ibu hamil harus setidaknya berada di trimester kedua, atau di atas 13 minggu. 

4. Tidak Ada Tanda-Tanda Preeklamsia 

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang terjadi karena adanya kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine. 

Tanda-tanda Preeklamsia meliputi kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah di atas 140/90 mmHg.

5. Tidak Memiliki Riwayat Alergi Berat 

Ibu hamil yang memiliki riwayat alergi berat juga harus menunda jadwal vaksinnya. Ciri reaksi alergi berat adalah seperti sesak napas, bengkak, atau bidur (titik atau bentol) di seluruh tubuh. 

6. Ibu Hamil Dengan Penyakit Penyerta Atau Komorbid 

Bagi ibu hamil yang memiliki penyakit seperti jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal kronik, atau penyakit liver sudah harus dalam keadaan terkontrol dan tidak ada komplikasi akut. 

7. Ibu Hamil Dengan Penyakit Autoimun

Ibu hamil yang mengidap autoimun atau tengah menjalani pengobatan seperti lupus, juga harus dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut. 

8. Tidak Sedang Menjalani Pengobatan 

Terhadap ibu hamil yang sedang menjalani terapi pengobatan khusus seperti gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk atau transfusi darah juga tidak diperkenankan menjalani vaksinasi hingga masa pengobatan selesai. 

9. Tidak Sedang Menerima Pengobatan Imunosupresan 

Ibu hamil dengan kondisi ini tidak dapat melakukan vaksin karena obat-obatan dikonsumsinya dapat melemahkan sistem imun tubuh. Contoh pengobatan imunosupresan adalah kortikosteroid dan kemoterapi. 

10. Tidak Terkonfirmasi Positif Covid-19 

Terakhir, ibu hamil juga tidak boleh dalam keadaan terinfeksi Covid-19. Jika pernah terinfeksi, minimal ibu hamil sudah negatif dalam waktu 3 bulan.

Untuk keamanan, Anda dapat memeriksakan diri ke rumah sakit yang menyediakan layanan telemedicine seperti unit-unti RS Bunda Group. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.
















Rabu, 16 Februari 2022

Poli OBGYN untuk apa? Berikut Perbedaan Obstetri dan Ginekologi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.33 with No comments

Pada dasarnya OBGYN adalah unit kesehatan yang mengatasi semua masalah wanita terkait persalinan sampai ke organ reproduksi wanita. Klinik atau dokter spesialis ini sendiri dibagi ke dalam dua jenis sub spesialis, yaitu Obstetri dan Ginekologi. 

Obstetri adalah ilmu yang mempelajari tentang persalinan atau kehamilan baik itu dari proses konsultasi sebelum pembuahan sampai ke proses melahirkan. Sedangkan Ginekologi lebih dikhususkan ke ilmu organ reproduksi wanita seperti rahim, vagina, ovarium serta tuba falopi. Karena kedua ilmu ini berkaitan, poliklinik spesialis janin dan wanita akhirnya terbentuk dan sampai sekarang dikenal sebagai Poli OBGYN 

Pemeriksaan Obstetri Selama Masa Kehamilan

Berikut ini adalah sejumlah tugas yang dijalankan selama dokter Poli OBGYN memantau dan memeriksa pasiennya:

  • Memantau kesehatan dan perkembangan janin dengan menggunakan alat khusus yang biasa dikenal dengan USG (Ultrasonografi) secara rutin.
  • Memeriksa kondisi Bunda dan janin untuk memastikan bahwa nutrisi yang diberikan kepada anak cukup.
  • Memeriksa kondisi khusus yang dapat menimbulkan masalah untuk janin dan Bunda, seperti tekanan darah hingga kelainan genetik.
  • Memberikan arahan mengenai keluhan selama masa kehamilan.
  • Menjawab pertanyaan mengenai konsultasi seputar janin, kehamilan, masa persalinan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk kedepannya.
  • Memastikan kapan waktunya anak akan dilahirkan dengan proses persalinan yang telah direkomendasikan.

Poli OBGYN juga menjadi tempat untuk pasien mengkonsultasikan seputar kesehatan wanita ataupun Bunda serta janin. Poli ini juga melayani berbagai macam pemeriksaan terkait alat reproduksi wanita, sehingga wanita pada usia awal pubertas juga boleh mengunjungi poli ini untuk mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki usia dewasa. 

Masalah Kesehatan Organ Reproduksi Wanita

Selain mengatasi masalah kandungan, klinik Poli OBGYN juga mengatasi tipe gangguan di sistem reproduksi wanita. Ahli ginekologi memiliki prioritas untuk menangani semua jenis masalah yang dihadapi oleh wanita baik itu fisik atau psikologis. Berikut beberapa hal yang biasanya ditangani langsung oleh dokter sub spesialis ginekologi di dalam klinik OBGYN:

  • Masalah kesuburan.
  • Mengatasi masalah seputar menstruasi dan menopause.
  • Merencanakan program keluarga berencana.
  • Mengatasi masalah seputar disfungsi seksual.
  • Menyarankan penggunaan kontrasepsi dan sterilisasi saat berhubungan.
  • Mengatasi masalah yang berhubungan dengan penyakit menular tentang seksual.
  • Mengatasi masalah seputar tumor jinak dalam sistem reproduksi wanita seperti fibroid, kanker, atau kista ovarium.

Poli OBGYN untuk Apa Saja?

Masalah kesehatan memang perlu diperhatikan dengan lebih seksama apalagi jika berhubungan dengan sistem reproduksi. Sekarang ini klinik OBGYN bisa dikunjungi oleh siapa saja jika memang menghadapi kendala-kendala seperti berikut ini:

  • Pendarahan menstruasi tidak normal
  • Memeriksa kista dan fibroid rahim (pertumbuhan massa yang bersifat non-kanker di dalam rahim atau di luar rahim)
  • Menghadapi masalah pada bagian panggul
  • Butuh konsultasi mengenai program kehamilan
  • Butuh pengobatan masalah kesuburan atau infertilitas
  • Konsultasi jika aktif berhubungan seksual secara rutin
  • Memeriksakan masalah pada organ wanita

Sebenarnya, jika ditanyakan Poli OBGYN untuk apa, terdapat banyak ragam jawaban yang tentunya juga dapat menguntungkan Anda jika dijawab dengan tepat dan akurat. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya. genai layanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan Anda.










www.bunda.co.id

Rabu, 09 Februari 2022

Percepat Pemulihan Pasca Persalinan dengan Teknik ERAS, Apa itu?

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.20 with No comments

Enhanced Recovery After Surgery atau ERAS adalah metode operasi untuk perawatan bedah guna mempercepat perawatan dan penyembuhan pasca operasi dan persalinan. Metode ini memungkinkan pasien untuk cepat pulih setelah tindakan operasi sehingga pasien tidak perlu berlama-lama di rumah sakit. Dan metode ini memang terbukti secara nyata.

Di berbagai negara maju lama penyembuhan dan perawatan setelah operasi memang menjadi suatu hal yang cukup memprihatinkan. Banyak ahli telah berupaya untuk bisa mempersingkat waktu penyembuhan dan perawatan pasca operasi. Maka dari itu kemudian metode ERAS mulai digunakan di berbagai negara untuk mempercepat masa kesembuhan pasca operasi. 

Apa Itu ERAS?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ERAS merupakan sebuah teknik yang dilakukan untuk mempersingkat waktu perawatan dan penyembuhan pada pasien pasca tindakan operasi. 

Metode ini menggabungkan berbagai teknik untuk dapat mempercepat kemampuan mobilisasi dini pada pasien saat sedang menjalani perawatan yang mana hal ini menyebabkan dapat menurun selama operasi sedang berlangsung.

Teknik ERAS umumnya menggunakan pisau sayatan yang khusus sehingga ketika digunakan pada saat proses operasi, tidak banyak merusak jaringan kulit. Hal ini tentu berdampak pada proses pemulihan pasca operasi. Dokter operator biasanya juga akan menjahit fascia dengan teknik jahitan satu-satu, sehingga jaringan yang rusak bisa lebih mudah untuk membentuk jaringan kulit yang baru. 

Selain itu, pasien ERAS biasanya juga akan diberikan minuman yang mengandung gula 2 jam sebelum operasi dilakukan. Hal ini bertujuan untuk dapat membantu proses mobilisasi tindakan operasi pada pasien.

ERAS juga memiliki varian ERACS atau Enhanced Recovery After Caesarean Surgery yang merupakan metode operasi untuk bedah persalinan demi keselamatan ibu dan anak. 

Rangkaian Proses Melahirkan dengan Metode ERAS 

  • ERAS juga dapat diaplikasikan pada Bunda dalam proses melahirkan agar dapat pulih dengan cepat. Namun, sebelum melakukan prosedur, penting untuk mengetahui beberapa rangkaian proses yang harus dilalui, yaitu:
  • Dua jam sebelum tindakan operasi, Anda harus mengonsumsi minuman yang mengandung gula sebagai sumber tenaga pada saat menjalani rangkaian operasi. Evaluasi perioperatif (penilaian untuk mendapatkan informasi kelayakan pasien untuk anestesi dan operasi serta menilai risiko pembedahan pasien) juga dilakukan oleh dokter yang akan menangani.
  • Dokter anestesi akan melakukan penilaian preoperatif yang mana anestesi akan dipilih dengan yang paling sesuai, juga melakukan anestesi menggunakan jarum spinal ukuran kecil agar tidak nyeri saat proses pembiusan.
  • Dokter kandungan akan melakukan operasi sesuai dengan peran dan ketentuannya. Teknik operasi yang digunakan juga teknik yang paling optimal sehingga operasi lebih cepat dan nyaman.
  • Selain melakukan anestesi, dokter anestesi juga ikut mengawasi dan memastikan agar setelah proses operasi rasa nyeri dan proses pemulihan kemampuan tubuh untuk bergerak dengan leluasa akan bisa lebih cepat tanpa terjadinya komplikasi yang serius.

Tahap Pemulihan

Setelah Anda melalui proses persalinan, Anda akan memasuki tahap pemulihan. Di tahap ini Anda akan pulih lebih cepat dan sudah bisa pulang dalam 24 jam kedepan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan setelah prosedur:

  • 2 Jam kedepan Anda sudah bisa duduk.
  • 6 Jam kedepan kateter dapat dilepas.
  • 10 Jam ke depan Anda sudah bisa pergi ke kamar mandi sendiri.
  • 24 Jam ke depan Anda bisa pulang.

Dengan metode ini juga para pasien dapat dengan cepat untuk pulang dan beristirahat di rumah. Anda juga dapat berkonsultasi lebih lanjut terkait teknik ERAS di RSIA Bunda Ciputat dan RSIA Bunda Jakarta. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya. genai layanan kesehatan lainnya.















Senin, 31 Januari 2022

Waspada Hipertensi Dalam Kehamilan: Berbahaya!

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.35 with No comments

Hipertensi dalam kehamilan bisa membahayakan ibu hamil dan janinnya. Hipertensi pada Bunda hamil umum dialami pada usia 20 minggu, bisa juga terjadi di awal kehamilan. Untuk menghindari penyakit tersebut, Anda harus tahu mengenai faktor penyebab, pemeriksaan, sampai dampak terbesar untuk janin. Berikut adalah penjelasannya.

Faktor Penyebab dan Gejala Hipertensi dalam kehamilan

Pertama dimulai dari faktor penyebab terjadinya hipertensi dalam kehamilan adalah gaya hidup Bunda. Kurangnya asupan nutrisi dan gizi dari standar dokter dapat memicu kondisi hipertensi pada Bunda hamil. Tubuh yang dipenuhi lemak juga dapat menutup aliran pembuluh darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras sehingga meningkatkan tekanan darah.

Usia juga dapat memicu kondisi ini. Wanita berusia 35 tahun ke atas mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan umur 25 tahun. Untuk mengatasinya, Bunda hamil harus mematuhi instruksi dokter mulai dari asupan makan, kegiatan, sampai bagaimana pola tidurnya untuk mengurangi risiko.

Selanjutnya, bisa juga disebabkan dari kehamilan itu sendiri. Umumnya kehamilan anak pertama lebih sering menghasilkan tekanan darah tinggi pada Bunda dibandingkan kehamilan kedua atau ketiga. Pada kehamilan anak kembar, risikonya menjadi naik dua kali lipat karena tubuh bekerja dua kali lebih keras dari biasanya, termasuk saat memompa aliran darah.

Pemeriksaan

Hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah dengan konsumsi resep obat dokter agar tekanan tersebut menurun. Pemantauan juga dilakukan selama 24 jam agar dokter dapat mengetahui perkembangannya setiap menit. Pemeriksaan juga dilakukan dengan berbagai obat herbal sesuai dengan saran dokter.

Anda juga dapat mencegah hipertensi dengan berolahraga rutin. Senam khusus untuk Bunda hamil merupakan salah satu rutinitas fisik yang menyehatkan dan aman bagi Bunda hamil. Senam sebaiknya dilakukan dengan pantauan medis juga dibimbing oleh profesional sehingga Anda dapat menuai hasil yang maksimal bagi kesehatan Anda dan janin.

Dampak Bagi Janin

Hipertensi dalam kehamilan menimbulkan berbagai macam risiko berbahaya seperti perlambatan pertumbuhan janin. Kondisi ini disebabkan karena sulit dan melambatnya oksigen serta nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh Bunda. Hipertensi pada Bunda hamil juga dapat mengakibatkan bayi lahir secara prematur dan penyakit kardiovaskular setelah lahir. Hipertensi dalam kehamilan juga dapat menimbulkan kerusakan organ jantung, paru-paru, dan hati yang berpotensi membahayakan Bunda dan janin sekaligus. 








www.bunda.co.id

Senin, 24 Januari 2022

Penjelasan Lengkap Tentang Kehamilan Ektopik, Bunda Wajib Paham

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.16 with No comments

Kehamilan ektopik adalah kondisi hamil di luar rahim pada vagina yang menyebabkan nyeri pada bagian perut dan panggul. Kondisi ini sangat berbahaya bagi Bunda dan janin karena menyebabkan janin sulit berkembang secara normal. Kehamilan ini terjadi karena sel telur tersebut tidak menempel pada rahim melainkan organ lain, seperti dinding rahim.

Kehamilan ektopik umumnya ditandai dengan sakit di bagian perut hingga bagian vagina mengalami pendarahan hebat. Dalam kondisi yang telah memburuk, gejala yang dialami akan mirip dengan gejala usus buntu. Selain itu, rasa sakit juga terasa pada rektum hingga buang air besar. Selanjutnya, saat buang air kecil ada rasa kurang nyaman.

Penyebab Kehamilan Ektopik

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti genetik yang menjadi bawaan sejak lahir, hingga faktor lain seperti tidak seimbangnya hormon tubuh. Peradangan pada saluran indung telur juga dapat menjadi faktor kelainan ini karena jalan sel telur yang mendadak tertutup sebelum masuk ke rahim. Selain itu, jaringan parut dari bekas operasi sebelumnya juga dapat memicu kehamilan ektopik karena operasi ini dapat menutup saluran indung telur.

Risiko

Kehamilan ektopik umum terjadi pada wanita yang hamil dalam usia 35 sampai 44 tahun. Para wanita yang memiliki riwayat radang panggul sebelumnya juga bisa mengalami kondisi ini. Terlalu sering berganti berganti-ganti pasangan seksual juga dapat membuat tubuh terjangkit penyakit menular. Misalnya, gonore dan chlamydia yang meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Keguguran sering dialami berkali-kali sebelumnya akan meningkat risiko kelainan ini hingga 50%. Anda juga perlu menghentikan kebiasaan merokok karena kandungan nikotin serta tar sangat berbahaya bagi proses kehamilan. Jika Anda sedang mengalami salah satu kondisi di atas, sangat disarankan untuk konsultasi dulu pada dokter sebelum menjalankan program kehamilan.

Gejala

Kehamilan ektopik memiliki berbagai pertanda awal seperti mual, payudara terlihat lebih keras, serta menstruasi terhenti. Semuanya hampir mirip seperti gejala hamil pada biasanya, namun calon bunda akan rasa sakit terutama pada perut di bagian bawah. Penderita juga akan mengalami pendarahan layaknya saat menstruasi akibat bercak darah dari saluran tuba falopi hingga akhirnya robek karena posisi kandungan tidak berada di tempatnya. Bila buang air besar bagian dubur terasa sangat nyeri, penderita harus segera menerima penanganan medis.

Tindakan

Tindakan yang dilakukan dari dokter untuk kehamilan ektopik adalah melakukan pemeriksaan dengan USG transvaginal untuk memastikan secara tepat permasalahan yang dihadapi serta bagaimana posisi janin saat itu. Tahap berikutnya adalah pengecekan darah untuk mengevaluasi hormon kehamilan, hCg serta progesteron. Dalam kehamilan ektopik, kedua hormon ini lebih rendah dibandingkan hamil normal. Pasien kemudian akan mendapatkan suntikan methotrexate sebagai obat untuk menghentikan pertumbuhan dari sel ektopik, dan dilanjutkan dengan operasi laparoskopi untuk mengangkat jaringan pada ektopik.

Dalam beberapa kasus, kondisi pasien masih diperbaiki sehingga kemungkinan hamil dapat terjadi. Ada juga operasi laparatomi untuk pasien mengalami pendarahan hebat, di mana dokter melakukan sayatan pada bagian perut untuk pengangkatan jaringan serta tuba falopi yang sudah dalam keadaan pecah.

Pencegahan

Beberapa upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah dengan menghindari kehidupan seks yang berbeda pasangan, hindari merokok, juga melakukan tes darah hingga melakukan USG rutin sebagai pemeriksaan.

Kehamilan Normal Setelah Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik melukai tuba falopi hingga sperma akan kesulitan untuk mencapai sel telur, namun Anda masih dapat hamil kembali dengan normal walau hanya dengan kemungkinan 10%. 








www.bunda.co.id

Senin, 03 Januari 2022

7 Makanan Mempercepat Kehamilan: Bunda Sehat Bayi Sehat!

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.30 with No comments

Banyak pasangan yang menginginkan untuk hamil dengan cepat. Dalam hal tersebut, tentunya faktor kesuburan harus sangat diperhatikan. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan mempercepat kehamilan. Makanan-makanan penyubur ini dapat mempengaruhi tubuh dengan meningkatkan atau menurunkan hormon tertentu. Mulai dari makanan alami, hingga yang diformulasikan khusus dalam rangka program hamil.

Oleh sebab itu, saat melaksanakan program hamil, dokter akan menyarankan Bunda untuk mengonsumsi makanan penyubur yang memiliki nutrisi ideal untuk program kehamilan.

7 Makanan yang Dapat Menyuburkan Kandungan

Dalam proses persiapan kehamilan, makanan yang dikonsumsi harus benar-benar diperhatikan. Paling tidak, makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Selain memiliki nutrisi lengkap, makanan di bawah ini dapat meningkatkan kesuburan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Ikan

Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan dapat memaksimalkan kinerja organ reproduksi. Ikan yang menjadi sumber asam lemak omega-3 di antaranya adalah salmon, sarden, ikan kembung, dan tuna.

2. Olahan Susu

Produk olahan susu merupakan makanan mempercepat kehamilan karena dapat meningkatkan kesehatan organ reproduksi. Contoh dari makanan olahan susu yang bisa Bunda coba adalah keju, yogurt, dan lain sebagainya. Jika Bunda dalam program diet, maka pastikan pilih makanan rendah lemak.

3. Makanan Sumber Protein Hewani dan Nabati

Protein dipercaya dapat meningkatkan kesuburan, baik pria maupun wanita. Untuk protein hewani, Bunda bisa mendapatkannya dari daging dan telur. Sedangkan untuk protein nabati, sumbernya adalah kacang-kacangan.

4. Buah-buahan

Buah-buahan memiliki kandungan vitamin dan antioksidan. Kandungan tersebut terbukti dapat meningkatkan kesuburan. Selain itu, antioksidan juga bermanfaat melindungi sistem reproduksi dari kerusakan dan penuaan sel.

5. Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks dapat diperoleh dari gandum, serealia, biji-bijian utuh, dan produk olahannya. Makanan jenis ini kaya akan kandungan vitamin B, zat besi, dan antioksidan yang bermanfaat mempercepat kehamilan.

6. Makanan Sumber Asam Folat

Selain dari suplemen, asam folat juga dapat diperoleh secara alami dari bayam, brokoli, kacang-kacangan, alpukat, dan lain sebagainya. Mengkonsumsi asam folat dapat mempercepat kehamilan dan mencegah autisme bayi.

7. Makanan dengan Kandungan Zinc

Zinc memiliki fungsi untuk meningkatkan kualitas sel telur. Selain itu, zat ini juga berguna untuk melancarkan siklus haid. Contoh makanan kaya akan zinc adalah tiram, biji-bijian utuh, susu, daging, dan telur.

Makanan dan Minuman yang Dihindari Selama Program Hamil

Selain jenis makanan mempercepat kehamilan, ada juga makanan dan minuman yang  perlu Bunda hindari karena dapat menurunkan kesuburan organ reproduksi. Berikut ini adalah daftar makanan tersebut:

  • Makanan dengan kandungan lemak trans, misalnya junk food. Berdasarkan penelitian oleh Chavarro (2007) dalam artikel berjudul Diet and Lifestyle in The Prevention of Ovulatory Disorder Infertility, 2% lemak trans bisa memberikan dampak hingga 75% yang dapat menghambat produksi hormon tubuh.
  • Makanan manis yang memiliki kadar gula tinggi. Gula dapat memengaruhi produksi insulin dalam darah yang memberikan dampak buruk pada ovarium.
  • Mengonsumsi karbohidrat berlebih. Semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi, maka risiko ketidaksuburan semakin meningkat.
  • Makanan yang mengandung kafein seperti kopi dan coklat. Penelitian Weng dan tim (2008) dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa kafein berbahaya bagi Bunda hamil karena dapat meningkatkan risiko keguguran.
  • Alkohol dan berbagai minuman yang mengandung senyawa. Alkohol dapat menyebabkan risiko infertilitas.
  • Minuman bersoda memiliki kadar gula tinggi yang menyulitkan proses kehamilan.















Kamis, 02 Desember 2021

Metode ERACS, Percepat Masa Pemulihan Setelah Persalinan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.06 with No comments

Kekhawatiran Bunda tetang lamanya proses mobilitas dan pemulihan pasca persalinan caesar akan hilang dengan adanya metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS), yakni metode pemulihan singkat setelah operasi sectio cesarea (SC).

Hal ini sudah dibuktikan oleh Bunda Nagita Slavina yang mempercayakan proses kelahiran anak keduanya di RSU Bunda Jakarta pada hari Jumat, 26 November 2021.

Metode ini membantu pasien mobilisasi dini dan beraktifitas secara normal segera setelah operasi sehingga memungkinkan proses pemulihan berlangsung cepat dan Bunda dapat segera menyusui dan merawat bayinya dengan nyaman.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Pasca Persalinan dengan Teknik ERAS, Apa itu? 

Dokter anestesi akan memberikan jenis pereda nyeri yang baik dan aman bagi ibu dan bayi. Dengan meminimalisir rasa nyeri diharapkan mobilisasi dapat segera dilakukan seperti berjalan ke kamar mandi, menyusui si kecil, serta duduk dengan nyaman.

Penerapan metode ERACS untuk setiap Caesarean delivery di RS Bunda group memungkinkan lama perawatan rumah sakit yang lebih singkat dengan rasa nyeri yang minimal.

















Senin, 22 November 2021

Bukan Hanya Ibu Hamil, Kondisi ini Memerlukan Penanganan Poli Obgyn

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.44 with No comments

Poli obgyn adalah bagian layanan di rumah sakit atau di klinik yang dijalankan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter obgyn. Dokter obgyn memiliki gelar SpOG juga sering disebut sebagai dokter kandungan, dan juga masalah-masalah lain terkait kesehatan reproduksi wanita menjadi pekerjaan dokter obgyn. Anda dapat mengunjungi pihak poli tersebut meski tidak sedang hamil dan hal tersebut disarankan untuk setiap wanita.

Baca Juga: 7 Gangguan Haid Paling Umum, Jangan Disepelekan!

Kondisi yang Dapat Ditangani Poli Obgyn

Dokter obgyn bekerja untuk mengobati dan memeriksa kandungan, juga masalah-masalah lain yang berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita, seperti:

  • Masalah menstruasi dan menopause, penyakit menular seksual, gangguan kesehatan seksual, dan masalah pada organ reproduksinya. 
  • Masalah kesuburan wanita.
  • Diagnosa dan mengobati masalah hormon terkait reproduksi wanita. 
  • Menangani masalah pendarahan setelah melahirkan.
  • Melakukan pemeriksaan terkait masalah kehamilan, serta menangani kasus gawat darurat dalam persalinan.

Tindakan yang Dapat Dilakukan Spesialis Obgyn

Dokter obgyn dituntut agar bisa melakukan berbagai macam tindakan medis terkait persalinan. Beberapa tindakan yang dilakukannya seperti pembedahan masalah reproduksi wanita dan melakukan konsultasi sebelum dan sesudah mengalami persalinan. Berikut ini berbagai tindakan yang dapat dilakukan spesialis obgyn untuk membantu permasalahan wanita, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan organ reproduksi wanita, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang terkait kanker pada sistem reproduksi wanita.
  • Melakukan biopsi atau pengambilan jaringan rahim (leher rahim), juga melakukan konsultasi terkait alat untuk mencegah kanker serviks. Selain itu, dokter obgyn juga dapat melakukan konsultasi terkait masalah kehamilan dan perawatannya sebelum melahirkan.
  • Melakukan proses persalinan dan perawatannya setelah melahirkan, sekaligus perawatan payudara guna bisa mengoptimalkan ASI setelah melahirkan.
  • Melakukan pembedahan histerektomi (prosedur medis pengangkatan rahim), miomektomi (prosedur pembedahan untuk mengangkat tumor fibroid pada uterus) dan tubektomi atau ligasi tuba (prosedur pemotongan atau penutupan saluran indung telur ovarium) pada sistem reproduksi wanita.
  • Konsultasi terkait tindakan inseminasi buatan atau bayi tabung.
Baca Juga: Persiapan Kehamilan Pertama, Semangat Bunda!

Kapan Harus ke Dokter Obgyn?

Anda tidak perlu sedang hamil atau memiliki masalah sistem reproduksi untuk berkunjung ke poli obgyn. Wanita yang sehat dan tidak hamil juga bisa melakukan pemeriksaan terkait sistem reproduksi sebagai tindakan preventif dan juga untuk meningkatkan kesehatan diri sejak dini.

Umumnya, Anda dapat melakukan pemeriksaan ke poli obgyn dilakukan setiap lima tahun sekali, terlebih lagi untuk wanita di atas 21 tahun dan aktif melakukan hubungan seksual untuk menjaga kesehatan dan mencegah masalah terkait organ reproduksi.

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau belum mengalami menstruasi setelah dewasa, Anda dapat mengunjungi poli obgyn untuk mendapatkan penanganan dengan segera terkait masalahnya tersebut.

Perbedaan Obstetri dan Ginekologi

Perbedaan obstetri dan ginekologi terletak pada fokus keilmuannya. Obstetri adalah cabang kedokteran yang fokus pada kehamilan dan persalinan, sejak sebelum, selama, hingga setelah seorang wanita melahirkan, sedangkan ginekologi berfokus pada kesehatan tubuh dan organ reproduksi wanita. Ginekologi juga mendiagnosis, menangani, dan merawat pasien yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi.

Meskipun keduanya memiliki perbedaan dalam fokus keilmuan, namun lingkup kerja kedua bidang ini termasuk dalam masalah kesehatan terbesar pada wanita sehingga sering digunakan dalam satu spesialisasi kedokteran yang disebut dengan Obgyn.

Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Obstetri dan Ginekologi  

Karena kesehatan kehamilan serta organ reproduksi merupakan salah satu aspek kesehatan terpenting, Anda perlu mendapatkan konsultasi yang menyeluruh dan akurat agar dapat meningkatkan kualitas kesehatan Anda dengan maksimal. Reservasikan jadwal konsultasi Anda di BIC Executive RSIA Bunda Jakarta, BIC Vida Bekasi, BIC Pacific Place, dan BIC Bali untuk konsultasi dan pemeriksaan yang memadai. Kunjungi juga laman informasi kami untuk informasi layanan kesehatan selengkapnya.


















Selasa, 08 Januari 2019

Ayo..Hitung Gerakan Janin

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.07 with No comments

Semua kehamilan mempunyai risiko, tidak terkecuali bagi si janin. Demikian hebatnya ciptaan Sang Khalik sehingga kita di berikan “Notifikasi” dari jauh-jauh hari. Jarang sekali janin meninggal tiba-tiba. Umumnya sebelum terjadi kematian janin atau jika terdapat permasalahan di dalam kandungan, secara alamiah dia akan memberi tau kita melalui “Tendangannya”. Maksudnya? Janin akan kurang aktif menendang di bandingkan sebelumnya.

Jadi apa yang bisa dilakukan seorang calon ibu?
 “Count the Kick”

Metode lama yang masih dipakai sampai saat ini adalah “Cardiff Count”, dimana ibu dapat menghitung harian jumlah gerakan janin. Jika dalam kurun 12 jam, terdapat 10 gerakan, janin dikatakan dalam kondisi baik.

Ibu biasanya tau kapan bayi bergerak paling aktif. Jika dirasakan gerakannya berkurang, maka berbaringlah dengan posisi miring kiri, hitunglah gerakan janin selama 2 jam. Jika gerakan kurang dari (<) 10 dalam kurun waktu itu, segera ke bidan atau RS terdekat.

Jadi para calon ibu... jadikan perhitungan gerakan janin sebagai “Payung sebelum Hujan”... Selamat Menjalani Kehamilan

dr. Rathi Manjari Fauziah, SpOG - RSIA Citra Ananda

Jam Praktik : 
Senin : 08.00 - 10.00 ; Selasa : 16.00 - 18.00 ; Rabu : 08.00 - 10.00 ; Kamis : 16.00 - 18.00 ; Jumat : 10.00 - 14.00 ; Sabtu : 09.00 - 12.00



www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com

Rabu, 07 Februari 2018

Vitamin Terpenting dalam Kehamilan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 07.54 with No comments
Vitamin terpenting untuk program hamil adalah Asam Folat. Terlalu banyak konsumsi vitamin yang katanya dapat membantu kesuburan, sebagian besar tidak terbukti bermanfaat.

Vitamin E dikatakan bermanfaat untuk kesuburan hingga kecantikan. Tapi ternyata konsumsi vitamin E sehari sudah cukup diperoleh dari makanan saja seperti sayuran berdaun hijau. Meningkatkan konsumsi vitamin E tidak meningkatkan keberhasilan promil.

Antioksidan adalah salah satu suplemen yang sering diberikan untuk ibu-ibu yang sedang promil. Penelitian-penelitian ilmiah belakangan menunjukkan bahwa antioksidan tidak bermanfaat untuk promil. Bahkan konsumsi berlebihan dapat meningkatkan resiko kanker.

Multivitamin sering diberikan dengan asumsi bahwa tubuh memerlukan tambahan. Padahal dengan pola makan yang sehat dan seimbang, multivitamin tidak perlu dikonsumsi lagi.

Selain itu, beberapa jenis vitamin juga berbahaya untuk janin terutama di kehamilan muda. Contohnya : vitamin A (adalah salah satu vitamin yang berfungsi juga sebagai antioksidan), bila dikonsumsi dalam dosis tinggi (>10.000 IU) dapat berpotensi sebagai teratogen (meninmbulkan cacat pada bayi). Oleh karena itu dalam promil, makanan dan pola hidup sehat lebih penting daripada sekedar mengkonsumsi aneka macam vitamin dan suplemen yang belum tentu bermanfaat untuk kita. Ingat, hanya Asam Folat yang terpenting diberikan selama promil atau saat sedang merencanakan kehamilan.

Sumber : dr. Ivander R. Utama, SpOG - RSIA Citra Ananda

Kamis, 18 Januari 2018

Refleks Menyusui Sedari Kandungan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.31 with No comments
Bayi ditakdirkan untuk menikmati ASI. Hal ini ditunjukkan dengan refleks-refleks menyusui yang sudah dikuasi sejak berada didalam kandungan. Proses perlekatan / latching / attachment antara mulut bayi dan puting payudara merupakan proses kompleks yang meliputi gerakan membuka mulut, menjulurkan lidah untuk “menangkap” puting dan areola, mendorong areola dan puting masuk ke dalam mulut, serta mulai memerah ASI dengan mendorong areola dan puting ke arah langi-langit mulut. 

Proses ini semakin kompleks dengan perlunya koordinasi antara gerakan memerah ASI tersebut dengan proses pernafasan seperti menarik nafas, menahan nafas saat menelan dan membuang nafas. Proses inilah yang membuat bayi harus belajar dan merupakan salah satu proses stimulasi otak dini terpenting yang berperan dalam bentuk kecerdasan anak.

Sumber : dr. Ivander R. Utama, SpOG - RSIA Citra Ananda