Tampilkan postingan dengan label nicu picu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nicu picu. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Agustus 2023

Penyebab Kelahiran Prematur: Waspadai Tiap Faktornya!

Posted by Bundamedik Healthcare System on 14.19 with No comments

Kelahiran prematur bukan hal asing yang bisa terjadi pada ibu hamil. Kondisi tersebut dikabarkan bahkan dialami juga oleh pasangan selebriti tanah air, Lesty Kejora. Melahirkan dini merupakan kondisi dimana waktu melahirkan yang kurang dari waktu melahirkan pada umumnya. dalam kondisi kelahiran yang belum cukup bulan.

Setelah masa hamil selesai, wanita yang baru pertama kali menjadi seorang ibu dan keluarga harus memaksimalkan upaya untuk merawat dan menjaga bayi.

Jika anak terlahir prematur, maka ibu dan ayah juga memiliki tanggung jawab lebih besar, dari segi medis serta segi perawatan. Untuk menghindari kondisi prematur ini, Anda dapat mereservasikan kunjungan ke unit RSIA Bunda dan mengkonsultasikan kondisi Anda sebelum memulai program hamil.

Apa Itu Kelahiran Prematur?

Singkatnya kelahiran ini adalah kondisi dimana bayi terlahir ke dunia sebelum 9 bulan atau sebelum 40 minggu usia kehamilan.

Kasus kelahiran prematur ini memang bisa saja terjadi, namun jika tidak dicegah sedari hamil maka bayi berpotensi mengalami kondisi buruk. Pada kebanyakan kasus kelahiran prematur, Bunda dan bayi dapat menyelesaikan proses dengan selamat, namun dalam tumbuh kembangnya, anak akan rentan terpapar penyakit.

Lahir prematur merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan saraf pada bayi dan pemicu terjadinya kematian usia bayi di seluruh dunia. Melalui pengetahuan ini, kami akan mengajak Anda untuk memahami dan melakukan pencegahan dini pada masa kehamilan.

Faktor Penyebab Terjadinya Persalinan Dini

Tanda bayi lahir sebelum waktunya adalah ketika sudah terjadi kontraksi dan bayi harus dikeluarkan pada usia kandungan 37 minggu atau kurang dari itu. Adapun berbagai sebab kelahiran prematur yang menimpa ibu hamil bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya faktor penyebab itu dapat dijabarkan dalam penjelasan berikut:

  • Persalinan terlalu dini, salah satunya disebabkan oleh infeksi pada saluran berkemih ibu hamil. Beberapa infeksi yang dimaksud adalah rubella, herpes simpleks, trikomoniasis, klamidia, toksoplasmosis, infeksi selaput ketuban, infeksi saluran kemih, dan infeksi bakteri vagina.
  • Mengalami penyakit tertentu, seperti solusio plasenta atau terlepasnya plasenta dari dinding rahim. Bisa juga mengalami inkompetensi serviks atau lemahnya rahim yang bisa terbuka sebelum waktunya. Pernah operasi pada rongga perut juga akan meningkatkan resiko kelahiran prematur.
  • Gaya hidup calon ibu yang tidak sehat ibu dapat mempengaruhi persalinan terlalu dini. Konsumsi alkohol semasa hamil, merokok, dan mengalami kelebihan berat badan juga memicu terjadinya persalinan belum cukup bulan.
  • Bisa juga karena adanya berbagai sebab lain, seperti hamil anak kembar, jarak kehamilan dari sebelumnya kurang dari 6 bulan, program bayi tabung, ada riwayat kelahiran prematur, mengalami trauma fisik saat hamil, usia ibu kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.

Berbagai penyebab tersebut dapat memicu persalinan tidak pada waktunya pada ibu hamil. Untuk beberapa sebab yang bisa dicegah, seperti konsumsi alkohol dan rokok sebaiknya dihentikan dari saat diketahui sedang mengandung.

Pencegahan ini demi kesehatan bayi semasa dalam kandungan dan tumbuh kembang kesehatan anak selama mereka hidup. Para ibu bisa berhenti dari kebiasaan kurang sehat setidaknya selama hamil dan menyusui ASI eksklusif 2 tahun.

Cara Mencegah Terjadinya Kelahiran Prematur

Edukasi diri sebanyak mungkin dari sumber terpercaya merupakan bekal sebelum masa persalinan. Salah satunya dengan membaca detail cara mencegah kemungkinan kelahiran prematur berikut ini:

  • Perhatikan jarak kehamilan dari anak sebelumnya. Akan sangat beresiko jika ibu sudah hamil kembali sementara jaraknya belum ada 18 bulan dari kelahiran anak yang juga prematur sebelumnya.
  • Jangan pernah mengkonsumsi alkohol dan rokok untuk sementara waktu jika memang tidak bisa menghilangkannya sepenuhnya. Ibu juga harus berhenti konsumsi narkoba karena kandungan dari zat-zat tersebut akan menyebabkan ketergantungan pada bayi yang baru lahir.
  • Jaga kesehatan dan kebersihan akses kelahiran untuk menghindari terjadinya infeksi pada saluran lahir bayi. Anda bisa menggunakan handuk baru untuk membersihkan area vagina setiap setelah buang air kecil. Bisa juga menggunakan tisu baru untuk menjaga kebersihan.
  • Perbanyak konsumsi asam folat untuk menutrisi bayi dan juga menjaga kesehatan kandungan. Biasanya asam folat ini akan diberikan oleh bidan ketika Anda melakukan kontrol kehamilan rutin.
  • Jaga selalu berat badan agar tetap sehat selama hamil. Jangan sampai berat badan ibu bertambah banyak, namun janin tidak bertambah sama sekali.
  • Untuk mencegah terjadinya persalinan dini selanjutnya adalah kendalikan masalah kesehatan bawaan. Contoh, ada riwayat darah tinggi atau diabetes, dsb. Lakukan pencegahan agar penyakit tidak kambuh dan tidak perlu konsumsi obat.

Inti dari semua pencegahan adalah menjalani pola hidup sehat secara lebih disiplin. Ketika hamil, ibu bukan hanya memikirkan kesehatan sendiri, namun juga harus memberikan nutrisi cukup bagi bayi. Pastikan ibu melakukan pencegahan kelahiran prematur secara tepat dan cepat.

Jika Anda memiliki risiko kehamilan prematur, segera reservasikan pemeriksaan diri Anda ke unit RSIA Bunda untuk mendapatkan pelayanan yang lebih spesifik. Dapatkan jadwal dokter preferensi Anda dan kunjungi juga laman informasi kami untuk mengetahui pelayanan-pelayanan kesehatan lainnya.


















Rabu, 21 Maret 2018

Perawatan Bayi Prematur

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.03 with No comments

Kelahiran bayi prematur adalah bayi yang belum cukup bulan untuk lahir tapi diharuskan lahir karena adanya masalah dalam kandungan.


Ketuban yang pecah lebih cepat bisa membuat air ketuban terinfeksi kuman, jika terlalu lama dibiarkan lebih dari 18 jam, akibatnya bayi bisa sesak nafas. Penyebab pecahnya ketuban karena stres yang dialami bayi dalam kandungan. Stresnya dapat disebabkan oleh infeksi.

Selain itu lahir prematur bisa jadi karena kontraksi sang ibu. Jika kontraksi terjadi sebelum waktunya, bukan tak mungkin bayi akan lahir prematur. Karena bayi stres, katup mulut janin pun jadi terbuka dan air ketuban bisa terminum oleh bayi, sehingga bayi akan mengalami sesak nafas.

Ciri-ciri bayi prematur

Kebanyakan orang menilai bahwa semua bayi prematur memiliki ciri badan yang kecil dan beratnya tidak sampai 2500 gram. Memang benar tapi bayi yang lahir normal pun bisa saja memiliki badan yang kecil dan beratnya kurang. Mengapa? karena sang ibu memiliki penyakit jantung, perokok, dan lain hal.

Tapi secara fisik, bayi prematur bisa dibedakan yakni dari kulitnya yang tipis, daun telinga jika ditekuk tidak mudah kembali, serta garis-garis ditelapak kakinya tidak penuh.

Mengapa bayi prematur harus dirawat dengan inkubator?

Bayi yang lahir prematur harus dirawat dengan inkubator, sebab pengaturan suhu tubuhnya belum stabil dan dia akan gampang kedinginan. Inkubator dapat menjaga suhu sebuah ruangan agar suhu tetap konstan dan stabil. Suhu inkubator diatur dengan disesuaikan dengan berat lahir atau usia kehamilan.

Sesak nafas akibat pengembangan paru-paru yang tidak bagus membuat bayi perlu diberi oksigen. Namun pemberian oksigen terlalu lama akan menyebabkan retina bayi rusak. Setelah perawatan inkubator berakhir, mata bayi perlu diperiksa secara berkala.

Jika sudah stabil, bayi akan dirawat oleh ibu dengan cara perawatan bayi lekat atau perawatan metode ‘kanguru’. Metode ini, bayi membutuhkan sentuhan kasih sayang dan akan mendapatkan kehangatan dari tubuh ibu atau ayahnya seperti saat dalam kandungan.



















Mencegah Kelahiran Prematur pada Bayi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 11.02 with No comments
Para ibu hamil tentunya berharap bayi yang ia lahirkan dalam keadaan sehat dan juga normal. Di dunia ini tidak ada seorang pun yang ingin melahirkan bayinya dalam keadaan prematur atau yang biasa disebut dengan lahir sebelum waktu yang seharusnya. Seperti yang Anda ketahui bayi yang prematur rata-rata memiliki berat badan yang kurang, hal ini tentunya dapat membuat bayi lebih rentan terhadap penyakit. Ada beberapa penyebab kelahiran prematur yang harus Anda ketahui salah satunya yaitu kurangnya vitamin dan nutrisi pada ibu hamil. Berikut adalah cara mencegah kelahiran prematur pada bayi.

Mencukupi kebutuhan nutrisi, Cara yang pertama adalah dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi. Hal ini dikarenakan janin yang Anda kandung tentunya menyerap vitamin dan nutrisi yang Anda konsumsi. Oleh karena itu selama hamil, sebaiknya Anda meningkatkan asupan nutrisi yang Anda konsumsi. Nutrisi baik untuk hamil di antaranya adalah asam folat. Asam folat yang Anda konsumsi berperan penting dalam perkembangan janin. Tak hanya itu, asam folat juga bermanfaat untuk mencegah kelainan pada janin seperti cacat lahir ataupun kelahiran prematur.

Menjaga berat badan ideal, Ketika memasuki masa kehamilan berat badan seorang ibu hamil pastinya akan bertambah. Ini dikarenakan pertumbuhan janin dan juga pengaruh hormon kehamilan. Seorang ibu hamil yang memiliki berat badan yang terlalu kurus ataupun terlalu gemuk tentunya juga akan memiliki dampak buruk bagi kesehatan bayi dan ibu hamil. Selain dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan yang tidak ideal juga dapat menyebabkan keguguran.

Minum air putih, Cara mencegah kelahiran prematur selanjutnya adalah dengan mengonsumsi air putih. Air putih yang Anda konsumsi dapat membantu tubuh agar tetap terhidrasi. Karena jika ibu hamil mengalami dehidrasi hal ini dapat memicu kontraksi dan menyebabkan kelahiran prematur. Mulailah minum air putih 2 liter per hari atau 8 gelas dalam setiap harinya.

Hindari kebiasaan buruk, Tidak hanya para pria saja yang melakukan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol, saat ini para wanita pun gemar melakukan hal tersebut. Namun sebaiknya ibu hamil menjauhi kebiasaan buruk yang satu ini, kebiasaan buruk seperti itu pun dapat memicu kelahiran prematur pada bayi.

Rutin melakukan pemeriksaan, Ibu hamil sangat dianjurkan dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dalam setiap bulannya. Hal ini karena pemeriksaan secara rutin dapat meminimalisirkan berbagai macam resiko yang terjadi pada kehamilan tak terkecuali kelahiran prematur.

Selasa, 20 Maret 2018

Persalinan Prematur

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.03 with No comments

Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi ketika usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Persalinan prematur merupakan masalah yang selalu menjadi perhatian karena menjadi salah satu penyebab utama kematian neonatal. Persalinan prematur menjadi penyebab tingginya angka kematian bayi karena kondisi bayi yang masih lemah. Bayi yang lahir prematur juga memiliki risiko tinggi memiliki cacat neurologis bawaan, termasuk cerebral palsy, cacat penglihatan dan gangguan kecerdasan, terutama bila usia kehamilan di bawah 32 minggu. Bayi tersebut juga berisiko tinggi untuk masalah kesehatan jangka panjang, termasuk penyakit kardiovaskular (serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi) dan diabetes.

Angka persalinan prematur di seluruh dunia berkisar antara 10-20 persen. Indonesia sendiri memiliki angka kelahiran prematur sekitar 19%. Di negara-negara maju, insiden persalinan prematur dapat dikurangi dengan kualitas kesehatan yang lebih baik dan berbagai tindakan pencegahan.

Penyebab
Penyebab persalinan prematur tidak diketahui, namun faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risikonya:
  • Anda pernah mengalami persalinan prematur. Jika Anda pernah melahirkan prematur, Anda memiliki risiko 30 persen akan mengulanginya. Jika Anda pernah dua kali melahirkan prematur, kemungkinannya adalah 70 persen Anda akan kembali melahirkan prematur.
  • Anda atau saudara Anda lahir prematur. Studi di Universitas Aberdeen menemukan bahwa seorang ibu yang lahir prematur atau memiliki saudara yang lahir prematur berisiko 60 persen melahirkan bayi prematur pada kehamilan pertama. Pada kehamilan berikutnya, potensi kelahiran prematur menurun jadi 50 persen.
  • Anda memiliki bayi kembar. Bayi kembar memiliki sekitar 50 persen kemungkinan dilahirkan prematur. Untuk kembar tiga, peluangnya adalah 83 persen untuk dilahirkan prematur.
  • Anda memiliki kelainan rahim atau serviks tertentu, termasuk leher rahim yang pendek.
  • Anda memiliki masalah kesehatan. Hipertensi dan diabetes adalah kondisi yang paling umum yang berhubungan dengan persalinan prematur. Kondisi lain seperti gangguan autoimun dan infeksi juga meningkatkan risiko persalinan prematur. Riset menunjukkan bahwa respon kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri tertentu, seperti bakterial vaginosis dan trikomoniasis, dapat memicu persalinan prematur.
  • Anda mengalami perdarahan vagina setelah 20 minggu kehamilan. Perdarahan pada rahim memicu pelepasan protein tertentu (trombin) yang dapat merusak membran ketuban, yang dapat mengakibatkan ketuban pecah dini. Trombin juga merangsang kontraksi rahim, yang dapat merangsang persalinan prematur.
  • Anda memiliki beberapa faktor risiko lain yang berhubungan dengan kelahiran prematur tetapi tidak selalu menyebabkan kelahiran prematur, seperti merokok, mengalami kenaikan/penurunan berat badan ekstrem selama kehamilan, menggunakan obat-obatan terlarang, memiliki stres tinggi, dll.
Tanda-tanda persalinan prematur
Tanda-tanda dan gejala persalinan prematur sebagian besar sama dengan persalinan normal. Tanda-tandanya terkadang samar sehingga sulit untuk dikenali dan tak terduga.
  • Kontraksi setiap 10 menit atau lebih sering dalam satu jam (lima atau lebih kontraksi rahim dalam satu jam)
  • Kram seperti menstruasi yang dirasakan di perut bagian bawah yang terjadi terus-menerus atau hilang-timbul. Kram perut ini bisa terjadi dengan atau tanpa diare
  • Nyeri punggung bawah yang terasa di bawah pinggang yang terjadi terus-menerus atau hilang-timbul
  • Tekanan panggul yang terasa seperti bayi Anda mendorong ke bawah
  • Cairan encer yang keluar dari vagina Anda.  Cairan vagina meningkat jumlahnya atau berubah warna.
Jika Anda merasa mengalami tanda-tanda dan gejala di atas, segeralah menghubungi dokter Anda.




















Fresh ASI Terapi Bayi Prematur

Posted by Bundamedik Healthcare System on 10.03 with No comments
Dilihat dari warna dan bentuknya, tidak ada perbedaannya, Namun, begitu dilihat waktu “pengambilan” ternyata kandungan ASI fresh lebih dapat membantu dan merangsang pertumbuhan kuman baik di dalam saluran cerna bayi prematur.

Kelahiran bayi tak cukup umur (prematur) tentu membuat para ibu bersedih dan tak mengharapkannya. Bayi lahir prematur saat usia kandungan ibu belum mencapai 37 minggu. Biasanya organ tubuh bayi belum berkembang sepenuhnya sehingga harus ditempatkan di dalam inkubator untuk memberikannya kehangatan agar bisa membantu ia bertahan hidup. Bayi premature pun biasanya sering kali mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satunya masalah saluran cerna.

Di dalam saluran cerna manusia, terutama usus besar, dihuni lebih dari 500 spesies bakteri yang jumlahnyamencapai triliunan. Berbagai jenis bakteri tersebut tak bisa dihindari keberadaannya karena habitat tempat hidup manusia memang tidak steril.

Ada bakteri atau kuman yang “baik” seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium. Ada pula bakteri yang tidak baik, penyebab penyakit, misalnya Klebsiella dan Acinetobacter. Keberadaan bakteri baik ini sering ditemukan dalam saluran pencernaan karena dapat membantu memastikan kesehatan seluruh sistem pencernaan.

Namun, berdasar disertasi doktoral Dr. dr. Risma Kerina K, SpA (K) menyebutkan, jumlah bakteri baik pada bayi premature lebih sedikit dibandingkan bakteri yang tidak baik. “Ketidakseimbangan jumlah bakteri dalam saluran cerna bayi prematur, akibat bayi telah “terpapar” lingkungan sekitarnya. Tak hanya itu pemberian antibiotik guna penanganan bagi masalah lain, seperti sesak nafas akibat kelahiran prematur juga mengakibatkan penurunan jumlah bakteri tersebut,” Jelas Risma.

Masalah akan timbul jika jumlah bakteri yang tidak baik atau si penyebab penyakit (bakteri patogen) ini berlebihan. Hal ini akan menurunkan sistem imun bayi dan dapat menyebabkan peradangan usus. Akibatnya perut bayi akan mudah menjadi kembung. Kondisi perut bayi yang tak normal Ini dapat terjadi berulang-ulang sehingga berat badan bayi tidak akan naik yang berimbas pada waktu “penyembuhan” bayi prematur. Itulah sebab betapa pentingnya peranan bakteri “baik ” di dalam saluran pencernaan bagi kesehatan tubuh.

Fresh ASI

Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus bayi adalah dengan pemberian fresh Air Susu Ibu (ASI). Sejak dahulu, pemberian ASI pada bayi memang sangat perlu karena kandungan nutrisi, factor imun, dan factor pertumbuhan gizi. Sebut saja kolostrum. Kolostrum juga dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik dan mencegah bakteri patogen.

Sayangnya, mungkin masih ada masyarakat yang belum tahu bahwa ASI “segar” sangat membantu faktor imun dari bayi yang lahir prematur. Di dalam fresh ASI jumlah bakteri baiknya lebih banyak,” jelas Risma. Air Susu Ibu yang fresh adalah ASI yang belum dimasukkan ke dalam kulkas dan masih berumur tiga jam pasca-pemerahan. ”Semakin banyak bayi prematur minum fresh ASI, maka semakin banyak bakteri yang baik diususnya,” kata Risma.

Risma mengakui, pemberian Fresh ASI secara terus menerus bagi bayi premature sangat sulit, karena umumnya mereka akan menjalani perawatan di rumah sakit beberapa bulan.

“Nggak mungkin ibunya menginap berbulan-bulan di RS,apalagi harus bolak- balik tiap hari untuk memberikan ASI per tiga jam,” ungkap Risma.

Peran orangtua dalam penyediaan fresh ASI sangat penting. Misalnya psikis. “Jika orangtuanya stress produksi ASI berkurang dan ini tak menguntungkan buat bayi. Bayi prematur adalah bayi yang sedang beradaptasi untuk survive jadi ibu harus membantu tenang. Ibu tenang, secara psikis akan membuat bayi tenang.


Peran lain dari orangtua yang memiliki bayi prematur adalah perawatan metode kangguru yang sangat dianjurkan bagi bayi yang lahir prematur. Selain karena praktiknya murah, mudah, perawatan metode ini juga mempunyai banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Telah terbukti efektif untuk mengontrol suhu bayi, meningkatkan pemberian ASI, mengurangi terjadinya infeksi, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta membangun ikatan antara ibu dan bayi.

Sumber : Dr. dr. Risma Kerina K, SpA(K) - RSIA Bunda Jakarta


















Rabu, 21 Februari 2018

Tanda Kelahiran Prematur

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.16 with No comments
Banyak hal yang dikhawatirkan oleh ibu hamil menjelang persalinannya, termasuk diantaranya kelahiran prematur. Nomalnya, seorang ibu akan melahirkan bayinya saat usia kandungan 38-42 minggu, sedangkan kelahiran prematur biasanya terjadi pada kandungan yang belum memasuki usia 37 minggu. Kelahiran prematur meningkatkan resiko komplikasi pada bayi sehingga pada kasus bayi lahir prematur memerlukan perawatan yang lebih intensif. Hal ini berkaitan dengan organ paru-paru bayi yang belum sempurna sehingga untuk membantunya bernafas dibutuhkan ventilator.
Selain berkaitan dengan paru-parunya, bayi yang lahir prematur beresiko tinggi memiliki masalah pada suhu tubuhnya. Karena tidak dapat menjaga suhu normalnya, bayi prematur akan mengalami kedinginan atau hipotermia. Pada beberapa kondisi, pemasangan alat bantu juga diperlukan untuk mengkoordinasikan otot dalam menelan atau menghisap. Pemberian makan bagi bayi prematur biasanya dilakukan dengan menyuntikan cairan pada pembuluh darah bayi, maupun menggunakan selang yang dimasukan pada hidung, yang sebagian pada perut dan kerongkongannya.
Komplikasi kesehatan pun membayangi bayi yang lahir prematur, diantaranya infeksi aliran darah (meningitis dan sepsis), pendarahan pada otak. Disamping itu, komplikasi jangka panjang juga mungkin terjadi pada bayi prematur seperti gangguan fungsi motorik, gangguan penglihatan, dan penyakit paru-paru.

Melihat banyaknya komplikasi kesehatan pada bayi prematur, ibu tentu harus mewaspadainya. Resiko melahirkan secara prematur akan meningkat pada ibu hamil yang memiliki riwayat persalinan prematur pada anak sebelumnya, bentuk rahim yang tidak normal, mengandung bayi kembar, menggunakan alat kontrasepsi IUD, sering melakukan aktifitas berat, serta mengkonsumsi obat yang membahayakan janin. Ibu juga perlu mengetahui tanda-tanda kelahiran prematur agar ibu dapat menyiapkan segalanya lebih awal.
Berikut beberapa tanda-tanda kelahiran prematur :
  1. Saat usia kehamilan memasuki minggu ke 37, ibu sering mengalami kontraksi dalam kurun waktu satu jam. Beberapa kasus menyebutkan, ibu hamil yang mengalami kelahiran prematur dapat mengalami kontraksi 4-5 kali dalam 1 jam.
  2. Merasakan kram seperti saat menstruasi meski kehamilan belum memasuki usia 37 minggu
  3. Panggul bagian bawah sering terasa nyeri sehingga timbul keinginan untuk buang air besar atau mengejan.
  4. Saat kehamilan masih dibawah 9 bulan, keluar cairan berlebih dari area kewanitaan, dan terdapat flek berwarna merah terang.
  5. Merembes atau menyembur cairan dari vagina.


Selasa, 20 Februari 2018

Pola Asuh Tepat Selamatkan Kecerdasan Bayi Prematur

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.41 with No comments
Orangtua mengharapkan buah hatinya lahir normal. Namun, bagaimana jika sebaliknya, prematur? Dengan pola asuh yang tepat, niscaya anak lahir berprematur akan memiliki tumbuh kembang optimal sama seperti bayi yang lahir cukup bulan.

Banyak pandangan dan rumor yang berkembang pada para ibu, bayi lahir prematur akan bermasalah, salah satunya masalah kepandaian. Namun tidak semua. Contohnya, ilmuan asal Inggris, Sir Ihaac Newton. Meski dilahirkan prematur, buktinya newton menjadi ahli matematika, fisika, hingga astronomi dengan IQ 190. Saat lahir berat badan Newton hanya 1,3 kilogram.

Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram. Sebagian besar organ tubuhnya belum berfungsi dengan baik, karena kelahirannya yang masih dini.

Penyebab kelahiran prematur beragam. Mulai dari masalah sang ibu hingga janin. Ibu hamil yang mengalami masalah seperti letak plasenta yang menutupi jalan lahir, lepasnya plasenta sebelum melahirkan; pendarahan pre-melahirkan; kelainan rahim atau leher rahim akibat miom (tumor jaringan otot); Penyakit yang diderita sang ibu (penyakit darah tinggi, kencing manis-diabetes melitus, dan lain-lain). Tak hanya itu. Hal lain yang dianggap punya andil dalam kelahiran premature adalah kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, serta kondisi stres.

Dari sisi janin, bila janin memiliki cacat bawaan, maka ada kemungkinan ia lahir sebelum waktunya. Kehamilan kembar, juga banyak menyebabkan janin lahir prematur.

ORGAN
Bayi prematur umumnya belum dapat beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim. Hal ini dikarenakan organ bayi umumnya belum bekerja secara sempurna.

Bayi prematur rentan terkena gangguan kesehatan. Ancaman yang paling berbahaya adalah sulit bernapas. Hal ini akibat paru-paru dan seluruh sistem pernapasannya, seperti otot dada dan pusat pernafasan di otak, belum bekerja secara sempurna.

Lapisan lemak yang tipis membuat bayi prematur tak memiliki perlindungan yang cukup terhadap suhu dingin dibanding suhu dalam rahim ibu. Bayi prematur akan lebih sering mengalami penurunan suhu tubuh di bawah normal (hipotermia).

Hati dan ginjal bayi prematur juga belum siap bekerja secara sempurna. Akibatnya semua pemasukan dan pengeluaran pada tubuh bayi prematur harus benar-benar diperhatikan. Bila tidak, kedua organ ini akan rusak dan bayi semakin rentan terhadap penyakit.

Bayi prematur juga mudah mengalami pendarahan di otak. Hal ini akibat pembuluh darah yang masih sangat halus dan mudah pecah bila kekurangan zat asam atau kedinginan.

POLA ASUH
Masalah pada bayi prematur di kemudian hari perlu menjadi perhatian khusus bagi para orang tua. Kesehatan si bayi perlu terus dipantau pascalahir dan masa perkembangan.

Nutrisi merupakan salah satu faktor paling penting untuk membuat anak Anda cerdas. Faktor nutrisi ini sangat menunjang faktor lain, seperti genetik dan stimulasi perkembangan bayi.

Masa pertumbuhan tercepat otak Anak adalah ketika ia masih dalam kandungan sampai berusia dua tahun atau dikenal dengan istilah 1.000 hari pertama kehidupan. Jadi sangat penting untuk Memberikan nutrisi yang tepat untuk Anak ketika ia masih dalam kandungan dan selama dua tahun pertama kehidupan.

Ibu hamil dan menyusui sangat disarankan untuk rajin mengonsumsi pangan sumber omega-3. Penelitian juga menunjukkan, ibu menyusui yang rajin mengonsumsi makanan mengandung asam lemak tak jenuh, termasuk omega-3 yang terkandung dalam ikan dan minyak ikan, sangat membantu perkembangan sel otak bayi, termasuk pada bayi yang lahir kurang bulan (prematur).

Para peneliti dari Kanada dalam pertemuan Pediatric Academic Societies, merekomendasikan para ibu menyusui yang bayinya lahir prematur untuk lebih banyak mengonsumsi sumber omega-3. Omega-3 dikenal juga sebagai DHA, asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang. DHA banyak ditemukan pada berbagai ikan laut dalam seperti salmon, tuna, minyak ikan, atau flaxseed.

Selain nutrisi hal penting lain yang harus diperhatikan adalah memberikan stimulasi secara adekuat dan tepat. Stimulasi dapat dilakukan sejak dalam kandungan, saat usia gestasi 20 minggu dan dilanjutkan setelah bayi baru lahir dengan memberikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan selanjutnya stimulasi sesuai usia anak.

Pada saat lahir sel-sel otak anak hamper 75% dari berat otak orang dewasa, sinaps otak juga masih sedikit, dan tidak banyak memiliki hubungan. Semakin banyak dilakukan stimulasi, akan semakin banyak sinaps yang terbentuk dan semakin banyak atau beragam stimulasi yang dilakukan akan semakin bervariasi hubungan sinaps sel-sel otak yang terbentuk.

Sangatlah bijaksana untuk senantiasa memantau perkembangan bayinya secara sistematis. Hal ini dimaksudkan agar perawatan yang tepat dapat dilakukan untuk melindungi pertumbuhan otak si bayi. Sebaiknya bayi prematur harus dilakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala dan rutin sampai anak berusia 10 tahun. Sehingga kita dapat mengetahui secara pasti tumbuh kembangnya sampai anak berusia remaja.













Komplikasi Pada Bayi Saat Persalinan Normal

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.40 with No comments
Pada persalinan normal tidak banyak komplikasi bayi yang dijumpai karena ke­tiga komponen persalinan yaitu jalan lahir (passage), janin dan placenta (passenger), dan kekuatan his dan mengejan dapat bekerja sama dengan baik sehingga persalinan berlangsung dengan tatanan waktu yang tepat.

Ada beberapa hal yang menyebabkan kepala bayi cukup lama tertahan di dasar panggul yaitu terjadinya lilitan tali pusat, koordinasi kekuatan tidak sempurna, ter­dapat kesempitan panggul ringan. Keti­ganya dapat menyebabkan gangguan sir­kulasi darah kepala bayi sehingga terjadi edema (bengkak) kepala yang disebut ka­put suksedanium dan perdarahan di bawah kulit kepala bayi. Keadaan ini tidak mem­bahayakan, perdarahan atau kaput sukse­danium tidak memerlukan pengobatan dan akan menghilang dengan sendirinya.

Perawatan Setelah Me "Rooming In"
Konsep perawatan pasca-melahirkan yang dikembangkan pada persalinan normal sebenarnya mengikuti polo tradi­sional yang dikemas secara modern yaitu mobilisasi dini, rooming in, pemberian ASI. Polo im melalui penelitian terbuki mempunyai keuntungan bagi ibu maupun bayinya. Dalam pengawasan setelah mela­hirkan, dokter yang merawat ibu akan datang setiap hari atau setiap saat mem­berikan petunjuk perawatan.

Perawatan Pasca-Melahirkan

Mobilisasi Dini
Mobilisasi dini atau aktivitas segera. Di­lakukan segera setelah beristirahat bebera­pa jam dengan beranjak dari tempat tidur ibu (pada persalinan normal). Mobilisasi dini dapat mengurangi bendungan lokia dalam rahim, meningkatkan peredaran darah sekitar alat kelamin, mempercepat normalisasi alat kelamin dalam ke keadaan semula.

Rooming In
Konsep ini sudah dilaksanakan di pede­saan. Terbukti bahwa konsep ini mengun­tungkan karena perawatan langsung oleh ibunya, dapat memberikan ASI setiap saat, bayi tidak terlalu banyak kehilangan panas badan, meningkatkan perkembangan jiwa bayi karena merasa aman dan damai. La­tihan perawatan bayi secara moderen da­pat diajarkan pada ibu yang barn pertama mempunyai anak. Konsep rooming in ada­lah konsep lama dengan kemasan mo­deren. 

Pemberian ASI
Pemberian ASI selama mungkin di daerah pedesaan sudah biasa dilaksanakan masya­rakat, tanpa mengetahui bahwa pemberian ASI itu mempunyai keuntungan yang sa­ngat penting bagi bayi yaitu bahwa ASI siap setiap saat untuk diberikan, mudah dicerna dan sesuai kebutuhan dan pertum­buhan bayi, mempunyai antibodi khusus (tak ada pada susu formula), sampai 4 bulan pemberian ASI merupakan metode keluarga berencana (KB) yang handal. Be­berapa tahun yang lalu masyarakat tergiur oleh propaganda susu formula yang diang­gap mampu menggantikan ASI.


Dalam penelitian lebih lanjut ternyata banyak kerugian mental dan fisik bayi dengan susu formula, sehingga pemerintah beru­paya untuk mengembalikan fungsi ibu un­tuk memberikan ASI. Kalau dibandingkan susu formula, jauh dari kebutuhan bayi yang sedang tumbuh dan berkembang, apalagi susu formula tidak mempunyai bahan-bahan aktif seperti kasein dan antibodi tertentu. Itulah sebabnya pemberian ASI sangat digalakkan, sehingga tumbuh dan kembang bayi dapat lebih sempurna sebagai titik awal sumber daya manusia yang berkualitas.


















Senin, 29 Januari 2018

Sibak NICU RSU Bunda Margonda

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.43 with No comments
Kadangkala pada beberapa bayi mengalami kesulitan transisi setelah lahir, baik pada bayi cukup bulan maupun bayi kurang bulan. Beberapa bayi ini membutuhkan perawatan khusus, yaitu perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Neonatal Intensive Care Unit (NICU) adalah unit di rumah sakit yang ditangani tim yang terdiri dari dokter dan perawat terlatih dalam merawat bayi baru lahir hingga umur 30 hari dengan kebutuhan khusus. Perawatan di NICU meliputi pelayanan medis, perawatan yang menunjang perkembangan bayi serta menjalin komunikasi dan support orangtua. Alat-alat penunjang yang ada di NICU antara lain, Inkubator dan penghangat bayi (infant warmer) untuk menjaga agar bayi tetap hangat sehingga suhu tubuhnya terjaga stabil.

Monitor berfungsi memantau antara lain denyut jantung, tekanan darah, laju napas, kadar oksigen bayi.

Blue light atau sinar biru digunakan untuk fototerapi pada bayi dengan kadar bilirubin tertentu yang terindikasi.

Continues Positive Airway Pressure (CPAP). Alat bantu nafas CPAP merupakan alat yang menghantarkan udara bertekanan ke paru-paru bayi melalui tube kecil yang dipasang di hidung bayi.

Ventilator atau respirator adalah mesin napas mekanik yang menghantarkan udara hangat dan lembab ke paru-paru bayi.

Intravenous (iv) line (infus jalur intravena) Sebagian besar bayi prematur dan sakit tidak dapat segera minum, sehingga mereka harus menerima nutrisi dan cairan melalui pembuluh darah vena. Selang infus dihubungkan pompa infus. Bayi juga dapat menerima obat dan transfusi darah melalui jalur intravena. Pada kondisi tertentu bisa dipasang jalur sentral melalui pembuluh darah vena (Peripherally Inserted Central Catheter/ PICC).

Nutrisi, Salah satu penunjang yang penting adalah nutrisi. Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi karena membantu melindungi dari infeksi. Di NICU pengelolaan dan pemberian ASI akan dibantu perawat dan konsultan laktasi. Bila bayi karena sesuatu hal membutuhkan nutrisi dan cairan melalui infus, maka kandungan infuse yang ada harus memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan. Penyiapan infus sebagai penunjang nutrisi dan cairan perlu dalam kondisi steril. Demikian pula dalam penyiapan obat-obatan yang diperlukan harus dalam kondisi yang sama.

NICU RSU Bunda Margonda memiliki ruangan khusus steril (iv admixture). Penyiapan infus cairan dan nutrisi serta penyiapan obat- obatan dikerjakan oleh tenaga terlatih dari bagian farmasi.

NICU RSU Bunda Margonda dilengkapi dengan High-efficiency particulate air (HEPA) filter. Lingkungan perawatan dalam ruangan bersih adalah salah satu kualitas program lingkungan perawatan dan salahsatu komponen kunci program ini adalah instalasi dan pemeliharaan filter udara. 

HEPA filter adalah penyaring udara yang didesain khusus agar aliran udara dapat tersaring dengan baik, udara yang dialirkan steril. Filtrasi udara diharapkan menyingkirkan partikel- partikel kontaminan. Lingkungan perawatan dalam ruangan dengan udara yang bersih mencegah pasien dari transmisi kontaminan infeksius melalui udara. Pemeriksaan penunjang antara lain pemeriksaan sinar X, USG dikerjakan di NICU.

Bayi prematur dan bayi sakit sangat hipersensitif terhadap lingkungan sehingga lingkungan NICU dijaga tenang dan pengurangan cahaya untuk meminimalisasi stres dan menunjang perkembangan bayi. Antara lain lampu yang diatur penyalaannya, waktu-waktu tertentu untuk memegang bayi, pemasangan kain penutup inkubator serta suport untuk perawatan kanguru melalui kontak kulit dengan kulit untuk menjaga bayi tetap tenang saat bayi sudah stabil.

Sebelum bayi pulang dari NICU, tim dari NICU akan mendiskusikan dengan orang tua sesuai kondisi masing-masing bayi untuk kesiapan perawatan di rumah dan rencana follow-up.

Tingkatan, NICU memiliki tingkat perawatan.Tingkat I, perawatan bayi baru lahir dengan risiko rendah, Tingkat II  bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan tingkat III semua bayi bermasalah yang memerlukan tindakan khusus. seperti perawatan dengan ventilasi mekanik (ventilator), dan lain-lain

Sumber : Dr. Desiana Nurhayati, SpA (K) - RSU Bunda Margonda


















www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com