Tampilkan postingan dengan label advance klinik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label advance klinik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2022

Fungsi Klinik Laktasi Bagi Kesehatan Bunda

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.58 with No comments

Pemberian ASI adalah salah satu aspek penting di masa pertumbuhan bayi, khususnya pada 6 (enam) bulan pertama. Akan tetapi, tidak jarang rasa sakit atau tekanan yang mereka alami menyebabkan Bunda menghentikan pemberian ASI pada bayi. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mendapatkan edukasi menyusui melalui konsultasi di Klinik Laktasi. Berikut penjelasan lengkap mengenai Klinik Laktasi.

Apa itu Klinik Laktasi?

Klinik Laktasi adalah salah satu tempat Bunda berkonsultasi dengan ahli laktasi dengan memberikan penyuluhan, dukungan, dan pelatihan sehingga Bunda dapat teredukasi mengenai ASI dan cara menangani masalah pemberian ASI. Walau terdengar sederhana, dampak kunjungan dan konsultasi dengan Klinik Laktasi bagi kesehatan Bunda cukup besar. Pasalnya, Bunda mendapatkan sosok yang mengerti apa yang Bunda rasakan ketika menyusui dan mampu memberikan solusi yang berguna bagi Bunda dan bayi. 

Tak hanya itu, Bunda juga bisa bertemu dan bertukar pikiran dengan Bunda lain yang memiliki kendala dalam pemberian ASI di Klinik Laktasi. Sebagian besar jawaban dari kendala yang Bunda alami ketika melakukan pemberian ASI dapat ditemukan di Klinik Laktasi.

Apa saja yang bisa dipelajari di Klinik Laktasi? Bunda akan diajari mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi, teknik pemberian ASI secara ideal, teknik memerah dan menyimpan ASI, dan juga cara menangani masalah atau kendala yang dialami ketika menyusui.

Pentingnya ASI Bagi Bunda dan Anak

Mengapa ASI sangat dianjurkan sebagai makanan terbaik bagi bayi? Hal ini dikarenakan kandungan zat gizi yang dimiliki ASI sangat sesuai untuk tumbuh kembang bayi. ASI mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan mineral yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang proporsional.

Mengingat pentingnya asupan ASI bagi bayi, pemerintah juga telah menetapkan anjuran untuk memberikan ASI Eksklusif bagi bayi hingga berusia 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau menggantikan dengan makanan atau minuman lain.

Selain, ASI juga memiliki peran penting yang bermanfaat bagi Bunda, baik dalam segi kesehatan maupun emosional. Berikut manfaat penting ASI yang perlu kamu ketahui:

  • Dapat mengurangi tingkat depresi pada Ibu.
  • Meningkatkan sistem imun/kekebalan tubuh bayi.
  • Membantu memperkuat ikatan emosional antara Bunda dan bayi.
  • Meningkatkan kecerdasan anak.
  • Mengurangi risiko obesitas pada bayi.
  • Menjaga berat badan Ibu.

Kesalahan Umum dalam Menyusui

Walaupun menyusui menjadi salah satu proses alami antara Bunda dan bayi, seringkali masih ditemukan beberapa kesalahan umum yang kerap kali terjadi tanpa Bunda sadari, seperti:

  • Posisi menyusui kurang tepat.
  • Kurang memperhatikan kesehatan diri.
  • Mengabaikan stress.
  • Kurang mengosongkan payudara.
  • Tidak meminta bantuan.
  • Memberikan dot terlalu dini.
  • Tidak menyusui dalam rentang waktu lama.

Bunda dapat mengatasi masalah-masalah tersebut dengan berkonsultasi pada ahli atau tenaga medis di klinik laktasi. Selain itu, kunjungan Bunda ke klinik laktasi dapat mempertemukan Bunda dengan orang tua yang memiliki pengalaman serupa. Pertemuan ini dapat menjadi dukungan emosional bagi Bunda dengan mengetahui bahwa Bunda bukan satu-satunya orang tua yang kesulitan dengan ASI.

Konsultasi Laktasi

Bunda dapat berkonsultasi dengan tenaga medis yang memiliki pengetahuan mengenai serba serbi pemberian ASI di klinik laktasi. Di tempat ini, tenaga medis akan memberikan penyuluhan, dukungan, dan pelatihan pada Ibu untuk mendapatkan informasi dan untuk mengatasi masalah pemberian ASI.

Umumnya Bunda akan berkunjung hingga dua hingga tiga kali, selama 45 menit hingga 1 jam setiap kunjungannya. Sebagian besar masalah pemberian ASI dapat Bunda selesaikan dengan konsultasi di klinik ini.

Di klinik ini, tenaga medis terlatih akan menangani langsung masalah Bunda dalam memberikan ASI, dari posisi pelekatan mulut bayi ke payudara, cara melakukan penekanan pada payudara saat si Kecil, hingga bagaimana memposisikan si Kecil pada payudara yang sediaan ASI Bunda lebih banyak.

Pelekatan payudara dalam proses menyusu ini sangat penting karena mendukung keberhasilan pemberian ASI. Bila mulut anak kesulitan melakukan pelekatan pada payudara Bunda, sebaiknya jangan memaksanya untuk terus menyusu. Lepaskanlah lebih dulu mulut si Kecil dari payudara Ibu dan mulailah kembali.

Lakukan langkah beberapa kali bila anak belum bisa melakukan pelekatan dengan baik. Memaksa si Kecil menyusu pada payudara tidak akan berhasil. Pemaksaan akan justru menyebabkan bayi menjadi marah dan menolak menyusui.

Dalam beberapa kasus, tenaga medis juga akan menganjurkan konsumsi obat pelancar ASI. Demikian juga dengan pemakaian penyambung puting (nipple shield) yang kurang tepat dan sebetulnya tidak dianjurkan, terlebih sebelum produksi ASI melimpah (pada hari ke-4 atau ke-5 setelah melahirkan), karena dapat mengurangi produksi ASI.

Proses pemberian ASI oleh Bunda pada bayi memang tidak selalu berjalan mulus. Namun Bunda tidak perlu khawatir lagi, karena dengan klinik laktasi, Bunda telah memiliki tempat untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri terkait dengan laktasi Bunda.

Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya mengenai layanan kesehatan lainnyan sesuai kebutuhan Anda.











www.bunda.co.id

Senin, 25 Oktober 2021

Keluhan Umum Selama Masa Kehamilan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.10 with No comments
Pada saat hamil, mungkin ibu-ibu sering merasa cemas karena timbul keluhan-keluhan yang sebelumnya tidak pernah terjadi pada sebelum hamil. Sebetulnya tidak semua yang dirasakan tersebut berbahaya, tetapi ada yang memang harus segera ditangani. Ini adalah beberapa keluhan yang umum terjadi pada saat hamil:

Air liur berlebih, pada saat hamil bisa timbul air liur yang berlebih, tidak sering terjadi dan kondisi ini tidak berbahaya, tapi biasanya kadang membuat ibu hamil khawatir. Apabila terasa mengganggu, ibu hamil bisa berkonsultasi dengan dokter Kandungan untuk mendapatkan obat yang mengurangi produksi air liur tersebut.

Pica, yaitu mengkonsumsi zat bukan makanan atau zat yang tidak sehat, misalnya tanah liat dan bubuk deterjen. Pica ini berbahaya karena mengganggu nutrisi yang baik pada ibu hamil, yaitu dengan menggantikan asupan bahan makanan yang penting bagi tubuh menjadi zat yang tidak berguna dan tidak mengandung nutrisi.

Sering berkemih, ini disebabkan pembengkakan pembuluh darah di daerah rongga panggul dan perubahan hormone. Pada akhir kehamilan, frekuensi berkemih makin tambah sering karena adanya tekanan akibat rahim yang membesar. Bila tidak bisa berkemih atau ada darah pada waktu berkemih, itu merupakan tanda-tanda adanya infeksi, sehigga harus segera berkonsultasi ke dokter Anda.

Varises pada kaki, adanya tekanan karena rahim yang membesar menyebabkan alliran balik dari pembuluh darah di kaki akan terganggu. Sehingga di awal kehamilan biasanya disarankan untuk memakai stocking elastis dan meninggikan kaki jika mulai timbul varises. Untuk pengobatannya biasanya dilakukan setelah melahirkan.

Bengkak, terutama sering dikeluhkan pada kehamilan tua. Bengkak seringnya di kaki tetapi bisa pada tangan dan wajah, bila terjadi bengkak seperti ini sebaiknya segera ke dokter Anda karena ini adalah tanda-tanda dari Preeclampsia-Eclampsia yang berbahaya bagi janin maupun ibunya. Bengkak pada ibu hamil disebabkan adanya penumpukan cairan, bila hanya terjadi di kaki untuk penanganan awal yaitu dengan mengangkat kaki untuk meningkatkan sirkulasi darah.

Nyeri sendi dan nyeri punggung, pada ibu hamil akan berkembang pinggul yang tidak stabil, ini menyebabkan nyeri, bisa diatasi dengan sering bed rest untuk mengurangi nyeri. Selain itu juga dengan memperbaiki postur tubuh bisa dibantu dengan pemakaian korset hamil dan sepatu yang berhak 5 cm, yang mengurangi nyeri punggung. Atau mengolesi punggung dengan balsam atau yang hangat-hangat akan membuat otot-otot relaks dan mengurangi rasa tidak nyaman. Dan latihan untuk memperkuat daerah punggung sangat disarankan.

Kram kaki, dikarenakan kurangnya kadar kalsium atau peningkataan kadar fosfor di darah. Bila sering terjadi kram, sebaiknya kurangi asupan fosfat dengan mengurangi minum susu dan suplemen yang mengandung kalsium fosfat, serta menambah asupan kalsium tanpa fosfor dengan mengkonsumsi tablet kalsium, yang biasanya akan diresepkan oleh dokter Anda. Selain itu untuk mengurangi nyeri akibat kram bisa dilakukan massage, menekuk kaki pelan-pelan atau diolesi balsam atau yang hangat-hangat. Dan pada saat bangun pagi hindari “pointing toes” pada saat stretching karena akan memicu kram pada otot betis.

Rasa tidak nyaman di payudara, ini terutam dirasakan pada kehamilan muda dan kehamilan tua. Sebaiknya menggunakan bra yang pas di payudara selama 24 jam, bisa mengurangi nyeri. Atau dikompres dengan es.

Tidak nyaman pada tangan, kadang-kadang timbu mati rasa dan kesemutan pada jari-jari tangan. Biasanya terjadi pada 5% ibu hamil. Rasa tidak nyaman ini sering timbul pada malam hari dan pagi hari. Ini terjadi karena pada saat hamil, bahu akan turun, sehingga menjepit kumpulan saraf-saraf di daerah lengan. Bukan kondisi yang membahayakan, bisa hilang setelah melahirkan, tetapi bisa juga berlanjut setelah melahirkan dikarenakan sering menggendong bayi.

Jadi jangan terlalu khawatir bila pada saat hamil bisa timbul kondisi-kondisi seperti yang disebutkan di atas. Karena kelainan-kelainan tersebut sering terjadi pada ibu hamil, beberapa kondisi bisa ditangani sendiri di rumah, tetapi bila keluhan semakin bertambah parah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter Kandungan Anda supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat.



















Senin, 11 Oktober 2021

Pemeriksaan Skrining Preeklamsia untuk Kehamilan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.12 with No comments
Preeklamsia merupakan komplikasi yang relatif sering didapatkan selama kehamilan, yaitu sekitar 2-8 dari 100 kehamilan (2-8%). Preeklamsia ini merupakan keadaan yang hanya didapat selama kehamilan (setelah kehamilan usia 20 minggu) sampai dengan 6 minggu pasca persalinan. Preeklamsia dapat memiliki dampak buruk untuk jangka pendek dan panjang terhadap diri anda (ibu hamil) dan juga janinnya. 

Apakah penyebab dari preeklamsia?
Penyebab pasti preeklamsia tidak diketahui namun pada dasarnya masalahnya terdapat di plasenta (ari2). Plasenta inilah yang menghubungkan ibu hamil dengan janinnya dan plasenta pulalah yang menyalurkan makanan dan oksigen dari darah ibu hamil ke janinnya. 
Pada preeklamsia, plasenta tidak mendapatkan darah yang cukup dari anda sehingga tidak dapat memenuhi jumlah sesuai kebutuhan. 

Bagaimana preeklamsia dapat mempengaruhi saya?
Kebanyakan wanita dengan preeklamsia hanya sedikit terkena, namun hanya sebagian kecil wanita terkena komplikasi serius preeklamsia (kejang / eklamsia0. 
Diagnosis preeklamsia pada dasarnya ditegakkan atas dasar:
  • tekanan darah tinggi
  • Adanya protein yang bocor dan masuk ke dalam urin
Bagaimana preeklamsia dapat mempengaruhi janin saya?
Pada beberapa keadaan preeklamsia, janin bisa saja dapat tetap sehat. Namun pada beberapa keadaan, janin perlu dipantau untuk pasokan nutrisi dan oksigen untuk pertahankan pertumbuhannya dalam rahim. Terkadang pada preeklamsia berat, janin perlu dilahirkan lebih dini sehingga masih dalam keadaan prematuritas. 

Apakah saya berisiko?
Preeklamsia pada dasarnya dapat mengenai siapa saja, namun terdapat beberapa faktor risiko seperti:
  • Kehamilan pertama
  • Bila anda, ibu anda atau saudara perempuan anda memiliki riwayat preeklamsia
  • Anda memiliki indeks massa tubuh 35 atau lebih
  • Usia anda 40 tahun atau lebih
  • Kehamilan multipel seperti kembar 2, 3 atau lebih
  • Memiliki masalah medis seperti masalah pada ginjal atau diabetes
  • Kehamilan bayi tabung / IVF
Apa yang dimaksud dengan pencegahan preeklamsia?
Pencegahan preeklamsia bertujuan untuk mencegah atau menunda timbulnya preeklamsia. Dengan keberhasilan pencegahan preeklamsia, kehamilan dapat dilanjutkan dengan aman dan janin dapat tumbuh dengan optimal. 

Pencegahan akan optimal bila dilakukan sebelum usia kehamilan 16 minggu. 

Bagaimana skrining preeklamsia dilakukan? 
Skrining preeklamsia dilakukan pada trimester pertama tepatnya antara usia 11-14 minggu. 
Pemeriksaan skrining ini meliputi :
  • riwayat kesehatan ibu hamil dan informasi demografik (tinggi, berat, etnis, riwayat merokok)
  • pengukuran tekanan darah dari kedua lengan
  • pemeriksaan darah - PLGF (Placental Growth Factor) dan PAPP-A (Pregnancy-Associated Plasma Protein). 
  • Pemeriksaan USG (arus darah ibu - Arteri uterina)
Bagaimana pelaksanaan skrining preeklamsia?
Skrining preeklamsia dilakukan di hari yang sama dengan skrining sindroma Down dan memerlukan pemeriksaan darah anda. Kemudian dokter akan menggabungkan hasil pemeriksaan dengan data lainnya (riwayat kesehatan ibu, tekanan darah dan USG) dan akan beritahukan hasilnya pada anda. 

Apakah hasil yang didapatkan dari pemeriksaan skrining preeklamsia?
  • Risiko rendah
Risiko rendah berarti kecil kemungkinan anda akan mendapatkan preeklamsia pada kehamilan anda. Namun yang perlu diingat, risiko rendah bukan berarti anda tidak mungkin mendapatkan preeklamsia 
Risiko rendah berarti anda hanya melanjutkan pemeriksaan kehamilan seperti biasanya. 
  • Risiko tinggi
Risiko tinggi tidak berarti anda pasti mendapatkan preeklamsia. Namun dengan mengetahui kehamilan anda berisiko tinggi, maka memungkinkan dilakukannya pencegahan dan juga membantu pemantauan kehamilan anda

Skrining untuk Sindroma Down, Edwards dan Patau

Pemeriksaan skrining kelainan kromosom akan ditawarkan pada tiap wanita hamil untuk melihat adanya kelainan kromosom 21 (sindroma Down), 18 (sindroma Edwards) dan 13 (Patau).
Pemeriksaan skrining yang diberikan pada usia 11-14 minggu disebut dengan pemeriksaan kombinasi (combined screening) karena merupakan kombinasi dari pemeriksaan darah dan USG.
Di akhir pemeriksaan, anda akan mendapatkan angka yang menunjukkan risiko janin anda mendapatkan kelainan kromosom.

Apakah sindroma Down, Edward dan Patau?
Di dalam tubuh kita, terdapat beberapa struktur kecil yag disebut dengan kromosom. Tiap  kromosom membawa gen yang menentukan bagaimana kita berkembang. Terdapat 23 pasang kromosom di tiap sel manusia.
  
Sindroma Down
Pada sindroma Down, terdapat ekstra copy di kromosom 21 pada tiap selnya. Bayi yang terlahir dengan keadaan ini akan memiliki kesulitan dalam belajar. Mereka juga akan memiliki kesulitan dalam berkomunikasi.
Janin dengan sindroma Down, juga dapat memiliki masalah kesehatan seperti kesehatan jantungnya, pendengaran dan penglihatan.

Sindroma Edward dan Patau
Pada sindroma Edward, terdapat ekstra copy pada kromosom 18 pada tiap selnya. Sedangkan pada Patau terdapat ekstra copy pada kromosom 13.di tiap selnya.
Mayoritas janin dengan kelainan 2 kromosom ini akan meninggal dalam rahim atau segera setelah bayi lahir.
Semua bayi yang terlahir dengan kelainan kromosom ini, akan memiliki masalah serius pada kesehatannya seperti masalah pada otak, jantung.

Seperti apakah skrining untuk kelainan kromosom ini?
Pemeriksaan kromosom ini akan diberikan pada usia kehamilan 11-14 minggu, dimana pemeriksaan skrining ini disebut pemeriksaan skrining kombinasi karena merupakan gabungan dari hasil pemeriksaan darah dan USG.
Bila usia kehamilan anda lebih lanjut lebih dari usia 14 minggu, yaitu tepatnya 14-20 minggu, anda masih akan dapat melakukan pemeriksaan skrining untuk sindroma Down, namun pemeriksaan ini tidak akan seakurat pemeriksaan pada usia 11-14 minggu.

Apakah pemeriksaan ini akan membahayakan untuk saya dan janin saya?
Pemeriksaan skrining tidak akan membahayakan untuk anda dan janin anda. Namun yang perlu diingat, dari pemeriksaan ini hanya akan mengatakan apakah janin anda berisiko tinggi atau tidak, jadi bukan mengatakan janin anda pasti memiliki kelainan kromosom atau tidak.

Bila dari hasil pemeriksaan ini menunjukkan janin anda memiliki risiko tinggi, anda akan ditawarkan pemeriksaan diagnostik untuk mengkonfirmasi benar tidaknya janin anda memiliki kelainan kromosom.
Pemeriksaan diagnostik ini berupa pemeriksaan untuk mengambil jaringan plasenta atau cairan ketuban, dan pemeriksaan diagnostik memiliki risiko 1% untuk terjadinya keguguran.

Hasil Pemeriksaan Skinning
Hasil pemeriksaan akan menunjukkan kemungkinan janin memiliki sindroma Down, Edwards atau Patau.

Bila hasil menunjukkan risiko lebih rendah daripada 1:150, maka dikatakan memiliki risiko rendah untuk mendapatkan kelainan kromosom. Namun risiko rendah tidak berarti 100% tidak akan memiliki kelainan tersebut.

Bila hasil pemeriksaan skrining menunjukkan risiko tinggi yaitu lebih tinggi dari 1:150 maka dikatakan janin anda berisiko tinggi untuk mendapatkan kelainan kromosom.

Seberapa akuratkah pemeriksaan skrining kombinasi ini?
Pemeriksaan kombinasi ini memiliki akurasi 90% dengan angka false positive rate 5%. 

Dr. Aditya Kusuma SpOG, K.Fer
HIGH RISK PREGNANCY CLINIC  - RS BUNDA JAKARTA
Jl Teuku Cik Ditiro 28 Menteng Jakarta Pusat  Call Center  1-500-799






















Selasa, 20 Maret 2018

Kehamilan di Luar Rahim

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.12 with No comments

Kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik) terjadi bila sel telur yang telah dibuahi tidak melekat di rahim tetapi di tempat yang berbeda yaitu di saluran telur (tuba falopi), indung telur, leher rahim atau rongga perut. Bila embrio melekat di saluran telur, maka pertumbuhan embrio akan menyebabkan saluran telur membengkak atau pecah.

Satu dari seratus kehamilan adalah ektopik. Peluang kehamilan ektopik lebih tinggi jika saluran telur rusak karena radang perut (misalnya usus buntu atau infeksi klamidia) atau karena operasi rongga perut. IUD (spiral) juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Gejala
Jika Anda mengalami kehamilan ektopik, gejala biasanya akan terasa pada sekitar 6 – 10 minggu usia kehamilan. Jika Anda mendapatkan gejala berikut, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter Anda:
  • Sakit di salah satu sisi panggul
  • Perdarahan vagina di luar menstruasi
  • Nyeri di perut bagian bawah
  • Pingsan
  • Mual
Pada tahap lanjut, kehamilan ektopik dapat menimbulkan gejala berikut:
  • Nyeri perut yang intens
  • Hipotensi
  • Denyut nadi cepat
  • Kulit pucat
Diagnosis
Karena beberapa gejala di atas juga dapat terjadi pada kehamilan normal, dokter bisa sulit untuk mendiagnosis. Oleh karena itu, ada sejumlah tes yang dapat dilakukan jika dicurigai ada kehamilan ektopik.
  1. Menggunakan ultrasound, dokter mungkin dapat melihat kehamilan ektopik, karena adanya darah di tuba falopi yang rusak atau ada embrio di luar uterus.
  2. Laparoskopi melalui sayatan kecil di perut dapat dengan mudah melihat bila ada embrio di luar rahim.
  3. Mengukur kadar hormon kehamilan hCG (human chorionic gonadotopin) adalah cara lain untuk mendeteksi kehamilan ektopik. Dalam kehamilan normal, kadar hCG berlipat dua kira-kira setiap dua hari hingga minggu ke-12. Jika hCG diperkirakan tidak meningkat, mungkin ada sesuatu yang salah dalam kehamilan.
Dokter akan selalu mencoba mendiagnosis kehamilan ektopik sedini mungkin. Dengan demikian, kerusakan biasanya masih terbatas dan risiko perdarahan internal dan komplikasi terkait masih rendah.

Prognosis
Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik, ada kemungkinan sekitar 12% akan terkena lagi di masa mendatang. Karena itu, bila Anda pernah mengalaminya Anda harus memberitahu dokter atau bidan Anda.

Sekitar 60% wanita menjadi subur kembali setelah kehamilan ektopik, 30% tidak ingin hamil karena pengalaman itu dan 10% menjadi infertil (tidak subur).
















High Risk Pregnancy Clinic Kawal Periode Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.12 with No comments
Pertengahan tahun 2016, RSIA Bunda resmi membuka High Risk Pregnancy Clinic (HRPC). Keberadaan klinik ini sebagai bagian pengembangan RSIA Bunda Jakarta dalam memberikan layanan yang komprehensif bagi ibu hamil.

Kehadiran HRPC diharapkan memberikan rasa aman calon ibu dalam menghadirkan buah hatinya. Adalah dr. Aditya Kusuma, SpOG yang ditunjuk menjadi Kepala HRPC. Menurutnya kehadiran dirinya untuk memimpin rencanapengembangan metode screening di RS Bunda yang sesuai kaidah internasional dan sekaligus juga membantu calon ibu agar buah hati yang akan dilahirkan berkualitas dan sehat.

“Tim kami akan mengawal periode kehamilan sampai nanti lahiran,” tandas dokter yang lama menimba ilmu di King’s College hospital London. Tak seperti metode yang telah berlangsung di Indonesia saat ini, sebut saja screening kasus preeklampsia yang relatif belum tepat.”Saat dokter melihat arus darah  pada screening 20 minggu dan terdeteksi kemungkinan preeklampsia, kemudian mereka (calon ibu, Red) diberikan treatment kalsium, antioksidan, ternyata penelitian mengatakan, itu tak bermanfaat. Kita sudah tidak bisa lakukan pencegahan setelah usia 16 minggu,” jelasnya.

Data tersebut memberikan strategi bagi pelayanan di HRPC. “ Kami melakukan komprehensif dengan combined screening (kombinasi pemeriksaan USG dan tes darah) pada usia kehamilan 11-13 minggu. Sehingga kami dapat mengenali apakah pasien dan janinnya berisiko tinggi atau tidak,” katanya.

Dengan metode ini, HRPC diharapkan membantu mencegah kematian bayi, dan ibu. Pasalnya, penelitian mengatakan, pencegahan sedini mungkin akan efektif dan memberikan waktu bagi dokter untuk melakukan tindakan deteksi dini dan pencegahan. Kami bisa menstratifikasi risiko lebih komprehensif ketika memutuskan apakah kehamilan pasien high risk pregnancy atau tidak,” jelasnya.
Bukan hanya screening yang multi aspek, HRPC juga memiliki operator dan software yang mumpuni. “Semuanya sesuai standar dengan Fetal Medicine Foundation (FMF) di UK. Screening pun akan dilakukan oleh dokter dan dibantu perawat yang telah menjalani training dan bersertifikasi,” jelas Aditya.

Sebenarnya metode yang dilakukan HRPC bukan hal baru, dimana di beberapa negara di Eropa dan Amerika, sistem screening komprehensif pada awal usai kehamilan telah dilakukan. “Sebut saja Singapura pasien datang hanya membawa hasil darah, kemudian dokter yang USG dan memasukkan data-data dari pemeriksaan darah, dilakukan pada usia kehamilan 11-13 minggu,” jelasnya.

Bagi Aditya cara ini sangat menantang, “Saya dapat memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi, mengoptimalkan, dan memperkenalkan system  screening dalam kehamilan di Indonesia,” ungkapnya. “Kita belum terbiasa melabeli wanita hamil ini berisiko atau tidak sejak usia 11-13 miggu,” ungkapnya.

Aditya optimis peluang RSIA Bunda Jakarta mengembangkan HRPC sangat terbuka, sebab selain memiliki sarana dan prasarana yang mumpuni, kebutuhan pasien akan pelayanan yang terbaik akan berkembang seiring kemajuan jaman.

“Inilah tantangan yang luar biasa, dan butuh bertahun-tahun untuk bisa memperkenalkan sistem ini, screening lengkap dilakukan di awal kehamilan. Ini kompleks, yang jelas kita akan terus mengkampanyekan dan mempromosikan,” yakin Aditya.

Sumber : dr. R. Aditya Kusuma, SpOG - RSIA Bunda Jakarta



















Pendarahan Saat Hamil Muda

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.12 with No comments
Menjaga kehamilan disaat usia kehamilan masih muda merupakan hal yang perlu dilakukan oleh setiap ibu hamil. Jika kehamilan ini tidak dijaga sebaik-baiknya bisa saja akan menimbulkan pendarahan yang ujung-ujung berakhir dengan keguguran. Peristiwa ini yang sering dikhawatirkan bagi setiap ibu hamil, kehamilan yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tertunda diakibatkan karena kelalain dan ketidak hati-hatiannya seorang ibu dalam menjaga kehamilannya.

Pendarahan bisa terjadi kapan saja, baik pada trimester pertama, kedua, ataupun ketiga. Sementara pendarahan saat hamil muda terjadi ketika usia kehamilan pada trimester pertama. Hal ini yang perlu diwaspadai bagi wanita hamil muda, tidak menutup kemungkinan resiko keguguran bisa terjadi. Ada 4 jenis pendarahan yang terjadi pada trimester pertama.

Jenis Pendarahan Saat Hamil Muda
  • Abortus Iminiens merupakan pendarahan yang terjadi pada rahim sehingga mengkibatkan keluarnya darah dalam jumlah yang sedikit. Namun keadaan embrio masih dalam keadaan aman dan utuh.
  • Abortus Insipiens merupakan pendarahan yang cenderung sering diikuti rasa mulas, sehingga mengakibatkan rahim jadi terbuka. Namun keadaan embrio masih dalam keadaan aman.
  • Abortus Inkomplet, bagi ibu hamil yang mengalami pendarahan ini akan merasa syok dan drop, karena darah yang keluar sangat banyak, sehingga mengakibatkan terjadinya pengeluaran embrio.
  • Hamil Ektopik, merupakan kehamilan yang terjadi dimana sel telur yang telah dibuahi menempel pada saluran telur atau yang biasa disebut tuba falopi, silahkan baca pembahasannya tentang kehamilan ektopik. Diperlukan penanganan dengan cara operasi untuk mengangkat sel telur yang menempel supaya tidak terjadi pembengkakan pada tuba falopi.
Penanganan Pendarahan Saat Hamil Muda
Namun penanganan apa yang harus dilakukan oleh ibu hamil ketika pendarahan itu terjadi? Adapun penanganannya adalah sebagai berikut:
  • Dengan cara berbaring, usahakan posisi kaki lebih tinggi dari pada bahu agar pendarahan yang terjadi dapat berkurang.
  • Istirahat yang cukup sampai pendarahan itu berkurang.
  • Melakukan aktifitas berat dan menimbulkan resiko pendarahan, sebaiknya untuk menghentikan aktifitas berat.
  • Dan langkah yang terakhir yang ditempuh, apabila pendarahan itu terjadi untuk segera menghubungi dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.


















Selasa, 20 Februari 2018

Ultrasonografi dan Kehamilan

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.32 with No comments

USG, baik 2, 3, dan 4D yang sangat membantu dunia kedokteran, Ketiganya sarat kegunaan untuk membantu dokter mendiagnosa berbagai kelainan bayi mulai dari ujung kepala hingga kaki. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) merupakan pencitraan (imaging) untuk memeriksa organ di bawah permukaan kulit dengan menggunakan gelombang suara ultrasonik. Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan tersering yang dilakukan pada manusia karena relatif aman bahkan dalam kehamilan. 

Pertanyaan pertama yang sering terlontar dari pasien saat melakukan pemeriksaan USG pertama kali, yakni “Dok…udah keliatan belum kelaminnya? Atau Dok, hamilnya udah berapa bulan?” Selama ini USG hanya dianggap pemeriksaan untuk mengetahui jenis kelamin, umur kehamilan, posisi dan berat badan bayi. Sehingga muncul mitos, USG hanya dilakukan saat hamil tujuh bulan. Padahal begitu banyak informasi berharga yang dapat diambil saat melakukan USG dengan teliti. Banyak kelainan yang dapat dideteksi secara dini dalam kehamilan. Misalnya, bibir sumbing, gangguan penutupan tulang belakang, kelainan jantung, ginjal, saluran kencing, saluran pencernaan, paru-paru, kelainan plasenta, dan lain-lain. 

Bahkan bila ingin dilakukan pemeriksaan secara terperinci dan menyeluruh, tak jarang pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu hingga lebih dari 30 menit. Akibatnya, diperlukan perjanjian khusus antara ibu dengan dokternya. Pemeriksaan menyeluruh ini disebut USG Screening. Jadi selain untuk mengetahui umur kehamilan, jenis kelamin, berat badan dan posisi bayi, penggunaan USG bertujuan mencari factor risiko, baik pada ibu maupun bayi yang berpotensi fatal. Kadang pasien suka bertanya “Dok, bisa pemeriksaan empat dimensi (4D) nggak?”. Tentu saja bisa. Pemeriksaan USG 4D harus disertai dengan pemeriksaan USG 2D. 

Hal ini bertujuan meningkatkan akurasi dan nilai klinisnya. USG 4D dilakukan untuk mendukung diagnosis, dan mempermudah dokter memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga mengenai apa yang dilihat selama pemeriksaan. USG 4D memberikan gambaran permukaan tubuh secara lebih jelas, seperti wajah dan anggota badan lainnya. Namun, untuk melihat kelainan yang lebih spesifik tidak bisa menggunakan 4D saja, pemeriksaan dengan menggunakan USG biasa (2D) dan pemeriksaan color Doppler tetap merupakan pemeriksaan utama. Perbedaan USG 3D dan 4D adalah, pada USG 4D selain kita dapat melihat penampilan permukaan tubuh bayi, tapi kita juga dapat melihatnya secara real time. Artinya, pasien (Anda dan pasangan) dapat melihat bayi tersebut bergerak, menguap, membuka tangan, dan lain-lain. 

Tidak selamanya gambaran wajah bayi dapat terlihat melalui USG 4D. Dengan USG 4D, maka hasil pemeriksaan dan pergerakan bayi dapat direkam dalam DVD atau VCD dan diperlihatkan pada keluarga di rumah. Sedangkan USG 3D tak memiliki fasilitas real time sehingga yang diperlihatkan adalah gambar statis. Sering kali usia kehamilan, posisi, jumlah air ketuban, tali pusat atau tangan bayi akan menyulitkan pengambilan gambar 4D. Pasien yang memiliki kehamilan risiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan USG screening. Prosedur ini bermaksud menilai ada atau tidaknya kekurangan pada bayi yang dikandungnya. Screening memakan waktu lama sehingga dibutuhkan kesabaran pasien. Meskipun pemeriksaan USG tidak 100% akurat dalam mendeteksi kekurangan yang ada, namun setidaknya apapun hasil yang diperoleh akan dapat meningkatkan kewaspadaan, sekaligus rasa tenang dan suka cita dalam masa kehamilan.

















Memahami Manfaatkan USG Kehamilan 4D

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.32 with No comments
Melihat penampakan dan alat kelamin janin dalam kandungan adalah hal yang membahagiakan. Dengan pemeriksaan USG 4D yang tersedia saat ini, bentuk dan pergerakan calon anak akan lebih jelas terlihat. Akan tetapi, kebanyakan masyarakat salah paham dengan teknologi ini.

Kebanyakan orang Indonesia memanfaatkan USG 4D hanya untuk tahu apa jenis kelaminnya dan bagaimana wajah bayinya, apa lebih mirip ibu atau ayahnya. Padahal teknologi USG memiliki makna lebih bagi diagnosis medis.

Skrining ultrasound atau USG 4D adalah pencitraan yang dapat melihat bentuk anatomi tubuh dengan dimensi jarak dan waktu. Pada pencitraan 4D pergerakan bayi akan dapat dilihat, tidak seperti pada teknologi ultrasound di bawahnya.

Fungsi USG yang sebenarnya adalah untuk melihat tumbuh kembang dan kondisi fisik janin. Skrining dengan USG 2D saja sebenarnya cukup bila dilakukan pada waktu yang tepat dan tidak ada risiko kelainan yang dikhawatirkan.

Bila memang ibu atau kehamilan memiliki risiko, pemeriksaan USG kehamilan dapat berguna untuk mendeteksi adanya kelainan atau risiko lebih lanjut. Pemeriksaan USG pada trisemester pertama (10 - 14 minggu), contohnya, berguna untuk mendeteksi kelainan sindrom Down dengan mengukur Nuchal (NT) dan Nasal Bone (NB).

Pemeriksaan pada trisemester dua (18-27 minggu) dilakukan untuk melihat perkembangan dari organ-organ tubuh bayi (morfologi). Lalu pemeriksaan pada trisemester tiga (28-32 minggu) dapat dilakukan untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi, seperti berat badan.



















Keguguran dan Tindakan Kuret

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.32 with No comments
Kuret atau kuretase merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim dengan fungsi diagnostik atau terapetik. Jaringan bisa berupa janin yang mengalami abortus, endometriosis, atau sisa plasenta yang tertinggal seusai persalinan. Kuret perlu dilakukan supaya rahim bersih dari jaringan yang tidak semestinya berada bahkan tumbuh di dalamnya. Jika tidak dibersihkan, akan memunculkan gangguan seperti nyeri dan perdarahan.
arti lain dari Kuretase adalah tindakan untuk melepaskan jaringan yang melekat pada dinding rahim (kavum uteri), dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrumen berupa sendok kuret ke dalam dinding rahim. Sendok kuret akan melepaskan jaringan tersebut dengan teknik pengerokan secara sistematik.
Kuret sebagai diagnostik suatu penyakit rahim. Ini bertujuan untuk mengambil sedikit jaringan lapis lendir rahim, sehingga dapat diketahui penyebab dari perdarahan abnormal yang terjadi. Misalnya:
  • Pendarahan pervaginam yang tidak teratur
  • Pendarahan hebat
  • Kecurigaan akan kanker endometriosis atau kanker rahim
  • Infeksi rahim
  • Pemeriksaan kesuburan/ infertilitas
Kuret sebagai terapi, bertujuan menghentikan perdarahan yang terjadi pada keguguran kehamilan dengan cara mengeluarkan hasil kehamilan yang telah gagal berkembang, menghentikan perdarahan akibat mioma dan polip dengan cara mengambil mioma dan polip dari dalam rongga rahim, menghentikan perdarahan akibat gangguan hormon dengan cara mengeluarkan lapisan dalam rahim. Misalnya:
  • Kasus keguguran
  • Tertinggalnya sisa jaringan plasenta (ari-ari), atau sisa jaringan janin di dalam rahim setelah proses persalinan
  • Hamil anggur
  • Menghilangkan polip rahim
Prosedur Kuret
Prosedurnya sama antara kuret karena keguguran maupun non keguguran.

1. Persiapan sebelum kuret
  • Puasa. Saat akan menjalani kuret, biasanya anda harus mempersiapkan diri. Misal, berpuasa 8 jam sebelumnya agar perut dalam keadaan kosong sehingga kuret bisa dilakukan dengan maksimal.
  • Cek adanya perdarahan. Dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami gangguan perdarahan atau tidak. Jika ada indikasi gangguan perdarahan, kuret akan ditunda sampai masalah perdarahan teratasi. Namun tak menutup kemungkinan kuret segera dilakukan untuk kebaikan pasien.
  • Persiapan psikologis. Seperti halnya persalinan normal, sakit tidaknya kuret sangat individual. Sehingga, kesiapan anda sangat berperan dalam menentukan hal ini. Bila anda sudah ketakutan bahkan syok lebih dulu sebelum kuret, munculnya rasa sakit sangat mungkin terjadi. Sebab rasa takut akan menambah kuat rasa sakit. Usahakan menenangkan diri untuk mengatasi rasa takut, pahami bahwa kuret adalah jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah yang ada.
  • Minta penjelasan dokter selengkap-lengkapnya, mulai apa itu kuret, alasan kenapa harus dikuret, persiapan yang harus dilakukan, hingga masalah atau risiko yang mungkin timbul.
2. Saat Kuret
Sebelum dilakukan kuret, biasanya pasien akan diberikan obat anestesi (bius). Ketika melakukan kuret, ada 2 pilihan alat bantu. Pertama, sendok kuret dan kanula/selang. Sendok kuret biasanya dipilih oleh dokter untuk mengeluarkan janin yang usianya lebih dari 8 minggu karena pembersihannya bisa lebih maksimal. Sedangkan sendok kanula lebih dipilih untuk mengeluarkan janin yang berusia di bawah 8 minggu, sisa plasenta, atau kasus endometrium.
3. Perawatan pascakuret
Perawatan usai kuretase umumnya sama dengan operasi-operasi lain. Anda harus menjaga bekas operasi dengan baik, tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat, tidak melakukan hubungan intim untuk jangka waktu tertentu sampai keluhannya benar-benar hilang, dan meminum obat secara teratur.
Jika ternyata muncul keluhan, sakit yang terus berkepanjangan atau muncul perdarahan, segera periksakan diri ke dokter. Mungkin perlu dilakukan tindakan kuret yang kedua karena bisa saja ada sisa jaringan yang tertinggal. Jika keluhan tak muncul, biasanya kuret berjalan dengan baik dan pasien tinggal menunggu kesembuhan.
Dampak Kuret
  • Perdarahan. Ini dikhawatirkan terjadi jika jaringan tidak diambil dengan bersih. Untuk itu jaringan harus diambil dengan bersih dan tidak boleh tersisa sedikit pun. Bila ada sisa kemudian terjadi perdarahan, maka kuret kedua harus segera dilakukan. Biasanya hal ini terjadi pada kasus jaringan yang sudah membatu.
  • Cerukan di dinding rahim. Pengerokan jaringan pun harus tepat sasaran, jangan sampai meninggalkan cerukan di dinding rahim. Karena dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan rahim.
  • Infeksi. Jika jaringan tersisa di dalam rahim, muncul luka, cerukan, dikhawatirkan bisa memicu terjadinya infeksi. Sebab, kuman senang sekali dengan daerah-daerah yang basah oleh cairan seperti darah.
  • Perlekatan bagian dalam rahim.
  • Masih terdapat jaringan tersisa.
Masih Bisa Hamil Kembali
Bila ada yang bilang usai kuret tak bisa hamil lagi itu keliru. Penyebab sulit hamil, mungkin ada masalah dengan organ reproduksi atau masalah kesuburan. Setelah menjalani kuret,  anda tetap bisa hamil dan memiliki anak lagi. Asal kondisi organ reproduksinya baik, ditambah dengan masa subur yang tidak bermasalah.

Namun, seusai kuret anda dianjurkan untuk mengistirahatkan rahim sampai benar-benar sehat dan siap hamil. Khususnya bila kuret dilakukan pada saat kondisi hamil tua karena kondisi uterus sudah membesar sehingga perlu istirahat. Namun bila kuret dilakukan pada saat kehamilan masih muda (batasannya hingga 20 minggu) kehamilan bisa dilakukan lebih cepat jika Moms sudah merasa siap.